Kegiatan Partai PKS di Polman Dibubarkan Polisi dan Bawaslu

On Selasa, Maret 19, 2019

Sejumlah kader PKS berbincang dengan pihak Bawaslu dan kepolisian (Foto: Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Kegiatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cabang Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (19/3/2019), terpaksa dibubarkan aparat kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu setempat. Hal ini lantaran kegiatan tersebut tidak memiliki surat izin dari kepolisian setempat.

Sedianya kegiatan ini berlangsung pukul 10:00 Wita, namun hingga pukul 11:00 Wita, acara belum dimulai. Puluhan kader partai PKS yang telah hadir hanya duduk dan terlihat bingung menunggu kegiatan segera digelar.

Aksi ini diawali dengan longmarch dari sekretariat DPD PKS di jalan H.O.S Cokroaminoto, kemudian menuju lampu merah lapangan Pancasila.

Aksi ini dipimpin oleh Ketua DPD PKS M.Said, diikuti oleh sejumlah caleg DPRD Kabupaten dan puluhan kader PKS lainnya. Mereka membawa mobil yang mengangkut pengeras suara, serta berbagai atribut partai seperti bendera, spanduk, dan atribut lainnya.

Ketua DPD PKS Polman, M. Said, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan Falshmob, atau suatu bentuk kegiatan yang menyerupai orasi kepada masyarakat.

"Kami memilih di jalan karena di sini tempatnya masyarakat lalu-lalang dan bisa melihat atribut partai kami," jelasnya.

Said mengatakan, ada miss komunikasi antara pengurus partai dengan pihak kepolisian, sehingga surat izinnya belum diterbitkan.

Kendati acaranya tidak dapat digelar, namun DPD partai PKS Polman akan tetap menggelar acara tersebut pada lain waktu.

"Sementara terpaksa kami tunda dulu, mungkin dua hari atau pekan depan," imbuhnya.

Terpisah, Kaur Mintu Intelkam Polres Polman, Aiptu Jam'an mengungkapkan, bahwa hingga hari ini, belum ada laporan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari partai yang bersangkutan baik secara lisan maupun secara tertulis.

Lebih jauh Jam'an menjelaskan bahwa mekanisme untuk mendapatkan surat izin kegiatan politik seperti itu adalah pengurus partai terlebih dahulu harus menyurat kepada aparat kepolisian minimal paling lambat satu minggu sebelum hari H-nya dan paling lambat tiga hari sebelumnya. 

"Baik itu kampanye dialogis, tertutup, pokoknya harus tercantum dan dilaporkan, supaya kami bisa data berapa banyak jumlah massa, jurkam, alat peraga, rute dan lokasi tempat kegiatan tersebut, dan lain sebagainya," terangnya.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Polman, Arham Syah, menjelaskan bahwa, metode kampanye itu ada yang dilakukan secara rapat umum, terbuka, terbatas dan tatap muka.

"Nah, ini yang dilakukan oleh partai PKS tadi, boleh dikategorikan dua, yakni kampanye dengan pertemuan terbatas dan tatap muka," ungkapnya.

Arham menjelaskan, bahwa kegiatan PKS ini dinilai berkampanye karena mereka membawa alat peraga. "Setelah kami cek, apakah ada izin dari kepolisian ternyata belum ada makanya kami berinisiatif kami hentikan," ungkapnya.

Ia mengatakan, jika ada partai politik yang ingin melakukan suatu kegiatan kampanye itu sudah sangat jelas dalam peraturan PKPU.

"Harus ada izin dari polisi dan tembusan dari Bawaslu dan KPU setempat. Namun setelah kami minta, mereka tidak dapat menunjukkan dengan alasan  masih sementara pengurusan," pungkasnya. (ant/har)

Diduga Lepas Kontrol, Toyota Avanza Terguling di Kecamatan Tandukkalua

On Selasa, Maret 19, 2019


Mamasa, Masalembo.com – Sebuah mobil  Toyota Avansa  warna  putih DC 1260 AW mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Poros Mamasa- Mambi, Desa Parondo Bulawan, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat.  Kejadian ini mengakibatkan 3 orang luka-luka.

Diketahui mobuil tertsebut ditumbangi 6 orang anggota Polisi dari Polda Sulbar. Mobil itu dari arah Mamuju menuju  Kota Mamasa dikendalikan Ruslan  (35), namun Saat melintas di ruas jalan sekitar tempat kejadian perkara  pengemudi mobil diduga out control dikarenakan jalan aspal beton putus  dan bergelombang hingga mobil tersebutlalu terguling kekanan. 

“Kejadian terjadi pada  pukul 13:00 Wita sore tadi, diduga pengemudi lepas kendali ketika melewati jalan penurunan serta tikungan bergelombang,” ungkap IPTU Agung Kasat Lantas Polres Mamasa, yang dikonfirmasi, Sabtu sore 16/3/2019.

Kejadian ini mengakibatkan tiga orang menglami luka serius tersamuk supir.  Andi Asrul Asfah  ( 37 )   mengalami luka patah pada lengan sebelah kanan, Hamrin ( 37) Mengalami luka patah pada paha sebelah kanan, Ruslan (35)  Mengalami luka lecet pada lutut kiri, luka lecet punggung jari kanan dan benjol pada kepala bagian atas sementara 3 orang lainyan  yakni Erikson, Ramlan,  Wawan mengalami luka ringan.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, ia mengatakan  mereka yang mengalami kecelakaan  sedang melaksanakan tugas ke wilayah Mamasa. Dua orang yang jadi korban diperkirakan patah dan lainnya memar kena benturan saat kecelakaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun 6 orang korban tersebut sempat dilakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Mamasa, namun karna luka serius hingga mereka di rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar di  Mamuju. (frd)

Pangdam XIV/Hasanuddin Berkunjung ke Pasangkayu

On Selasa, Maret 19, 2019


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayor Jendral TNI Surawahadi SIP MSi, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Kodim 1427/Pasangkayu, Senin 19 Maret 2019.

Dalam kunjungannya kali ini, Pangdam yang didampingi sang istri sekaligus Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIV/Hasanuddin, Hj Endang Surawahadi, melakukan tatap muka dengan Prajuri Kodim 1427/Pasangkayu.

Dalam kesempatan itu, Pangdam Jendral Surawahadi, banyak memotivasi prajurit yang ada di Koduim 1427/Pasangkayu, agar mampu bertugas dengan baik meski jauh dari keluarga.
"Jalan hidup kita adalah tentara , ini adalah pilihan terbaik," katanya dalam tatap muka yang dihadiri puluhan prajurit itu.

Menurutnya TNI harus mampu menunjukkan netralitas dalam Pemilu kali ini. Disisi lain TNI juga harus hadiri memberikan kepastian kepada masyarakar agar jangan takut dalam menyalurkan asprisinya 17 April 2019 mendatang.

"Sebentar lagi kita akan menghadapi Pemilu, TNI harus menunjukkan netralitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, agar tidak takut datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya," imbuhnya.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayor Jendral TNI Surawahadi, yang tiba di Pasangkayu menggunakan hellikopter pribadi dari TNI-AD. Dia disambut para pejabat dari lingkup Pemkab Pasangkayu, dinataranya Sekda Pasangkayu Firman, MSi, Wakapolres Jufri Hamid, Ssos dan Komandan Kodim 1427/ Pasangkayu, serta dari Kejaksaan Pasangkayu.
Selain meresmikan gedung aula kodim, juga dilakukan penanaman sejumlah pohon di sekitar Kodim 1427/ Pasangkayu. (eds)

Polres Matra Rapat Operasional Triwulan I Tahun 2019 Bersama Jajaran

On Selasa, Maret 19, 2019


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM – Untuk mengukur hasil kerja dan keberhasilan personilnya, Kepala Kepolisian Resort Mamuju Utara AKBP Made Ary Pradana S.Ik,Mh melangsungkan “Gelar Operasional” triwulan pertama (Januari s/d Maret) di Aula Rupatama Polres Mamuju Utara. Kamis (14/3/19) Pukul 14.00 Wita.

Kapolres Matra AKBP Made Ary Pradana S.Ik,Mh dalam arahannya mengatakan tujuan dari  gelar operasional triwulan pertama ini, untuk mengulas atau mereview ulang pelaksanaan kinerja Polres Matra dan jajarannya dengan membandingkan data kinerja atau penyelesaian kasus triwulan-IV tahun 2018 lalu dengan triwulan-1 tahun 2019. Katanya

Dalam pelaksanaannya Kapolres Matra didampingi langsung oleh Wakapolres Matra Kompol Jufri Hamid S.Sos dan dihadiri seluruh Pejabat utama Polres, Para Kapolsek dan Para Perwira serta para Bintara Polres yang menduduki jabatan perwira.

Selain itu, Ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Polres Mamuju Utara di sampaikan langsung oleh Kapolres Matra atas kinerja yang dilakukan selama ini, karena secara umum kamtibmas berjalan aman, lancar dan terkendali tanpa kasus – kasus menonjol.

“Kendatipun demikian hal tersebut, jangan sampai membuat kita berpuas hati tetapi harus mendorong kita untuk tetap melakukan Inovasi yang lebih baik lagi demi kemajuan organisasi Polri”. Tutur kapolres

Sementara itu Wakapolres Matra Kompol Jufri Hamid S.Sos menambahkan arahan Kapolres, Ia mengatakan bahwa Mendekati Pemilu dan banyaknya kegiatan pengamanan seperti pengamanan pilpres dan Penyaluran Bansos saat ini, saya harap kepada personel Bag, Sat, Unit termasuk yang staff agar tetap standby di wilayah mengingat dengan banyaknya kegiatan pada bulan-bulan ini. Tambahnya

Selanjutnya, Pada kegiatan GO tersebut, para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran memaparkan hasil dari GO Triwulan IV Tahun 2018 masing-masing sebagai pembanding hasil GO Triwulan I tahun 2019. (eds)

Pasca Penembakan di New Zealand, Dewan Masjidi Indonesia Himbau ...

On Selasa, Maret 19, 2019

Menpan RB saat disambut oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Jafar. (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengingatkan seleuruh pengurus masjdi di Indonesia agar tetap waspada pasca penembakan jamaah masjid Al Nur, di Selandia Baru, yang terjadi pada hari Jumat lalu. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Masjid, Syafruddin Kambo, saat menghadiri acara pernikahan salahbsatu kerabatnya di Gedung Gadis, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (17/3/2019).

Syafruddin mengucapkan turut beduka cita dan mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya terhadap seluruh korban. 

"Kemudain untuk umat islam di Indonesia dan pengurus masjid tetap waspada," pesan mantan Wakalpori ini.

Ia menghimbau, kepada umat islam, agar tetap menjaga kedamaian menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniah. Kita tunggu saja perkembangannya mudah-mudahan penegakan hukum yang di lakukan pemerintah di New Zealand bisa menyelesaikan masalah. 

"Dewan masjid akan berangkat kesana,"singkatnya sambil bergegas naik ke mobil.

Sementara itu, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Jafar, mengatakan bahwa, kejadian ini adalah merupakan perbuatan teroris yang telah melanggar hak-hak hidup orang. 

Untuk di Indonesia, khususnya di Sulbar, kita harapkan tidak ada tindakan-tindakan yang bisa berakibat justru ada masalah baru atas kejadian ini.

"Seluruhnya kita berpasrah kepada Allah Swt tidak ada kejadian yang terjadi sia-sia,"ungkapnya.

Kapolda menghimbau kepada masyarakat banyak tawajud kepada Allah Swt kemudian ibadah kita semakin banyak dan semakin ramai. Ajak taat kepada Allah maka akan Allah akan berikan kebaikan kepada kita.

Terkait banyaknya kecaman di media sosial Kapolda mengatakan, bahwa kecaman tidak bisa menyelesaikan dengan kecaman. Kecaman ini mutlak dan wajar terjadi atas kejadian ini. 

"Dimana-mana tidak ada yang menerima dan merestui kegiatan teroris yang dilakukan oleh pelaku penembakan,"pungkasnya.

Sebelumnya, pada hari Jumat lalu, (15/3/2019), seorang warga melakukan penyerangn demgan menembak jamah di masjid Al Nur, Selandia Baru. Atas kejadian ini, sebanyak 49 orang  tewas menjdai korban dalam kejadian ini. Pelaku penembakan kini telah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat. (ant/har)

Pelajar Tewas Hanyut Tenggelam Saat Mandi di Sungai

On Selasa, Maret 19, 2019

Warga evakuasi jenazah pelajar yang tewas di sungai (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Seorang pelajar yang masih duduk dibangku kelas II SMP, di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, tewas setelah tenggelam dan hanyut di sungai Rea Barat, Kelurahan Madatte, Minggu (17/3/2019). Korban diketahui bernama Hidayat (13 tahun), warga jalan Pembangunan Berlanjut BTN Pesona Taman Madatte, blok C, nomor 11.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Sarifuddin, mengatakan, kronologis kejadian berawal, saat korban bersama Enam orang rekannya, sekitar pukul 10.00 Wita, sedang mandi-mandi di sungai Rea, yang letaknya sekitar 500 meter dan tidak jauh dari rumahnya. 

Saat korban sedang melompat dan salto, disusul oleh temannya. Namun ia tertimpa oleh salah satu temannya, sehinga membuat korban pingsan dan tidak sadarkan diri.

Korban sempat melambaikan tangan untuk meminta pertolongan namun, tidak dihiraukan oleh rekannya. Disangkanya korban hanya main-main oleh rekannya.

Rekannya sempat mencari namun tidak berhasil menemukan korban. Setelah melakukan pencarian, rekannya mulai takut. Mereka semua pun kembali ke kampung. Karena takut, mereka tidak menceritakan kejadian ini kepada warag dan keluarga korban. Nanti sekitar pukul 12:00, rekan-rekan korban baru melaporkan kejadian ini kepada orang tua korban.

Upaya pencarian dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polairud, dan dibantu oleh warga sekitar. Pencarian berlangsung selama hampir kurang lebih tiga jam. Tim pencari melakukan pencarian dengan menyusuri bantaran sungai mulai dari tempat awal korban dinyatakan hilang, hingga ke muara. 

Setelah mencari jauh, jasad korban akhirnya ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Lokasi penemuan korban berada jauh, sekitar satu kilo meter dari lokasi tempat korban mandi.

"Waktu ditemukan, jasad korban tersangkut di batang pohon,"kata Risal, warga rea yang ikut melakukan pencarian.

Warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali, namun tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Kapolsek Polewali AKP Samsu Rijal, yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah duka untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

"Ya, informasinya demikian, namun kami masih dalami dan meminta keterangan dari pihak keluarga untuk memastikan penyebab sehingga korban sampai tenggelam"ungkapnya.

Jenazah korban kini disemayamkan dirumah duka dijalan Pembangunan Berlanjut BTN Pesona Taman Madatte, blok C, nomor 11. Buhari, ayah korban enggan untuk dimintai keterangan, ia masih sangat terpukul atas kejadian ini. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada hari Senin besok. (ant/har)

VIDEO: Detik-detik Mobil Rombongan Bupati Majene Terbalik di Jalan Ulumanda

On Selasa, Maret 19, 2019

Sesaat usai hardtop terbalik, tampak bupati Majene H Fahmi Massiara dan Kadis Bapenda Anwar Lazim (Foto: Munirul Islam/Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Mobil offroad atau yang oleh warga setempat disebut hardtop mengangkut rombongan bupati Majene ke salah satu desa di Kecamatan Ulumanda mengalami kecelakaan, Senin (18/3/2019) kemarin.

Hardtop yang juga memuat Kepala Dinas PUPR, Kepala Bapenda, Kasubag Protokol, tiga staf Humas Setda Majene dan ajudan bupati, tergelincir dan akhirnya terbalik saat melewati jalan berlubang dan tanah yang terbongkar akibat jalan yang sudah berpuluh-puluh tahun tak mendapat sentuhan perbaikan. "Memang di situ (lokasi kejadian) jalanannya berlubang, tidak pernah ada perbaikan," kata Amrin, salah seorang warga Ulumanda yang kebetulan lewat saat mobil hardtop yang ditumpangi rombongan bupati Majene terbalik.

Amrin mengatakan, dirinya ikut mendorong dan membetulkan kembali posisi hardtop agar bisa melanjutkan perjalanan. Di tempat itu, jarak ke Dusun Taukong, lokasi tujuan bupati dan rombongan masih berjarak sekira 7 kilometer. "Alhamdulillah mobilnya bisa kita dorong, bisa berdiri dan melanjutkan perjalanan," ungkap Amrin.

Amrin menjelaskan, dia dan beberapa warga yang lewat melihat semua penumpang sempat syok sesaat usai kejadian, beruntung semuanya selamat. "Beruntung sekali tidak ada yang tertindis mobil, termasuk pak bupati, alhamdulillah selamat karena tidak goyang saat mobil terbalik, seandainya dia melompat pasti kena mobil," kata Amrin, Selasa (19/3).

Warga bantu dorong mobil hardtop rombongan bupati Majene (Foto: Munirul Islam/Humas Setda Majene)

Semenatara, Kasubag Protokoler Setda Majene Sufyan Ilbas mengatakan, dalam insiden ini, ajudan Bupati Majene Basri mengalami sakit pada bagian dada, sementara kepala Bapenda Anwar Lazim mengalami luka lecet pada lengan dan merasa sakit di pundak. Selain itu, Kadis PUPR Inindria menderita luka lebam pada betis serta Sufyan sendiri luka di bagian tumit.

"Di bagian tumit berdarah, tapi sangat bersyukur Pak Bupati tidak ada sedikitpun luka atau lecet," kata Sufyan, Senin sore.

"Beliau (bupati) duduk di depan bersama supir, sementra kami duduk dan berdiri di belakang mobil pick up hardtop," sambung Fyan.

Bupati H Fahmi Massiara yang dikonfirmasi ihwal kejadian ini mengatakan, dirinya bersyukur selamat pada insiden tersebut. Namun, Fahmi berharap agar jalan ke Ulumanda secepat mungkin dibenahi. "Kondisi jalan ruas Salutambung-Aralle sangat butuh perbaikan, bila dilakukan perbaikan kedepannya supaya bisa memperhatikan beberapa kondisi jalan yang cukup parah," kata Fahmi.

Bupati Fahmi menilai, pekerjaan pembangunan jalan ke Ulumanda oleh Pemrpov Sulbar, bisa saja dengan skala prioritas sesuai kebutuhan paling mendesak bagi warga. "Artinya bisa saja dikerja berpindah tempat, mencari lokasi yang jalananya betul-betul parah yang bisa mengundang kecelakaan," pungkas Fahmi

Hal Serupa Sering Terjadi

Sementara itu, sopir yang mengemudi hardtop rombongan bupati Majene Safrang mengatakan, dirinya sulit mengendalikan setir saat kejadian, akibat kondisi jalan yang rusak parah. "Lubangnya terlalu dalam jadi kita jalan tidak seimbang," ucap Safrang.

Dia mengatakan, hal serupa bukan kali pertama ia alami. Begitupula dengan sopir hardtop yang lain di Ulumanda. "Oh sudah sering, kalau terbalik begitu sudah biasa terjadi," kata Safrang.

Safrang juga mengaku beberapa sopir hardtop di Ulumanda kerap terancam bila mengemudi kendaraan jenis offroad, satu-satunya roda empat yang mampu menembus pegunungan Kecamatan Ulumanda. Ia juga sudah berulang kali mengangkut orang sakit dari empat desa di bagian pegunungan di daerah terpencil Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar ini.

"Ya yang seperti itu sudah sering terjadi, kadang juga orang kita angkut mobil terbalik, kadang penumpang juga turun dan ada yang melompat," aku Safrang

Video detik-detik hardtop rombongan bupati Majene terbalik (direkam salah seorang staf Humas Setda Majene).

Dorong Jadi Jalan Nasional

Bupati Majene Fahmi Massiara yang tiba di Dusun Taukong lantas menyinggung jalan Ulumanda saat menyampaikan sambutan usai meresmikan pasar rakyat di desa tersebut. Ia mengatakan sejatinya jalan poros Salutambung-Aralle yang melintasi pegunungan Kecamatan Ulumanda perlu mendapat penanganan serius. Ia menilai perlu sentuhan anggaran yang lebih besar, mengingat medan yang sulit, sementara mobilitas warga kian meningkat seiring pertambahan pengguna jalan. "Kalau mengandalkan anggaran daerah mungkin butuh waktu, sehingga perlu didorong jadi jalan nasional biar balai yang menangani," kata Fahmi di hadapan puluhan warga yang hadir.

Namun kata dia, membawa poros Salutambung-Aralle ke jalan nasional tentu melalui proses. Beberapa syarat juga perlu dikerjakan baik Pemkab Majene maupun Pemprov Sulbar. "Kalau misalnya ini (jalan Ulumanda, red) bisa ditembuskan ke daerah Mamasa terus ke Sulsel (Tanah Toraja), mungkin ini bisa menjadi jalan nasional," pungkas Fahmi

Kendati demikian, mantan camat Banggae Timur ini berharap banyak pada Pemerintah Provinsi Sulbar. Apalagi kata dia, Sekretaris Provinsi Sulbar saat ini, pria kelahiran Kecamatan Ulumanda. (har/red)