BPBD Sulbar Salurkan Bantuan Logistik ke Mateng

On Kamis, September 05, 2019

MASALEMBO.COM

Sekkab Mateng H Askary Anwar menerima 3 unit peralatan dari Kepala BPBD Sulbar Darno Majid.

MATENG, MASALEMBO.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat menyalurkan bantuan logistik pada korban bencana kebakaran Pasar Topoyo di Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah. 

Bantuan logistik diserahkan simbolis Kepala BPBD Sulbar Darno Majid pada perwakilan korban, Selasa (3/9). Diantaranya lauk pauk 6 dos, tambahan gizi 2 dos, perlengkapan keluarga 10 paket, tikar 12 lembar, masker 1.000 lembar, tenda gulung 10 lembar dan alat kebersihan 2 paket.
"Semoga bantuan alakadarnya ini dapat bermanfaat bagi korban bencana," ucap Kepala BPBD Sulbar. 

Selain logistik,  Kepala BPBD Sulbar juga menyerahkan bantuan peralatan berupa 1 unit perahu karet slinger, mesin tempel parsun 25 pk dan mesin tempel Yamaha 40 pk. Bantuan diterima secara simbolik Sekkab Mateng H Askary Anwar.

Penandatanganan Berita Acara serahterima barang dari Kerpala BPBD Sulbar Darno Majid ke  Sekkab Mateng H Askary Anwar, di Posko kebakaran, Selasa (3/9/2019)

Dikesempatan ini, Darno menyampaikan permohonan maaf Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. Ia tidak sempat menyerahkan bantuan itu saat menghadiri pelantikan DPRD Mateng.
"Ada panggilan mendadak pak gubernur untuk tugas keluar daerah. Makanya saya diberikan amanah mewakili gubernur untuk menyerahkan bantuan ini," katanya.

Darno menjelaskan, musim kemarau merupakan masalah nasional. Seluruh Indonesia mengalami hal ini. Olehnya warga diharapkan menghindari pembakaran disekitar pemukiman. Diingatkan pula bahwa musim kemarau kerap terjadi akibat gesekan.

"Bencana dapat terjadi secara tiba-tiba dan kapan saja. Untuk itu kita perlu tingkatkan kewaspadaan," ujar Darno mengingatkan.

Hal senada juga dikatakan Sekkab Mateng H Askary Anwar. Ia berharap warga meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kebakaran. Kondisi saat ini tidak dapat diprediksi kapan kemarau berakhir.

Kadang hujan turun kadang pula suhu panas meningkat. Kondisi ini disebakan adanya kerusakan lingkungan. "Sebab itu semua diminta siaga," pinta Askary.

Lanjut dijelaskan, di daerah ini terdapat beberapa titik tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Sebab itu warga harus selalu siap menerima dan mengantisipasi keadaan darurat. "Dalam kondisi apapun," tegas Sekkab.

Sekkab Mateng H Askary Anwar berbincang pada korban kebakaran.
     
Terkait kebakaran Pasar Topoyo, Askary mengapresiasi Damkar, Tagana dan TRC BPBD, yang telah berjuang keras dalam mengatasi bencana. Para petugas sigap dan tetap semangat dalam menanggulangi bencana kebakaran.

"Luar biasa semua telah mengerahkan kemampuannya. Bahkan ada salah satu personel TRC dan Damkar harus dirawat di rumah sakit," ungkapnya.

Kepala BPBD Rahmat Syam mengatakan, pasca kebakaran pihaknya langsung menderikan posko. Kemudian disusul pembentukan tim terpadu gabungan lintas sektoral.

"Kami berbagi tugas untuk menghindari data bias. Dinas Koperindag selaku penangggung jawab data disekitar pasar," jelas Rahmat Syam. (jml/riz)

comments