-->

Hot News

Politisi PPP, Armiah: Politik Identitas Menghambat Kemajuan Daerah

On Saturday, October 24, 2020

Armiah (ist)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Tim Pemenangan Patmawati-Lukman kembali melanjutkan agenda kampanye di Banua Sendana, Kecamatan Sendana, Sabtu (24/10/2020). Dibarengi dengan diskusi menarik antara warga dengan pasangan calon Patmawati-Lukman, pertemuan ini penuh dengan canda tawa bersama warga.

Dalam pembahasan, Armiah dan warga sepakat bahwa isu yang dibawakan 'pihak sebelah' yang selalu menyoal isu SARA, tidak baik untuk daerah.

"Politik Identitas yang selalu digaungkan pihak sebelah, sangat tidak baik untuk daerah. Kita ini tinggal di negara yang majemuk, semboyan bangsa adalah Bhinneka Tunggal Ika," kata Armiah.

"Banyak juga kok orang dari daerah kita yang sukses di daerah lain dan mereka dihargai disana. Sebut saja Bupati PPU Abdul Gafur, Cawalkot Balikpapan Rahmat Mas'ud, Cawalkot Makassar Munafri Arifuddin. Di akademisi ada Prof Masjaya dan Prof Husain Syam, yang rektor di Makassar dan Kalimantan," ungkap legislator asal PPP ini.

Armiah menambahkan, Pilkada ini memilih pemimpin, dan tentunya terjaminnya kualitas. Pemimpin kata dia tidak ditentukan dari sukunya. Di saat yang sama, Hasan, Koordinator Tim Desa Banua Sendana juga ikut bicara terkait isu politik identitas.


"Susah juga, karena mereka tidak punya bahan serta kualitasnya diragukan untuk dicitrakan ke masyarakat. Ibu Patmawati sudah 25 tahun di Majene, 75 desa/kelurahan didatangi tiap tahunnya selama mendampingi almarhum Bapak Fahmi Massiara sewaktu menjabat Bupati. Maka saya jamin Ibu Patma lebih memahami kebutuhan daerah dan masyarakatnya. Lebih-lebih Bapak Lukman yang sudah puluhan tahun selalu aktif bermasyarakat, jadi tidak ada keraguan, kami yakin pasangan Patma-Lukman adalah yang terbaik," kunci Hasan. (adv/red)

Berkunjung ke Majene, Rachmat Gobel Ajak Hidupkan Koperasi Petani

On Saturday, October 24, 2020

Rachmat Gobel saat menyampaikan sambutan di Majene Provinsi Sulbar, Sabtu, 24 Oktober 2020. (Foto: Humas Setda Majene/masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel meyakini koperasi akan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat. Karena itu ia mengajak Pemda dan warga untuk dapat menghidupkan koperasi petani. Ia menilai, persoalan klasik bidang pertanian harus diatasi dengan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

"Negara-negara maju di dunia bukan dibangun dari para konglomerat. Seperti negara Swiss, tetapi ia ditopang oleh koperasi, termasuk negara Jepang yang didukung perusahaan-perusahaan kecil," kata Gobel saat berkunjung ke Majene Sulbar, Sabtu (24/10/2020)

Rachmat Gobel menyampaikan keberadaan koperasi bisa menjadi solusi dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan para petani di Indonesia tak terkecuali di Majene. Hal itu ia utarakan seusai bertukar cinderamata dengan Pemkab Majene. Rachmat Gobel berkunjung ke Majene dalam lanjutan lawatannya ke Sulawesi Barat. Sebelumnya ia mengunjungi kabupaten paling utara Sulbar, Pasangkayu. Ia hadir didampingi oleh anggota DPR RI Ratih Megasari Singkarru yang juga dari partai Nasdem.

Rachmat yang disambut hangat Pemkab Majene mengatakan, kehadiran dirinya untuk melihat langsung potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam di Indonesia yang sangat luar biasa. Ia mengaku terpanggil menjemput aspirasi masyarakat dan ingin merasakan secara langsung kondisi masyarkat.

Rachmat Gobel (putih) Pjs Bupati Majene HM Natsir dan Ratih Megasari Singkarru. (Foto: Humas Setda Majen/masalembo)


Politisi partai Nasdem di kesempatan ini juga mengaku, mendukung penuh sektor pertanian bukan hanya dengan meningkatkan produktifitas petani secara mandiri tapi juga dengan pemberian pupuk menggunakan pupuk non subsidi, karena menurtunya pupuk bersubsidi lebih banyak masalah.

Karena itu Gobel menyerahkan bantuan pupuk sebanyak 1 ton di kesempatan ini. Bantuan pupuk diserahkan langsung kepada Pjs Bupati Majene HM Natsir. Rachmat Gobel juga berterima kasih atas sambutan hangat Pemda Majene. Ia merasa sangat terkesan dengan keindahan alam di Sulawesi Barat termasuk Majene, bahkan melihat ada potensi besar yang bisa dikembangkan jika Majene dipoles menjadi menjadi objek wisata yang menjanjikan.

"Saya berharap Majene bisa terbuka dengan para investor baik dari dalam maupun luar, serta memperhatikan kesiapan infrastruktur jalan listrik dan lainnya," harapnya.

Pjs Bupati Majene HM Natsir yang menyambut kedatangan wakil ketua DPR RI ini mengatakan, kedatangan pimpinan DPR RI merupakan hal diimpikan dan patut disyukuri. Kesempatan tersebut, kata Natsir menjadi momen untuk menyampaikan berbagai potensi daerah dan permasalahan yang di hadapi pemerintah daerah.

Di kesempatan ini Pjs Bupati menyampaikan informasi profil Kabupaten Majene yang juga ditetapkan sebagai pusat pendidikan di Sulbar. Termasuk kesiapan Majene dalam pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Natsir juga menjelaskan letak geofrafis Majene yang menjadi daerah lintasan mulai dari Sulsel hingga Sulawesi Utara. Selama 24 jam kata dia, jalanan Majene disibukkan dengan mobilisasi angkutan barang dan jasa.

"Untuk Sumber Daya Alam (SDA) Majene hingga kini masih melakukan pendekatan dan menunggu kepastian hak PI atas pengeboran gas di blok Sebuku. Dukungan tersebut sangat diharapkan lantaran PAD Majene masih sangat rendah," terang Natsir

Mantan Sekda Pasangkayu ini juga mengungkap pertmbuhan ekonomi Majene yang cukup stabil yaitu 6,02 persen di atas rata-rata nasional dan Provinsi Sulbar. Majene juga temasuk daerah penyangga ibu kota negara baru

Ia berharap, dengan berbagai hal yang disampaikan khususnya persoalan yang dihadapi Majene seperti kemiskinan dan lainnya bisa diangkat menjadi agenda penting dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. (Har/red)

PBNU Apresisi Polri dalam Penangkapan Sugi Nur Atas Kasus Penghinaan Terhadap NU

On Saturday, October 24, 2020

Helmy Faishal Zaini (ist)


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Sugi Nur Rahardja atau banyak dikenal sebagai Gur Nur, diamankan oleh tim Bareskrim Mabes Polri di Malang, Sabtu (24/10/20) dinihari. 
 
Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dugaan tindak penyebaran informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan yang bermuatan penghinaan terhadap Nadhlatul Ulama (NU).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada aparat kepolisian yang bertindak cepat dan sigap dalam penangkapan Sugi Nur Raharja. 

Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini mengatakan hal itu menunjukkan bahwa Polri bekerja secara profesional.

 "Keluarga Besar Nahdlatul Ulama sejak lama melihat Sdr Sugi Nur secara terus menerus menyampaikan narasi-narasi kebencian dan pernyataan yang tendensius kepada Nahdlatul Ulama.

 Pada tahun 2019, keluarga besar NU telah melaporkan Sugi Nur atas penghinaan kepada NU, di tahun 2020 ia kembali mengulanginya," kata Sekjen Helmy, Sabtu (24/10). 

  Selain itu, lanjut Sekjen Helmy, Sugi Nur juga mengatakan bahwa NU merupakan organisasi yang beranggotakan PKI, liberal dan lain sebagainya merupakan pernyataan tendensius dan cenderung bernuansa penghinaan, provokatif, bahkan fitnah.  

 "Sebagai seorang penceramah, sudah menjadi keharusan untuk menyampaikan pesan-pesan dengan santun. Bukan dengan bahasa caci-maki, bahkan fitnah dan menebar kebencian," lanjutnya.  

Helmy mengatakan PBNU mempercayakan sepenuhnya kasus Sugi Nur kepada aparat penegak hukum.

"Selanjutnya kita hormati segala proses hukum yang akan berjalan," ujar dia.

"Meminta keluarga besar NU untuk tidak terprovokasi dan melakukan hak-hal yang berada di luar koridor hukum," lanjut Helmy.

Keperawatan Poltekkes Mamuju Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar

On Saturday, October 24, 2020



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kejadian emergency bagi setiap individu dapat terjadi setiap saat, kapan saja, dimana saja dan mungkin kejadian tersebut dapat mengancam nyawa yang berujung kematian dan seringkali bagi kita masyarakat awam sulit untuk memprediksi kejadiannya.

Parahnya lagi, bila terjadi emergency dapat menimpa siapa saja tanpa mengenal perbedaan usia seseorang, baik pada bayi, usia anak-anak, remaja dewasa lebih-lebih kepada orang berusia lanjut.

Diperlukan langkah awal tindakan yang harus dilakukan dalam penyelamatan nyawa didalam kejadian emergency yaitu kemampuan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support (BLS).

Hal inilah yang mendorong salah satu organisasi kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Mamuju melalui HMJ-Keperawatan yang tergabung dalam Nursing Emergency Team (NET) melakukan kegiatan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Disela pembukaan, Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju, H. Andi Salim mengapresiasi kegiatan Mahasiswa HMJ-Keperawatan ditengah pandemi corona, tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk berkegiatan, termasuk dengan memanfaatkan fasilitas IT.


"Mahasiswa jangan mau tertinggal, lakukan selagi kegiatan bermanfaat pengembangan keilmuan tetapi yang terpenting hendaklah tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19," imbuh Andi Salim, Sabtu (24/10/2020).

Dia berharap melalui kegiatan tersebut dapat memetik apa yang menjadi ilmu untuk mengasah soft skill.

Sementara, Ketua NET Jurusan Keperawatan Resti Asri Milenia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.

"Sebelum kegiatan, kami telah berkoordinasi dengan bagian kemahasiswaan di jurusan kami dan tetap mempertimbangkan apa yang menjadi arahan pihak tim Satgas COVID-19 di tingkat rektorat kampus kami," ujarnyan.

Resti menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 10 peserta dari masing-masing jurusan (Keperawatan, Sanitasi, Gizi dan Kebidanan) dengan narasumber para dosen Poltekes.


Sementara itu, Kemahasiswaan Jurusan Keperawatan Iqra menjelaskan, kegiatan berlangsung secara via zoom.

"Untuk dihari terakhir kegiatan praktik secara luring dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19. Mengukur suhu, cuci tangan dan menggunakan masker," ujarnya.

Iqra berharap, HMJ dan NET terus dapat bersinergi dalam melakukan kegiatan selanjutnya dimasa-masa mendatang. (Andi Nasir)

Sediakan Tiga Layanan, WhatsApp Tak Gratis Lagi

On Saturday, October 24, 2020

Ilustrasi (inet)


MASALEMBO.COM - WhatsApp akan menyediakan tiga fitur seperti opsi belanja, menagih biaya penawaran, dan layanan hosting Facebook.

Dikutif dari Serambinews, aplikasi WhatsApp, aplikasi perpesanan Facebook, akan meningkatkan pendapatannya melalui WhatsApp Business.

WhatsApp Business memungkinkan bisnis kecil dan menengah (UKM) untuk mengobrol dengan pelanggan, memberikan dukungan, dan menjual produk secara langsung.

Tiga fitur layanan itu akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.
Melansir dari Marketing Interactive, Jumat (23/10/2020), WhatsApp mengatakan dalam sebuah unggahan bahwa, fitur belanja bertujuan untuk memperluas cara orang menemukan produk yang tersedia dan melakukan pembelian langsung dari obrolan.

“Ini juga mempermudah pelaku bisnis untuk mengintegrasikan fitur-fitur ke dalam solusi perdagangan dan pelanggan yang ada."

WhatsApp menambahkan, bahwa ini akan membantu banyak pelaku bisnis kecil yang paling terdampak pandemi Covid-19.

WhatsApp juga akan menagih biaya bagi pelaku bisnis untuk beberapa layanan yang ditawarkannya. “Kami tahu bahwa kebanyakan orang akan terus menggunakan WhatsApp hanya untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga, itulah sebabnya kami akan terus mengembangkan fitur-fitur baru yang hebat dan melindungi percakapan pribadi orang-orang,” tambah WhatsApp.

Facebook mengatakan, kepada CNBCNews bahwa WhatsApp Busines akan dikenakan biaya kepada pelaku bisnis untuk mengirim pesan tertentu kepada pelanggan, seperti tiket pesawat atau tanda terima produk.

Namun biaya tersebut bervariasi di pasar dan jumlah pesan yang dikirim. Selain itu, WhatsApp juga akan meluncurkan layanan hosting Facebook yang memberikan opsi baru bagi pelaku bisnis untuk mengelola pesan WhatsApp, “Mereka melalui layanan hosting, yang rencananya akan ditawarkan platform Facebook”.

Menurut platform perpesanan itu, ini akan memudahkan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memulai, menjual produk, memperbarui inventaris mereka, dan dengan cepat menanggapi pesan yang mereka terima, di mana pun mereka berada.

Selama beberapa bulan mendatang, WhatsApp juga berencana untuk memperluas kemitraannya dengan penyedia solusi bisnis yang telah bekerja sama dengannya selama dua tahun terakhir.

Fitur-fitur baru ini muncul karena penelitian WhatsApp menunjukkan bahwa, orang-orang lebih suka mengirim pesan ke bisnis untuk mendapatkan bantuan dan mereka lebih cenderung melakukan pembelian ketika mereka bisa melakukannya.

Menurut WhatsApp, lebih dari 175 juta orang setiap hari mengirim pesan ke akun WhatsApp Business. "Pandemi global telah memperjelas bahwa bisnis membutuhkan cara yang cepat dan efisien untuk melayani pelanggan mereka dan melakukan penjualan."

"WhatsApp telah menjadi sumber daya yang sederhana dan nyaman saat ini,” tambah aplikasi perpesanan tersebut.

Investasi Facebook ke WhatsApp adalah bagian dari strategi Perusahaan Facebook yang diumumkan pada bulan Mei 2020.
Facebook diluncurkan untuk memberdayakan pemilik usaha kecil dan merek global untuk membuat satu toko online untuk diakses konsumen di Facebook dan Instagram.

Facebook memungkinkan konsumen untuk mengirim pesan ke bisnis melalui WhatsApp, Messenger dari Instagram Direct untuk mengajukan pertanyaan, menerima dukungan, dan melacak pengiriman, serta lainnya.
Facebook kemudian mengatakan, bahwa konsumen juga akan dapat melihat toko bisnis dan melakukan pembelian langsung dalam obrolan di WhatsApp, Messenger, atau Instagram Direct.

Secara terpisah dalam minggu ini, Facebook juga meningkatkan fitur belanjanya di Instagram dengan memungkinkan bisnis membuat iklan Instagram dengan tag produk dari awal di bagian Iklan.

Fitur baru ini menawarkan bisnis opsi untuk menggunakan lebih banyak materi iklan dan salinan komersial dibandingkan dengan posting asli. Format yang tersedia untuk iklan dengan tag produk meliputi foto, video, dan carousel. (*)

Sumber: Serambinews

Polsek Pamboang Majene Masih Gencar Gelar Operasi Yustisi

On Saturday, October 24, 2020

Pengendara yang melanggar, tidak memakai masker disanksi dengan tindakan push-up. (masalembo/ist)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Kepolisian Resort Majene Sektor Pamboang masih gencar gelar operasi yustisi protokol kesehatan (Protekes). Seperti pada Jumat (23/11/20220) di Sirindu, Kelurahan Sirindu, Polsek Pamboang kembali menggelar operasi.

Kegiatan dipimpin Kapolsek Iptu Darwis didampingi Wakapolsek Pamboang Ipda Slamet Riyadi bersama Satpol PP dan staf kecamatan setempat.
 
Kapolsek Pamboang menyampaikan, kegiatan operasi yustisi ini dalam rangka melaksanakan Peraturan Bupati Majene Nomor 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam operasinya, petugas gabungan dari Polsek Pamboang dan instansi terkait memberikan himbauan kepada masyarakat agar wajib menggunakan masker bila keluar rumah.

Untuk mendisiplinkan warga yang tidak menggunakan masker, petugas langsung memberikan teguran lisan hingga sanksi sosial berupa tindakan fisik seperti push up. Lebih lanjut, kata Kapolsek, tujuan operasi Yustisi ini agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Dengan teratur memakai masker, kita harapkan dapat mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 yang masih melanda di Indonesia khususnya Majene,” ujar Kapolsek Iptu Darwis.

Seperti diketahui, sejumlah tempat di Indonesia termasuk di Sulbar masih gelar dilaksanakan operasi yustisi oleh kepolisian dan instansi terkait. Tujuannya untuk memutua rantai penyenaran Covid-19. (*/red)

Kerjasama Unhas, Pemprov Sulbar akan Didik Calon Dokter Mulai Tahun Depan

On Saturday, October 24, 2020

Gubernur Ali Baal Masdar dan rombongan saat berkunjung ke kantor Kementerian Kesehatan RI di Jl Rusuna Said Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2020. (Foto: Badan Penghubung Pemprov Sulbar Jakarta)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar bakal mencetak calon tenaga dokter mulai tahun depan. Langkah itu diambil Pemprov Sulbar sebagai upaya mengatasi kekurangan dokter di provinsi ke-33 RI ini.

"Alhamdulillah, Kementerian Kesehatan memberi persetujuan untuk pembukaan pendidikan kedokteran di Sulbar. Insya Allah penerimaan mulai tahun akademik 2021 dengan beasiswa dari APBN, yang diharap berjalan sesuai rencana," jelas gubernur Ali Baal Masdar usai bertandang ke kantor Kemenkes RI di Jakarta, Kamis (22/10/2020)

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekretaris Provinsi Muhammad Idris, Kepala Bappeda Khaeruddin Anas, Kepala BPKAD Amujib, Dewan Pakar Gubernur Yundini Husni Djamaluddin, telah melakukan audience dengan pihak Kemenkes RI di Kantor Kemenkes RI Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Gubernur Sulbar diterima Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof dr Abdul Kadir, Ph.D,Sp.THT-KL (K) MARS yang didampingi Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dr. Andi Saguni, M.Kes, dan Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Dr. Wiendra Woworuntu, M.Kes. Pertemuan menghasilkan persetujuan dan dukungan Kemenkes RI untuk pembukaan pendidikan kedokteran untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di Sulawesi Barat.

Sehubungan dengan itu, Kelas RS Regional Mamuju juga akan ditingkatkan dari C ke kelas B untuk mendukung kehadiran pendidikan kedokteran di daerah ini.

"Pemprov akan menyiapkan juga lahan dan persiapan lainnya untuk infrastruktur pendidikan kedokteran pertama di Sulbar tersebut," kata Ali Baal.

Dukungan untuk pembukaan pendidikan kedokteran di Sulbar diberikan juga oleh pihak
Kemendikbud RI melalui Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Ir. Nizam. M.Sc,D.IC,Ph.D saat bertemu dengan Gubernur Sulbar di kantornya Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat.

Kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim itu, menyetujui dan mendukung pendirian pendidikan kedokteran dalam mengawal kualitas Pendidikan kedokteran. Kesepakatan lain, akan dilakukan koordinasi dengan lembaga perguruan tinggi pengampuh, yaitu Universitas Hasanuddin, Makassar. Unhas akan membuat skema dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka pendirian pendidkan kedokteran di Sulbar.

Terkait hal tersebut, akan segera dibentuk tim kerja untuk menyusun langkah-langkah dan strategi dalam mempersiapkan pendidikan kedokteran yang sesuai kondisi di Provinsi Sulawesi Barat. (*/red)

Bareskrim Polri Tetapkan 8 Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung

On Saturday, October 24, 2020


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Bareskrim Polri menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Delapan tersangka itu adalah T, H, S, K, IS, UAN, R, dan NH.

“Dari hasil gelar perkara itu kami menetapkan delapan tersangka karena kealpaannya,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta selatan, Jumat (23/10/2020).

Dijelaskan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, delapan tersangka itu terdiri dari lima tukang, Dirut perusahaan pembersih lantai ilegal dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejagung.
Menurut Sambo, lima tukang beserta mandor yang ditetapkan tersangka karena melakukan perbuatan yang telah dilarang saat bekerja di ruang Aula Biro Kepegawaian Gedung Utama Kejagung. Kelima tukang dan mandor tersebut merokok yang kemudian rokok tersebut menimbulkan bara dan menyulut ke barang-barang mudah terbakar.
Kemudian, Dirut perusahaan pembersih merk TOP Cleaner ditetapkan tersangka karena melakukan produksi tanpa izin pembersih lantai yang mengandung bahan solar dan tiner. Sedangkan PPK Kejagung ditetapkan tersangka atas pembuat kesepakatan tender pembersih lantai ilegal.

“Penetapan tersangka ini diperkuat dengan keterangan 10 saksi ahli. Dari penelitian terbukti, rokok dapat menimbulkan bara api dan menjalar ke benda mudah terbakar,” ucap Sambo di lokasi yang sama.

Ditambahkan Sambo, dengan demikian api itu pun dipastikan karena open flame atau api terbuka. Para tersangka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 188 Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHP. (*/rls)

Terima Kunjungan PP JMSI, Gita Wirjawan: Kualitas Informasi Faktor Penentu Perjalanan Sebuah Bangsa

On Saturday, October 24, 2020

Gita Wirjawan (tengah) foto bersama pengurus pusat JMSI (masalembo/ist)


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Dalam upaya ikut menciptakan ekosistem pers nasional yang sehat dan profesional, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) sangat tergantung pada komitmen media massa berbasis internet yang menjadi anggota JMSI di daerah. 

Apalagi faktanya, kelahiran JMSI pada bulan Februari lalu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memang dibidani pengelola media siber daerah. 

Demikian disampaikan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina JMSI Gita Wirjawan di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (23/10). 

“Sedari awal kami menyadari bahwa JMSI lahir dari keinginan kuat pengelola media siber di berbagai daerah untuk membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional,” ujar Teguh yang didampingi Sekjen JMSI Mahmud Marhaba, anggota Dewan Pakar Syahrial Nasution, dan Sekretaris JMSI Jakarta Khalid Zabidi. 

Teguh mengatakan, dirinya berbesar hati melihat dinamika JMSI di daerah yang terpantau sangat baik. Sekjen Mahmud Marhaba, misalnya, baru kembali dari kunjungan ke Surabaya untuk membuka Rapat Kerja JMSI Jawa Timur yang dilakukan hari Kamis (23/10). Sementara JMSI Bengkulu di hari yang sama juga menggelar talkshow untuk menyambut pemilihan kepala daerah bulan Desember mendatang.     

Dalam pertemuan tersebut, Teguh secara khusus melaporkan rencana JMSI menuntaskan pendaftaran sebagai konstituen Dewan Pers yang akan dilakukan pada hari Senin (26/10) mendatang. 

“Proses pendaftaran sudah kami lakukan bulan September lalu. Namun terpaksa dihentikan karena status PSBB di Jakarta kembali diketatkan. Sekarang setelah Jakarta memasuki masa PSBB transisi, proses pendaftarkan akan dilanjutkan lagi, dan semuanya sudah ready,” sambung Teguh.

Dalam kaitan dengan hal itu, Teguh berharap Gita Wirjawan ikut mengantarkan mengiringi proses tersebut. 

Menurut Teguh, sejumlah Pengurus Daerah juga akan hadir dan memberikan dukungan langsung dalam pendaftaran nanti. 

Menyambut apa yang disampaikan Teguh, Gita Wirjawan mengatakan dirinya senang melihat perkembangan JMSI yang walau berusia relatif muda namun sudah banyak berkiprah.  

Gita Wirjawan juga mengatakan dirinya akan hadir bersama pengurus JMSI untuk mengantarkan JMSI menjadi konstituen Dewan Pers. 

“Saya yakin eksistensi JMSI akan memperkuat upaya kita semua menjaga kemerdekaan pers dan meningkatkan kualitas informasi,” ujar mantan Menteri Perdagangan ini.

Gita yang juga memiliki program talkshow “Endgame” di YouTube mengatakan, di era komunikasi ini kualitas informasi adalah faktor yang amat menentukan perjalanan sebuah bangsa.

Bangsa yang selalu dicekoki informasi yang tidak benar dan mengada-ada akan kesulitan mencapai masa depan yang cerah, katanya lagi. (*/red)

Ngopi, Cara Patmawati Membangun Sinergi dengan Millenial

On Friday, October 23, 2020

Patmawati saat nongkrong dengan pemuda Kecamatan Pamboang. (masalembo/ist)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Semakin mendekati hari pungut hitung suara Pilkada serentak 9 Desember 2020, calon bupati nomor urut 1 Patmawati Fahmi kian sibuk dengan berbagai agenda. Nyaris, mantan ketua PKK Majene ini tak menyisahkan waktu demi menghadiri berbagai pertemuan sekaligus mensosialisasikan diri untuk melanjutkan program MP3 (Majene Profesional, Produktif dan Proaktif) di tengah-tengah masyarakat.

Patma kerap kali bertemu warga, membangun hubungan emosional dengan masyarakat. Namun pada dasarnya, ini bukanlah hal baru bagi dirinya. Betapa tidak, mantan Bunda PAUD Majene ini telah berkiprah di berbagai jenjang organisasi, semisal TP-PKK, PMI, PGRI, yang tentunya organisasi ini mutlak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Nah, seperti halnya baru-baru ini, Patmawati terlihat nongkrong di salah satu cafe di Pamboang, tepatnya di Kelurahan Lalampanua. "Kami habis sosialisasi di Betteng, singgah di Indomaret Pamboang sewaktu perjalanan pulang. Turun dari mobil saya dipanggil sama salah satu seorang pemuda, diajak untuk berdiskusi. Tentu ini salah satu cara yang baik, untuk mengetahui dan berusaha memahami kebutuhan masyarakat. Bukan hal yang baru sebenarnya, karena biasaji juga kita ini ke cafe, baik acara arisan, atau kumpul-kumpul," kata Patma terkait kegiatan tersebut.

Diskusi yang berjalan selama kurang lebih 1 jam, berlangsung interaktif. Ibu Patma, sapaan akrab Patmawati, mengajak para pemuda untuk saling bertukar pikiran sebagai salah satu cara memahami kebutuhan masyarakat, khususnya para pemuda.

"Mereka bercerita banyak. Ada yang membahas terkait profesi buruh tukang, usaha bengkel, dan semacamnya. Ada juga mahasiswa yang membahas tentang progres PJJ terkait fasilitas pendukung. Kita semua tampung, kami catat baik-baik, sebagai bahan kami dalam implementasi program MP3 Jilid II kedepan, karena akan menjadi bukti bahwa program kami ini benar-benar berasal dari ide, pikiran, dan kebutuhan rakyat," pungkas Patmawati. (adv/red)