Mengenang Habibie: Ini Foto Tahun 84 Saat Berkunjung ke Majene

On Kamis, September 12, 2019

MASALEMBO.COM

Menristek BJ Habibie menyerahkan pataka Prasamya Purnakarya kepada bupati dati II Majene Alim Bachrie (Foto: Ali Muhtar)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Presiden RI ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie telah berpulang ke pangkuan ilahi. Tokoh teknokrat dunia berdarah Gorontalo yang lahir di Kota Parepare itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Rabu (11/9/2019) pukul 18:05 WIB. Habibie wafat dalam usia 83 tahun.

Kepergian mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) era orde baru ini dikenang begitu banyak orang. Sejumlah pihak menilai Habibie adalah sosok jenius yang taat beragama. Ia juga menjadi tokoh inspirasi bagi rakyat Indonesia. Dari sosok beliau lahir istilah integrasi iptek (ilmu pengetahuan) dan imtaq (iman dan taqwa).

"Habibie dijadikan role model pemuda muslim dengan ungkapan berotak Jerman berhati Mekkah," kata Mahfud MD, mantan ketua Mahkamah Konstitusi via rgol.id

Selain Mahfud, tokoh-tokoh bangsa lainnya menyampaikan duka mendalam. Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut, Habibie adalah presiden negarawan. Ia disebut sukses membawa Indonesia menghadapi masa-masa sulit sesaat setelah reformasi bergulir.

Di kota kelahirannya Parepare, Sulawesi Selatan. Warga diselimuti duka mendalam saat menerima kabar kepergian sosok utama dibalik masa transisi pemerintahan orde baru ke era reformasi itu. Seperti disiarkan TVRI, Rabu (11/9) malam, warga Parepare berbondong-bondong mendatangi monumen cinta sejati Ainun-Habibie di pusat kota berjuluk Bandar Madani itu. Mereka berkumpul mengirimkan do'a atas kepergian bapak teknologi Indonesia tersebut.

Baca: KISAH: Benarkah Habibie Tak Pernah Jatuh Cinta Pada Ainun?

Selain para tokoh nasional dan rakyat Parepare yang merasa kehilangan, BJ Habibie juga meninggalkan kenangan untuk rakyat Majene. Ternyata, putra Alwi Abd Jalil Habibie dengan Tuti Marini Puspawardoyo itu pernah hadir di Majene. 

Salah seorang wartawan senior Sulbar Ali Muhtar membeberkan dokumen kedatangan Habibie di Majene. Ali ternyata punya kenangan tersendiri saat meliput kedatangan Habibie di tanah Mandar, Sulawesi Barat. "Saat itu beliau datang atas nama presiden Soeharto, tahun 1984 waktu itu," kenang Ali Muhtar, Kamis (12/9/2019).



Kedatangan BJ Habibie di Majene disambut meriah warga. Masyarakat Majene tumpah kejalan memadati stadion Prasamya Mandar Majene di AP Pettani. Stadion yang baru saja dibangun tahun 1984. Bupati Majene kala itu Alim Bachrie menerima tanda kehormatan tertinggi dari presiden Soeharto, diserahkan BJ Habibie yang tengah menjabat Menristek. Aliem Bachrie dinilai sukses membangun eks pusat Afdeling Mandar (Majene).

Baca: Polda Sulbar Gelar Do'a dan Salat Gaib untuk BJ Habibie

"Dia (Bupati Majene Alim Bachrie) menerima penganugerahan Prasamya Purnakarya Nugraha dari presiden Soeharto kala itu, karena sukses membangun stadion," tutur Ali mengisahkan.

Parasamya Purnakarya Nugraha, adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada Provinsi/Daerah Tingkat I dan Kabupaten/Kotamadya/Daerah Tingkat II yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun. 

Di tahun 1984 di bawah kepemimpinan bupati Alim Bachrie, Pemerintah Dati II Majene memang menorehkan banyak prestasi karya pembangunan. Salah satunya stadion Prasamnya yang hingga kini masih kokoh. (har/red).

comments