-->
Berkas P21, Polda Sulbar Serahkan 2 Tersangka Kasus Korupsi ke Kejaksaan

On Selasa, September 28, 2021

Penyidik Ditkrimsus Polda Sulbar menyerahkan uang sitaan kepada pihak Kejati Sulawesi Barat [ist/masalembo.com]


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat menyerahkan berkas perkara penyidikan kasus korupsi tol laut, Selasa (28/9/2021). Berkas dan dua orang tersangka diserahkan oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulbar kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat.

Penyerahan berkas dan tersangka setelah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Sulbar pada bulan Agustus lalu.

Sebelumnya, dua orang masing-masing berinisial IER yang merupakan pejabat pembuat kontrak dan pihak penyedia berinisial EH, jabatan Direktur PT. Suasana Baru Line ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan tindak pidana korupsi subsidi angkutan laut atau tol laut perintis pangkalan Mamuju tahun anggaran 2018. Anggaran bersumber dari Kementrian Perhubungan Laut Perwakilan Sulbar dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp 4,9 miliar berdasarkan data audit BPKP.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sulbar Kombes Pol Agustinus Suprianto mengungkap, dalam proses penyidikan, diketahui jika PPK dan pihak penyedia dalam hal ini PT Suasana Baru Line melakukan adendum kontrak yang tidak sesuai ketentuan sebagai mana diatur dalam ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang berlaku pada Kementerian Perhubungan, meliputi biaya labuh dan biaya tambat.

Pada prakteknya, Kombes Agustinus mengatakan, telah terjadi perubahan kontrak atas kapal yang dioperasionalkan yang seharusnya menggunakan kapal dengan ukuran 2000 GT berdasarkan kontrak awal namun penyedia justru menggunakan kapal dengan ukuran 1200 GT. Padahal, dalam pembayaran tetap menggunakan perhitungan dengan kapal 2000 GT, sehingga dari hasil audit ditemukan adanya kelebihan pembayaran karena penggunaan kapal yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Tadi pagi berkas perkara dan dua orang tersangka kita serahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, untuk dilanjutkan ke meja hijau," ujar perwira menengah Polda Sulbar berpangkat tiga melati itu.

Dikatakan, penyidik tipikor Polda Sulbar berhasil menyita barang bukti berupa dokumen DIPA pada kantor UPP Mamuju. Selain itu dokumen kontrak, administrasi pencairan dana/SPM dan SP2D, dokumen kapal yang dioperasikan serta dokumen lain terkait pelaksanaan kontrak. Polisi juga menyita uang tunai Rp 1 miliar dari penyedia, kemudian mengembalikkan Rp 348.310.400 ke kas negara.

Kombes Agustinus menegaskan, atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Subsider Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUH Pidana dengan ancaman hukuman pidana maksimal penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun. (Har/Red)

Badan Pengelola Latihan HMI Cabang Enrekang Resmi Dilantik

On Senin, September 27, 2021


ENREKANG, MASALEMBO.COM - Badan Pengelola Latihan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Enrekang Resmi dilantik.

Pelantikan ini dilangsungkan di Rumah Jabatan Pendopo Bupati Enrekang, Senin (27/09/2021).

Ketua HMI Cabang Enrekang M. Rahmat menekankan pengurus BPL yang telah dilantik agar fokus mengawal pengkaderan baik secara formal maupun non formal.

"Roh dari pada HMI adalah ada di  pengkaderan sehingga peran BPL terhadap HMI Cabang Enrekang sangat penting," ucap Rahmat.

Sementara itu, Mahmud selaku Ketua BPL yang baru dilantik mengatakan kesuksesan pengurus tidak luput dari kerjasama teman-teman yang ada di BPL, Pengurus komisariat dan pengurus cabang.

"Semoga kita semua yang dilantik hari ini dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab selaku pengurus untuk membesarkan organisasi kita tercinta," katanya.

Penulis : El

Target Menuju Nasional, PS Matra Persiapkan Sejak Dini Hadapi Liga 3 Zona Sulbar

On Senin, September 27, 2021

Pelatih dan asisten pelatih PS Matra [Foto: Edison S/masalembo.com]


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Menghadapi persiapan turnamen liga 3 zona Sulbar, tim sepakbola Kabupaten Pasangkayu PS Matra telah mempersiapkan kelengkapan administrasi dan latihan. Mereka juga menyiapkan mental serta fisik para pemainnya sejak tiga bulan terakhir. 

Hal ini diungkapkan pelatih utama PS Matra Muh Ishak Mustari yang didampingi oleh Asisten Pelatih Ihwan, saat diwawancarai di sela-sela latihan, Senin (27/9/2021) di Pasangkayu.

"Tim kami sebanyak 25 orang, dimana 5 di antaranya adalah pemain senior di atas umur rata-rata pemain sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh PSSI," ungkap Muh Ishak.

Selain itu, Ishak juga menjelaskan bahwa liga 3 zona Sulbar akan langsung menentukan sebuah klub untuk bermain di kancah nasional.

"Jadi kalau PS Matra lolos dalam liga 3 zona Sulbar ini, maka tim kami berhak untuk melaju dalam turnamen tingkat nasional," jelasnya.

Lebih jauh, Muh Ishak mengatakan, selain latihan fisik dan mental, Tim PS Matra hari ini melaunching jersey, dirangkaikan peresmian tim dan para pemain yang dihadiri Bupati Pasangkayu. Ia juga menjelaskan, melalui launching ini juga telah disepakati untuk bertanding home menggunakan pakaian baju putih dan celana putih, sementara untuk away menggunakan haju hitam dan celana hitam.

"Jersey merupakan salah satu persyaratan sebuah tim pesepak bola agar dapat bermain di kancah nasional. Kami bersyukur PS Matra telah memilikinya dan saya juga berterimakasih kepada Bupati Pasangkayu yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim kami," ucapnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih PS Matra Ihwan menambahkan, saat ini Tim PS Matra memiliki dua orang pemain asing dari luar Sulbar. Menurutnya hal itu dilakukan karena dari seleksi ke seleksi, belum ada bakat-bakat muda yang terlihat sangat menonjol untuk menempati dua posisi tersebut. 

"Posisi sayap dan gelandang sangat sakral dan kami tidak ingin bermain-main soal itu. Dengan susunan pemain kami yang ada saat ini, kami yakin PS Matra akan merebut satu tiket menuju kancah yang lebih bergensi (nasional)," pungkasnya. (Eds/Red)

Cerita Miris Seorang Ayah di Majene, Tega Gauli Anak Kandung Hingga Hamil, Sudah 7 Bulan

On Senin, September 27, 2021

Tersangka AT saat berada di Polres Majene [egi/masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Semestinya ayah akan selalu jadi pelindung yang menjaga anak kandungnya. Namun miris bagi seorang ayah di Majene, Sulawesi Barat justru tega menghamili darah dagingnya sendiri.

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan oleh AT, ayah berusia 44 tahun itu. Terhadap putrinya berinisial LC (22) ia melakukan hubungan terlarang bahkan hingga 10 kali. Polisi pun kini menetapkan AT sebagai tersangka perbuatan asusila (perzinahan), sementara korban telah diamankan dan masih dalam pemeriksaan untuk mendalami kasus tersebut.

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian mengatakan, kasus ini telah dilaporkan oleh ibu korban. Polres Majene kemudian menetapkan tersangka dan melakukan penyelidikan.

"Kita sudah tetapkan tersangka, namun belum dilakukan penahanan karena kita masih mendalami karena ada ketidaksesuaian antara keterangan korban dan pelaku," kata Febryanto di Mapolres Majene, Senin (27/9/2021).

Kapolres menjelaskan, dari pengakuan Sang Ayah, perbuatan asusila dengan anak kandungnya dilandasi suka sama suka, sementara Sang Anak mengelak dan bahwa itu adalah pemaksaan dari ayah kandungnya sendiri. "Tentu kita masih mendalami ini," ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan, berdasarkan keterangan korban, kasus tersebut terungkap saat usia kandungannya sudah jalan tujuh bulan. Saat itu korban mengeluh sakit di bagian punggung lalu memeriksakan diri ke Puskesmas.

"Saat itu bidan di Puskesmas mengatakan bahwa Sang Anak dalam kondisi hamil tujuh bulan," ungkap Kapolres.

Terhadap tersangka, lanjut Kapolres, diancam dengan Pasal 24 KUHP Pidana dengan hukuman 9 bulan penjara dan Pasal 46 UU KDART dengan ancaman 12 tahun penjara. Meski demikian kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini.

Korban Dalam Pendampingan Dinas PP-PA

Terkait kondisi korban, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Kabupaten Majene tengah melakukan pendampingan.

Kepala Dinas PP-PA Pemda Majene Hj Riadiah Zakariyah mengatakan, sejak mendapatkan laporan atas kasus tersebut beberapa hari lalu, pihaknya langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk memeriksa kondisi korban. Meski demikian PP-PA masih menunggu hasil proses penyelidikan oleh Polres Majene.

"Jadi kita akan jalan sama-sama mendampingi, ini kita baru pulang dari Polres, kita mau ke TKP," ujar Riadiah via telpon, Senin (27/9) siang.

Kadis mengatakan, pihaknya bersama Polres, Dinas Sosial, dan psikolog akan melakukan pendampingan terhadap korban sebab kejadian tersebut di luar batas kewajaran.

Sebagai langkah awal pihaknya ingin memastikan kondisi korban dalam keadaan aman, sebab beredar informasi akan dihakimi oleh masyarakat. Ia juga meminta dukungan psikolog untuk memeriksa dan mendampingi korban. (Har/Red)

Pemda Buteng Sediakan Swab Antigen Gratis untuk Ribuan Peserta CPNS

On Senin, September 27, 2021

Kepala Dinas Kesehatan Buteng

BUTON TENGAH, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah membebaskan atau menggratiskan untuk biaya pemeriksaan Swab Antigen bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Bupati Buton Tengah, Samahudin melalui Kelapa Dinas Kesehatan Buteng, Kasman menuturkan pihaknya telah berkomitmen agar peserta CPNS tidak perlu lagi memikirkan swab antigen.

"Pak bupati sudah sampaikan bahwa untuk swab antigen digratiskan. Tidak ada pungutan dari swab antigen ini," ucap Kasman, Senin 27 September 2021.

Pihaknya memastikan stok swab antigen ini tercukupi untuk diberikan kepada ribuan para pemburu Nomor Induk Pegawai di Buton Tengah.

"Ada sekitar 2.ooo unit yang tersedia. Jumlah itu sudah lebih dari cukup dari peserta CPNS yang tidak mencukupi 2.000 peserta," beber Kasman.

Kasman mengungkapkan nantinya, stok swab antigen ini akan disalurkan ke puskesmas-puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan para peserta CPNS mendapatkan swab antigen. Selain itu juga untuk menghindari kerumunan.

Penulis : Muhammad Al Rajap

Gempa Guncang Mateng Berkekuatan 4,9 Magnitudo, BMKG Keluarkan Himbauan

On Minggu, September 26, 2021

Ilustrasi [net/ist]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene mengeluarkan himbauan pasca gempa 4,9 magnitudo yang terjadi, Minggu (26/9/2021) petang.

BMKG menghimbau agar warga tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tak jelas sumbernya.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," demikian himbauan BMKG Majene, Minggu petang, diterima masalembo.com via pesan elektronik.

BMKG juga menghimbau agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah."

Pihak BMKG meminta setiap orang memastikan informasi yang diterima yang resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Instagram dan Twitter @infoBMKG), kemudian website di (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), serta telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Sebelumnya, BMKG mencatat gempa tektonik pada pukul 16:32:48 WIB. Info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa ini berkekuatan 5,0 magnitudo namun dilakukan pemutakhiran menjadi 4,9 magnitudo.

Pusat atau episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,29° LS ; 119,19° BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 39 km arah Barat Daya Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Gempa direkam pada kedalaman 36 km.

Kepala Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya menjelaskan, gempabumi ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktifitas sesar naik Mamuju.

"Jenis dan mekanisme gempabumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Mamuju. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," jelasnya melalui keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, guncangan gempabumi ini dirasakan di Mamuju Tengah (III-IV MMI) dan Mamuju (III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Kemudian hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (Hr/Red)

JAPKEPDA Desak Banggar DPRD Majene Coret Anggaran Iklan Videotrone Rp1,4 M

On Minggu, September 26, 2021

Proyek pengerjaan Videotrone di Majene [ist/masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah (JAPKEPDA) meminta Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Majene mencoret usulan pembiayaan iklan Videotrone yang mencapai Rp1,4 miliar. 

Usulan tersebut dinilai memboroskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan merugikan Pemerintah Kabupaten Majene. 

Ketua JAPKEPDA Juniardi menyebut, Pemerintah Kabupaten Majene sebaiknya menggunakan anggaran sebesar itu untuk membiayai kebutuhan lain yang lebih penting bagi masyarakat Majene. 

"Mending dana itu dipakai untuk pengadaan armada pemadam kebakaran atau mobil sampah. Supaya lebih efeknya langsung dirasakan masyarakat," tegas Juniardi, Minggu (26/09/2021). 

Menurut Jun, sapaan akrab Juniardi, masih banyak hal lain lebih penting yang dapat diprogramkan Pemerintah Kabupaten Majene dari pada beriklan di Videotrone, seperti penganggaran perbaikan jalan dalam kota Majene, perbaikan darinase, serta penambahan penerangan jalan. 

Kerjasama Pemkab Majene dengan pihak swasta terÄ·ait pemasangan Videotrone sangat merugikan keuangan daerah, sebab Pemkab Majene berkewajiban membiayai slot penayangan iklan perdana hingga tiga bulan yang nilainya sebesar Rp 1,4 M. Padahal, lokasi strategis Videotrone tersebut disiapkan oleh Pemkab Majene. 

Mirisnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Majene juga akan diwajibkan beriklan dengan biaya yang tidak sedikit. Keuntungan dari pemasangan iklan tersebut kemudian akan dibagi dua, 60 persen untuk swasta dan 40 persen sisanya diberikan kepada Pemkab Majene. 

"Itu namanya pembodohan, masa Pemkab Majene bersama puluhan OPD yang bayar iklan milliaran, sementara hasinya dibagi dua. Bahkan keuntungan swasta lebih besar, dari Pemkab," cetusnya. 

Jika Pemkab Majene bersikeras melanjutkan proyek Videotrone, sebaiknya pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Majene, tidak usah melibatkan swasta. 

Dengan begitu, seluruh hasil penayangan iklan Videotrone dapat menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang muaranya kembali ke kas Daerah. Termasuk jika terdapat pihak BUMD dan BUMN, serta swasta yang beriklan. 

"Kalau biaya pembuatan Videotrone harus menguras dana APBD hingga miliaran, kenapa tidak bikin sendiri saja, tidak usah libatkan swasta, toh untungnya kembali kas Daerah," tegasnya. 

Juniardi menjelaskan dalam menyusun APBD, Pemkab Majene harusnya berpedoman pada prinsip-prinsip penyusunan APBD sesuai yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 27 Tahun 2021, yakni dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, manfaat untuk masyarakat dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Kemudian tidak mengabaikan surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Korupsi Terkait Proses Perencanaan dan Penganggaran APBD Tahun Anggaran 2022 dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021. 

"Upaya untuk meloloskan anggaran iklan Videotrone yang nialinya miliaran ini patut ditengarai menguntungkan sejumlah oknum, khususnya yang merupakan penentu kebijakan di Kabupaten Majene," ucapnya. 

Pantauan lapangan, progress pengerjaan videotron di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene sudah mencapai 90 persen. Pembangunan Videotron ini ditarget rampung dalam waktu dekat. Tiang besi dengan tinggi sekira 7 meter sudah terpasang. Layar LED dengan ukuran 5 x 3 meter juga sudah terpasang. 

Rencananya, pembangunan Videotron juga akan dipasang di titik perbatasan Majene-Polewali Mandar tepatnya di wilayah Lingkungan Lutang, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Majene. Namun hingga kini belum jalan. 

Nantinya, desain tugu perbatasan yang dilengkapi Videotron tidak akan jauh berbeda dengan desain khas tugu sebelumnya. Ikon Perahu sandeq yang menopang kedua sisi tugu tetap akan ditonjolkan. Perbedaan utamanya adalah hadirnya layar Videotron berukuran 8 x 4 meter.(*/Red)

Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS) Deklarasi Menuju Pilpres 2024

On Minggu, September 26, 2021


MAJENE, MASALEMBO.COM - Puluhan relawan Andi Amran Sulaiman atau RAAS mengikuti deklarasi nasional, Jumat (24/9/2021) di salah satu warkop di kota Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Deklasai digelar secara daring melalui zoom yang dipandu langsung dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Kordinator RAAS Wilayah Sulawesi Barat, Ilo mengatakan, mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bakal masuk di bursa capres-cawapres 2024. Relawan RAAS pun sudah mulai bergerak di berbagai kota/daerah di Indonesia.

"Deklarasi nasional ini via zoom, mengingat kita masih dalam suasana pandemi COVID-19," kata Ilo kepada awak masalembo.com

Ilo menugatakan, pada deklrasi tersebut sekitar 15 pemuda relawan RAAS asal Majene ikut bergabung secara daring. "Kita mengikuti dari warkop Keke di Majene," ujarnya.

Ia mengatakan, RAAS akan mulai bergerak, mensosialisasikan figur Andi Amran Sulaiman, mantan mentan yang meruapakan saudara kandung Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman itu. (Rls/Red)

Kondisi Terkini Jalur Lintas Barat Trans Sulawesi di Desa Onang Majene

On Minggu, September 26, 2021

Antrian di lokasi longsor [Foto: Ali Muhtar]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Hingga saat ini ratusan kendaraan masih mengantri di jalur lintas barat (Jalinbar) Jalan Trans Sulawesi Poros Majene-Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Antrian kendaraan disebabkan longsor di daerah Sagiang Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Longsor yang menyebabkan ambruknya sebuah plat deker pada Sabtu (25/9/2021) sore di Dusun Sangiang memaksa semua jenis kendaraan terhenti hingga berjam-jam. Antrian mengular hingga puluhan kilometer dari dua arah; utara dan selatan.

Terbaru, arus lalulintas sudah mulai terurai namun sangat terbatas. Petugas kepolisian daerah setempat memberlakukan sistem buka tutup untuk melewatkan kendaraan.

"Ya masih ngantri, sudah bisa (lewat) tapi terbatas," kata Kapolsek Sendana, Iptu Suryanto, Sabtu (25/9) malam.

Suryanto menjelaskan, pihaknya melewatkan masing-masing 10 kendaraan dari dua arah berlawanan secara bergiliran. Kondisi tersebut dilakukan guna keselamatan para pengguna jalan.

Sementara, warga setempat, Halik mengungkap longsor di Sangiang, Desa Onang yang diakibatkan oleh hujan mengguyur daerah ini sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi tanah yang labil di daerah tersebut membuat longsor sekitar 30 meter yang menutup seluruh badan jalan. 

Meski pihak terkait telah melakukan perbaikan dengan membersihkan material longsoran dari badan jalan, namun longsor masih kerap terjadi sehingga menyebabkan antrian kendaraan mengular sejak beberapa pekan terakhir ini. 

Seperti Sabtu malam ini, antrian kendaraan kembali mengular. Bahkan ini paling panjang sejak terjadinya longsor beberapa hari terakhir. Sejumlah warga bahkan memutar balik kendaraannya sebab tak bisa melewati titik longsor di wilayah Sangiang.

"Saya balik Pak, mutar arah ke kota Majene karena tidak bisa lewat," kata salah seorang warga, Ena di lokasi.

Warga asal Ulumanda tersebut mengaku ingin menghadiri acara keluarga namun terpaksa balik ke Majene karena terhalang antrian kendaraan yang dia perkirakan hingga 10 kilometer.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menutup total jalan sebab ambruknya plat deker di daerah itu. Para pengguna jalan terpaksa mengantri berjam-jam di lokasi kejadian. (Har/Red)

Warga Tiba-tiba Dengar Suara Gemuruh, Awal Mula Kebakaran Sebuah Rumah di Topoyo

On Sabtu, September 25, 2021

Rumah warga Lomba Deko, Topoyo usai terbakar [Foto: Samsul Bahri/masalembo.com]


MATENG, MASALEMBO.COM - Sebuah rumah yang berada di Dusun Lomba Deko, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah ludes terbakar.

Kebakaran tersebut terjadi, Jumat (24/09/2021) sekitar pukul 09.30 Wita.

Bangunan rumah yang didominasi kayu membuat api begitu cepat melalap seluruh bangunan tersebut.

Menurut informasi, saat kebakaran, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah, Puang Husna sedang berada di Makassar.

Warga setempat Mujaddi, mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Sebab rumah dalam keadaan kosong.

"Tiba-tiba saja kami mendengar suara gemuruh dari sebelah. Pas dicek ternyata api yang sudah berkobar," ungkap Mujaddi saat di konfirmasi, Sabtu (25/9).

Kata Mujaddi, bersama warga lainnya, mereka berusaha memadamkan api. Namun karena bangunan rumah berbahan kayu sehingga api begitu mudah melalap habis rumah tersebut. 

"Alhamdulillah, pemerintah dalam hal ini sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi kebakaran serta memberikan bantuan," ungkap Mujaddi. (Sam/Red)