-->
Bupati Buteng Janjikan Kendaraan Operasional untuk Para Kepala Desa

On Rabu, Juni 16, 2021



BUTON TENGAH, Masalembo.com - Bupati Buton Tengah, Samahudin menjanjikan satu unit sepeda motor sebagai kendaraan operasional bagi para kepala desa se-Kabupaten Buteng.


Hal ini ia sampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para kepala desa yang bertempat di Gedung Serba Guna Desa Baruta Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu.


"Kalau (para) camat kan sudah terima mobil. Lurah juga sudah terima motor sebagai kendaraan operasionalnya. Tinggal kepala desa yang belum. Dan saya upayakan agar kepala desa juga dapat kendaraan operasional," ucap Samahudin, Rabu (16/06/2021).


Kendaraan operasional yang dijanjikan itu kata bupati akan direalisasikan pada tahun 2022 tepatnya pada triwulan pertama.


"Berdoa saja semoga disetujui DPR. Maret atau April 2022 kepala sudah bisa terima motor," katanya.


Penulis: Muhammad Al Rajap




Mandi di Laut Saat Hujan dan Angin Kencang, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam

On Rabu, Juni 16, 2021

Korban saat tiba di rumah duka Lingkungan Ujung Baru Polewali (ist/masalembo.com)


POLEWALI, MASALEMBO.COM – Seorang bocah warga Lingkungan Ujung Baru Polewali tewas tenggelam saat mandi di laut, Selasa (15/6/2021). Saat mandi hujan dan angin kencang berhembus. Bocah tersebut terbawa ombak lalu tenggelam di pantai Ujung Kelurahan Unung Baru, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.

Personel Polairud Polres Polman bersama Polsek Polewali yang bergerak mendatangi lokasi kejadian korban tenggelam melaporkan kejadian tersebut.

Kasat Polirud Polres Polman AKP Ramli mengatakan, korban berinisial R dan sejumlah rekan menuju ke Pantai Ujung Kelurahan Unung Baru untuk mandi saat hujan dan angin kencang. Tidak lama kemudian dilakukan pencarian korban oleh personel Satuan Polairud Polres Polman dibantu warga sekitar.

"Dia (korban) ditemukan tepatnya seikatar 50 meter dari bibir pantai oleh warga dalam keadaan meninggal dunia," kata AKP Ramli.

Korban kemudian dibawa ke rumah duka. Menurut keterangan saksi dan juga orang tua, korban R tidak berenang. Ia justru nekat mandi di laut saat hujan deras dan angin kencang. (Hr/Red)

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Muntar Merugi 600 Juta

On Rabu, Juni 16, 2021


Lokasi ruko kebakaran milik Muntar di Dusun Panrannuangku, Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah. (Samsul Bahri/masalembo.com)


MATENG, MASALEMBO.COM - Sijago merah kembali beraksi. Kali ini melalap sebuah rumah toko (ruko) semi permanen berlantai dua milik Muntar yang berada di Dusun Panrannuangku, Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah. Peristiwa sekitar pukul 02.00 dini hari, Selasa (15/6/2021).

Diduga kebakaran terjadi diakibatkan korsleting listrik yang berada di lantai dua ruko. Terpantau isi ruko tersebut hangus dan hanya menyisakan puing-puing sisa kebakaran.

Kapolsek Tobadak, IPDA Mulham, SE, mengatakan bahwa, sekitar pukul 02.30 Wita pihaknya menerima informasi tentang adanya kebakaran. "Saat kami terima informasinya dari masyarakat tentang adanya kebakaran di Desa Mahahe, kami bersama anggota langsung ke TKP," kata IPDA Mulham.

Sampai di TKP, lanjut IPDA Mulham, mereka melihat api sudah menjalar keseluruh bangunan. Selanjutnya bersama-sama dengan pemadam kebakaran dan masyarakat memadamkan api.

"Sesuai keterangan dari pemilik ruko, korban jiwa dalam insiden tersebut tidak ada, namun kerugian material mencapai sekitar Rp600 juta," terang IPDA Mulham.

Ia katakan, saat ini, kebakaran diduga karena korsleting listrik, namun masih dalam proses penyelidikan penyebab utama terjadinya kejadian tersebut. (Sam/Red)

Andi Ruskati Konsinyering dengan BPOM

On Selasa, Juni 15, 2021


Anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal

JAKARTA, MASALEMBO.COM - Anggota DPR RI Komisi IX Andi Ruskati Ali Baal melakukan konsinyering (pertemuan) dengan Kemenkes dan BPOM.

Konsinyering tersebut dilakukan dalam rangka mengoordinasikan terkait pengawasan obat dan makanan sekaligus pengajuan anggaran sosilaisasi KIE BPOM.

Didepan Eselon I Kemenkes, Andi Ruskati menjelaskan bahwa perlunya dilakukan penambahan anggaran sebagai bentuk pengawasan obat dan makanan untuk kegiatan peningkatan sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE).

Tujuannya agar masyarakat bisa mengetahui atau paham tentang pengawasan obat dan makanan dan komsetik. 

Menurutnya, sosialisasinya bisa dilakukan mulai dari kota sampai desa.

Ruskati menilai BPOM memegang peran penting dalam regulasi pengawasan dan perlu penguatan dari Kemenkes. 

''Sebagai mitra Kemenkes, Komisi IX DPRI tentunya bisa membantu baik dari regulasi atau anggaran,'' ucap Puang Bau sapaan Andi Ruskati, Senin, 14 Juni 2021.

Dia mengatakan soal anggaran sosialisasi KIE BPOM perlunya ada penambahan anggaran untuk fungsi pengawasan Obat dan Makanan. (/red)

Ahmad Salsabil, Bocah 7 Tahun Si Penjual Jalangkote Keliling

On Selasa, Juni 15, 2021

Ahmad Salsabil (ist)


MATENG, MASALEMBO.COM - Ahmad Salsabil nama seorang bocah tujuh tahun ini. Ia rela keliling kampung menjajakan jalangkote untuk sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Diketahui bocah tersebut merupakan anak yatim piatu. Sekarang hidup bersama ibu Ma'mi, nenek angkatnya yang juga memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurut Ahmad, pekerjaan itu ia lakukan untuk penuhi kebutuhan sekolah dan kebutuhannya. "Kalau ada hasilnya saya kasih ke nenek untuk disimpan. Beli baju dengan tas sekolah," kata Ahmad saat ditemui, Selasa (15/6/2021).

Di kediamannya yang hampir tak layak huni, Ibu Ma'mi mengatakan bahwa dirinya tak pernah memaksa Ahmad menjual jalangkote keliling. "Kami tidak pernah memaksa dia (Ahmad). Itu kemauan dia sendiri," ungkapnya.

Ahmad Salsabil (ist)

Kata Ma'mi dulu dia memang penjual kue di pasar, namun karena kondisi kesehatan terganggu akhirnya hanya bisa menjual di rumah. Namun karena kurang laku, Ahmad berinisiatif menjajakannya secara berkeliling.

"Bagaimana nek kalau saya bawa keliling jualanta, sekalian bantu nenek cari uang untuk penuhi kebutuhan sekolah saya, kata Ibu Ma'mi meniru kata-kata Ahmad saat pertama kali ingin berjualan keliling."

Meskipun tak seberapa hasil yang diperoleh Ahmad dari menjual jalangkote keliling, sebagai orang yang mengasuh Ahmad dari kecil, Ibu Ma'mi merasa bangga atas sifat kemandirian cucunya di usianya yang masih belia. 

Bercita-cita Jadi Tentara

Ahmad Salsabil yang kesehariannya keliling kampung menjajakan jalangkote ternyata memiliki niat yang sangat mulia.

Di umur yang terhitung masih sangat belia, ia memiliki cita-cita untuk menjadi tentara. Cita-cita jadi anggota TNI agar dia kuat dan dapat membantu neneknya.

Dijumpai di jalan saat menjajakan jalangkote, warga lorong Mandar Dua, Dusun Balata Tomene, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo ini mengaku bahwa dirinya menjual jalangkote keliling untuk membantu neneknya.

"Hasilnya saya kasih ke nenek untuk biaya sekolah saya," kata Ahmad dengan sedikit gugup

Diketahui Ahmad Salsabil bocah umur 7 tahun dia seorang anak yatim piatu yang sebelumnya diasuh oleh almarhumah Ibu Lela. Setelah Ibu Lela meninggal Ahmad kini tinggal bersama Ma'mi (nenek angkat Ahmad) yang merupakan orang tua dari Ibu Lela. (Sam/Red)

Polres Majene Rilis 2 Kasus, Pencurian dan Pembunuhan

On Selasa, Juni 15, 2021

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji saat menggelar press relase di Mapolres Majene, Selasa, 15 Juni 2021 pagi tadi. [Ist/masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Kepolisian Resor Majene menggelar press release, Selasa (15/6/21) terkait beberapa kasus kriminal yang berhasil diungkap. Diantaranya pembunuhan dan pencurian. 

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji didampingi Kasat Reskrim AKP Jamaluddin dan Paur Humas pada kegiatan tersebut mengurut kronologi kejadian. Pertama adalah tindak pidana pembunuhan. Disebutkan, pembuhan ini berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/02/IV/2021/ Polda Sulbar/Res Majene/Sek Malunda/SPKT, tanggal 10 April lalu.

"Kejadian ini dilakukan oleh AH terhadap bapak kandungnya sendiri yaitu TJ dengan cara menikamnya pada bagian perut menggunakan badik," ujar Kapolres Banuaji. 

Persoalannya sendiri bisa dibilang sangat sepele dimana korban emosi karena tidak diberikan izin untuk menjual tanah, dan tanpa pikir panjang tersangka tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri.

Sementara, kasus selanjutnya yaitu pencurian dengan laporan Polisi Nomor: LP/76/VI/2021/SPKT/Res Majene. Kasus ini terjadi pada Selasa (8/6/2021) di Dusun Binanga Kecamatan Sendana.

Dijelaskan, peristiwa berawal dari terduga tersangka AD (34) menumpang mobil Avanza bersama teman perempuannya dari Majene tujuan Mamuju. Saat tiba di Dusun Binanga Kecamatan Sendana tersangka tiba-tiba meminta berhenti dengan alasan kebelet buang air. 

Sempat ditolak oleh korban (supir) dengan mengatakan "nanti ada masjid baru kita singgah buang air di toilet masjid". Namun karena tersangka mengatakan "jika tidak singga sekarang bisa-bisa saya buang air kecil di mobil," sehingga korbanpun menuruti permintaan pelaku. 

Saat korban lengah, tersangka melancarkan aksinya. Dia tiba-tiba mengambil kendali sehingga membuat penumpang lainnya yang masih berada di atas mobil panik dan loncat dari mobil. 

Terduga tersangka yang mengemudikan kendaraan curiannya dengan laju di atas batas maksimal mengarah ke Mamuju bahkan sempat menyerempet Mobil Avanza di daerah Pelattoang dan menabrak motor Polisi yang digunakan memalang jalan guna menghentikan pelarian tersangka. 

Pelarian tersangkapun terhenti saat ia menabrak sebuah pohon di Malunda. Saat diamankan, dalam tas tersangka ditemukan sebilah badik yang menurut pengakuannya ia bawah untuk berjaga-jaga di perjalanan. 

Atas perbuatannya tersebut, ia dijerat dengan pasal 362 KUH Pidana dan pasal 2 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Sedangkan untuk pasal Undang-undang darurat yang juga disangkakan hukuman setinggi-tingginya selama 10 tahun penjara. (Hr/Red)

Razia Preman, 14 Orang Ditangkap Tim Polda Sulbar

On Selasa, Juni 15, 2021

Tim Jatanras Polda Sulbar saat melakukan razia di pantai Manakarra Mamuju. [Ist/masalembo.com)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sebanyak 14 orang ditangkap Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Sulawesi Barat dalam razia premanisme yang dilakukan di enam kabupaten, Senin (14/06/2021).

Pihak kepolisian menyebut mereka yang ditangkap kerap melakukan aksinya. Mereka acap kali melakukan pungutan liar dengan memeras sopir truk, sopir bus dan angkutan umum dengan berbagai modus yang umumnya terjadi di terminal.

Direktur Kriminal Umum Polda Sulbar Kombes Pol I Nyoman Artana mengatakan, operasi tersebut adalah perintah langsung dari Kapolda Irjen Pol Eko Budi Sampurno yang ingin menindak lanjuti perintah Kapolri terkait pemberantasan aksi premanisme.

“Operasi dilakukan di tempat-tempat yang rawan terjadinya aksi pemerasan dan pungutan liat serta tempat yang memiliki potensi gangguan Kamtibmas," ujar I Nyoman.

Ia menegaskan akan terus melaksanakan operasi penindakan pelaku premanisme dan pungli tanpa pandang bulu, sebab sering meresahkan masyarakat.

Selain mengamankan 14 orang, Tim Jatanras Polda Sulbar juga turut mengamankan 9 orang yang melakukan pesta minuman keras. “Kami juga mengamankan sembilan orang yang sedang pesta miras. Menurut warga sekitar mereka sering melakukan keributan saat mabuk," terang Kombes I Nyoman. (Hr/Red)

Teguh Santosa Nilai Ada Pihak Lawan Ingin Hancurkan Indonesia Lewat Narkoba

On Selasa, Juni 15, 2021

Teguh Santosa [ist]


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Peredaran narkoba di tanah air merupakan bagian dari kejahatan terorganisir lintas negara atau transnational organized crime serta ekspresi dari peperangan tidak simetris atau asymmetric warfare yang dilancarkan pihak lawan untuk menghancurkan Indonesia.

Melihat maraknya penyelundupan narkoba ke tanah air sudah sepatutnya pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa-biasa saja.

Demikian disampaikan pemerhati hubungan internasional Teguh Santosa yang secara khusus mengomentari peredaran narkoba di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini.

Polri hari Senin kemarin (14/6) menggagalkan peredaran 1,1 ton narkoba setelah sebulan sebelumnya mengagalkan peredaran 2,5 ton narkoba. Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam tiga bulan terakhir pihaknya telah menggagalkan peredaran setidaknya 5 ton narkoba.

“Pada esensinya apa yang sedang kita hadapi ini adalah perang asimetris yang dilancarkan pihak lawan, entah siapapun mereka, untuk menghabisi generasi muda kita yang berarti mengikis masa depan Indonesia. Ini seperti opium war yang dilancarkan pihak Eropa untuk menaklukkan China di masa lalu. Sekarang kita yang mengalaminya. Ini adalah perang. Begitulan seharusnya kita melihat persoalan ini,” ujar Teguh Santosa dalam keterangan hari Selasa (15/6).

Menurut Teguh, sudah sepatutnya publik mengapresiasi kinerja Polri dan Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam memerangi peredaran narkoba di tanah air. Namun informasi yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai besaran kasus narkoba yang berhasil digagalkan dalam tiga bulan terakhir sesungguhnya adalah sebagai sinyal ketidakmampuan negara menghadapi peperangan asimetris ini.

“Yang lima ton dalam tiga bulan itu kan yang berhasil digagalkan. Coba bayangkan, berapa yang tidak berhasil kita gagalkan?” ujar mantan Ketua Bidang Luar Negeri Pemuda Muhammadiyah ini.

Karena itu, menurut Teguh, juga sudah sewajarnya pemerintah Indonesia membangun rantai komando yang lebih solid dan terukur.

“BNN dan Polri menangani persoalan narkoba setelah memasuki wilayah hukum Indonesia. Sementara fungsi intelijen yang bekerja untuk mencegah tsunami narkoba menghantam negara kita masih kurang terdengar,” kata Teguh lagi.

Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (Bakamla), juga Badan Intelijen Strategis (BAIS) Mabes TNI menurut Teguh juga perlu diberi porsi yang signifikan dalam memerangi peredaran narkoba.

“Khususnya Bakamla yang menjaga wilayah perairan kita. Hampir semua serangan yang kita alami, termasuk serangan dalam bentuk narkoba, terjadi di laut dan atau melalui laut. Tidak bisa tidak, Bakamla harus memiliki kapasitas yang memadai untuk memukul mereka sebelum menyentuh daratan kita,” masih katanya.

Dia berharap rantai komando yang solid untuk perang asimetris melawan narkoba ini dibangun dengan menyisihkan ego sektoral masing-masing lembaga.

“Banyak kisah sukses dan model yang dilakukan berbagai negara dalam membangun rantai komando khusus untuk memerangi narkoba. Kita bisa pelajari itu,” demikian Teguh Santosa. (*/Red)

Penanganan Korban Gempa, SPRM Nilai Pemkab Majene Tidak Serius

On Selasa, Juni 15, 2021

Audiensi SPRM dengan Pemda Majene, Senin, 14 Juni 2021 di kantor bupati Majene [ist/masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Hampir dua pekan setelah melakukan rapat audiensi pertama pada 3 Juni 2021, Solidaritas Perjuangan Rakyat Majene (SPRM) kembali melakukan audiensi kedua kalinya dengan Bupati Majene, Senin (14/6) siang kemarin. Audiensi yang digelar di Kantor Bupati tersebut juga dihadiri sejumlah kepala dinas terkait dalam penanganan bencana korban gempa di Kecamatan Malunda dan Ulumanda. 

Masalah pertama yang menjadi pertanyaan SPRM adalah ketidaksesuaian besaran nominal bantuan stimulan rumah rusak. "Terdapat ketidaksesuaian besaran nominal bantuan stimulan yang terdapat dalam plakat BNPB, data rekapitulasi Pemkab Majene, dan SK Bupati Majene. Ketiganya menunjukkan hasil yang berbeda.” ungkap Ian, selaku Korlap SPRM.

SPRM menilai bahwa terdapat kecacatan adminisrasi dalam hal penanganan bantuan korban gempa. Pemkab Majene dinilai tidak serius membantu masyarakat yang sampai detik ini masih ada yang tinggal di tenda pengungsian. 

“Pemkab Majene kami rasa tidak serius dalam penanganan korban gempa bumi, terbukti sampai saat ini tidak ada aksi nyata atau setidaknya upaya untuk memberikan bantuan tersebut. Padahal masyarakat juga masih ada di tenda pengungsian,” tambahnya. 

Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat tersebut juga menuntut agar bantuan yang menjadi hak masyarakat korban gempa segera disalurkan demi rasa kemanusiaan.  

“SPRM menawarkan opsi bahwa semestinya pemerintah memberikan pola pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan karakter daerah dan budaya, dengan mekanisme pelaksanaan ditetapkan melalui kordinasi BPBD,” tuntutnya agar Pemkab segera bergerak.

SPRM juga meminta penjelasan terkait besaran bantuan yang ditanggung oleh provinsi, dan apakah masyarakat boleh memilih antara bantuan provinsi atau bantuan stimulan dari pusat. Karena terdapat data masyarakat yang sudah tercantum dalam SK Bupati sekaligus tercatat sebagai penerima bantuan dari provinsi. 

“Banyaknya data ganda ini menunjukkan betapa buruknya koordinasi antara Pemprov Sulawesi Barat dengan Pemkab Majene dalam menangani korban gempa,” imbuh Ian.

Aliansi yang sebagian besar anggotanya juga merupakan korban gempa ini juga menyayangkan lambatnya Pemkab Majene dalam penanganan korban gempa.

“Tanpa adanya tuntutan kami pun seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk segera melakukan penanganan korban gempa," tegasnya.

Rencananya, akan ada audiensi lanjutan yang akan digelar pada Senin, 20 Juni 2021 mendatang.

“Jika masih belum ada kejelasan dalam audiensi nanti, maka SPRM bersama rakyat akan melakukan demonstrasi besar-besaran dan memblokade jalan nasional,” tutup Ian.

Bupati Majene Lukman Nurman yang dikonfirmasi terpisah membantah tudingan ketidaksriusan Pemda dalam penanganan korban gempa Majene. "Justru kita ini, selalu mau mengikuti maunya masyarakat," kata Lukman, Selasa (15/6) pagi.

Terkait ketidaksesuaian besaran nominal bantuan stimulan rumah rusak dalam plakat BNPB, data rekapitulasi Pemkab Majene, dan SK Bupati Majene. Lukman mengatakan data tersebut telah melalui proses yang panjang. Ia menjelaskan data yang dia SK-kan adalah data terupdate setelah sebelumnya telah diperiksa oleh Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) pusat kemudian diverifikasi di kabupaten. 

"Memang akan ada ketidaksesuaian, karena yang saya terima itu data yang disampaikan Badan Bencana Nasional (BNPB) pada tahap pertama. Nah sementara yang saya SK-kan adalah data yang sudah diperiksa APIP pusat. Jadi yang kita SK-kan itu hasil yang disampaikan APIP BNPB Pusat kemudian diverifikasi oleh tim verifikasi kabupaten," terang Lukman.

"Jadi data itulah, yang kita SK-kan yang terupdate per hari ini," ujar Lukman berharap masih revisi sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Sementara terkait data ganda sebagaimana tuntutan SPRM yang telah menemukan adanya warga sudah tercantum dalam SK Bupati sekaligus tercatat sebagai penerima bantuan dari Provinsi, bupati Lukman memastikan orang tersebut tidak akan menerima bantuan ganda. Ia menegaskan penerima bantuan dari provinsi tidak akan mendapat bantuan stimulus dari pusat.

"Ganda itu maksudnya begini, bagaimana kalau yang direlokasi itu mendapat bantuan dari provinsi sementara namanya ada dalam daftar. Itu tidak akan ganda karena dia tidak akan dikasih dana dari pusat karena sudah mendapatkan dari provinsi. Uangnya akan dikembalikkan, akan dikembalikkan ke pusat," tegas Lukman. (Hr/Red)

Air Mata Mengalir Saat Rachmawati Soekarnoputri Terima Kostum Persipura

On Senin, Juni 14, 2021

Rachmawati Soekarnoputri tampak menangis saat menerima kostum Persipura. [Ist/masalembo.com]


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Rachmawati Soekarnoputri tak dapat menahan haru. Air matanya mengalir saat menerima kostum Persipura dari Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano di Aula DR. Ir. Sukarno di Universitas Bung Karno (UBK), Jalan Kimia, Jakarta Pusat, Senin (14/6).

Kostum bercorak merah-hitam itu bernomor punggung 27 dengan nama “Rachmawati Soekarnoputri” di punggungnya.

Penyerahan kostum “Mutiara Hitam” menjadi penanda secara resmi putri Bung Karno itu menempati posisi Ketua Dewan Pembina Persipura.

Selain Walikota Benhur Tomi Mano yang juga merupakan Ketua Umum Persipura, pengukuhan Rachma sebagai Ketua Dewan Pembina Persipura dihadiri pengusaha Papua Rudy Maswi, Thaha Al Hamid, Pdt. Herman Awom, S.Th, Bonny Z. Minang, dan manajer Bento Madubun.

Kehadiran Rachma di Persipura bermula dari permintaan pengurus Persipura bulan April lalu.

Rachma bercerita, dirinya pun lantas teringat pesan yang disampaikan Bung Karno ketika meresmikan “Panitia Pembangunan Irian Barat” pada tanggal 24 September 1962 silam.

Pembangunan Irian Barat, ujar Bung Karno, hanya dapat dilakukan dengan mengakumulasi segala upaya dan tenaga, baik moral maupun materil. Irian Barat kini dikenal sebagai Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Rachma yang pada tahun 2017 mendapat gelar “Mama Papua” dari tokoh Papua di Jakarta merasa sangat gembira dan tersanjung atas permintaan itu.

“Sebetulnya sudah sejak lama saya mempunyai keinginan untuk bersama-sama dengan saudara-saudara saya dari Papua untuk mewujudkan Papua yang damai sejahtera dan bermartabat,” ujarnya.

“Oleh karena itu permintaan dari pengurus Persipura untuk menjadi Ketua Dewan Pembina seperti gayung bersambut. Dari lubuk hati yang paling dalam dan dengan sepenuh ketulusan hati, saya menerima permintaan tersebut,” kata pendiri UBK dan mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Dia berharap bersama pengurus yang lain, dirinya dapat menjaga, merawat dan menghibur Persipura.

“Selain itu kehadiran saya juga dapat lebih memberikan semangat dan energi baru kepada Persipura untuk dapat menjadi klub sepakbola yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Papua,” demikian Rachma.

Rakyat Papua Bangga

Sementara Benhur Tomi Mano dalam sambutannya mengatakan, orang-orang Papua merasa bangga atas kesediaan Rachmawati menjadi bagian dari klub yang seakan menjadi “agama kedua” bagi warga Papua.

“Ini adalah sejarah kita masyarakat Papua dan bangsa Indonesia. Putri sang proklamator dengan penuh cinta ingin menggendong dan membesarkan kita semua,” tambah Benhur.

Dalam Dewan Pembina Persipura Rachmawati didampingi empat Wakil Ketua Dewan Pembina, yakni Pdt. Hiskia Rollo, S.Th, Thaha Al Hamid, Pdt. Herman Awom, S.Th, dan Bony Z. Minang.

Adapun Anggota Dewan Pembina terdiri dari M.R. Kambu, Rudy Maswi, Bigman L. Tobing,
Claus Wamafma, dan Teguh Santosa.

Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano didampingi Sekretaris Rocky Bebena, Wakil Sekertaris Raymond Mandibondibo, dan Bendahara Sinyo Noriwari.

Persipura adalah salah satu kesebelasan elit di Indonesia. Sang “Mutiara Hitam” menjuarai Liga Indonesia sebanyak empat kali, yakni di tahun 2005, 2009, 2011, dan 2013. Serta menjadi Runner-Up Liga Indonesia di tahun 1980, 2010, 2012, dan 2014.

Di tahun 2011, Persipura mencapai babak perempat final AFC Cup, dan di tahun 2014 mencapai babak semifinal kompetisi klub sepakbola Asia itu. (*/Red)