Workshop Pengembangan Model dan Strategi Pencegahan Stunting

On Tuesday, March 10, 2020

MASALEMBO.COM


MAJENE, MASALEMBO.COM - Puluhan pelajar SMP dan SMA di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur mengikuti Workshop Pengembangan Model dan Strategi Pencegahan Stunting. Acara dilaksanakan, Selasa, 10 Maret 2020 bertempat di ruang Rapat Wakil Bupati Majene.

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Majene Nadlah Fattah yang mewakili Bupati Majene membuka kegiatan. Para narasumber diantaranya Dr Sitti Fatimah SKM, M.Kes, peniliti dan dosen FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Majene dr Rahmat Malik dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga.

Di kesempatan ini, Kadinkes Majene dr Rakhmat Malik menyampaikan materi Peran dan Upaya Dinkes dalam Kegiatan Konvegensi Pencegahan Stunting. Sementara Dinas PPPA Kabupaten Majene menyampaikan materi “Percepatan Penurunan Stuning Berbasis Sekolah Sebagai Bentuk Perwujudan Indicator Kabupaten Layak Anak (KLA), serta materi "Upaya Dinas Pendidikan dalam Percepatan Penurunan Pravalensi Stunting Berbasis Sekolah di Majene" oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga.


Nadlah Fattah di kegiatan ini mengatakan, pencegahan stunting di lingkungan sekolah merupakan salah satu program yang masuk dalam kerangka konsep penurunan stunting secara umum. Sementara, pemareri Dr Sitti Fatimah SKM, M.Kes yang merupakan peniliti UMI menjelaskan, intervensi pencegahan stunting di sekolah dilakukan dalam tiga tahap, mulai pada 2020-2022. 

"Di sekolah sasaran akan dibentuk Posyandu Remaja Putri, dengan melibatkan para kader posyandu dan puskesmas di lingkungan setempat," ujar Sitti Fatimah

Sitti menjelaskan, para kader akan bertugas untuk membina sekaligus memonitoring kondisi peserta didik di wilyahnya. "Kami akan evaluasi hasil kerja bapak ibu di sekolah, dengan melibatkan kader Posyandu agar sekaligus mendorong mengaktifkan kader Posyandu untuk membina di sekolah," ujarnya.


Ia juga menambahkan dengan efektifnya Posyandu remaja putri tersebut akan terbangun sistem data atau informasi yang link dengan Dinas Kesehatan, sehingga bisa melakukan langkah antisipasi ataupun penindakan lebih cepat.

Menurut Sitti, intervensi pencegahan stunting yang telah dilakukan Dinas Pendidikan, diantaranya melakukan korodinasi dengan instansi terkait tergabung dalam tim gugus tugas 1000 HPK penaganan stunting, sosialiasi 1000 HPK bersama TP PKK se desa dan kelurahan, kegiatan parenting setiap bulan melalui pola asuh anak di 40 PAUD HI, kegiatan pemberian makanan tambahan bagi anak PAUD HI serta kegiatan program gizi anak sekolah (progas).

"Saat ini di kabupaten Majene ada 10 desa yang masuk dalam lokus stunting,  diantaranya Simbang, Banua Adolang, Betteng, Totolisi Sendana, Tammerodo Utara, Awo, Seppong, Bambangan, Lombong Timur, Mekkatta, Lombang Timur, Mekatta Selatan, Lamungan Batu dan Lombang," bebernya. (adv/red)

comments