-->
Relawan ACT Dirikan Posko Kemanusiaan Gempa Sulbar di Mamuju⁣⁣

On Saturday, January 16, 2021

Relawan ACT tiba di Mamuju. (Foto: ACT Sulsel)


⁣⁣MAMUJU, MASALEMBO.COM - Bencana gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Barat, khususnya Majene dan Mamuju pada Jumat (15/1/2021) dini hari kemarin membawa dampak yang cukup parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Jumat malam pukul 20.00 WIB menyebut korban meninggal dunia mencapai 42 jiwa. Sebanyak 34 orang di antara korban meninggal merupakan warga Mamuju, sedangkan sisanya berasal dari Majene.⁣⁣
⁣⁣
Merespons terus parahnya dampak gempa bumi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Sabtu (16/1/2021) telah membuka posko kemanusiaan yang menjadi pusat koordinasi serta distribusi awal bantuan kemanusiaan dari dermawan yang disalurkan melalui ACT dengan beberapa lokasi sebagai berikut:
⁣⁣
Makassar (Posko Induk):⁣⁣
Jl. Sultan Alauddin Plaza Ruko BB No.11 Makassar, Telp 0411 898 6113 / 0821 9224 1414⁣⁣
⁣⁣
Palu (Posko Induk):⁣⁣
Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.71, Tatura Utara, Telp 0451 820 5300 / 0813 9852 1206⁣⁣
⁣⁣
Mamuju (Posko Wilayah):⁣⁣
Jl. Kurungan Bassi No.18 depan RSUD Kabupaten Mamuju, Telp 0812 2233 508⁣⁣
⁣⁣
“Tim relawan juga bersiaga untuk melakukan tanggap darurat di wilayah Mamuju. Selain itu, saat ini ACT juga sedang proses pembukaan posko kemanusiaan di wilayah Majene, namun terhambat kondisi yang masih serba sulit pascabencana,” jelas Kusmayadi, Komandan Tim Tanggap Darurat ACT, Sabtu (16/1/2021).⁣⁣
⁣⁣
Saat ini, tim ACT yang dikirim dari Makassar, Sulawesi Selatan tengah berusaha masuk ke wilayah Majene dengan membawa logistik, serta tim tanggap darurat, juga akan membuka posko di Majene. Namun, tambah Kusmayadi, di perjalanan mengalami hambatan karena adanya longsor yang menutup jalan. “Jadi memutar ke jalan lain,” tambahnya.⁣⁣
⁣⁣
Bagi para dermawan yang ingin berdonasi, dapat menyalurkan bantuannya melalui tautan https://makassar.indonesiadermawan.id/GempaMajene⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ atau ke rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap di SULSELBAR SYARIAH # 5100 5321 0417 1658 atau BNI SYARIAH # 8660 2910 2101 0027⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ dengan melampirkan bukti transfer via whatsapp ke nomor 0821 9224 1414 atau mengantarkan bantuannya pada alamat tersebut diatas. (Rls/Red)

Ditinggal Penghuninya Pergi Mengungsi, Sejumlah Rumah di Mamuju Dibobol Maling

On Saturday, January 16, 2021

Ilustrasi (inet)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sejumlah warga di Mamuju kehilangan harta benda saat meninggalkan rumah ke tempat pengungsian. Mereka mengungsi akibat gempa yang mengguncang daerah ini dua hari terakhir.

Salah seorang warga, Erlina, mengaku kelihangan sejumlah harta bendanya saat pergi mengungsi ke daerah aman bencana gempabumi dan tsunami di luar kota Mamuju. Bahkan barang perabotan miliknya nyaris tak bersisa.

"Habis semua barang-barang saat kami pergi mengungsi ke Salupangi," ujar Erlina, Sabtu (16/1/2020).

Ia mengatakan, setidaknya 12 rumah milik tetangga dan kerabatnya yang kosong ditinggal penghuninya dibobol maling.

Atas kejadian ini, ia berharap pihak kepolisian melakukan patroli, khsusnya di malam hari. (*)

Jadikan Bencana sebagai Kiriman Pelajaran Tuhan untuk Bersabar

On Saturday, January 16, 2021

Ir H Tanawali M. AP
(Mantan Kadis Pertanian Peternakan Sulbar, tinggal di Keurahan Rimuku Kecamatan Mamuju Provinsi Sulbar)



SECERCAH harapan dalam sekelumit tulisan sebagai motovasi kepada warga agar menyikapi musibah ini, yang walaupun kami korban masih sempat berdakwah demi membangkitkan kekuatan, kesabaran dan katabahan.

“Bencana” adalah kiriman Allah SWT yang mengandung pelajaran bagi kita semua, baik yang tertimpa bencana mapun yang tidak terkena bencana.

Bencana gempa bumi ini adalah fenomena yang tidak bisa dikendalikan manusia. Ini bukti kelemahan manusia, namun demikian kita harus optimis.

Sikap optimis ini berdasar pada hadits Rasulullah

‎ ﷺ: عن عائِشَةَ قالتْ قالَ رسولُ الله ﷺ لا يُصِيبُ المُؤمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إلاّ رَفَعَهُ الله بِهَا دَرَجَةً وَحَطّ عَنْهُ بها خَطِيئَةً

Dari 'Aisyah, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan." (HR. Tirmidzi)

Dalam konteks ini, bersyukur bagi para korban adalah ridha atas bencana yang menimpanya dan menilai penderitaan saat ini adalah cara Allah melebur dosa-dosanya dan menaikkan kualitas kepribadiannya.

Sebagaimana ujian akhir semester bagi siswa sekolah untuk naik ke semester berikutnya, bencana merupakan ujian bagi para korban untuk bisa mendaki pada derajat yang lebih mulia. .

Bagi mereka yang tak terdampak bencana, adalah sebagai ladang amal ibadah pasca bencana.

Jika bencana adalah ujian kenaikan derajat, maka kenaikan tersebut hanya terjadi bila yang bersangkutan benar-benar lulus dari ujian.

Bencana Gempa ini merupakan wasilah bagi para korban yang isinya menuntut manusia untuk sabar, ikhtiar, tawakal, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn, sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan sungguh kepada-Nya kita kembali.

Kualitas kepribadian mereka sebagai hamba meningkat manakala “materi ujian” dapat dilalui dengan baik dan benar.

Bagi mereka yang tidak menjadi korban bencana alam ini (gempa) adalah ujian untuk menunjukkan kepedulian kemanusiaan atas mereka yang sedang ditimpa kesulitan.

Hadits Rasulullah mengatakan ;

‎ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ

“Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim)

Apabila kita mendengar kata hikmah di balik bencana, maka itu artinya terkait dengan sikap-sikap bijak kita dalam menyikapi bencana. Karena kata hikmah bermakna kebijaksanaan. Semoga bencana alam yang merupakan bagian dari fenomena alamiah tak menimbulkan bencana baru dalam kehidupan spiritual kita. (*)

15 Ribu Jiwa Mengungsi, ACT Turunkan Tim Tanggap Darurat ke Sulbar

On Friday, January 15, 2021

Tim ACT Sulawesi Selatan siap turun ke lokasi gempa Sulbar. (Foto: ACT Sulsel)


MAKASSAR, MASALEMBO.COM - Korban jiwa akibat gempa bumi magnitudo 6,2 yang menggunjang Majene dan Mamuju Sulawesi Barat, terus bertambah. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (15/1/2021) pukul 14.00 WIB, korban jiwa mencapai 34 orang dan korban luka 637 jiwa. Tak hanya itu, bangunan tempat tinggal warga sebanyak 300 unit mengalami kerusakan, begitu juga dengan fasilitas umum yang juga rusak parah.⁣
Bencana yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari tersebut berdampak pada 15 ribu jiwa yang kini mengungsi. Mereka menampati 10 titik pengungsian di Majene dan 5 titik di Mamuju. Berbagai bantuan kemanusiaan pun kini sangat dinanti oleh korban terdampak, apalagi saat ini sedang mewabah pandemi Covid-19, yang memaksa mereka harus lebih berhati-hati dan tetap membatasi banyak aktivitas.⁣
“Pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan seperti pangan, khususnya matang, selimut dan tikar, tenda pengungsian, pelayanan medis, masker, hingga air bersih. Di kondisi bencana seperti sekarang ini yang juga bertepatan dengan adanya wabah, sangat perlu kehati-hatian dalam penanganannya,” jelas Kusmayadi dari Tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jumat (15/1/2021)⁣
ACT sendiri saat ini telah mengirimkan tim tanggap darurat menuju lokasi terdampak. Tim yang dikirim berasal dari ACT Cabang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah dengan dilengkapi alat pelindung diri, logistik, perlengkapan genset serta mobil dobel kabin serta motor trail.⁣
“Untuk aksi awal, akan difokuskan untuk pencarian dan pertolongan,” tambah Kusmayadi.⁣


Perlu diketahui, gempa besar yang mengguncang Majene terjadi pada Jumat dini hari dengan magnitudo 6,2. Namun, ini bukan yang pertama, sebelumnya pada Kamis (14/1/2021) gempa dengan kekuatan 5,9 magnitudo telah terjadi. Walau magnitudonya lebih kecil, gempa ini cukup membuat warga panik dan merusak gedung.
Bagi sahabat dermawan yang ingin berpartisipasi dalam gerakan kebaikan ini, dapat menyalurkan bantuannya melalui tautan https://makassar.indonesiadermawan.id/GempaMajene⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ atau ke rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap di SULSELBAR SYARIAH # 5100 5321 0417 1658 atau BNI SYARIAH # 8660 2910 2101 0027⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ dengan melampirkan bukti transfer via whatsapp ke nomor 0821 9224 1414 atau datang langsung ke kantor ACT Sulsel yang berlokasi di Jl. Sultan Alauddin Plaza Ruko BB No.11 Kota Makassar.⁣
Untuk informasi dapat menghubungi 0411 898 6113 / 0821 9224 1414 atau follow akun Instagram @act_sulsel untuk mendapatkan update informasi tentang dunia kemanusiaan lainnya. (Rls/Red)

Bertambah, 34 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Gempa di Sulbar

On Friday, January 15, 2021

Dampak gempa di Sulbar, sejumlah bangunan rata dengan tanah seperti tampak dalam gambar ini. (Foto: Awal S)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, 34 orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat sejauh ini. Data kematian tersebut dihimpun sampai pada pukul 14.00, Jumat (15/1/2021) hari ini.

“Dengan rincian 26 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan yang diterima.

Dia melanjutkan, terdapat sepuluh titik lokasi pengungsian untuk korban gempa tersebut di Kabupaten Majene. Antara lain di Kota Tinggi Desa Sulai, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lombang di Kecamatan Malunda, Ulumanda serta Kecamatan Sendana.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang berada di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

“Sampai saat ini jaringan listrik juga masih padam dan komunikasi selular tidak stabil pada dua kabupaten tersebut,” kata dia.

BNPB turut mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Bantuan itu ialah delapan set tenda isolasi, sepuluh set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, lima unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500 ribu masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA. (*/Red)


Hingga Kini Tercatat 27 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa di Sulbar

On Friday, January 15, 2021

Tampak gedung RS Mitra Manakarra Mamuju yang roboh akibat gempa 6,2 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Barat. (Foto: Awal S)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mencatat 27 orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang daerah ini, Jumat (15/1/2021).

Kepala BPBD Sulbar Darno Madjid membeberkan, 27 orang yang dilaporkan meninggal dunia masing-masing adalah warga Kabupaten Mamuju 18 orang dan Kabupaten Majene 9 orang.

"Di Mamuju sendiri kami laporkan bahwa sudah 18 orang yang meninggal dunia akibat reruntuhan dari gempa, Majene sudah tercatat sembilan orang meninggal," kata Darno, Jumat (15/1).

Selain korban meninggal dunia, dan puluhan orang mengalami luka, 10 rumah di Mamuju dan Majene dilaporkan rata dengan tanah, ratusan rumah dan gedung lainnya mengalami rusak berat hingga rusak ringan, sementara ribuan orang mengungsi ke tempat-tempat terbuka dan ketinggian.

"Gempa ini cukup luar biasa, keras, kantor gubernur sendiri mengalami kerusakan yang sangat parah, termasuk rumah saya yang hancur juga," kata Darno.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan, Darno Madjid menghimbau warga Sulbar khususnya dua daerah terdampak paling parah yakni Mamuju dan Majene, agar tidak berada dalam gedung dan rumah yang mengalami retak serta menjauhi pantai demi menghindari kemungkinan terburuk dari terjadinya gempa.

"Bagi yang mengungsi harap memperhatikan kondisi tempat yang aman, jangan sampai mengungsi ke gunung justru di daerah yang rawan longsor," ujar Darno mengingatkan. (Har/Red)

BPBD Majene Catat 7 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa

On Friday, January 15, 2021

Personil Brimob Polda Sulbar saat mendirikan posko pengungsian di halaman SMK Kota Tinggi, Desa Sulai perbatasan Kecamatan Malunda-Ulumanda. (Foto: Humas Polres Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mencatat 7 orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang daerah ini sejak, Kamis (14/1/2021) sore kemarin.

Kepala BPBD Majene Ilhamsyah mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan korban dan dampak kerusakan akibat gempa 5,9 magnitudo, Kamis (14/1) kemarin dan gempa susulan 6,2 magnitudo, Jumat (15/1) dini hari tadi.

"Sudah ada tujuh orang ini (meninggal dunia), tiga orang yang pertama dilaporkan itu Kepala Desa di Mekkatta, Malunda dan keluarganya," kata Ilhamsyah kepada masalembo.com, Jumat pagi.

BPBD Majene juga mencatat 24 orang mengalami luka-luka dan sekitar 2.000 orang mengungsi. Pengungsi saat ini tersebar di sejumlah titik terutama di dua kecamatan terparah yakni Malunda dan Ulumanda.

"Ini data sementara kami, saat ini masih pendataan, kita agak terkendala dengan akses dan jaringan yang terputus," terang Ilhamsyah. 

Sementara, pihak Kepolisian Polres Majene telah mendirikan posko pengungsian di SMK Negeri Kota Tinggi perbatasan Kecamatan Malunda-Ulumanda. 

"Kepolisian membangun posko pengungsian di Desa Sulai tepatnya di SMK Kota Tinggi yang didirikan oleh Satuan Brimob Polda Sulbar bersama Polsek Malunda sebagai tempat istirahat para warga yang mengungsi," kata Kabag Ops Polres Majene AKP Ujang Saputra.

Pembangunan posko pengungsian alam ini diharapkan agar masyarakat dapat beristirahat dan berteduh dari panas matahari maupun hujan. Ujang mengatakan, kepolisian juga menyalurkan bantuan seperti makanan dan pakaian layak pakai yang disalurkan ke posko pengungsian tersebut. (Har/Red)

Gempa Susulan 6,2 Magnitudo Kembali Bikin Panik Warga

On Friday, January 15, 2021

Titik pusat gempa 6,2 magnitudo.
 (Sumber: BMKG Majene).


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofika (BMKG) Stasiun Majene, Sulawesi Barat kembali mencatat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo. Gempa yang kembali mengguncang Majene dan sekitarnya tercatat pada pukul 02:28 Wita dini hari, Jumat (15/1/2021).

"Info Gempa Mag:6.2, 15-Jan-21 01:28:17 WIB, Lok:2.98 LS,118.94 BT (6 km TimurLaut MAJENE-SULBAR), Kedlmn:10 Km ::BMKG," demikian pesan singkat dikutip dari group WhatsApp BMKG Majene.

Pihak BMKG Majene menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami, pusat gempa berada di daratan di kedalaman 10 kilometer di timur laut Kabupaten Majene.

Warga Panik Berhamburan ke Luar Rumah

Saat gempa terjadi warga di Majene, Mamuju dan sejumlah wilayah lain di sekitarnya berlarian ke luar rumah. Mereka panik dan ketakutan akibat guncangan gempa yang dirasakan cukup keras.

"Astagfirullah baru beberapa menit tidur, langsung terbangun karena gempa. Keluarga berhamburan keluar, berteriak, ada pula terdengar suara tangisan dari rumah tetangga. Sementara listrik bertepatan padam," kata seorang warga di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Edyatma.

Hingga saat ini, warga masih bertahan di rumah, mereka berlarian keluar dan menuju tempat ketinggian. Warga di sejumlah daerah memang sedari sore tadi telah mengungsi. Di Kecamatan Malunda dan Ulumanda, warga menempati sejumlah titik pengungsian. Mereka mendirikan tenda-tenda di ketinggian guna menghindari terjadinya gempa susulan dan gelombang tsunami. (Har/Red)

Dosen Teknik Unsulbar Ini Terpilih Sebagai Ketua IAII Sulawesi Barat

On Thursday, January 14, 2021

Irfan A Palalloi (Foto: Facebook/ Irfan A. Palalloi)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Dosen Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Irfan A Palalloi terpilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Sulawesi Barat. Irfan terpilih melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) pertama DPW IAII Provinsi Sulbar, Kamis (14/1/2021). 

Muswil digelar secara virtual melalui zoom cloud meetings yang dihadiri lansung Ketua Umum DPP IAII Hariyono Kasiman dan Sekretaris Jenderal Siswanto. Selain itu, dua perwakilan DPW IAII masing-masing Ketua DPW Sumbar Yuhefizar dan Ketua DPW Sulsel Mirfan juga hadir.

Muswil I DPW IAII Sulbar ini, selain memilih Irfan A Palalloi sebagai Ketua, juga menetapkan Asmawati sebagai Sekretaris serta Mila Jumarlis sebagai Bendahara.

Muswil virtual DPW IAII Sulawesi Barat, Kamis (14/1/2021)


Dalam sambutannya, Ketua DPP IAII Hariyono Kasiman, mengucapkan selamat atas pelaksanaan Muswil I DPW IAII Sulawesi Barat dan berharap kedepan IAII Sulbar dapat memberi kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa dan negara.

“Dalam menyonsong masa depan dunia digitalistik, IAII telah berkomitmen bahwa akan terus terlibat dalam kolaborasi pengembangan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dan Smart City," katanya.

Sementara, Ketua Terpilih DPW IAII Sulbar, Irfan A Palalloi menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kepercayaan seluruh peserta Muswil I yang telah mengamanahkan dirinya sebagai ketua.

“Dengan dukungan DPP serta seluruh pengurus, Insya Allah IAII Sulbar akan berkontribusi secara maksimal melalui kolaborasi konstruktif dengan berbagai pihak dalam implementasi TI di wilayah Sulawesi Barat kedepan," pungkas Irfan. (Rls/Red)

Foto, Puskesmas Ulumanda Nyaris Roboh Akibat Gempa 5,9 Magnitudo

On Thursday, January 14, 2021

Kondisi Puskesmas Ulumanda di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Majene. (Foto: Ist/Masalembo.com)



MAJENE, MASALEMBO.COM - Seperti inilah gambar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ulumanda usai dihantam gempa 5,9 magnitudo, Kamis (14/1/2021) siang tadi. Puskesmas yang terletak di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda itu nyaris roboh. Sejumlah dinding roboh dan retak, kondisinya rusak parah.

"Saya juga baru dapat kabarnya, banyak kerusakan, petugas semua sudah mengungsi ke rumah warga," kata Kepala Puskesmas Kabiraan, Isma, Kamis (14/1) malam.


Dihubungi via telepon, Kepala Puskesmas Ulumanda Isma memastikan kerusakan terjadi akibat gempabumi siang tadi. Namun ia belum bisa memastikan kerugian yang dialami akibat peristiwa ini. "Saya lagi tidak ditempat, tadi (sebelum gempa) pulang karena ada rapatku," ujar Isma.

Camat Ulumanda Muhammad Arief yang dikonfirmasi terpisah membenarkan kerusakan berat pada gedung Puskesmas Ulumanda, Kabupaten Majene. Selain itu, sejumlah rumah warga di Kecamatan Ulumanda juga mengalami kerusakan.

"Banyak rumah warga yang roboh, di Sulai, Batulotong, termasuk di bagian pegunungan yang sudah dapat infonya di Kabiraan," kata Arief.


Camat Muhammad Arief, mengatakan, saat ini warganya masih sementara mengungsi di luar rumah. "Tadi saya keliling menghimbau semua sementara di luar rumah, kita dalam pengungsian," ujar Arief.

Arief belum bisa merinci jumlah rumah yang rusak, sementara masih dalam pemantauan. Warga juga hingga malam ini masih berada di pengungsian. Mereka mengungsi ke tempat-tempat ketinggian di Kota Tinggi, dan Desa Sambabo. (Har/Red)