Pemprov Sulbar Vicon dengan Mendagri: Penanganan Covid-19 Perlu Kerjasama Pusat dan Daerah

On Wednesday, April 08, 2020

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris melakukan rapat bersama Bapak Mendagri di Ruang Oval Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 7 April 2020. (Foto: Kominfo Sulbar)


MAMUJU, MASALEMBO.COM-  Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian menggelar rapat terkait kebutuhan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pangan dalam rangka pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19, Selasa (7/4/2020). Rapat digelar dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo, Sekjen Kementerian KKP Antam Novambar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia, Ketua Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, Ketua Apindo Pusat Haryadi B. Sukamdani, Ketua HPMI Pusat Mardani H. Maming, dan Sekretaris Daerah Provinsi dan Bupati/Walikota se-Indonesia.

Rapat ini, digelar melalui Video Conference (VC). Untuk Pemprov Sulbar, rapat diikuti Sekprov Muhammad Idris, didampingi sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar di ruang Oval Kantor Gubernur.

Melalui VC, Mendagri RI Tito Karnavian mengatakan, dalam penanganan Covid-19 perlu langkah mobilisasi nasional yaitu kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. 
"Pemerintah pusat tentu tidak bisa bekerja sendiri, apalagi dengan sistem  otonomi daerah saat ini, dimana kewenangan kepala daerah cukup besar, sehingga dibutuhkan mobilisasi nasional dalam penanganan Covid-19 ini," kata Tito.

Untuk itu, Tito berharap, kepala daerah mengambil peran untuk menjaga wilayahnya masing-masing, dengan mencukupi kesediaan sarana dan prasarana kesehatan, memperkuat sistem kesehatan, mengantisipasi bila terjadi lonjakan dan membendung penyebaran Covid-19, dan yang terpenting adanya kesiapan pangan di daerah masing-masing.

Mendampingi Sekprov Sulbar antara lain, Kepala Disperindagkop, Amir Maricar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Maddareski, Kepala Dinas Pertanian, Muhtar, Kepala Dinas Perkebunan, Abd. Waris. (Foto: Kominfo Sulbar)

Tito mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19, Indonesia bahkan seluruh dunia  dalam posisi dilematis antara menjaga kesehatan publik atau menjaga stabilitas ekonomi. 
Menurut Tito, dalam menghadapi kondisi seperti itu upaya yang tepat dilakukan adalah memilih keduanya, yakni menjaga kesehatan publik dan stabilitas ekonomi.

"Kita dan seluruh dunia juga dalam posisi dilematis, menjaga kesehatan pubik atau menjaga stabilitas ekonomi. Kalau kita mengutamakan kesehatan pubik, maka mungkin ekonomi akan dikorbankan, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, strategi utamanya adalah kita berusaha mengutamakan  menjaga kesehatan pubik, namun juga menjaga agar ekonomi tidak jatuh terlalu dalam, sehingga masih memiliki daya tahan ekonomi untuk berperang melawan Covid-19 ini," pungkas Tito.

Ia menambahkan, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, yakni pertama membendung penyebaran Covid-19 dengan melakukan bergagai upaya, seperti menjaga jarak (Physical Distancing), menghindari kerumunan (Social Distancing), wajib menggunakan masker dan pembatasan-pembatasan wilayah. 

Kemudian, kedua, strategi memperkuat kekebalan tubuh warga negara. Ketiga memperkuat kapasitas sistem kesehatan di masing-masing daerah. Keempat menyediakan saran dan prasarana dalam memerangi Covid-19, seperti dalam hal kesehatan dan pangan.  Kelima memperkuat jaring pengamanan sosial, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Adventorial)

Percepat Penanganan Covid-19, Wabup Majene Vicon dengan Mendagri

On Wednesday, April 08, 2020

Lukman, S. Pd., M. Pd (Wakil Bupati Majene/Foto: Humas Setda Majene)


Majene, masalembo.com - Upaya percepatan penanganan invasi pandemi Covid-19 terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten. Rabu (08/04/2020), Wakil Bupati (Wabup) Majene Lukman menggelar Video Conference (Vicon) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Wabup Lukman menggelar Vicon dengan Mendagri diruang rapat Bupati didampingi Inspektur Inspektorat, Bappeda, Kepala BKAD, Kepala BPBD, Kadis. Kesehatan, Direktur RSUD, Kabag. Pengadaan Barang dan Jasa Setda Majene. 

Sejumlah pimpinan lembaga negara juga terlibat dalam Vicon, diantaranya Ketua KPK RI, Ketua BPK RI, Kepala BPKP RI, Kepala LKPP, serta bupati/wali kota se-Indonesia. 



Menteri Tito Karnavian bersama peserta Vicon membahas terkait langkah antisipasi dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran serta pengadaan barang dan jasa daerah dalam pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19.

Tito mengaku, ditengah pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia, krisis diberbagai sektor mulai dirasakan.

"Banyak sektor yang terpukul. Mulai sektor pariwisata sampai ke Mikro," ujar Tito. 

Akibat terpukulnya berbagai sektor, pemerintah terpaksa mengeluarkan sejumlah kebijakan fiskal dan melebarkan defisit Indonesia.

"Diusahakan bagaimana pengeluaran lebih kecil daripada pendapatan. Jangan sampai defisit makin menjadi," pungkas Tito. 




Lanjut, Tito mengungkapkan, Untuk daerah, sumbangan PAD hanya 15 %, sisanya mengandalkan dari transfer pusat.

"APBD juga akan mengalami tekanan akibat kurangnya kucuran dana dari pusat," tambahnya

Untuk itu, Tito Karnavian memberi kewenangan kepada Pemda melalukan relokasi dan refokus anggaran untuk kesehatan publik (Gugus Tugas, Mitigasi dll), peningktan kapasitas perawatan RS, sarana medis, obat-obatan dan sebagainya. (Har/red)

Bupati Pasangkayu Jamin Biaya Hidup Mahasiswa Tak Pulang Kampung

On Tuesday, April 07, 2020

Bupati Pasangkayu didampingi Sekda Firman dan Pejabat Pemkab Pasangkayu lainnya saat mengikuti Video Conference dengan Gubernur Ali Baal Masdar, Senin, 6 April 2020. (Edison S/Masalembo.com)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Bupati Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat menjamin pemenuhan kebutuhan hidup bagi mahasiswa yang tak pulang kampung. Biaya hidup akan diberikan agar mahasiswa asal Kabupaten Pasangkayu tak pulkam di tengah mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Saya berharap agar mahasiswa yang masih di luar daerah agar tidak pulang ke Pasangkayu. Pemerintah Kabupaten siap membiayai hidupnya selama di luar daerah," kata Bupati Agus Ambo Djiwa saat menggelar Video Conference dengan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Senin (6/4/2020).

Agus mengatakan, kebanyakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Pasangkayu saat ini adalah mahasiswa yang pulang kampung. Seiring makin mewabahnya pandemi Covid-19 bupati meminta agar mahasiswa asal Pasangkayu tak lagi pulang ke daerahnya.

"Berdasarkan perkembangan hari ini ada 186 ODP. Sudah selesai pemantauan 73 orang, sementara 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Regional Mamuju dan masih dalam pengawasan," kata Agus.

Di kesempatan tersebut, Agus Ambo Djiwa melaporkan perkembangan dan langkah kongkrit Pemkab dalam menangani wabah Covid-19, serta perkembangan situasi terkini soal pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Bupati dua periode ini juga menjelaskan, kebanyakan ODP adalah mahasiswa yang kuliah di luar kota. Sehingga, dirinya berharap agar mahasiswa di luar kota tidak pulang ke Pasangkayu namun mengisolasi diri di tempatnya masing-masing.

Agus Ambo Djiwa juga mengatakan, saat ini Pemkab Pasangkayu berupaya mencari dana untuk bantuan sembako yang peruntukannya kepada 36 ribu jiwa. Kalkulasi biaya sembako untuk warga kabupaten paling utara Sulbar itu mencapai Rp1,8 milyar per bulannya.

"Bantuan sembako ini sementara masih dicari sumber-sumber dananya. Kami akan berupaya untuk mencari sumber dana sebagai antisipasi bila wabah ini berlarut-larut hingga enam bulan kedepan," jelasnya.

Agus juga menjelaskan tentang penanganan tim medis, dimana telah disiapkan anggaran sebesar Rp10,3 miliar. "Anggaran ini, sudah tersedia dan semoga di Sulbar ini kita bisa atasi penyebaran Covid-19," pungkas bupati yang Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar itu. (*)


Penulis: Edison S
Editor: Harmegi Amin

1 Orang Hilang Dalam Kecelakaan Kapal di Mateng

On Tuesday, April 07, 2020



MATENG, MASALEMBO.COM - Basarnas Mamuju melakukan pencarian kecelakaan kapal di perairan Budong-budong, Kecamatan Budong-budong, Desa Babana, Kabupaten Mamuju Tengah, (Mateng), Sulawesi Barat. Selasa (7/4/2020).

Korban yang dinyatakan hilang yakni Kastimin alias Lakis (49), warga Kabupaten Mateng.

Menurut Kepala Basarnas Mamuju Djunaidi, sebelum dinyatakan hilang, Minggu 5 April 2020, pukul 20.00 Wita, korban hendak pergi ke kebun kelapanya yang berada di seberang pantai dengan menggunakan perahu sampan. Namun hingga kini korban tak jua kembali pulang dan dinyatakan hilang.

Djunaidi mengatakan, pihaknya menerima informasi kecelakaan kapal dari keluarga korban bernama ibu Fia.

"Laporan ini baru kita terima hari ini," kata Djunaidi, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, tim Basarnas telah bergerak ke lokasi kejadian dengan alat utama (alut) yang digunakan mobil Rescue Truck Personil, satu unit Rubber Boat, alat komunikasi dan peralatan pendukung lainnya. (dir/red)

Sosialisasi Covid-19, Satgas TMMD Disambut Hangat Warga Sekitar

On Tuesday, April 07, 2020

Prada Bejai sosialisasi pencegahan Covid-19 di Pasangkayu. (Edison S)m


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Upaya berbagai institusi pemerintah maupun swasta dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Sama halnya yang saat ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1427/Pasangkayu Provinsi Sulbar. 

Dalam mengantisipasi dan mensosialisasikan cara mencegah penyebaran Covid-19, Satgas TMMD mendatangi rumah-rumah warga di Dusun Mekar, Desa Tikke' Kecamatan Tikke' Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Salah satu personil Satgas TMMD Kodim 1427 Pasangkayu Prada Bejai mengatakan, dirinya mendatangi setiap rumah untuk berbagi informasi seputar Covid-19. Ia mengaku menyampaikan cara hidup sehat guna menghindari wabah virus Corona. Kata Bejai, ia kerap bersosialisasi, dan disambut hangat oleh warga setempat.

"Saya sangat bersyukur masyarakat sangat mengapresiasi apa yang telah kami lakukan. Semuanya bisa menerima dengan mudah serta menyambut kami secara kekeluargaan," ucapnya.

Prada Bejai juga mengatakan, selama melakukan sosialisasi ia mengajak warga ikuti protap pemerintah serta pencegahan awal antisipasi Covid-19. Dia mengaku, disambut hangat bahkan kerap ditawari menyantap sajian makanan di atas meja.

"Seperti halnya di rumah Saudara Paulus, dimana usai melakukan sosialisasi, pemilik rumah langsung menawarkan menyantap makanan yang ada ala kadarnya," ujarnya. (Eds/red)

Tekonfirmasi, Satu Warga Sulbar Positif Covid-19 Kini Diisolasi Mandiri

On Monday, April 06, 2020

Ilustrasi (tirto.id)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Satu warga Provinsi Sulawesi Barat dinyatakan positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kini sedang diisolasi mandiri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Warga yang belum diketahui identitasnya itu dinyatakan positif terpapar Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Plamonia.

"Dia (warga Sulbar itu) sedang diisolasi mandiri di Makassar, tidak masuk dalam daftar pasien Rumah Sakit di Sulbar," kata juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulbar Safaruddin DM, Senin (6/4/2020).

Safaruddin DM (ist)

"Kami belum mengetahui identitas lengkapnya," ujar Safaruddin.

Safaruddin mengatakan, pasien yang diketahui ber-KTP Mamuju itu masuk ke RS Plamonia tanpa mengambil rujukan di salah satu RS di Sulbar. Karena dia KTP beralamat di Sulbar maka Tim Gugus Tugas Covid-19 pusat memasukkan pasien itu ke dalam daftar Provinsi Sulawesi Barat.

"Jadi dia melapor langsung ke Makassar, kenapa masuk di Sulbar kerena KTP-nya di Mamuju," ucap Kadis Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar ini mengaku telah mengkonfirmasi informasi tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Safaruddin mengatakan, saat ini Tim Gugus Tugas Sulbar terus berupaya mendapat data lengkap warga Mamuju itu. Namun hingga saat ini pihak Laboratorium di RS Plamonia Makassar belum mengirimkan data pasien positif Covid-19 itu.

"Kita sedang berusaha mengambil datanya. Kalau sudah kita dapat maka kita akan menelusuri siapa keluarganya di Mamuju. Sudah berapa lama meninggalkan Mamuju ke Makasaar. Siapa-siapa yang pernah kontak langsung dengan dia," ujar Safaruddin melalui aplikasi Zoom, Senin sore.

Dengan adanya warga Mamuju yang dilaporkan terpapar Covid-19 maka kini Sulawesi Barat mencatat dua pasien positif. Sebelumnya seorang warga Majene dinyatakan positif terjangkit virus Corona sepulang dari Bogor, Jawa Barat. Pasien berinisial J itu kini dirawat di ruang isolasi RS Regional Mamuju Sulawesi Barat. (*)


Laporan: Tim Masalembo.com
Editor: Harmegi Amin


Data Kemenkes RI: Dua Warga Sulbar Positif Corona

On Monday, April 06, 2020


Ilustrasi

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Dua warga Sulawesi Barat dinyatakan positif Corona (Covid-19). 

Data tersebut langsung dikeluarkan oleh Kemenkes RI. Namun data itu masih dalam pendalaman tim gugus penanganan covid-19 Sulbar. 

Kepala Dinas Kesehatan Sulbar dr Muhammad Alief membenarkan adanya data pusat yang mencatat dua warga Sulbar positif Corona.

"Sampai saat ini Dinkes masih menelusuri identitas pasien yang positif itu," jelas Alief, Senin (6/4/2020).

Alief mengatakan, dari informasi yang diterimanya, pasien tersebut dalam perawatan di Makassar dan KTPnya wilayah Sulbar. 

"Pusat mendata dua positif di Sulbar sesuai dengan identitas KTP pasien, walaupun dirawat di Makassar," ucap Alief. 

Sementara Direktur RS Regional Sulbar dr. Indahwati membantah adanya tambahan pasien positif yang dirawat di RS Regional.

"Mungkin dirawat di RS lain, hanya alamatnya di Sulbar," katanya.

Indahwati menegaskan, pasien yang dirawat di RS Sulbar ada 4 PDP dan itu hasilnya setelah uji swab negatif termasuk salah satu pasien positif juga negatif.

Pasien tersebut, tambah Indahwati akan di uji lagi swabnya, bila tetap negatif pasien akan dipulangkan.

"Kita akan uji sekali lagi, bila tetap negatif, pasien akan kita pulangkan disamping kondisi pasien sudah membaik," jelasnya.

Terpisah, juru bicara tim gugus penanganan covid-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi menjelaskan, tim gugus masih mencari tahu keberadaan pasien yang dinyatan positif itu.

"Kami masih mencari tahu keberadaan serta status pasien," kata Safaruddin.

Safaruddin membeberkan, pihaknya tidak pernah merujuk pasien ke RS di Makassar. "Ini yang masih dicari tahu," ujarnya.

Menurut Safaruddin, dari informasi diterimanya, pasien tersebut dirawat di RS Pelamonia Makassar. "Ini yang sementara kita koordinasikan dengan RS Pelamonia," tambahnya. (dir/red)