KPU Polman Tetapkan Dua Pasangan Calon Pilkada 2018

On Senin, Februari 12, 2018

MASALEMBO.COM

Penetapan Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Polman (Foto: Asrianto/masalembo.com)
POLEWALI, MASALEMBO.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar, menggelar rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Polman 2018, Senin (12/2) pagi

Penetapan pasangan calon berlangsung di gedung Sekolah Luar Biasa (SLB), jalan K.H. Wahid Hasyim, Pekkabata ini dijaga ketat oleh ratusan aparat keamanan. 

Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai mengatakan, jumlah personel yang diturunkan sekitar 250 orang, terdiri dari 160 personel Polres Polman, Brimob 30 personel, TNI 50 personel, dan Satpol PP 20 personel. Selain menerjunkan aparat, pihak keamanan juga menurunkan mobil taktis Water Canon.

"Ada tiga lapis ring barikade pengamanan. Semua undangan wajib menggunakan id card, jika tidak ada tidak boleh masuk," ujar Rifai.

Penetapan ini dihadiri oleh dua pasangan calon Andi Ibrahim Masdar - Muh. Natsir Rahmat dan Salim S. Mengga - Marwan, serta seluruh partai pengusung dan tim pemenangan dari kedua kubu.

Kedua kandidat tiba di lokasi acara sekitar pukul 11:00 Wita.  Kandidat pertama yang tiba adalah Andi Ibrahim Masdar - Muh Nasir Rahmat. Keduanya hadir dengan kostum yang khas, yakni kemeja warna cream, dipadukan dengan kain sutera mandar warna kuning kotak-kotak.

Disusul kandidat JSM - Marwan yang tiba lima belas menit kemudian. Kedua pasangan ini tampil mengenakan kemeja putih menggunakan kopiah didampingi oleh masing-masing istri.

Namun ada yang berbeda dari kedua pasangan calon ini, pasangan Andi Ibrahim Masdar - Muh. Natsir Rahmat hadir tanpa didampingi oleh istrinya masing-masing.

Ketua KPUD Polman Danial mengatakan, setelah melalui beberapa tahapan, kedua pasangan calon Bupati resmi akhirnya ditetapkan.

"Semua pasangan calon telah memenuhi persyaratan," kata Danial.

Kandidat Salim S. Mengga mengatakan Pilkada damai itu adalah sebuah kontestasi yang didasari pada etika dan moralitas dalam berdemokrasi. 

"Misalnya saya dengan AIM itu bukan semacam musuh, tapi rival bertarung. Karena dalam kontestasi Pikada yang kita adu itu adalah program, bukan mencari jeleknya lawan" Ujar, kandidat yang akrba disapa JSM ini.

JSM berpesan, pihak KPU sebagai penyelenggara tetap harus profesional melaksanakan tugasnya dengan baik.

Ia berharap, moment Pikada ini dimanfaatkan oleh masyarakat dengan cerdas memilih pemimpinnya, karena sesungguhnya demokrasi itu mencerdaskan orang, bukan pembodohan. 

"Kalau memilih, gunakan pikiran dan hati anda, mana yang anda suka dengan programnya, itu yang anda pilih," pesan JSM.

Sementara itu, kandidat Andi Ibrahim Masdar mengatakan, kita harus berpolitik yang santun agar tercipta Pilkada damai.

"Harus damai, pak Salim itu Kakak saya, keluarga saya. Jadi tidak asal alasan untuk tidak damai" katanya usai penetapan.

Menurut AIM,  kekeluargaan itu lebih dijunjung tinggi dibanding pangkat dan sebagainya. Oleh sebab itu, kandidat harus selalu ingat pesan nenek moyang, sipakatau, sipakalebbi, siasayangi.

Terkait adanya black campaign, AIM menganggap itu hal yang biasa terjadi saat Pikkada.

"Itulah politik, pasti ada bunga-bunganya," ujar AIM.

Usai penetapan pasangan calon, kedua kandidat kemudian mendeklarasikan Pilkada damai. Tahapan selanjutnya adalah pengundian nomor urut pasangan calon yang akan dilaksanakan pada esok, Selasa (13/2) di Gedung Nasional Pantai Bahari.
(ant/har)

comments