-->

Sejumlah Pencapaian Prestisius Diungkap Samahudin dalam HUT Buteng ke Tujuh

On Sabtu, Juli 24, 2021

MASALEMBO.COM

Bupati Buton Tengah, Samahudin saat memimpin upacara peringatan HUT Buteng ke tujuh [Rey/Masalembo.com]


BUTON TENGAH, MASALEMBO.COM – Sejumlah pencapaian prestisius diungkapkan secara terbuka oleh Samahudin selaku Bupati Buton Tengah dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Buteng yang ke tujuh di Desa Lamena Kecamatan Mawasangka Timur.

Di momen spesial tersebut Samahudin membeberkan pencapaiannya selama memimpin daerah pecahan Kabupaten Buton itu dalam kurun empat tahun terakhir baik pada tingkat Provinsi Sultra, maupun pada tingkat nasional.

Diusianya yang ke tujuh, Samahudin menilai Buton Tengah saat ini merupakan jalan panjang dari sebuah perjalanan karena memiliki esensi dan dinamika sejarah. Peringatan HUT Buteng lanjut Samahudin merupakan cerminan untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah.

“Masa lalu adalah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi menapaki masa kini dan masa depan.  Peringatan seperti ini harus kita jadikan sebagai saran mawas diri atau instropeksi diri,” ucap Samahudin dalam sambutannya pada upacara peringatan HUT Buteng, Jumat (23/7/2021).

Bupati Buteng saat meninjau pembangunan tugu sebagai icon Buteng [Rey/Masalembo.com]


Sejak dilantik 22 Mei 2017 lalu hingga saat ini, Bupati Samahudin kala itu berpasangan dengan Wakil Bupati La Ntau telah menorehkan berbagai macam prestasi pembangunan yang patut dibanggakan untuk masyarakat Buton Tengah.


Infrastruktur Buteng Semakin Baik

Pada masa kepemimpinan Bupati Samahudin salah satu program prioritas pembangunan di Buton Tengah adalah pembangunan infrastruktur. Dan salah satu hasil kerja nyata yang telah dilakukan Samahudin adalah pengerjaan jalan yang semakin tahun semaik baik. Berdasarkan SK gubernur Sultra nomor 115 tahun 2015 panjang jalan Kabupaten Buto Tengah kisaran 284,96 kilo meter.

“Pada tahun 2021 panjang jalan dalam kondisi mantap (baik dan sedang) mencapai 250,20 kilo meter, sementara panjang jalan kondisi tidak baik (rusak ringan dan rusak berat) tinggal berkisar 34,76 kilo meter,” ungkap Samahudin.

Dikatakan ketua DPD PDIP Buton Tengah, infrastruktur jalan merupakan salah satu bentuk vital untuk meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat yang menggerakan kegiatan lainnya. Kemajuan suatu daerah lanjut Samahudin dapat dilihat dari segi ketersediaan infrastruktur dasar yang terpenuhi dengan baik salah satunya adalah jalan raya.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, Samahudin juga membangun infrastruktur lain berupa pintu gerbang atau gapura kabupaten dan tugu sebagai icon dan entitas daerah dengan menunjukkan kearifan lokal.

Pariwisata Buton Tengah Raih Juara untuk Tujuan Wisata Baru di Indonesia 

Dari sektor pariwisata, Buton Tengah memiliki Pasir Timbul Bone Labunta sebagai destinasi baru tujuan wisatawan. Pasir Timbul milik Buteng ini telah meraih juara tiga dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Buteng, Wujuddin mengatakan Pasir Timbul Bone Labunta merupakan satu dari puluhan objek wisata unggulan Buteng namun keberadaannya baru baru dipromosikan dan diketahui masayarakat luas pada 2020 yang letaknya di tengah laut.

“Kita patut bersyukur dengan raihan ini. Hasil ini tentunya juga berkat dukungan dari seluruh pihak serta masyarakat yang menjaga keasrian wisata. Hal ini juga tentunya akan berdampak pada perekonomian warga sekitar dermaga yang dapat menciptakan lapangan kerja baru seperti menyediakan jasa transportasi menuju lokasi wisata hingga penyediaan kuliner,” tutur Wujuddin.

Raih Opini WTP Empat Kali Berturut-turut

Pemda Buteng meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) empat kali berturut-turut sejak 2018 hingga 2021 atas laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah kita dapat mempertahankan opini WTP dari BPK untuk ke kempat kalinya. Tentu saja ini adalah buah dari kerja keras kita selama ini yang patut untuk kita syukuri. Dengan raihan ini, tentunya kita semangat dan optimis untuk meraih opini WTP yang ke lima kali secara berturut-turut,” beber Samahudin.

Terima Penghargaan dari KPPN Sultra

Pada 12 April 2021 Pemda Buteng meraih penghargaan sebagai juara satu terbaik kategori terbaik kinerja penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Provinsi Sulawesi Tenggara.


Berikan Beasiswa Samatau untuk Mahasiswa

Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah daerah Buton Tengah memberikan Beasiswa Samatau untuk masyarakat Buteng yang sedang menempuh jalur pendidikan pada perguruan tinggi. 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Buton Tengah, Ahmad Nasmudin mengatakan tahun 2020 anggaran Beasiswa Samatau berjumlah Rp700 juta kemudian di tahun 2021 Beasiswa Samatau ditambah Rp300 juta sehingga menjadi Rp1 miliar.

“Beasiswa Samatau ini ada dua kategori, yaitu kategori mahasiswa berprestasi dan kategori mahasiswa kurang mampu.

Pasir Timbul Bone Labunta (Istimewa/Rey)


Terima Penghargaan dari BPJS Kesehatan Provinsi Sultra 

Pada bidang kesehatan, Pemda Buteng menerima penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosisal Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggarayang berhasil Universal Health Covarage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta. 

Melalui program ini, masyarakat akan memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi yang bermutu dengan biaya yang terjangkau.

“Bukan hanya BPJS Kesehatan, kita juga bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan guna melindungi baik ASN maupun Non ASN yang mengabdi pada pemda Buteng,” ujar Samahudin.

Selain pencapaian tersebut, Pemda Buteng dibawah kepemimpinan Bupati Samahudin masih memliki pencapaian lain berupa penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan pilkades serentak tahun 2020 dimana urutan pertama untuk Sulawesi Tenggara dalam Indeks Desa Membangun tahun 2021 dengan perolehan desa mandiri yakni Desa Walando.

Kemudian juara lomba desa tingkat Sulawesi Tenggara sebanyak tiga kali berturut-turut serta satu-satunya di Sultra yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Desa yakni destinasi wisata tahun 2021 di Desa Kanapa-napa. (Adv).

Penulis: Muhammad Al Rajap

comments