Mamuju Siap Jadi Tuan Rumah Porprov IV Sulbar 2022

On Senin, November 12, 2018

Kontingen Mamuju Porprov III Sulbar Majene (Foto: Humas Setda Pemkab Mamuju)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kabupaten Mamuju menjadi kontingen pertama parade pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat, Senin (12/11) di Sport Center Majene.

Kabupaten Mamuju hadir dengan seragam biru navy bermotif batik sekomandi. Para duta bumi Manakarra ini siap mengikuti 21 dari 24 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Ketua KONI Mamuju Samiran mengatakan, kontigen dipastikan tidak mengikuti balap motor, geteball dan berkuda.

Sementara, cabor yang diunggulkan dapat mendulang medali adalah bela diri yakni pencak silat, kempo, taekwondo dan karate. Selain itu, dayung juga menjadi andalan Mamuju untuk merebut medali.

"Jika kita bercermin dari hasil Porprov  II di Polewali Mandar, cabang ini yang paling banyak meraih medali, karenannya di Porprov ke III ini kita harap hasilnya sama," kata Samiran.

Saat pembukaan, Bupati Majene H. Fahmi Massiara menerangkan, dalam perhelatan Porprov ke III ini, tuan rumah telah menyiapkan 20 venue. Sementara 3 venue lainnya di Kabupaten Polewali Mandar.

Selain itu kata Fahmi, telah disiapkan akomodasi sebanyak 132 rumah atlet, penginapan juri dan wasit serta panitia juga menyediakan sarana transportasi atlet berupa 7 bus dan 31 mini bus yang dilengkapi tenaga medis dan tenaga pengamanan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. 

Siap Jadi Tuan Rumah

Menjawab wacana kesiapan menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke IV tahun 2022, Ketua KONI Mamuju Samiran menegaskan Ibu Kota Sulawesi Barat siap menjadi tuan rumah. 

Samiran menegaskan, atas keinginan itu, pihaknya telah membangun komunikasi dengan Pemerintah dan KONI Provinsi serta diakui pula telah ada restu dari Pemkab Mamuju bersama legislatif. "Tinggal kesiapan sarana yang perlu dimaksimalkan," tegasnya.

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid ditemui usai pembukaan Porprov III di Sport Center Majene, Senin (12/11) juga mengungkapkan keyakinannya tentang kesiapan Mamuju menghelat Porprov IV 2022 mendatang.

“Kalau kita dipercaya, kita tentu harus siap namun tentu kita juga harus mempersiapkan sarana dan prasarananya dan ini tentu harus disinergikan dengan Pemerintah Provinsi," tutur Habsi. (rls/har)


Polda Sulbar Ciduk Dua Remaja Penyalahgunaan Narkotika

On Senin, November 12, 2018

Tersangka AP usai diciduk Direktorat Narkoba Polda Sulbar (Istimewa)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - 
Direktorat Narkoba Polda Sulbar kembali menangkap dua remaja  pengguna narkotika jenis sabu.

Penangkapan tersebut bermula atas informasi dari warga kepada Tim Ditnarkoba Polda  Sulbar, Minggu (11/11). 

Polisi melakukan penangkapan terhadap AP (18) pekerjaan sebagai supir mobil tinggal di lorong 6 Desa Binde, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju.

Dari tangan pelaku, petugas menemukan barang bukti 5 saset plastik bening diduga sabu. Satu buah handpone merek nokia juga disita.

Tersangka AP mengaku, barang haram tersebut dia peroleh dari IS yang tinggal dilorong 8 tak jauh dari rumah AP.

Sekitar pukul 20.00 Wita, tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Sulbar melakukan pengembangan dan berhasil menangkap IS di lorong 8 di Desa Bunde Kecamatan Sampaga, Mamuju. Petugas menangkap IS dan menggeledah kamarnya, namun tidak ditemukan barang bukti yang ada kaitannya dengan narkotika sejenis sabu. 

Kendati demikian, petugas menemukan uang hasil penjualan sabu dari AP sebesar Rp800 ribu. IS kemudian diamankan di kantor Ditresnarkoba Polda Sulbar guna pengusutan lebih lanjut.

Akibat perbuatan pelaku, AP dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan IS di jerat dengan pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (awl/har)

Pemkab Mamuju Salurkan Bantuan ke Mamasa

On Senin, November 12, 2018

Bupati Mamuju Habsi Wahid (Foto: Humas Setda Mamuju)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Gempa bumi menguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat sejak 3 November 2018 membuat warga mengungsi ke tenda-tenda pengungsian.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Mamuju Habsi Wahid berinisiatif membantu warga di tenda pengungsian. Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 9 ton, mie instan 212 dus dan air minum kemasan gelas sebanyak 415 dus.

Selain itu juga ada 50 box paket bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mamuju.

"Tentu saudara-saudara kita di sana sangat membutuhkan uluran bantuan dari kita semua, sebab mereka sudah satu minggu lebih tidak beraktivitas seperti biasanya, bahkan mereka tinggal di tenda pengungsian," kata Habsi Senin (12/11). 

Rencananya penyaluran bantuan akan disalurkan besok Selasa, 13 Nopember 2018. Bantuan tersebut nantinya akan serahkan di satu posko induk di Mamasa untuk selanjutnya mereka yang akan salurkan ke posko-posko pengungsian.

Selain dari personil Dinas Sosial,  bantuan Pemda Mamuju ini juga akan dikawal dari personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satpol PP Mamuju. (rls/awl)

Propam Polda Sulbar Selidiki Kematian Tahanan Polsek Mamuju

On Senin, November 12, 2018

Mobil jenazah RS Bhayangkara Mamuju beberapa saat sebelum bertolak ke Polewali mengantar jenazah Amiruddin, Minggu (11/11) sore kemarin. (Egi/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Barat dikabarkan tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tewasnya Amiruddin (31), seorang tahanan di Polsek Urban Mamuju, Minggu (11/11) siang kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulbar AKBP Mashura membenarkan, Propam telah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan lebih lengkap terkait hasil penyelidikan.

"Sementara masih dalam lidik, ditindaklanjuti Propam, nanti hasilnya akan kita sampaikan," kata Mashura, Senin (12/11) sore.

Kapolres Mamuju AKBP Moh Rivai Arvan sendiri menjelaskan, kematian tahanan Polsek Urban Mamuju bernama Amiruddin itu, murni tindakan bunuh diri. "Sampai sekarang hasil lidik saya belum ada ditemukan hal lain sehingga tersangka meninggal di dalam sel selain dari pada dugaan gantung diri," terang Kapolres melalui pesan elektronik Watshap Group (WAG).

Kapolres mengaku, pihaknya sangat terbuka atas kasus tersebut. Ia menegaskan, polisi tidak akan menutup-nutupi ihwal kejadian itu.

Sementara itu, salah satu keluarga korban yang berhasil dimintai keterangan oleh awak media ini mengatakan, pihak keluarga almarhum Amiruddin di Polewali Mandar telah melakukan visum ulang terhadap jenazah korban. Namun hasil visum dokter RSUD Polewali tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Sudah divisum dan hasilnya sama dengan hasil visum di Mamuju, ini murni bunuh diri," kata Darwan, keluarga korban yang dihubungi wartawan.

Untuk diketahui, Amiruddin sebelumnya adalah tersangka kasus penipuan dan pencurian yang ditangkap di Makassar beberapa hari lalu. Namun, pada Minggu siang kemarin ia ditemukan tewas dalam tahanan Mapolsek Urban Mamuju. Pihak kepolisian berdasarkan hasil visum di RS Bhayangkara Mamuju mengatakan, tersangka meninggal dunia karena gantung diri.

Baca: Amiruddin Ditemukan Tewas di Tahanan Polsek Urban Mamuju

Jenazah warga Lingkungan Binanga Mamuju asal Kabupaten Polman ini kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kelurahan Wattang Polewali. (har/red)

Tangis Bahagia Sitti Sulaeha Usai Mengikuti SKD di Kabupaten Mamuju

On Minggu, November 11, 2018

Sitti Sulaeha (Foto: Lisa/Humas Setda Pemkab Mamuju)

 MAMUJU, MASALEMBO.COM -
Dua peserta Ujian Kompetensi Dasar (SKD) sukses melewati ambang batas (passing grade) di hari kedua tes CPNS Kabupaten Mamuju, Minggu (11/11). Keduanya adalah perempuan bernama Wulandari asal Aralle Kabupaten Mamasa dan Sitti Sulaeha dari Lekopadis Polman.

Keduanya berhasil memenuhi standar kelulusan dan dipastikan akan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sebagai ujian akhir yang akan menjadi penentu kelulusan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemkab Mamuju.

Usai mengikuti ujian, Sitti Sulaeha tak sanggup menahan tangis bahagia menjadi peserta yang lulus dari 105 orang peserta.

“Saya bahagia sekali dan tidak menyangka ini pengalaman pertama saya datang sendiri di Mamuju," kata Sitti Sulaeha di kantor UPT BKN Jalan Martadinata, Simboro, Mamuju.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju H. Suaib yang hadir memantau pelaksanaan SKD langsung menyampaikan selamat atas keberhasilan Wulandari dan Sitti Sulaeha.

“Selamat kepada Wulandari dan Sitti Sulaeha atas keberhasilnya dan tetap berjuang untuk mengikuti tes berikutnya," ucap H. Suaib

Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mamuju Ridho Achmadi juga menyampaikan selamat. Ia mengaku, selama 90 menit 100 soal yang dihadapi peserta cukup menegangkan.

"Kami melihat juga ikut tegang apa lagi para peserta, tetapi setelah ada nama yang berhasil lulus dari nilai tingkat standar kelulusan atau passing grade yang ditetapkan pemerintah pada tes SKD relatif tinggi tentu ada kebanggan sendiri melihat perjuangan para peserta ujian SKD ini," tandasnya.

Seperti diketahui, seleksi CPNS tahun ini passing grad menjadi momok yang cukup menyulitkan bagi peserta. Dimana, standarnya adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) nilainya 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) nilainya 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) nilanya 143.

Kendati demikian, bagi Nizar Ismail Hamdi asal Mamuju, ia justru berhasil memperoleh nilai cukup tinggi dengan TWK 100, TIU 100 dan TKP 150. Untuk saat ini di Kabupaten Mamuju dialah yang paling tertinggi nilai SKD-nya. (awl/har)

Besok, Bendera PORPROV akan Diarak 6 Eks Atlet Berprestasi Majene Ini

On Minggu, November 11, 2018

Dari kiri: Ebit A Malik, Ahmadi, Afriani Hastuti, Muh Takdir, M. Ilham, M. Rias (Foto: Handover Ebit A Malik)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) III Sulawesi Barat akan dibuka secara resmi, Senin 12 Nopember 2018 besok. Pembukaan akan dilangsungkan di arena sport center Rangas Kabupaten Majene. Ribuan orang diperkirakan hadir dalam moment bersejarah ini.

Berdasarkan data media center PORPROV III Majene, sebanyak 1.076 atlet akan hadir berebut medali di event ini. Mereka akan unjuk kebolehan di 24 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Baca juga: 1.706 Atlet Siap Berebut Medali di PORPROV III SULBAR Majene MASALEMBO.COM

Nah, ada yang menarik untuk ceremoni pembukaan PORPROV III Sulbar di Majene tahun 2018 besok. Bendera PORPROV akan diarak dari luar masuk ke arena sport center Rangas. Enam mantan atlet paling berprestasi Majene akan bertugas mengarak bendera PORPROV. Lalu siapa saja enam eks atlet yang pernah mengharumkan nama Majene itu? Berikut nama mereka, hasil penelusuran masalembo.com.

1. Muhammad Takdir

Pria kelahiran Tanjung Batu Majene 1957 ini adalah atlet sepak takraw. Ia merupakan jebolan Sea Games tahun 1969 di Malaysia. Saat ini, Takdir bekerja sebagai staf BKKBN Somba Kabupaten Majene.

2. M. Rias

Mantan pemain andalan sepak Takraw Sulsel asal Majene ini pernah memperkuat Indonesia di kejuaraan Kings Cup Sepaktakraw di Bangkok Thailand 1998. Ia juga sukses mengantar Sulsel meraih medali emas di PON Jawa Timur tahun 1996.

3. Ahmadi

Lahir di Lembang Kecamatan Banggae Timur tahun 1960. Kini bekerja sebagai guru SD Tande. Ia adalah eks pejalan cepat yang pernah mengharumkan Majene. Ahmadi merupakan jebolan PON atletik jalan cepat di tahun 1984 di Jakarta

4. Afriani Hastuti Chaedar

Atlet karate yang pernah melambungkan nama Kabupaten Majene. Beberapa kejuaraan nasional pernah diikuti perempuan berusia 32 tahun yang kini jadi pegawai bank Sulselbar ini. Diantaranya adalah medali perak seleksi nasional karate di Bandung Jawa Barat 2007. Ia juga peraih perunggu di PON XVII Kaltim 2008.

5. Muhammad Ilham

Pria Mandar Majene ini adalah pesepak bola tenar yang malang melintang di berbagai club devisi utama hingga Timnas Indonesia. Alumni SMA Negeri 2 Majene ini adalah eks pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar.

6. Ebit A Malik

Prestasi pria kelahiran Taukong, Kecamatan Ulumanda ini juga cukup membanggakan Majene. Ebit pernah menjadi wakil Indonesia di kejuaraan ASEAN Sepak Takraw di Thailand tahun 2007. Ia juga sukses meraih medali emas POMNAS 2007 Kalsel serta medali emas Kejurnas Sepak Takraw Binora Cup 2006 di Jawa Tengah. (har/red)

Amiruddin Ditemukan Tewas di Tahanan Polsek Urban Mamuju

On Minggu, November 11, 2018

Mobil Ambulance RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso mengantar jenazah Amiruddin ke Polman (Egi/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Seorang lelaki bernama Amiruddin (31) tewas di tahanan Polsek Urban Mamuju, Minggu (11/11) pukul 12.30 WITA. Warga Jl. Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju ini merupakan tersangka kasus penipuan dan pencurian uang milik majikannya sendiri inisial HFS.

Keterangan Kapolres Mamuju AKBP Moh Rivai Arwan, baru-baru ini Amiruddin diringkus tim Quick Respon Polsek Urban Mamuju dan Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang, Makassar di Makassar.

“Tersangka ini ditemukan gantung diri oleh piket Polsek di tahanan Polsek Kota Mamuju sekitar pukul 12.30 hari ini. Sudah dilakukan olah TKP oleh Satreskrim beserta tim Dokkes Polda Sulbar,” kata Kapolres Mamuju, AKBP Moh. Rivai Arvan, Minggu sore.

Menurut Rivai, setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung membawa jenazah tersangka ke rumah sakit untuk penanganan selanjutnya.

“Hasil dari tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara berdasarkan ciri-ciri mayat yang ditemukan diduga keras gantung diri. Pihak keluarga sudah diberitahu oleh Kapolsek dan sementara dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk proses serah terima mayat,” jelasnya.

Sesuai hasil penyelidikan, lanjut Rivai, Amiruddin gantung diri menggunakan tali ikat pinggang, diduga karena malu kepada majikannya yang menjadi korban pencurian dan penipuan yang dilakukannya.

“Karena selama ini, tersangka adalah orang kepercayaan korban yang kurang lebih 10 tahun bekerja. Dan berdasarkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tersangka sebelum meninggal, bahwa tersangka dongkol karena sudah lama bekerja tetapi gajinya tidak naik-naik. Sehingga melakukan penggelapan uang korban," terang Kapolres.

Kronologi Penangkapan Amiruddin

Amiruddin alias Komar alias Koko, berhasil diamankan oleh tim Quick Respon Polsek Urban Mamuju dan Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang, Makassar, Jumat (10/11) malam.

Selama tiga hari melakukan penyelidikan, tersangka berhasil dibekuk di hotel mewah Grand Hilmawan di Jl. Hertasning Makassar, Sulawesi Selatan.

Penangkapan ini dipimpin Kapolsek Urban Mamuju, AKP Agussalim Arsyad.

Kapolsek Urban Mamuju, AKP Agussalim Arsyad menjelaskan, setelah melakukan penyelidikan berdasarkan hasil cek post dan alat bukti bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang Makassar, pelaku berhasil diidentifikasi. Tersangka pelaku diyakini bersembunyi di wilayah Sulsel lalu diringkus Jumat malam.


Tersangka Amiruddin (memakai baju tahanan Polri) beberapa hari lalu usai diringkus tim Polsek Urban Mamuju (Foto: Istimewa)

“Penangkapan dilakukan sekitar pukul 24.30,” ucap Kapolsek Urban Mamuju, AKP Agussalim Arsyad.

Sebelumnya dari hasil interogasi tim Quick Respon dan Unit Reskrim yang dipimpin Aiptu Herman Basir, tersangka mengakui melakukan tindak pidana penipuan dan pencurian tersebut.

"AMR mengakui, melancarkan aksinya saat korban atau majikannya sendiri berinisial HFS sedang dalam keadaan tidur. Pelaku memakai mobil korban ke SPBU H. Cabu. Di SPBU milik HFS ini, AMR meminta uang sebanyak Rp 8 Juta kepada petugas SPBU dengan alasan disuruh oleh korban," terang Kapolsek Agussalim.

Dikatakan, petugas SPBU kemudian memberikan uang tersebut. Setelah menerima uang Rp 8 juta, tersangka pelaku mengambil ATM korban yang tersimpan di dalam dompet di atas mobil. Kemudian pelaku merental Mobil untuk berangkat ke Makassar.

Tesangka juga sempat menarik uang di salah satu ATM di Polman dan melanjutkan perjalanan.

Dalam keterangannya, pelaku akhirnya menginap di sebuah hotel di Makassar.

Kepolisian melakukan penyelidikan selama tiga hari dan akhirnya berkat kerjasama tim Quick Respon Polsek Urban Mamuju dan Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang Makassar, Amiruddin berhasil diringkus.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti yang diduga dari hasil kejahatan, yaitu sebuah notebook dan ATM korban. Polisi mencatat kerugian korban senilai Rp23 juta. 

Jenazah Dibawa ke Kampung Halaman

Usai ditemukan tewas dalam sel tahanan, tersangka diidentifikasi di RS Bayangkara Hoegeng Iman Santoso Jl. Arteri Mamuju. 

Salah satu petugas medis yang ditemui wartawan media ini membenarkan tersangka melakukan aksi bunuh diri. 

"Mayatnya ada di belakang (kamar jenazah red), dia bunuh diri," kata petugas medis menjawab pertanyaan wartawan yang tiba di RS Bhayangkara, Minggu sore.

Sementara pihak keluarga telah menerima jenazah dan membawanya ke kampung halamannya di Kelurahan Wattang, Kabupaten Polewali Mandar.

"Kami sudah menerima jenazahnya dari Polri, dan akan diserahkan kepada keluarga di Polman," kata Dahsya, mewakili keluarga almarhum. (awl/har)