Ucapkan Terima Kasih, Jokowi: Pak Jusuf Kalla Pengalaman di Segela Bidang

On Sabtu, Oktober 19, 2019

Wapres JK menyerahkan buku ke Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Presiden Joko Widodo menggelar silaturahmi dengan wakil presiden Jusuf Kalla bersama jajaran kabinet kerja. Acara yang digelar menjelang berakhirnya masa jabatan periode pertama Jokowi diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Kepala Negara, dalam kesempatan itu, menyampaikan ucapan terima kasih kepada wapres Jusuf Kalla beserta seluruh jajaran atas kerja keras, dukungan, dan pemikiran yang telah dicurahkan dalam lima tahun ke belakang. Waktu lima tahun tersebut dirasakan olehnya bergulir sangat cepat.

“Lima tahun sudah kita bekerja dan betul-betul lima tahun adalah sebuah waktu yang sangat cepat sekali,” kata Jokowi.

“Mohon maaf, mungkin dalam lima tahun ini kita baru bertemu agak santai mungkin hari ini. Pas akhir-akhir ini baru kita bertemu kemudian ada yang nyanyi. Biasanya setiap kita bertemu isinya kalau enggak ratas, rapat, rapat paripurna,” sambungnya.

Sedikit mengenang aktivitas dalam lima tahun ke belakang, Presiden Jokowi mengingat momen di mana dirinya terpaksa harus mengganggu waktu istirahat sejumlah jajarannya. Tak jarang, para menterinya seperti Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, hingga Kapolri serta Panglima TNI dihubungi olehnya tengah malam.

“Saya juga mohon maaf, sering bapak dan ibu semuanya saya ganggu tengah malam. Saya kira saya enggak sekali dua kali telepon tengah malam ke Pak Tito, ke Panglima TNI, ke Kepala BIN, atau ke menteri. Bu Menteri Keuangan mungkin tengah malam pernah saya telepon, Bu Menteri Retno Marsudi tengah malam pernah saya telepon, Pak Basuki juga sama,” ujarnya.

"Saya kira ya itulah gangguan-gangguan yang sering saya harus lakukan karena negara ini memerlukan kerja kita semuanya,” imbuh presiden.

Baca juga: 30 Ribu Pasukan Diterjunkan Amankan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam acara tersebut berkesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya kepada presiden dan jajaran kabinet kerja. JK mengungkap, beberapa waktu belakangan, dirinya banyak ditanyakan mengenai momen menarik selama lima tahun membersamai presiden Jokowi.

“Apa yang paling menarik selama lima tahun bekerja dalam kabinet yang dipimpin Pak Presiden Jokowi? Saya selalu berpikir apa yang paling menarik, karena semuanya menarik,” tuturnya.

JK juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo beserta seluruh jajaran Kabinet Kerja yang telah memberikan bantuan dan dorongan selama lima tahun ke belakang. Seolah berpamitan, wakil presiden sekaligus menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada para menteri yang nantinya kembali berada di kabinet periode kedua.

“Bagi teman-teman yang ikut sama saya, artinya istirahat mulai hari Senin, kita lanjutkan dengan mendukung dan memberikan pandangan-pandangan kepada Bapak Presiden dan timnya yang akan datang. Kita akan mendukung itu semua,” lanjut Kalla.

Saat ditemui oleh para jurnalis selepas acara, Presiden Joko Widodo menyampaikan pandangannya soal figur Jusuf Kalla sebagai seorang wakil presiden. Menurutnya, JK merupakan figur berpengalaman dalam segala bidang yang membuatnya selalu dijadikan rekan bertukar pikiran terkait tugas-tugas pemerintahan.

“Pak Jusuf Kalla ini seorang yang memiliki pengalaman di segala bidang. Beliau pernah menjadi pengusaha, pernah menjadi Ketua Golkar di politik, pernah menjadi menteri, pernah menjadi menko, pernah menjadi wapres. Jadi, oleh sebab itu, sering kali entah pagi, subuh, siang, tengah malam kita selalu bertukar pikiran untuk memutuskan setiap hal yang sangat penting bagi negara ini,” ucapnya.

Acara silaturahmi tersebut berlangsung dengan suasana yang hangat dan santai. Sesekali diiringi dengan persembahan lagu di mana Elek Yo Band, grup musik yang terdiri atas sejumlah anggota Kabinet Kerja, juga sempat tampil dengan Sri Mulyani dan Basuki Hadimuljono berduet membawakan lagu My Way.

Para jajaran Kabinet Kerja juga berfoto bersama dengan Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Ibu Mufidah Jusuf Kalla di pelataran Istana Merdeka sebelum acara silaturahmi tersebut berlangsung. (*)

Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.


Pemda Pasangkayu Bentuk Kelembagaan Kampung Swadaya Pendidikan

On Sabtu, Oktober 19, 2019

Kegiatan pembentukan kampung swadaya pendidikan di Desa Lewata Kabupaten Pasangkayu (Edison S/masalembo.com)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Kampung Swadaya Pendidikan adalah salah satu program Bupati Kabupaten Pasangkayu Agus Ambo Djiwa. Sebagai langkah langkah awal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) daerah setempat membentuk kelembagaan kampung swadaya pendidikan itu. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Jumat (18/10/2019).

Program ini diklaim untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. 

Kepala Dispora Pasangkayu Ikhsan mengaku, memberikan apresiasinya kepada masyarakat Desa Letawa atas kerjasamanya dalam pelaksanaan kampung swadaya pendidikan tersebut. Menurutnya, Letawa dijadikan sebagai langkah awal pelaksanaan kegiatan dikarenakan desa ini telah terbukti sebagai desa pertama tuan rumah pelaksanaan kampung desa smart beberapa tahun lalu. 

"Program ini adalah program prioritas, maka saya meminta kepada stakeholder untuk bersama-sama mensukseskan program ini," ungkapnya.

Ikhsan juga menjelaskan, kegiatan ini dilakukan tidak lain untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat demi mewujudkan masyarakat cerdas dan mandiri.

Sementara itu, staff khusus bupati Pasangkayu yang membidangi Pendidikan, Sudirman Zuhdi dalam sambutannya mengatakan, sebagai program prioritas maka diharapkan keaktifan masyarakat dalam mensukseskan kampung swadaya pendidikan. 

"Hari ini kita sepakat untuk membangun komitmen bersama untuk bergabung dalam jaringan relawan. Kelembagaan ini nantinya akan menjadi koordinator yang akan bekerja di kampung swadaya pendidikan," ujarnya. (eds/har)

Maju Cakades Bambaira, Firmansyah Badjoki Berkomitmen Tak Main Proyek

On Sabtu, Oktober 19, 2019

Firmansyah Badjoki, S. Pt (ist)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Calon Kepala Desa (Cakades) Bambaira jebolan Universitas Tadulako Palu, Firmansyah Badjoki berkomitmen tidak akan main proyek jika dirinya diberi kepercayaan memimpin desa.

Tak mau bermain-main dengan pernyataannya, pemuda asli kelahiran Bambaira yang aktif berkecimpung dikenal sebgai pewarta lokal itu pun menantang Cakades Bambaira lainnya agar tak main proyek jika terpilih.

"Saya minta siapapun Kades Bambaira terpilih 2020-2026 tak hanya mementingkan kepentingan pribadi dengan memperkaya diri bersama keluarganya menggunakan dana desa. Olehnya Kades stop dulu main proyek, dan lebih fokus mengurus kepentingan kesejahteraan masyarakat Bambaira," ungkapnya, Kamis (17/10/2019).

Firmansyah juga menjelaskan bahwa salah satu misi utamanya jika kelak terpilih, dirinya akan melakukan pembangunan yang berkesinambungan dengan mengedepankan partisipasi dan gotong royong masyarakat.

Dia menambahkan, artinya program pembangunan desa Bambaira menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dari daerah dan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, senilai hampir Rp 2 miliar akan dibagi rata ke 6 dusun. Sehingga pemerataan pembangunan dapat terealisasi dengan baik.

"Saya tidak lakukan pembangunan fokus di tiga dusun Bambaira kota saja, tetapi pembangunan juga merata di dusun lainnya termasuk Baruga Baru, Taba, dan Todang Jaya," tegas pria yang juga menjabat wakil ketua KNPI Pasangkayu ini.

Menurutnya pula, masyarakat Bambaira mesti mendukungnya terpilih jadi Kades. Karena salah satu programnya ia sedang mencanangkan program pembentukan kelompok swadaya masyarakat (KSM) setiap dusun. Adapun tugas KSM itu adalah pelaku kegiatan proyek setiap dusun. Sehingga pencapaian pembangunan terealisasi dan di sisi lain lapangan pekerjaan pun ikut terbuka lebar.

"Artinya selama kepemimpinan, saya bertekad agar tak ada lagi pengangguran di Bambaira, dan tak ada lagi aparat desa yang memiliki kekayaan yang tak wajar. Ingat kita menjadi pemimpin itu sebagai pelayan dan bukan sebagai raja," tutupnya. (eds/red)

Diskusi HMI: Instabilitas Negara, Dampaknya Terhadap Perekonomian

On Sabtu, Oktober 19, 2019

Para narasumner berfoto dengan penyelenggara diskusi Bakornas LEMI PB HMI usai kegiatan. (Foto: Fauzaki Aulia)


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI) menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema 'Instabilitas Negara, Dampaknya Terhadap Perekenomian' di hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Jum'at (18/10/2019).

Dalam diskusi tersebut menghadirkan pemateri Bima Yudhistira sebagai Ekonom Indef, Prof. Hoga Saragih sebagai Akademisi dari Universitas Bakrie yang juga Alumni Lemhannas RI, Peni Rahmadani selaku Trainer Pasar Modal Indoprimer Sekuritas, dan Kombes Pol Umar Dani sebagai Direktur Bina Masyarakat Polda Metro Jaya yang mewakili Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Arven Marta selaku Direktur Eksekutif Bakornas LEMI PB HMI, dalam sambutannya mengatakan bahwa jika melihat akhir-akhir ini Indonesia mengalami kondisi instabil atau tidak stabil. "Ketidakstabilan negara ini dapat kita lihat dari beberapa kerusuhan yang terjadi. Nah, ternyata kerusuhan tersebut sangat berdampak kepada perekonomian. Contohnya saat kerusuhan pada tanggal 24 September yang lalu, indeks harga saham gabungan langsung anjlok," tambah Arven di hadapan  peserta.

Sementara itu, Bima Yudhistira mengatakan tantangan ekonomi kedepan sangat berat. "Tahun 2020 sampai 2021, perekonomian global mengalami resesi dan itu berdampak kepada ketidakpastian ekonomi. Dampak resesi ekonomi global pasti sampai ke Indonesia. Namun, bisa kita atasi selagi keamanan negara stabil, karen itu merupakan prasyaratnya," tambah Bima.

Perihal keamanan, Kombes Pol Umar Dani berujar bahwa kepolisian memerlukan kerjasama semua pihak untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. "Memang tugas keamanan itu dilimpahkan kepada kepolisian sebagai leading sector, tapi tanpa harus didukung oleh seluruh masyarakat, terutama mahasiswa," tuturnya.

Disisi lain, Hoga Saragih dalam presentasinya lebih banyak menyorot persolan perekenomian yang masih belum kuat di Indonesia. "Padahal cita-cita bangsa yang termaktub dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945 seharusnya menjadi pegangan bagi pemgang kebijakan. Namun, Indonesia tidak bisa mencapai cita-cita disebabkan pengaruh yang kuat dari dunia internasional. Dunia internasional tidak suka kalau Indonesia menjadi negara maju, karena merupakan ancaman bagi mereka," tambah Hoga.

Sedangkan, Peni Rahmadani dalam penyampaian materinya lebih banyak menyinggung persoalan pasar modal dapat dijadikan sebagai aktivitas perekonomian yang mampu mengangkat perekonomian. "Pasar modal merupakan salah satu opsi untuk meningkatkan perekonomian. Namun, dengan catatan kondisi keamanan stabil sehingga ada kepastian dalam sektor pasar modal tersebut," tutur Peni. (rls/har)

30 Ribu Pasukan Diterjunkan Amankan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

On Sabtu, Oktober 19, 2019

Tampak helikopter milik TNI saat menggelar simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden (foto: inilahonline.com)


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Sebanyak 30 ribu personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan untuk mengamankan pelantikan dan pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden RI, pada Minggu 20 Oktober 2019 mendatang. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, prajurit TNI melaksanakan simulasi pengamanan tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi meninjau secara langsung simulasi yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Sehari sebelumnya di tempat yang sama, panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memimpin apel gelar pasukan pengamanan pelantikan presiden Joko Widodo dan wakil presiden KH. Ma'ruf Amin. Pasukan yang ditugaskan dalam rangka mengamankan pelantikan presiden dan wapres terpilih hasil pilpres 17 April 2019, sebanyak 30 ribu.

"Pengamanan mulai dilaksanakan hari ini (Kamis, 17/10/2019), dimana pasukan yang terlibat sudah diinsert ke wilayah-wilayah sesuai tanggung jawabnya. Ring 1 dilaksanakan dan dibawa tanggung jawab Paspampres, ring 2 dibawa tanggung jawab TNI dan ring 3 dibawa tanggung jawab gabungan antara TNI, Polri dan unsur lainnya,” jelas panglima.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa obyek yang akan diamankan diantaranya presiden, wakil presiden dan keluarganya, tamu-tamu undangan baik luar negeri seperti kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus. Mulai saat kedatangan, di perjalanan sampai dengan tempat hotel maupun wisma hingga sampai ke gedung DPR/MPR RI.

Untuk pengamanan sarana prasarana dan tempat-tempat perekonomian, menjadi konsentrasi dengan parameter yang sudah ditentukan.

“Beberapa titik kritis yang harus diperkuat diantaranya adalah gedung DPR/MPR, istana presiden, bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, PLN, pertamina dan tempat-tempat lain yang dianggap perlu untuk diamankan termasuk glodok dan jembatan Tiga,” tutup panglima TNI. (inilahonline.com/red)


Akademisi Muda Ini Bakal Jadi Pesaing Petahana di Dipilkada Mateng

On Jumat, Oktober 18, 2019

Irfan menerima formulir sesaat setelah mendaftar di Sekretariat Penjaringan Balon Kada Mateng DPD PAN Mateng di Babana, Kamis (17/10/2019) 

MATENG, MASALEMBO.COM --- Politisi Partai Keadilan Sejaterah (PKS) Mamuju Tengah, Irfan, telah membulatkan tekadnya untuk ikut meramaikan bursa Pilkada Mateng 2020. 

Itu diketahui setelah politisi muda tersebut mendaftar di Sekretariat Penjaringan Balon Kepala Daerah (Kada) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Mamuju Tengah di Babana, Kamis (17/10/2019) sore. Kedatangan Irfan disambut Ketua Penjaringan Balon Kada DPD PAN Mateng Sukri.  

Irfan mendaftarkan dirinya sebagai Balon Wakil Bupati Mateng. Olehnya, Dosen Stikes Andini Persada Mamuju itu, akan terus berupaya melakukan lobi politik di Bumi Lalla Tassisara. Termasuk mendaftar pada Parpol yang membuka penjaringan balon kada. 

"Alhamdulillah ini kali ketiga melakukan pendaftaran. Sebelumnya kami daftar di PDIP, lalu Partai Nasdem dan hari ini di PAN," ungkapnya usai mengambil formulir.       

Ia berharap proses penjaringan ini bukan sekedar formalitas belaka. Irfan ingin PAN tetap konsisten sekaligus menjadi contoh bagi partai lain. Olehnya tahapan penjaringan hingga penerbitan rekomendasi DPP PAN, berjalan murni. 

"Kami daftar bukan hanya formalitas atau sekedar meramaikan saja, tetapi kami ingin PAN konsisten dan jadi contoh," ungkapnya.   



Terkait masa penjaringan yang terbilang singkat dibuka PAN, Irfan menilai itu sesuatu yang luar biasa. Sebab partai lain justru membukan waktu pendaftaran agak panjang. Seperti PDIP masa penjaringannya satu pekan, dan Partai Nasdem sebulan. Sedangkan PAN hanya membuka tanggal 16 hingga 17 Oktober 2019. 

"Kami berharap PAN Mateng tetap komitmen untuk tidak menerima bakal calon lain setelah batas pengambilan formulir berakhir," ucapnya. 

Keinginannya maju sebagai calon wakil bupati Mateng, karena ingin mewujudkan visinya untuk mewujudkan masyarakat Mateng yang sehat, bermartabat, berbudaya, adil dan sejahtera. Untuk mencapai itu, Irfan harus mewujudkan SDM yang profesional, berbudaya dan berintegritas. Kemudian meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial lainnya.

Ia juga memiliki misi untuk meningkatkan perluasan kesempatan kerja demi menurunkan angka kemiskinan. Tak kalah penting adalah mengoptimalkan kualitas dan pemerataan pembangunan infrastruktur, yang berbasis kelestarian lingkungan untuk pelayanan publik. 

"Serta mewujudkan masyarakat yang berbudaya, adil dan berkelanjutan," papar Irfan. (jml/riz) 


Tahun Depan Pemkab Majene Bangun RS Pratama di Kecamatan Ulumanda

On Jumat, Oktober 18, 2019

Kadis Kesehatan dr. Rakhmat Malik (dok: egi/masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Majene memastikan bakal menghadirkan Rumah Sakit Pratama tahun 2020. Lokasinya berada di Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda.

Kepala Dinas Kesehatan dr Rakhmat Malik mengatakan, Pemkab telah mengalokasikan dana senilai Rp35 miliar untuk mendirikan rumah sakit tersebut. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 


"Saya liat lokasinya di belakang Puskesmas Salutambung. Puskesmas yang sekarang akan direlokasi," ucap dr. Rakhmat kepada awak masalembo.com, Jumat (18/10/2019). 


Kadinkes menjelaskan, Rumah Sakit Pratama Majene ini mendekati tipe D dan tentunya melayani pasien rujukan. "Jadi fungsinya sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah," terangnya.


"Anggarannya sudah masuk 2020, kita mau desk nanti tanggal 20 bulan depan," ungkap mantan Direktur RSUD Majene ini. 


Terpisah, anggota DPRD Majene Muhammad Safaat berharap, pembangunan RS Pratama di Kecamatan Ulumanda itu dapat berjalan sesuai harapan. Selaku legislatif, Safaat berharap pemerintah terkhusus Dinas Kesehatan dapat bekerja maksimal agar pembangunan rumah sakit itu tak menemui kendala.


"Saya kira ini (RS Pratama) sudah lama dinantikan. Ini prestasi besar pemerintah, prestasi bupati Majene jika sudah mampu menghadirkan rumah sakit yang akan dibangun di Salutambung itu. Tapi, pembangunannya harus maksimal, jangan dikerja asal-asalan, iya harus dikordinasikanlah ke semua pihak-pihak terkait," harap Safaat.


Baca juga: Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Satpol PP Majene Bakal Razia ASN


Safaat mengatakan, kehadiran RS Pratama ini, tentu akan menjawab keluhan-keluhan pelayanan kesehatan masyarakat terkhusus di pelosok-pelosok Kecamatan Malunda dan Ulumanda. "Nantinya kan kita pasti bicara soal pelayanan, dengan kehadiran rumah sakit ini bagi masyarakat di bagian pelosok tentu sangat berharap rumah sakit ini segera terbangun," pungkas legislator PPP asal Malunda-Ulumanda ini. (har/red)