-->

Hot News

Bawaslu Majene Petakan TPS Rawan Pemilih, dari Disabilitas hingga Politik Uang
Jumat, November 22, 2024

By On Jumat, November 22, 2024

Yanti Rezki Amaliah (tengah) dan Komisioner Bawaslu Majene lainnya Edyatma Jawi dan Soyan Ali. (Foto: Irwan Fals)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majene melakukan pemetaan terhadap potensi Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan pada Pemilu serentak 2024. Hasilnya, terdapat 265 TPS yang tercatat memiliki pemilih disabilitas dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Kami melakukan pemetaan dengan delapan variabel utama yang mencakup 25 indikator kerawanan untuk mengantisipasi berbagai gangguan pada hari pemungutan suara," kata Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Majene, Yanti Rezki Amaliah.

Selain pemilih disabilitas, empat indikator TPS rawan lainnya yang dominan adalah 112 TPS memiliki pemilih yang tidak memenuhi syarat karena meninggal atau alih status menjadi TNI/Polri, 105 TPS terdapat pemilih pindahan (DPTb), 52 TPS mengalami kendala jaringan internet, dan 41 TPS memiliki penyelenggara Pemilu yang berdomisili di luar TPS tugasnya.

Bawaslu juga mencatat ada 18 TPS yang sulit dijangkau karena faktor geografis dan cuaca. Bahkan, ditemukan 8 TPS yang memiliki riwayat praktik politik uang pada pemilu sebelumnya.

Dalam mengantisipasi potensi kerawanan tersebut, Bawaslu Majene akan melakukan patroli pengawasan di wilayah TPS rawan, berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, melakukan sosialisasi, dan menyediakan posko pengaduan masyarakat.

"Pemetaan ini menjadi panduan bagi KPU, pasangan calon, pemerintah, aparat penegak hukum, pemantau Pemilu, media dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelancaran pemungutan suara," tegas Yanti.

Bawaslu juga akan memastikan pengawasan langsung terhadap ketersediaan logistik, proses pemungutan dan penghitungan suara, serta akurasi data pemilih di seluruh TPS. (Wan/har)

Siap Siaga Bencana, Pjs Bupati Majene Serahkan Logistik dan 1 Unit Mobil Operasional ke BPBD
Senin, November 04, 2024

By On Senin, November 04, 2024

Pj Bupati Majene menyerahkan simbolis kunci mobil operasional lapangan kepada Kepala BPBD Ilhamsyah, Senin 4 Nopember 2024. [Foto: Sufyan Ilbas]


MAJENE, MASALEMBO.COM – Pjs Bupati Majene, Habibi Azis menyalurkan bantuan logistik dan peralatan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana. 

Bantuan ini secara simbolis diserahkan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majene, Ilhamsyah di Kantor BPBD pada Senin, 4 November 2024.

Bantuan yang diberikan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan peralatan yang mendukung kesiapan darurat, antara lain 30 paket sembako dan makanan siap saji, matras, selimut, dan perlengkapan anak (kidsware). Habibi juga menyerahkan topi caping dan cooler box berbagai ukuran, serta perlengkapan keluarga berupa terpal, goodie bag, dan beras.

Selain itu, BPBD Majene menerima juga tambahan perahu karet LCR430 lengkap dengan mesin 25 HP, tenda pengungsi dan tenda keluarga, 160 paket sembako, kendaraan operasional termasuk dua unit motor trail 150cc, satu mobil dapur, dan satu mobil operasional lapangan.

Pjs Bupati Majene menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, BNPB, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat atas dukungan yang memungkinkan bantuan ini tersalurkan. Ia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi bencana, serta bahwa bantuan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan dukungan langsung bagi masyarakat saat kondisi darurat.

“Penyaluran bantuan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melindungi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat serta memperkuat upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Majene,” ujar Habibi.

Habibi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majene berharap bantuan ini dapat meningkatkan kapasitas BPBD dalam menghadapi potensi bencana serta memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak bencana, membantu mereka lebih cepat pulih dalam situasi darurat. (Ril/Har)

Penemuan Mayat Wanita Mengapung di Laut, Personel Polres Majene Lakukan Evakuasi Cepat
Senin, November 04, 2024

By On Senin, November 04, 2024


MAJENE, MASALEMBO.COM – Jajaran Polres Majene bersama tim Basarnas bertindak cepat dalam menangani penemuan mayat seorang wanita yang ditemukan mengapung di laut perairan Campalagian, pada Sabtu (3/11/2024). 

Kasi Humas Polres Majene, Iptu Suyuti membenarkan peristiwa tersebut, “Korban diketahui bernama Husni (33), seorang warga Dusun II, Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar”. terangnya

Menurut kasi HumasPenemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh dua nelayan asal Lingkungan Garogo, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Majene, yakni Hengki (40) dan Azis (50). 

Menurut keterangan keduanya, mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah memasang rumpong di perairan Campalagian ketika dihampiri oleh seorang nelayan lain yang menggunakan perahu katingting. 

Nelayan tersebut melaporkan adanya mayat mengapung dan meminta bantuan untuk menaikkannya ke perahu mereka.

Setelah mengangkat jenazah tersebut ke perahu, Hengki dan Azis segera membawa mayat itu ke pesisir pantai Garogo. Setibanya di pesisir, mereka menerima informasi bahwa jenazah tersebut adalah warga Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Polres Majene segera melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Campalagian Polres Polman untuk mengidentifikasi korban. Berdasarkan hasil komunikasi, diketahui bahwa korban adalah Husni, warga Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli.

Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung dievakuasi menuju rumah duka di Mapilli menggunakan mobil ambulans Tim PSC Majene. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 11.55 Wita. (Ril/red)

IMM Majene Kecam Oknum Polisi Tendang Mahasiswa Saat Demonstrasi
Kamis, Oktober 03, 2024

By On Kamis, Oktober 03, 2024

Tangkap layar dugaan aksi oknum kepolisian yang menendang mahasiswa saat demo di Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 2 Oktober 2024. [Ist/anonim]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Majene mengecam oknum aparat kepolisian yang menendang massa aksi saat unjuk rasa di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat pada Rabu (2/10/2024).

Ketua PC IMM Majene, Irwan Japaruddin mengatakan, apapun bentuknya aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan unjuk rasa tidak boleh melakukan kekerasan terhadap massa aksi. Sebab di kepolisian jelas Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan unjuk rasa.

"Kami mengutuk keras kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepada massa aksi," tegas Irwan di Majene, Kamis (3/10).

Lanjut Irwan menjelaskan, sangat jelas dalam video oknum aparat kepolisian yang melakukan tendangan kepada Ketua Wilayah LMND Provinsi Sulbar, Muh Rijal. Maka pihaknya meminta kepada Propam Polda Sulbar untuk segera menindak tegas oknum aparat tersebut.

Dikatakan Irwan, bila aksi kekerasan oknum aparat terus dibiarkan, hal ini akan menambah citra kepolisian semakin buruk. "Baru-baru ini kasus serupa kekerasan aparat kepolisian mengakibatkan meninggalnya tahanan di Polman," ujarnya.

"Jadi kami meminta Propam Polda Sulbar menindak tegas pelaku penendangan kepada Ketua Wilayah LMND Sulbar," Irwan.

Harusnya kata dia, pihak kepolisian menjadi fasilitator massa aksi dengan Pj Gubernur Sulbar yang tak kunjung merespon tuntutan massa, padahal isu yang dibawa ada hal yang sangat subtantif. Seperti soal Beasiswa untuk anak kurang mampu, soal pertanian, kemiskinan dll yang memang sampai saat ini masih menjadi persoalan serius di Sulbar sampai saat ini. (Ril/har)

Kasus Pengeroyokan di Pao-pao Malunda Berakhir Damai, Pelaku Kena Denda Adat
Rabu, Oktober 02, 2024

By On Rabu, Oktober 02, 2024

Kesepakatan damai anatara kedua bela pihak di Polsek Malunda, Kabupaten Majene. [Foto: Humas Polres Majene]


MAJENE, MASALEMBO.COM – Polsek Malunda berhasil memediasi kasus pengeroyokan yang terjadi pada Senin (9/9/2024) lalu di Lingkungan Pao-pao, Kelurahan Lamungan Batu, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. 

Peristiwa tersebut melibatkan empat remaja, MA (22), AP (18), SD (26), dan MI (21) yang mengeroyok Muzakir Al Munawar (22), warga Dusun Katumbangan, Desa Sambabo, Kecamatan Ulumanda.

Mediasi dilakukan di ruang Unit Reskrim Polsek Malunda pada Selasa (1/10/24), dengan menghadirkan kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun pelaku. Dalam mediasi tersebut, keluarga korban memutuskan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui mekanisme denda adat.

Hasil kesepakatan menetapkan para pelaku untuk membayar denda satu ekor sapi. Keputusan ini diambil karena hubungan kekerabatan antara pelaku dan korban dalam satu rumpun keluarga. Selain itu, para pelaku berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya, dengan dibuatkan surat pernyataan yang disaksikan oleh pihak Polsek Malunda, keluarga kedua belah pihak, dan Kepala Desa Sambabo.

"Polsek Malunda berharap metode penyelesaian damai seperti ini dapat terus diterapkan untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat," kata Kapolsek Malunda, IPTU Muh Irwan melalui keterangan tertulisnya, Selasa. (Ril/har)

Oknum ASN PPPK Diduga Tidak Netral, Bawaslu Majene Lakukan Penelusuran
Rabu, Oktober 02, 2024

By On Rabu, Oktober 02, 2024

Edyatma Jawi (ist)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Majene, Sulawesi Barat melakukan penelusuran terhadap seorang oknum Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN-PPPK). Penelusuran ini dilakukan setelah oknum PPPK naungan Pemerintah Kabupatn Majene yang juga kepala lingkungan tersebut diduga tidak netral dalam Pilkada Majene 2024.

Oknum itu itu telah memenuhi undangan Bawaslu Majene untuk dimintai keterangan, Senin 1 Oktober 2024. Anggota Bawaslu Majene, Edyatma Jawi mengatakan, pihaknya sebelumnya mendapatkan informasi dan mencemati perkembangan di media sosial. 

Oknum itu diduga melakukan intimidasi terhadap warga untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu. 

"Nah, dalam hal ini, dalam proses penelusuran ini pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan itu kita undang untuk memberikan keterangan di Bawaslu. Jadi oknum ASN-nya, kemudian warga dalam informasi mengaku mendapatkan intimidasi terkait pilihan di Pilkada," kata Edyatma Jawi.

Setelah dimintai keterangan, kata Edyatma Jawi, Bawaslu Majene akan mengkaji keterangan dan bukti yang telah diperoleh. Setelah Laporan Hasil Pengawasan (LHP) rampung, Bawaslu Majene akan meneruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kalau itu pelanggaran netralitas, tentunya Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi. Kita hanya akan merampungkan LHP dan meneruskannya ke BKN," jelasnya.

"Tapi kalau ini adalah dugaan pelanggaran pemilihan, itu akan dijadikan temuan dan diregister oleh Bawaslu Majene," tutup Edyatma Jawi.

Bawaslu Majene pun mengimbau seluruh ASN, TNI-Polri dan profesi lainnya yang dilarang terlibat politik praktis untuk netral dalam Pilkada Majene 2024. Hal ini bertujuan guna mewujudkan Pilkada Majene 2024 yang berlangsungm jujur, damai dan tanpa kecurangan. (Wan/red)

KPU Majene Terima Logistik Tahap Pertama, 1.596 Bilik Suara
Selasa, Oktober 01, 2024

By On Selasa, Oktober 01, 2024

Logistik Pilkada Majene tiba di gudang KPU, Selasa (1/10/2024) pagi. [Foto: Irwan/Masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene telah menerima logistik tahap pertama berupa 1.596 bilik suara yang tiba di gudang KPU pada Selasa, 1 Oktober 2024. Logistik ini dipersiapkan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Nopember mendatang, mencakup 399 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh wilayah Kabupaten Majene.

Anggota KPU Majene, Sukri, membenarkan kedatangan bilik suara ini. "Betul, hari ini bilik suara sudah masuk di gudang dengan jumlah 1.596 unit untuk kebutuhan 399 TPS. Sebelumnya, kami juga sudah menerima logistik berupa kabel ties dan tinta yang sudah ada di kantor. Untuk kotak suara, kami masih menunggu proses ekspedisinya," jelas Sukri.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Majene, Sofyan Ali, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan distribusi logistik, termasuk segel, tinta, dan plastik yang sudah tiba. Sofyan juga memastikan bahwa bilik suara yang datang merupakan bagian dari logistik tahap pertama.

"Pasca penetapan calon dan penetapan nomor urut calon oleh KPU, kami mengawasi distribusi logistik seperti segel, tinta, dan plastik. Hari ini bilik suara telah tiba, dan kami dari Bawaslu melakukan pengawasan agar sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. Kami masih menunggu kotak suara yang akan datang pada logistik tahap kedua," ujar Sofyan.

Dengan tibanya bilik suara, KPU Majene terus mempersiapkan segala kebutuhan untuk memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal. (Wan/har)