Api Nyaris Hanguskan Sebuah Warung Makan Saat Bupati Fahmi Melintas

On Minggu, Oktober 13, 2019

Berpakian Pramuka, bupati Fahmi Massiara berada di lokasi kebakaran di Deteng Deteng, Somba. (Istimewa/masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Bupati Majene Fahmi Massiara mendadak turun dari mobil saat melintas di lingkungan Deteng Deteng, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Minggu (13/10/2019). Ternyata di lokasi tersebut terjadi kebakaran di sebuah rumah makan.

Kepala Sub Bagian Protokoler Humas Setda Majene Sufyan Ilbas mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 14.30 Wita. 

"Ada kebakaran di warung makan Srikandi bupati dengan sigap langsung turun dari mobil," kata Sufyan, turut serta dalam rombongan bupati.

Sufyan mengatakan, saat itu mobil bupati Majene tengah melaju ke lokasi acara pramuka di Somba, Kecamatan Sendana. Namun karena melihat ada kebakaran orang nomor satu di Majene itu turun dari kendaraan dinasnya dan mendekati lokasi kebakaran.

"Pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan berhasil memadamkan api," terang Sufyan.

Informasi yang dihimpun, warung makan tersebut sementara dalam keadaan tak beroperasi dan ditinggal pemiliknya. Petugas dan warga setempat juga belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.

Peristiwa ini, sempat membuat macet kendaraan karena cuma satu ruas jalan yang bisa digunakan saat peristiwa berlangsung. Polisi dari Satuan Lalulintas cepat tiba di lokasi dan mengatur kendaraan hingga kemacetan tak berlangsung lama.

Saat berada di lokasi, bupati Fahmi Massiara sempat berbincang dengan petugas Pemadam Kebakaran. Bupati menanyakan penyebab kebakaran tersebut namun hingga berita ini dirilis belum diketahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Beruntung, kobaran apa dapat segera diatasi.

Bupati Majene sebelum meninggalkan lokasi, meminta Pemadam Kebakaran menyelidiki penyebab kebakaran. Ia juga berpesan agar petugas Damkar Majene tetap semangat dan selalu sigap dalam melayani warga yang terkena musibah kebakaran seperti ini. (har/red)

Resmi Dilantik, Berikut Nama-nama Pejabat Kejati Sulbar

On Sabtu, Oktober 12, 2019

Pelantikan pejabat Kejati Sulbar (ist/masalembo.com)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar Darmawel Azwar, SH., MH resmi dilantik oleh Jaksa Agung HM Prasetyo, Jum’at (11/10/2019). Pelantikan berlangsung di aula Prof Dr Baharuddin Lopa Kejaksaan Agung RI di Jakarta.

Penetapan Darmawel sebagai Kajati Sulbar tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor Kep-279/A/JA/09/2019 tertanggal 26 September 2019 bersamaan dengan promosi dan mutasi 34 pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan.

“Betul yang bersangkutan dipromosi sebagai Kajati Sulbar. Ini berdasarkan Keputusan Jaksa Agung,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, SH mengutip pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri, Sabtu (12/10/2019).

Sementara, Wakil Jaksa Agung, Arminsyah mengatakan, pembentukan Kejati baru atau Kejari baru di setiap ibukota provinsi atau kabupaten/kota memang bisa dilakukan dengan merujuk Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. "Jadi pembentukan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat sudah ada keputusannya dari Presiden Joko Widodo yakni Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tanggal 25 Januari 2019," terangnya.

Berdasarkan Keppres tentang pembentukan Kejati Sulawesi Barat, kedudukan Kejati berada di Mamuju sebagai Ibukota dari Provinsi Sulbar.

“Kalau untuk Kejati Sulbar kan sudah lama dibentuk dan sudah ada Keppresnya, tinggal dilantik Kajatinya,” katanya.

Dia menambahkan, hingga kini untuk Kejati baru lainnya tinggal dua lagi yang belum dibentuk yaitu Kejati Kalimantan Utara dan Kejati Papua Barat. "Tapi sudah diajukan. Jadi tidak masalah dan itu pengembangan wilayah,” kuncinya.

Berikut nama pejabat di Kejati Sulawesi Barat.

1. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar: Darmawel Aswar
2. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar: Yulianto
3. Asisten Datun: Nelson Butar
4. Asintel: Irvan Paham PD Samosir
5. Aspidum: Aswad Zamroddin Hakim
6. Asbin: Edi Dikdaya
7. Asisten Pidana Khusus: Feri Mupahir

Informasi yang dihimpun, Pemprov Sulbar telah menyiapkan dua arternatif gedung yang akan dijadikan kantor bagi Kejati Sulbar nantinya. Yakni pertama bekas RSUD Regional Provinsi Sulbar dan rusun yang terletak di jalan Martadinata Kelurahan Simboro, Mamuju.

Kedua tempat itu juga sebelumnya telah dikunjungi oleh Kejati Sulselbar beberapa bulan yang lalu. (awl/har)

Temu Bisnis Calon Investor: Wujudkan Transmigrasi Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

On Sabtu, Oktober 12, 2019

Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, Kadis Transmigrasi Herdin Ismail (putih) dan Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Heryanto. (Foto: Kominfo Sulbar)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar Muhammad Idris menghadiri acara Temu Bisnis Calon Investor di Kawasan Transmigrasi di Hotel Grand Maleo, Jumat (11/10/2019).

Di acara itu, dia mengatakan yakin dengan konsep sharing kita bisa saling memberi informasi mengenai peluang peluang bisnis masa depan.

Mantan Deputi Bidang Diklat LAN RI tersebut juga mengatakan, Provinsi Sulawesi Barat berkontribusi besar terhadap kemajuan negara Indonesia dengan hadirnya transmigrasi. Program transmigrasi ini dinilai berdampak baik terhadap kemajuan Indonesia dengan munculnya kawasan-kawasan transmigran baru sebagai sumber penguatan ekonomi daerah yang menopang ekonomi nasional. Seperti, sejumlah kawasan di enam kabupaten di Sulbar.

Selain itu, Idris menilai, adanya kolaborasi dengan pemerintah bahkan pihak swasta mengembangkan produk unggulan di kawasan transmigrasi. "Jadi berbicara transmigrasi, bukan lagi soal perpindahan warga negara dari daerah satu ke daerah lain akan tetapi, saat ini transmigrasi berbicara mengenai produktivitasnya. Saya mendapat kesan yang positif dari perkembangan transmigrasi di Sulbar ini, itu menandakan kebahagiaan dari warga transmigrasi yang ada di Sulbar setiap saya mengunjungi mereka, karena saat ini kebahagiaan tidak bisa lagi dikalkulasikan dengan aspek ekonomi. Mari kita maknai pertemuan kita hari ini dengan pure mendiskusikan bisnis meeting ini dengan pluang-peluang yang ada," sebut alumi pasca sarjana Universitas Indonesia (UI) ini.


Sementara itu, Direktur Promosi dan Kemitraan Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Heryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya di Sulbar. Forum ini mempertemukan wilayah-wilayah atau kabupaten. Dalam hal ini kawasan transmigrasi yang memiliki potensi-potensi unggul akan tetapi belum tersentuh oleh mitra yang ada. "Hal ini mengingatkan kita betapa pentingnya action bahwa kita tidak akan bisa bekerja sendiri," ucap Heryanto.

"Sumberdaya alam dan sumberdaya manusia telah tersedia di kawasan transmigrasi, kita hanya tinggal melaksanakan apa yang harus kita perbuat sehingga para investor  akan melirik dan mengembangkan dengan skala ekonomi kawasan transmigrasi," lanjut Hery.

Dia mengatakan, kedepan sasaran program trasmigrasi hanyalah demi kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi dan sekitarnya. (den/red)


Malam Ini Kebakaran Hutan Pinus Kembali Terjadi di Mamasa

On Jumat, Oktober 11, 2019

Kobaran api membakar hutan pinus di Desa Lembana Salulo Mamasa (Frendy Cristian/masalembo.com)


MAMASA, MASALEMBO.COM - Kebakaran hutan pinus kembali terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (11/10/2019) malam. Kebakaran di kilometer 5 poros Mamasa, Desa Lembana Salulo, Kecamatan Mamasa ini menghanguskan sekitar 1 hektar hutan pinus. 

Puluhan aparat kepolisian yang diturunkan ke lokasi kesulitan menjangkau titik kebakaran. Kondisi medan sangat terjal dan berada di tebing serta harus melewati sungai meyulitkan aparat.

Berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polres Mamasa IPDA Drones Ma’dika yang ditemui di lokasi, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekira pukul 07:00 wita sore tadi. Diperkirakan 1 hektar areal hutan pinus milik warga hangus dilalap si jago merah.

Api baru bisa dipadamkan setalah pihak keamanan dibantu warga memaksa menjangkau lokasi kobaran api. Sekitar 2 jam lebih aparat kepolisian dan warga sekitar berjibaku hingga berhasil memadamkan api. 

Belum diketahui penyebab kebakaran. Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan termasuk menyelidiki sumber api yang membakar hutan pinus tersebut.

“Kami belum mengetahui penyebab kebakaran, masih sementara dilakuakan penyelidikan,” kata Drones.

Terkait seringnya kebakaran lahan pada musim kemarau khususnya di Kabupaten Mamasa, pihaknya kepolisian menghimbau masyarakat yang hendak membuka lahan perkebunan agar tidak dengan pembakaran. “Kami meminta masyarakat bilamana menemukan titik api di lokasi lahan milik pribadi atau orang lain agar segera melaporkan kepada pemerintah setempat maupun istansi terkait baik kepolisian atau TNI agar segera dilakukan pemadaman secara bersama-sama,” pinta IPDA Drones. (Fre/har)

Ketua Adat Kaili Inde: Kehadiran PT AAL Merubah Taraf Hidup Warga

On Jumat, Oktober 11, 2019

Ketua adat Kaili Inde, Ponggo. (Foto: Edison S/masalembo.com)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk adalah perusahaan bonafit yang memiliki banyak anak cabang. Perusahaan ini bergerak di beberapa bidang. Salah satunya di sektor perkebunan kelapa sawit. Tak tanggung, enam anak cabangnya beroperasi di Provinsi Sulawesi Barat.

Keenam anak cabangnya, adalah PT Surya Lestari 2 (SRL 2) Kabupaten Mamuju Tengah, PT SRL 1, PT Mamuang, PT Letawa, PT Pasangkayu serta pabrik minyak PT Tanjung Sarana Lestari (TSL) di Kabupaten Pasangkayu. Satu lagi, berada di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu PT Lestari Tani Teladan (LTT) di Kabupaten Donggala. Perusahaan ini, tergabung dalam Area Celebes 1 (C1).

Kehadiran PT AAL di tengah-tengah masyarakat, tentu berpengaruh tetutama besar terutama dalam pertumbuhan ekonomi. Bahkan, Ketua Adat Suku Kaili Inde' Om Panggo mengaku, kehadiran PT AAL mampu merubah taraf hidup masyarakat. Menurutnya, hal ini dapat dilihat dengan beebagai bantuan dan pembukaan jalan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

"Sebelum PT Astra hadir, kami masyarakat di sini sangat sulit saat ingin bepergian dikarenakan belum adanya akses jalan. Namun saat ini kami sangat bersyukur, dengan hadirnya PT AAL akses jalan sudah terbuka dan beberapa bantuan telah kami nikmati dan kami rasakan manfaatnya," ungkap Om Panggo, Jumat (11/10/2019).

Panggo juga menjelaskan, jauh sebelumnya PT AAL telah memberikan bantuan bibit sawit ke masyarakat agar dapat turut bertani dan memetik hasilnya kedepan. Hal tersebut diakui sudah dapat dirasakan sendiri.

Panggo menambahkan bahwa, saat kehadiran PT AAL mampu mengangkat taraf hidup masyarakat. Beberapa indikator, masyarakat mampu sudah mulai mandiri dan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

"Dahulu kami sangat susah membeli barang dan makanan sehari-hari, hanya bergantung pada ubi jalar. Namun dengan hadirnya PT AAL kami sudah bisa membeli beras dan sudah banyak yang dapat membeli motor bahkan mobil," jelasnya.

Panggo mengaku bersyukur PT AAL hadir di masyarakat adatnya dan membawa secercah harapan peningkatan taraf hidup warga.

"Semua ini dapat dirasakan karena kehadiran PT AAL di sekitar kami. PT AAL juga membantu kami menyekolahkan anak-anak melalui program beasiswa pendidikan hingga ke jenjang SMA bahkan ada pula hingga ke perguruan tinggi," tutupnya.  (edi/red)

Pemkab Pasangkayu Harap Timpora Tingkatkan Sinergitas dengan Stakeholder

On Jumat, Oktober 11, 2019

Sekkab Pasangkayu Firman dan Kepala Divisi Kanwil Kemenkumham Sulbar Wishnu Daru Fajar saat peresmian Tim Pora Kecamatan Se-Pasangkayu (Edison S/masalembo.com)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Pasangkayu meresmikan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) tingkat Kecamatan se-Kabupaten Pasangkayu, yang dibentuk oleh Kantor Imigrasi Kelasa II Mamuju, Kamis 10 Oktober.

Mewakili Bupati Agus Ambo Djowa, Sekkab Firman mengaku mengapresiasi pembentukan Tim Pora tingkat Kecamatan ini. Dengan demikian pengawasan terhadap keluar masuknya orang asing di Pasangkayu bisa dilakukan dengan baik.

Memaksimalkan kerja-kerja sambung dia, Tim Pora diharapkan meningkatkan sinergitas dengan berbagai instansi pemerintah (stakeholder). Sehingga masing-masing instansi tersebut aktif ambil bagian dalam pengawasan orang asing.

“Tim Pora diharapkan tidak hanya sebatas sarana kegiatan formil seperti rapat-rapat, tapi bisa sebagai sarana bagi seluruh pihak yang terlibat untuk duduk bersama memecahkan semua masalah terkait keberadaan orang asing yang ada di Pasangkayu,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini terjadi peningkatan jumlah kunjungan warga negara asing di Indonesia. Salah satunya berasal dari sektor pariwisata. Namun pada prakteknya banyak warga negara asing menyalahgunakan kebebasan visa kunjungan tersebut. Melihat kemungkinan munculnya potensi ancaman terhadap kedaulatan negara dari penerapan Bebas Visa Kunjungan dan dalam rangka memaksimalkan fungsi pengawasan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Mamuju Mulyadi menyampaikan, saat ini terjadi peningkatan jumlah kunjungan warga negara asing di Indonesia. Salah satunya berasal dari sektor pariwisata. Namun pada prakteknya banyak warga negara asing menyalahgunakan kebebasan visa kunjungan tersebut. 

Sehingga, melihat kemungkinan munculnya potensi ancaman terhadap kedaulatan negara dari penerapan bebas visa kunjungan dan dalam rangka memaksimalkan fungsi pengawasan keimigrasian tersebut, maka dibentuklah Timpora hingga ke tingkat Kecamatan.

Disebutkan, keangotaan Tim Pora melibatkan instansi pemerintah terkait, yaitu Kementerian Hukum dan HAM R.I, POLRI, TNI, , BIN, BAIS, Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Daerah serta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat kecamatan.

“Dengan dibentuknya Timpora hingga tingkat kecamatan ini kami berharap
agar meningkatkan sinergitas diantara berbagai instansi pemerintah yang terkait dengan permasalahan orang asing dalam hal pengawasan orang asing tersebut,” harapnya.

Turut hadir dalam peresmian Timpora ini yakni Kepala Divisi Kanwil Kemenkumham Sulbar Wishnu Daru Fajar. (edi/har)

Ketua MUI Mamasa Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Menko Polhukam

On Jumat, Oktober 11, 2019

Ketua MUI Mamasa H. Ramli (Foto: Frendy Cristian/maslaembo.com)


MAMASA, MASALEMBO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamasa mengecam keras usaha penyerangan terhadap Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamananan (Menko Polhukam) Wiranto, yang terjadi di alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019) kemarin. 

Menurut H. Ramli, Ketua MUI Kabupaten Mamasa, apa pun alasannya, tindakan kekerasan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto, tidak bisa ditololir. Ia menilai tindakan tersebut adalah tindakan terorisme yang tidak berprikemanusian.

"Kita sangat prihatin terhadap tindakan kekerasan yang menimpah Menko Pulhukam. Sebagai Ketua MUI Kabupaten Mamasa saya mengecam tindakan tersebut dan meminta aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut karena tindakan itu tidak mencerminkan prikemanusian,” ungkapnya,  Jumat (11/10/2019).

Baca juga: Jokowi Mohon Doa Rakyat Indonesia Wiranto Segera Pulih

Ia mengatakan tindakan kekerasan itu sama sekali tidak dibenarkan agama manapun termasuk agama Islam, sehingga pihaknya meminta agar pihak kepolisian mengungkap kasusnya dan pelakunya ditindak sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

“Mari kita serakan kasus ini kepihak kepolisian dan jangan lagi ada penafsiran-penafsiran lain atas kasus tersebut sesuai keinginan perorangan atau kelompok-kelompok tertentu. Intinya mari kita serahkan ke penegak hukum,” ucap H. Ramli.

Pihaknya berharap agar semua pihak tetap memlihara hubungan silaturahmi baik antar umat beragama maupun sesama warga negara untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dan tidak muda terprovokasi. (fre/har)