-->

Oknum Polisi di Mamuju Diduga Pukul Seorang Kurir

On Sabtu, Juli 10, 2021

MASALEMBO.COM



Ilustrasi (Net)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Seorang kurir di Mamuiu, Sulawesi Barat (Sulbar) diduga dipukul oleh oknum anggota polisi saat akan mengambil pesanan pelanggannya.

Kekerasan terhadap kurir itu terjadi pada Jumat sore (9/7/2021) sekitar pukul 17.25 Wita.

Kurir itu bernama Ekky, warga Mamuju.

Dari peristiwa itu, Ekky mengalami luka di tangan kanan, kaki kiri dan di bibir kanan.

Kejadian bermula saat Ekky menerima pesan dari salah satu pelanggan melalui handphonenya. Ia diminta mengambil pesanan makanan di salah satu warung. Namun naas, saat melintas di jalan arteri dia ditahan oleh sejumlah oknum polisi kemudian dipukul hingga mengalami luka di mulut, tangan dan kaki.

"Saya dari Karema mau ambil pesanan di salah satu warung. Saat lewat di jalan Arteri saya dihadang beberapa oknum polisi kemudian dipukul, ada pula oknum yang pukul pakai rotan," beber Ekky.

"Saya tidak tahu salah saya apa, saya cuma mau ambil pesanan pelanggan di warung dan lewat jalan Arteri," katanya.

Korban mengalami luka kaki kiri saat dipukul

Atas kejadian itu, pihak keluarga Ekky tidak menerima perlakuan kasar oknum tersebut dan akan melaporkan ke kantor Polisi.

Sebelumnya, sejumlah polisi dari Shabara Polresta Mamuju mengadakan razia penindakan knalpot racing.


Luka di tangan kanan korban

Namun penindakan yang dilakukan dinilai tidak sesuai SOP. Pasalnya, terjadi tindak kekerasan di lapangan saat penindakan itu berlangsung.

Warga yamg melihat kejadian itu menyayangkan sikap kekerasan tersebut. Mereka mengatakan, tindakan oknum tersebut sudah di luar jalur sebagai pengayom masyarakat.

"Sangat disayangkan tindakan itu, tidak mencerminkan sebagai pengayom masyarakat," kata Esti (35), seorang warga.

Sementara warga lainnya Astuti menyesalkan tindakan kekerasan tersebut.

"Kasihan anak itu (Ekky) dipukul tanpa salah. Sangat miris melihat tindakan oknum polisi itu," katanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua PMII Cabang Mamuju Hassanal mengatakan, sangat menyayangkan tingkah aparat yang melakukan operasi tanpa pandang bulu.

"Main babi buta terhadap masyarakat sipil yang lewat di jalan Arteri," katanya.

Secara tegas Hassanal menyatakan, hal ini mencoreng citra Kepolisian yang kemarin oleh Kapolri untuk membasmi aksi premanisme di daerah tapi hari ini oknum-oknum polisi dalam menangani hal tersebut tidak ada bedanya dengan preman.

Menurutnya, Kapolda Sulbar harus turun tangan dan itu harus terpublis atas tindakan oknum polisi penganiaya dalam waktu 1x24 jam.

"Tembakan pistol tiga kali ke udara sungguh menakut-nakuti masyarakat," ucapnya.

Hassanal menambahkan, kasus tersebut akan dikawal hingga tuntas.

"Kita akan kawal kasusnya sampai tuntas," pungkasnya.

Sementara Kapolresta Mamuju Kombes Iskandar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, kasusnya masih didalami, bila memang ada pelanggaran anggota secara internal akan diambil langkah kepada mereka.

"Masih didalami, kalau memang ada pelanggaran anggota secara internal kami akan mengambil langkah kepada anggota," jelas Iskandar.

(fad/red)

comments