Asrama Pelajar dan Mahasiswa Enrekang di Yogyakarta Alami Kerusakan

On Kamis, Desember 12, 2019

Tampak depan Asrama Pelajar Mahasiswa Enrekang dan kerusakan bagian dalam gedung. (Baharuddin/masalembo.com)


YOGYAKARTA, MASALEMBO.COM - Kondisi terkini Asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (KPMM) di Yogyakarta tampak memprihatinkan. Pasalnya asrama tersebut seakan kurang terawat.

Kondisi fisik bangunan banyak yang sudah rusak, akibatnya saat musim hujan tiba, air bisa merembes masuk ke dalam asrama melalui cela-cela tembok yang telah usang.

Demikian pula dengan genteng, sudah ada yang bocor akibat korosi air hujan. Hal ini mengakibatkan tergenangnya air di beberapa kamar saat turun hujan.

Salah satu penghuni asrama KPMM Yogyakarta, Zasli mengatakan kondisi asrama memang sudah banyak yang rusak.

“Di asrama ini, semuanya ada 9 kamar yang dihuni oleh 19 orang, Namun ada 4 kamar diantaranya sudah rusak-rusak, saat musim hujan sering kemasukan air,” ungkap Zasli, Rabu (11/12/2019). 

Misalnya di kamar 6, apabila hujan turun air masuk melalui genteng yang bocor karena kesalahan konstruksi mengenai talang air, tambah mantan Ketua Asrama KPMM Yogyakarta Periode 2016-2017 itu.

Lanjut Zasli, demikian juga untuk kamar 7, saat hujan air masuk merembes di sela tembok asrama. Kondisi kamar 5 dan 3 juga sama, air masuk merembes di tembok bangunan, ada juga yang masuk melalui jendela yang rusak.

Tidak hanya itu, ada juga kerusakan mengenai pipanisasi. Ada pipa pembuangan asrama yang bocor sehingga mengakibatkan terjadinya bau busuk. "Ini cukup mengganggu penghuni asrama termasuk tetangga," jelasnya.

Kondisi fisik bangunan yang demikian membuat proses pembelajaran dan keseharian penghuni kamar dan seluruh warga penghuni asrama menjadi terganggu.

Zasli mengaku, beberapa tindakan yang bersifat sementara telah dilakukan oleh warga asrama namun karena kekurangan dana hal tersebut berulang kembali.

"Sampai sekarang belum pernah ada perubahan fisik baik berupa perbaikan pipa maupun perbaikan atap asrama secara keseluruhan," sesalnya.

Sazli pun berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Enrekang terhadap asrama KPMM Yogyakarta.

“Biar bagaimana pun, asrama ini kan aset daerah jadi sudah semestinya ada perhatian khusus untuk biaya pemeliharaannya," tandasnya. (bah/red)

Dinas Koperindag Sulbar Libatkan UMKM Studi Banding di Malang

On Rabu, Desember 11, 2019



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Sulbar melakukan studi banding di Bantu Malang, Jawa Timur, dalam rangka pelatihan pemasaran dan pengemasan produk UKM dan IKM, 11-14 November 2019.

Kasi Perdagangan Luar Negeri Diskoperindag Sulbar, Muh. Najib Ali mengakui studi banding yang dilaksanakan di Malang memperkenalkan produk hasil olahan Provinsi Sulbar yang bergerak pada olahan makanan dan minuman.

"Pelatihan ini kami fokuskan kepada UMKM/IKM yang memang memiliki kelemahan kepada segi kemasan, misalnya tidak punya nama, merek, label, logo dan konten-konten kemasan lainnya sehingga diharapkan setelah pelatihan ini peserta memiliki nilai lebih terutama bagi produk-produknya", tuturnya, Selasa (20/12/2019).

Najib mengatakan, dalam memperkenalkan produk hasil olahana di Sulbar sangat diakui, hanya yang menjadi kekurangan adalah dari segi kemasan.

"Setelah kita magangkan mereka (UMKM/IKM), hasilnya bisa terlihat, cuma kita masih standar soal kemasan. Ini yang akan kita mantapkan lagi," ucapnya.

Najib menambahkan, pelatihan ini dikhususkan untuk UMKM atau pelaku industri rumahan yang ingin meningkatkan nilai produk lewat kemasannya. 

"Pentingnya kemasan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan dapat diterapkan langsung untuk bisnisnya. Tidak hanya itu saja, peserta juga akan dibekali dengan berbagai materi, seperti: Pengetahuan tentang cara membedakan kemasan berdasarkan fungsi jenis dan bahannya, standar kemasan yang sesuai dengan produk mereka, cara dan peraturan labeling untuk produk mereka, yang meliputi informasi yang tercantum dalam kemasan, mengetahui persyaratan dan ketentuan tentang lebel dan juga pengetahuan tentang pendaftaran Dinkes dan PIRT," jelasnya. (dir/red)

Tidak Ingin Konsumen Dirugikan, Disperindag Sulbar Gelar Edukasi Perlindungan Konsumen

On Rabu, Desember 11, 2019



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulbar, mengadakan kegiatan Rencana Aksi Perlindungan Konsumen.

Kegiatan tersebut untuk mengedukasi dan sosialisasi terkait perlindungan konsumen, penerapan Undang- Undang  Perlindungan Konsumen Nomor 8  Tahun 1999 tentang pengawasan.

Kasi Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulbar, Muh. Najib Ali, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan di tiga kabupaten, yakni Pasangkayu, Mamasa dan Polman.

Najib menjelaskan, kegiatan dihari pertama tersebut guna mengedukasi kepada konsumen yang menjadi peserta, hari kedua digunakan untuk pengawasan barang beredar dan jasa, serta tertib niaga. 

Dalam hal pengawasan, Disperindag juga melakukan pengawasan seperti tertib niaga bahan pokok, minuman, juga memeriksa toko-toko material seperti mengecek besi yang berstandar atau punya label SNI.

Ia menambahkan jika tujuan dari kegiatan ini adalah strategi rancangan perlindungan konsumen.

Dinas Koperindag Sulbar lakuakn pemantauan besi

Menurutnya perlindungan terhadap konsumen tidak boleh berhenti, bahkan harus ditingkatkan.

Selain itu perlindungan konsumen juga banyak keterkaitannya, terlebih di era digital saat ini pertumbuhan perdagangan melalui online sampai lima kali dari jumlah pertumbuhan penduduk.

"Jadi hak konsumen itu harus benar-benar terlindungi, jangan sampai konsumen dirugikan," tegas Najib, Selasa (10/12/2019).

Dalam artian masyarakat mengetahui haknya sebagai konsumen, namun memilih diam disaat ia dicurangi oleh pedagang. Untuk itu  Najib menganggap jika hal ini termasuk membiarkan sesuatu yang tidak benar.

Ia mengatakan tidak mendiskreditkan pedagang, bahkan para pedagang merasa senang bila diawasi oleh disperindag, karena peraturan tentang perdagangan terus berkembang.

Dinas Koperindag Sulbar lakukan pemantauan di salah satu toko

Oleh karena itulah diperlukan edukasi kepada para pedagang agar tidak terkena sanksi administrasi ataupun pidana. (dir/red)

Survey JSI Pilkada Mamuju, Habsi Wahid Tertinggi

On Selasa, Desember 10, 2019


Habsi Wahida (kanan) dan Irwan SP Papababari. (Ist)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis survei terbarunya terkait elektabilitas calon bupati Mamuju 2020. Hasilnya, Habsi Wahid masih unggul dengan puncak popularitas mencapai 93,6 persen, disusul Irwan Pababari mencapai 91,8 persen dan Sitti Sutinah Suhardi 65,9 persen, serta Hartono 22,5 persen, Muhammad Jamil Barambangi 22,0 persen, Muhammad Rahmat Sanusi 20,7 persen, Ado Mas’ud 18,2 persen, Tri Zulkarnain Ahmad 16,1 persen, Yulis Sanusi 10,2 persen dan Abdul Azis 7,7 persen.

Wakil Direktur JSI Popon Lingga, menjelaskan, untuk elektabilitas, Habsi dinilai tertinggi dari para pesaingnya yakni 49,1 persen, Sutinah 15,2 persen dengan selisih 34 persen serta adapula yang belum menentukan pilihannya sebanyak 17,3 persen.

"Selisih antara Habsi dan Sutinah masih sekitar 34 persen," ujarnya, Senin (9/12/2019).

Selain popularitas, dihitung berdasar zona, Habsi bahkan mampu meraih partisipan rata-rata 50 persen di semua zona. Tertinggi, di zona satu, yakni Kecamatan Mamuju 60 persen disusul zona tiga yakni Kecamatan Kalukku, Bonehau dan Kalumpang. Kemudian di zona dua, yakni Kecamatan Kepulauan Balabalakang, Simboro, Tapalang dan Tapalang barat dengan 53,0 persen. Terakhir zona empat, yakni Kecamatan Tommo, Sampaga dan Papalang dengan 50,9 persen.

Popon mengaku, dukungan Habsi juga datang dari kaum milenial. Bahkan, Habsi mampu merebut suara milenial hingga 68,8 persen.

Dia mengatakan, kinerja Habsi selama menjabat bupati juga menjadi dasar penilaian, 64,7 persen warga Mamuju puas, dari segala sektor, seperti keamanan 85,2 persen, pendidikan 77 persen, kesehatan 75,9 persen, pelayanan publik 75,9 persen dan lainnya.

Jadi sebanyak 53 persen warga Mamuju masih menginginkan Habsi kembali menjabat sebagai bupati Mamuju. Hanya 23 persen yang tak menginginkan dan masih belum menjawab 23,2 persen.

"Sama halnya Irwan sebagai wakil bupati. Ada 68,0 persen warga sangat puas dan hanya ada 25,9 persen yang tak puas. Sisanya belum menentukan," sebut Popon.

Sementara posisi wakil bupati, survei JSI menempatkan elektabilitas Irwan SP Pababari di urutan pertama dengan 55,7 persen, disusul Hartono 7,5 persen, Ado Mas’ud 4,3 persen, Abdul Azis 3,0 persen dan Muhammad Ramhat Sanuzi 1,4 persen. Masih ada 24,8 persen warga belum memutuskan pilihannya.

Popon beralasan, warga memilih calon bupati karena kepribadian Habsi-Irwan dianggap mampu menjawab persoalan di Mamuju, serta kemampuan calon menyelesaikan masalah.

Sebagai informasi, JSI melakukan survei ini pada rentang waktu 27 November-4 Desember 2019, melibatkan 440 responden, berasal dari 65,9 persen masyarakat di desa dan 34,1 persen masyarakat di kota.
Survei dilakukan di Kabupaten Mamuju dengan margin of error 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (dir/red)

SPNF SKB Kabupaten Enrekang Raih Akreditasi A

On Selasa, Desember 10, 2019

Umaruddin (ist)


ENREKANG, MASALEMBO.COM -  Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Enrekang kini telah terakreditasi. Capaian ini adalah sebuah sejarah baru, pasalnya sejak berdiri, SPNF SKB Enrekang belum pernah diakreditasi.

Di bawah kepemimpinan Umaruddin selaku Kepala SPNF SKB Enrekang, kini SPNF SKB tercatat sebagai lembaga nonformal yang mutunya terjamin pasca divisitasi oleh tim asesor pada 6 November 2019 lalu.

Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF) Nomor: 199/BAN PAUD DAN PNF/AKR/2019 tentang Penetapan Status Akreditasi Satuan Pendidikan PAUD dan PNF Provinsi Sulawesi Selatan Tahap IV Tahun 2019,  yang ditetapkan tanggal 03 Desember 2019, SPNF SKB Enrekang mampu meraih Akreditasi A.

Menurut Umaruddin, keberhasilan SPNF SKB Enrekang memperoleh akreditasi A adalah hasil kerja keras dari rekan-rekan tim akreditasi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Tentunya, semua ini berkat kerja keras dan kekompakan dari tim task force akreditasi SPNF SKB Enrekang,” kata Umar, Senin (9/12/2019).

"Nilai akreditasi ini bagaikan kejutan untuk kami. Fokus kami adalah menyiapkan secara maksimal semua kebutuhan visitasi, adapun hasilnya sepenuhnya kami serahkan kepada asesor," ujarnya.

"Dan Alhamdulillah ternyata hasilnya maksimal, dapat akreditasi A," ucap Umar penuh rasa syukur.

Umar menambahkan, capaian SPNF SKB Enrekang ini tentunya tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Kata dia, Bapak Muslimin Bando selaku Bupati Enrekang betul-betul memberikan dukungan maksimal dalam upaya pengembangan dan memajukan SPNF SKB Enrekang, termasuk dalam hal menjamin mutunya.

Tidak hanya itu, lanjut Umar, Bupati Enrekang juga memfasilitasi untuk memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat berupa rehab dan penambahan gedung baru untuk meningkatkan layanan kepada warga binaan SPNF SKB Enrekang.

Terpisah, Bupati Enrekang pun memberikan apresiasi atas prestasi yang berhasil ditorehkan oleh SPNF SKB Enrekang.

"Jago memang ini Kepala SPNF SKB Enrekang, muda berprestasi," puji MB sapaan akrab Muslimin Bando.

Pemerintah Daerah memang berkomitmen untuk terus mengembangkan jalur pendidikan nonformal, utamanya SPNF SKB Enrekang. "Ini bentuk upaya kita untuk meningkatkan layanan pada sektor pendidikan di Kabupaten Enrekang," sambungnya.

MB berjanji akan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk akan membangun taman khusus di halaman kantor SPNF SKB Enrekang.

Sejak menjabat per Agustus 2019 lalu, di bawah sentuhan tangan dingin Umaruddin, SPNF SKB Enrekang semakin tampak kiprah dan perannya di masyarakat.

Seperti diketahui, SPNF SKB Enrekang memberikan layanan pendidikan nonformal yang cukup beragam, seperti pendidikan kesetaraan (kejar paket), pendidikan kepemudaan, pendidikan kecakapan hidup (life skill), dan sejenisnya. (Bar/red)

Raja Mamuju Harap Festival Kraton Nusantara Bisa Sukses

On Selasa, Desember 10, 2019




MAMUJU, MASALEMBO.COM - Raja Mamuju Andi Maksun Da'i memberikan arahan saat pelaksanaan apel pagi di Mapolda Sulbar, Jalan Aiptu Nurman, Mamuju.

Andi Maksun Da'i berharap pada kegiatan festival kraton nusantara dapat berjalan sukses.

Ia menaruh harapan besar kepada Kapolda Brigjen Pol Baharuddin Djafar terkait kegiatan tersebut.

"Mari kita sukseskan festival maraddika Mamuju dengan semangat leluhur kita demi memperkokoh kesatuan bangsa," kata Maraddika Mamuju.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas peran pentingnya Kapolda atas saran dan masukan dalam menyukseskan kegiatan kraton nusantara di Mamuju.

Sementara, Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, agar suksesnya pelaksanaan festival tersebut, dibutuhkan kerjasama semua elemen.

Baharuddin berharap, dalam pelaksanaannya nanti, sebagai tuan rumah semua para tamu diberikan penghormatan. 

"Sudah saatnya kita berkorban demi Mamuju dengan memberikan pelayanan terbaik, aktif memberikan pengawalan dan pengamanan sehingga para tamu yang terdiri dari para raja-raja se nusantara merasa dilayani dengan baik sehingga meninggalkan kesan yang baik di Mamuju," ucapnya.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura mengatakan, pengamanan kali ini murni pengabdian terbaik Kepolisian Daerah Sulawesi Barat pada kegiatan festival Maraddika di Mamuju pada tanggal 16-19 Desember 2019.

"Yang menjadi dasar adalah semangat pengabdian untuk Mamuju, karena sudah saatnya Polda Sulbar berkorban untuk Mamuju," pungkasnya. (dir/red)

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak di Mamasa

On Selasa, Desember 10, 2019

Aksi perempuan dan mahasiswa Mamasa/Frendy Criatian.


MAMASA, MASALEMBO.COM - Kampanye 16 hari anti kekerasan perempuan, puluhan perempuan dari beberapa komunitas di Mamasa, Sulawesi Barat turun ke jalan. Mereka menyerukan penolakan segala tindakan kekerasan maupun diskriminatif terhadap kaum  perempuan dan anak. 

Kampanye yang dipusatkan di Simpang Lima kota Mamasa, diinisiasi Pengurus Sinode Persekutuan Perempuan Gereja Toraja Mamasa (PPr-GTM), Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PP-GTM), Pengurus Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesa (P3BTI). Mereka melibatkan beberapa komunitas mahasisiswa dan perempuan.

Dalam aksinya mereka menggelar mimbar bebas. Semua peserta aksi secara bergantian menyampaikan aspirasinya yang semuanya kompak menyerukan menolak setiap tindakan kekerasan terdap perempuan dan anak. Selain itu, mereka juga  menyuarakan penolakan terhadap penggunaan obat-obat terlarang seperti narkotika dan obat terlarang terlarang lainya di Kabupaten Mamasa.

Massa aksi juga menggalang sejumlah tanda tangan dikain putih sepanjang 3 meter sebagai dukungan moril warga Mamasa menolak segala tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bentuk pelanggaran HAM yang sama sekali tidak bisa ditolelir, sehingga harus segera dihentikan dan dan dilawan secara bersama-sama oleh kaum perempuan,” kata Ketua PPr-GTM Yuliana Allo, Sabtu (7/12/2019).

Sementara, Ketua P3BTI Kabupaten Mamasa, Kory Pakondo mengatakan, data kepolisian angka tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mamasa selama bulan November 2019 terjadi 3 kali. Menurutnya tidak menutup kemungkinan masih banyak kekerasan yang dialami perempuan dan anak yang belum dilaporkan. 

Dengan begitu pihaknya melakukan aksi turun jalan menyerukan menolak tindakan diskriminatif dan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Selain itu pihaknya memeinta agar kaum perempuan yang mengalami tindak kekeresan bernai bersuara. (fre/har)