Warga Mamuju Gelar Do'a dan Lempar Pesawat Kertas Iringi Kepergian BJ Habibie

On Kamis, September 12, 2019

MASALEMBO.COM

Warga Mamuju melemparkan pesawat kertas ke udara (Awal S/masalembo.com)


MAMUJU, MASLEMBO.COM - Forum Intelektual Masyarakat (Formal) Provinsi Sulawesi Barat menggelar do'a bersama atas wafatnya Presiden RI ke-3, Baharuddin Jusuf Habibie, di anjungan pantai Manakarra Mamuju, Kamis (12/9/2019) malam.

Sekitar 500 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pemuda dan warga Mamuju. Tampk begitu antusias warga Mamuju ini mengikuti do'a bersama.

Baca: BJ Habibie Wafat, Bupati Mateng Ajak Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Ketua Formal Sulbar, Rusdi Nurhadi mengatakan, kegiatan ini berawal dari ide saat melihat foto sosok BJ Habibie di media sosial yang sementara memegang pesawat dari kertas. "Dari situlah ide ini berawal," ujarnya.

Pelepasan pesawat kertas ke udara sebagai simbol sosok BJ Habibie yang mampu menciptakan karya pesawat terbang. Dia menjadi kebanggan bangsa Indonesia, bahkan mengangkat citra Indonesia di dunia internasional.

Baca: Mengenang Habibie: Ini Foto Tahun 84 Saat Berkunjung ke Majene

"Dengan wafatnya beliau bangsa Indonesia merasa sedih dan kehilangan," ucap Rusli

Bacharuddin Jusuf Habibie adalah pria kelahiran Kota Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936. Ia pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) di era orde baru sebulum menjadi wakil presiden hingga kepala negara. "Ini juga tentu menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi," Rusli.

Baca: Polda Sulbar Gelar Salat Gaib dan Do'a untuk BJ Habibie

KISAH: Benarkah Habibie Tak Pernah Jatuh Cinta Pada Ainun?

Pantauan awak masalembo.com di anjungan pantai Manakarra, selain melemparkan pesawat kertas, warga juga menggelar nonton video sosok BJ Habibie semasa hidupnya. Ada pula pembacaan sajak dan pembacaan tahlil.

"Semoga beliau husnul khatimah," harap Rusli Nurhadi, mantan ketua PMII Cabang Mamuju itu.

Salah satu peserta adalah siswa SMAN 2 Mamuju, Hikmah Damayanti. Ia mengaku kehilangan sosok idola. Selain kaya pengetahuan, jenius di bidang teknologi, Habibie di mata Hikmah adalah pemimpin yang memiliki sikap rendah hati, setia dan agamais. "Semoga kelak ada pengganti Habibie," harap Hikmah. (awl/har)

comments