Pekerja Putus Kontrak di Majene Dapat Pelatihan Kerja dari BPJS-TK

On Senin, November 18, 2019


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) cabang Sulawesi Barat menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi mantan pekerja yang telah putus kontrak maupun yang telah mengundirkan diri di Majene, Jumat (15/11/2019).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para mantan pekerja.

Kepala BPJS-TK cabang Sulbar Iman M. Amin dan Kepala Kantor Cabang Perintis Majene Hamrul Ilyas mengatakan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas kompetensi peserta demi meningkatkat peluang kerja.

"Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat memperoleh peluang kerja yang cukup besar," ungkapnya, usai membuka Program Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja BPJS Ketenagakerjaan cabang Majene bekerjasama Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Majene.

Ia menjelaskan, sebagai lembaga penyelenggara jaminan sosial, BPJS juga ingin turut andil menyejahterakan para pekerja, baik yang masih aktif ataupun tidak aktif lagi. Salah satunya, dengan meningkatkan kualitas kompetensi peserta.

Sehingga, kompetensi yang dihasilkan menjadi handalan para eks karyawan dalam berkarya.

"BPJS tidak hanya dikenal sebagai pemberi jaminan sosial ketika terjadi kecelakaan kerja saja. Namun, juga ingin dikenal sebagai pemberian peningkatan kapasitas bagi pesertanya," jelas Iman.

Menurut Iman, pelatihan vokasi yang digelar BPJS-TK ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Kabupaten Majene.

"Kita harap dari pelatihan vokalis ini bisa semakin berkembang, khususnya di wilayah Sulbar," harapnya.

Sementara Kepala Kantor Cabang Perintis Majene Hamrul Ilyas mengatakan, pihaknya mendapatkan amanat untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi para pekerja yang mengalami putus kontrak kerja maupun yang mengundurkan diri.

"Dengan pelatihan ini diharapkan bisa memberikan keterampilan bagi mereka yang telah meninggalkan tempat kerja dan ingin berupaya meningkatkan keterampilan, tentunya dengan dilatih orang profesional," katanya.

Hamrul memjelaskan, program pelatihan tersebut hanya diperuntuhkan bagi mereka yang telah terdaftar dalam BPJS-TK, minimal satu tahun. Disamping bertujuan mengurangi pengangguran, melalui peningkatan produktivitas dan daya saing pekerja yang nantinya diharapkan sebagai solusi bagi pekerja yang tidak beraktivitas lagi.

"Program ini khusus berlaku bagi mereka sudah terdaftar pada program BPJS Ketenagakerjaan, minimal satu tahun dan tidak bekerja lagi," sebutnya.

Hamrul menjelaskan, bagi pekerja atau karyawan yamg ingin mengikuti pelatihan tersebut dapat mendaftarkan dirinya dengan mengakses melalui aplikasi BPJSTKU atau melalui website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Sementara, Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Majene, Drs Lawaji, M.M, sangat program mengapresiasi pelatihan vokasi yang diadakan oleh BPJS-TK.

"Ini sanggat bagus karena memberikan pelatihan atau kompetensi dasar para pencari kerja, sumber daya manusia (SDM) tidak akan berhasil dan sukses tanpa adanya keterampilan serta kemampuan dari SDM itu sendiri. Apabila kita sudah ada keterampilan di saat bekerja maka penghasilan kita akan naik," ucapnya.

Lawaji berharap, pelatihan tersebut dapat dilaksanakan setiap tahunnya, mengingatdi Provinsi Sulbar sangat minim pelatihan seperti ini.

"Saya harap pelatihan ini bisa dilaksanakan setiap tahun di Sulbar," ujarnya.

Lawaji juga mengajak kepada semua pekerja putus kontrak untuk bisa ikut andil dalam pelatihan tersebut

"Kalau ada teman-teman yang putus kerja, bisa belajar di BLK. Peserta yang mengikuti kegiatan vokasi BPJS Ketenagakerjaan ini termasuk yang beruntung bisa masuk dalam kualifikasi," pungkasnya.

(dir)

Satu Lagi Kades Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Desa

On Senin, November 18, 2019

Iptu Dedi Yulianto. (Ist)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Polres Mamasa, Sulawesi Barat, menetapkan Kepala Desa Sepakua Kecamatan Balla sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggra 2017. Kades Sepakua tersebut dikenakan pasal tentang penyalagunaan keuangan negara. 

Kepala Desa Sepakua, Daniel K, diduga menyelewengkan dana senilai Rp245 juta dari beberapa item kegiatan anggaran pada tahun 2017 lalu. 

Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, kegiatan yang bersumber dari anggaran dana desa tersebut, terdapat empat item kegiatan yang diduga fiktif. Diantaranya pembagunan jembatan Dusun Ambabang, Pipanisasi Dusun Tanete, pemeliharan irigasi Dusun Langkea’ dan pemberdayaan Posyandu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto, dari empat kegiatan itu semuanya fiktif. Dananya sudah dicairkan namun tidak ada pekerjaan fisik. Dari empat item pekerjaan tersebut kerugian senilai Rp160 juta.

Selain itu, Kasat Reskrim juga mengatakan, beberapa pekerjaan mengalami pengurangan volume. Seperti rabat beton Dusun Langkea, Dusun Kira dan Dusun Salunata, talud Dusun Dalmas dan Dusun Pena’ dan anggaran kegiatan pelatihan perangkat desa. "Pekerjaan yang kekurangan volume senilai Rp85 juta,” ungkap Dedi Yulianto, Senin (18/11/2019).

Total kerugian negara berdasarkan hasil audit pemeriksa keuangan kata Dedi, senilai Rp245 juta.

Dikatakan, kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Sepakuan ini, mulai naik ke tahap penyidikan pada awal tahun 2019. Kemudian November 2019 melalui gelar perkara, penyidik menetapkan Kepala Desa Sepakuan sebagai tersangka. Selanjutnya kasus tersebut akan  ke Kejaksaan Negeri Mamasa untuk proses selanjutnya. (fre/har)

Ayo, Ikuti Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada Mamuju

On Senin, November 18, 2019


MAMUJU,MASALEMBO.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju membuka sayembara Maskot dan Jingle Pemilukada Mamuju tahun 2020.

KPU Mamuju membuka sayembara tersebut hingga 1 Desember 2019 mendatang.

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang menjelaskan sayembara maskot dan jingle Pemilukada Mamuju tahun 2020 merupakan salah satu upaya dalam mensosialisasikan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Cara KPU dalam melibatkan semua pihak untuk ikut serta mewujudkan Pilkada yang partisipatif," ujar Hamdan, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, Sayembara maskot dan jingle Pemilukada Mamuju tersebut, sifatnya terbuka untuk diikuti oleh siapa pun. KPU Mamuju hanya menentukan beberapa poin, sebagai persyaratan yang mesti dipenuhi oleh para peserta untuk mengikuti sayembara tersebut.

Total hadiah jutaan rupiah disiapkan KPU Mamuju bagi para pemenang sayembara. Selanjutnya, baik desain maskot maupun demo jingle yang keluar sebagai pemenang, bakal jadi milik KPU Mamuju dan akan dijadikan maskot resmi serta jingle resmi pelaksanaan Pemilukada Mamuju tahun 2020.

Informasi lebih lanjut, termasuk poin-poin persyaratan dalam sayembara maskot dan jingle Pemilukada Mamuju dapat dilihat di website resmi KPU Mamuju di kpu-mamuju.go.id. Di sana, para peserta juga dapat mengunduh formulir sayembara.

Tiga orang didaulat sebagai juri sayembara maskot dan jingle Pemilukada Mamuju tahun 2020. Ketiganya masing-masing; layouter/desain grafis dari harian Radar Sulbar, Irwansyah, musisi senior Mamuju, Irwan Umar, serta Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang.

"Sayembara maskot dan jingle Pilkada Mamuju ini akan kami padukan dengan tagline Pilkada Mamuju yang sebelumnya telah kami sepakati, yakni 'Macoa'. 'Macoa' sendiri adalah akronim dari Mandiri, Adil, Cerdas, Demokratis dan Aman. Kami berharap Pilkada Mamuju tahun 2020 nanti benar-benar terselenggara secara ideal, sesuai dengan semangat 'Macoa' yang telah resmi jadi tagline Pilkada Mamuju," tambah Komisioner KPU Mamuju divisi Parmas dan SDM, Ahmad Amran Nur. (Adv)

Polda Sulbar Menuju Polda Tipe A

On Senin, November 18, 2019



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang diberikan kewenangan penuh menggunakan senjata api berdasarkan resiko tugasnya menumpas kejahatan, masyarakat tentu mengharapkan penggunakan senpi digunakan sesuai peruntukannya bukan malah digunakan untuk menakut-nakuti.

"Senjata api itu mudoratnya lebih banyak dari pada manfaatnya belum lagi citra Polri yang yang seringkali cacat karena penyalahgunaan senpi," kata Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar, saat apel pagi di Mapolda Sulbar, Jalan Aiptu Nurman Kalubibing, Senin (18/11/2019).

Kapolda juga mengharapkan agar seluruh personil mampu memposisikan diri ditengah masyarakat sebagai pelindung dan pelayan dalam memberikan rasa aman.

Bersamaan dengan itu, Kapolda juga tidak lupa mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh personil atas kontribusinya sehingga berbagai penghargaan bisa diraih Polda Sulbar diantaranya Humas terbaik tipe B dan pengelolaan keuangan terbaik.

Disamping itu, atas raihan tersebut Polda Sulbar juga telah digadang-gadang sebagai Polda yang termasukan mendapat penganugrahan penikatan tipe dari Polda tipe B menjadi Polda tipe A.

"Semoga rencana tersebut bisa cepat terealisasikan sehingga akan lebih memicu semangat kerja seluruh personil," harap Kapolda.

Diakhir kesempatannya ia juga mengatakan, segudang prestasi yang diraih adalah karena persepsi yang sama dari seluruh personil untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.

"Prestasi yang diraih bukan karena individual tapi karena kekompakan bersama yang telah dibangun dengan baik," sebutnya.

"Semoga tanggung jawab tugas yang menjadi amanah ini bisa kita laksanakan dengan baik, tentunya ditandai dengan citra Polri yang semakin dipercaya ditengah masyarakat sebagai pelindunh dan pelayan yang profesional," harap jenderal bintang satu ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Huma) AKBP Hj. Mashura yang sebelumnya sebagai pimpinan apel mengingatkan kembali dan meminta seluruh personil untuk mempedomani arahan Kapolda. 

(dir)

Pelantikan PC IMM Majene, Momentum Meretas Tauhid dan Distorsi Kemanusiaan

On Minggu, November 17, 2019

Pelantikan IMM Cabang Majene. (Foto: Misbah)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Majene periode 2019-2020 resmi dilantik, Minggu (17 November 2019) di Aula B'Nusabila, Majene, Sulbar.

Berdasarkan SK Nomor 026/A-1/XXXIII/2019, Pimpinan Cabang IMM Majene yang dilantik diantaranya Ketua Umum Arsyam Abdullah, Kabid Immawati Sakinah, Kabid Organisasi Rahmat, Kabid Kaderisasi Yusriah, Kabid RPK dan Tabligh Hardiansyah, Kabid Media dan Komunikasi Misbah Sabaruddin, Sekretaris Umum, Rizal Risman dan Bendahara Umum Hasnia. 

Dalam pidatonya, Ketua Umum Arsyam Abdullah mengatakan pelantikan kali ini merupakan pelantikan kepengurusan periode kedua sejak PC IMM Majene resmi dibentuk, 10 Maret 2018.

Arsyam menjelaskan, gerakan IMM Majene didasarkan pada sejarah lahirnya Muhammadiyah pada 18 November 1912 dan IMM pada 14 Maret 1964.

"Selama 107 tahun, muhammadiyah telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Begitupun dengan IMM yang selama 55 tahun telah aktif bergerak dan mengabdi pada masyarakat, baik di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan," jelas Albar, sapaan akrabnya. 

Albar mengungkapkan, pada periode kepengurusan keduanya ini, ia bersama ketujuh pimpinan cabang lainnya memiliki visi misi yakni bergerak transformatif, membumikan nilai transendental, dan meretas distorsi kemanusiaan melalui dakwah-dakwah islam.

"Metode dakwah yg berbeda dengan membuka diri untuk organisasi lain, terus bergerak dalam kemanusiaan karena prinsip kami di IMM adalah ilmu amaliah dan amal ilmiah," terang Albar. 

Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Mustamin mewakili bupati majene dalam sambutannya menyampaikan, pergerakan mahasiswa dalam dunia organisasi saat ini sangat rentan terhadap radikalisme. Olehnya itu, Mustamin berpesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa membekali diri dengan ilmu dan tetap berpegang teguh pada ketatapan allah tanpa melupakan pancasila.

"Hindari Radikalisme, sesungguhnya cinta tanah air adalah sebagian dari iman," ujar Mustamin

Terakhir, ia menegaskan, meski berasal dari berbagai corak dan latar belakang organisasi yang berbeda, namun mahasiswa harus tetap mengutamakan diplomasi otak dalam menyelesaikan masalah.


Pengurus PC IMM Cabang Majene. (Foto: Misbah)
"Meski berbeda warna, namun mahasiswa harus menyatukan tauhid, salah satu kuncinya adalah cinta kepada allah, rasul, dan pemimpin," tandasnya. 

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Dandim 1401 Letkol Inf Ragung Ismail Akbar, Kasat Intelkam Polres Majene Iptu Muhammad Tauhid, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene Masyruk, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulbar, Hadi dan Ilham, serta Wakil Ketua DPD KNPI Majene, Ahdiyat.

Sejumlah organisasi kepemudaan seperti HMI, GMNI, KMMI, IPM, EK LMND, organisasi mahasiswa dan organisasi daerah juga turut hadir dalam pelantikan ini. (*)

Penulis: IMMawati Misbah

Warga Mamasa "Galau" Tak Ada Kuota CPNS Tahun Ini

On Sabtu, November 16, 2019

Ilustrasi CPNS (inet).
MAMASA, MASALEMBO.COM - Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat terpaksa melamar ke daerah lain untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Alasannya Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa tak mebuka penerimaaan untuk 2019.

Tidak dibukanya lowongan pnerimaan CPNS di Mamasa karena Pemda beralasan saat ini masih tahap penyusuanan analisis jabatan dan analisis beban kerja (Anjab-ABK). Hal tersebut berdasarkan keterangan kepala BKPP Mamasa ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, warga Mamasa yang ingin mengikuti penerimaan CPNS, terpaksa memilih mendaftar di luar daerah, seperti Mamuju, Polewali dan kabupaten lain di Sulbar.

Adi, misalnya, seorang sarjana pendidikan jurusan PPKN, terpaksa melakukan pendaftaran CPNS di Kabupaten Mamuju karena tidak ada kuota untuk Mamasa tahun ini.

"Saya mendaftar di Mamuju saja karena tidak ada kouta untuk Mamasa," katanya, Sabtu (16/11/2019) sore.

Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) kedepan juga memiliki kuota penerimaan sehingga warga yang mau melamar tidak perlu repot ke daerah lain.

"Ribet kalau kita melamar CPNS di luar daerah, karena administrasinya nanti kita akan bolak-balik ke daerah tersebut," harapnya cemas.

Senada dengan Adi, Puspa juga Anita turut mengeluhkan hal serupa. Sementara Sri, yang masih berstatus honorer di salah satu instansi di Pemda Mamasa mengaku masih kebingunagn harus milih mendaftar di daerah mana. Hal itu disebabkan karena Mamasa belum bisa membuka peneriman CPNS.

"Kalau Mamasa juga buka kan kita sudah tidak bingung mau pilih yang mana untuk dilamar. Tapi kondisi saat ini, pastinya kita masih kebingungan," ucapnya "galau". (fre/har).

Robohnya Atap Aula Sapota, Ini Kata Bupati Mamuju

On Sabtu, November 16, 2019

Habsi Wahid (ist)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Atap bangunan aula rumah jabatan Bupati Mamuju (Sapota) yang roboh pada Jumat (15/11/19) pagi, mendapat reaksi mengejutkan dari bupati Habsi Wahid. Meski marak diperbincangkan di media sosial, ia justru terlihat tetap santai dan tenang bahkan menanggapi ringan atas insiden yang terjadi di area kediamannya. 

Mantan penjabat sekda Mamuju selama 11 tahun itu, hanya bersyukur bahwa kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Padahal menurutnya lokasi yang kerap dijadikan tempat kegiatan dzikir bersama tersebut sering digunakan oleh anggota Satpol PP yang bertugas jaga untuk beristirahat selepas jaga malam.

Kepada awak media usai pulang dari aktifitas olahraga, Sabtu (16/11/2019), Habsi Wahid mengaku mendapat kabar kejadian itu melalui whatsapp dari keluarga. Saat kejadian sekira jam 9 pagi ia berada di kantor memimpin rapat.

Dijelaskan, bangunan yang saat ini telah mendapat garis polisi selanjutnya akan dievaluasi secara teknis oleh tim teknis dari PU untuk menjadi dasar pertimbangan kepada bupati atas kelayakan rumah jabatan yang diperkirakan mulai dibangun sejak tahun 2005 dan difungsikan sejak tahun 2012. "Kalau nanti hasil kajiannya mengatakan harus diamankan sementara, ya tentu saya dan keluarga akan pindah sementara ke rumah pribadi. Tapi kalau hasilnya mengatakan aman ya kita pasti masih akan tinggal," kata Habsi Wahid.

Sementara, di lokasi kejadian di Sapota, Awaluddin Latief Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Mamuju terlihat bersama tiga orang staf teknis mulai melakukan kajian. Awaluddin mengatakan untuk memulai tugasnya dilakukan pengukuran terhadap bangunan secara keseluruhan Sapota, sehingga nanti akan diperoleh data tentang kelayakan rumah jabatan tersebut untuk tetap didiami. Tidak kalah penting kata dia, dari hasil kajian nantinya akan dapat dipetakan jumlah kerugian maupun langkah teknis untuk memperbaiki bangunan tersebut. 

"Penjelasan awal secara pribadi, saya menilai masih ada kaitan antara rentetan peristiwa gempa yang terjadi di Palu dan beberapa gempa yang lain setelahnya terhadap kondisi aula Sapota. Sedikit banyak pasti ada pengaruh, tapi itu masih analisa saya, hasilnya nanti secara teknis pasti kami sampaikan," kata pria berkacamata itu.

Untuk diketahui, kemarin sesaat setelah kejadian, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal dan memberikan garis polisi terhadap bangunan yang berada sekira 50 meter dari bangunan utama Rujab Sapota. (hms/har)