Pemuda Pancasila Kunjungi Veteran di Mamuju

On Minggu, Agustus 18, 2019

Ketua MPC Pemuda Pancasila Mamuju Hj Sutinah Suhardi menyambangi legiun veteran (Awal S/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia, sejumlah anggota organisasi pemuda Pancasila melakukan silaturahmi dengan legiun veteran di Mamuju, Sulawesi Barat.

Para pengurus Pemuda Pancasila mendatangi kediaman ketua LVRI Mamuju Rafiuddin di Jalan Abdul Malik Patta Endeng, Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju, Minggu (18/8/2019).

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Mamuju Hj Siti Sutinah Suhardi mengatakan, kehadiran organisasi Pemuda Pancasila di tengah pengurus legiun veteran sebagai bukti kepedulian organisasi ini pada para pejuang dan penerusnya.

"Khusus momentun 17 Agustus ini kita bersilaturahmi dengan para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Sutinah, mengaku memiliki sejumlah program bersama Pemuda Pancasila yang dipimpinnya.

Kata Sutinah, tanpa pengorbanan para pejuang terdahulu mustahil kemerdekaan bisa dinikmati sekarang. Selain itu, ia juga memberikan bingkisan kepada para legiun veteran.

"Kami kesini bersama rekan-rekan Pemuda Pancasila bersilaturahmi bersama veteran dan menghormati mereka yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia," katanya.

Ketua LVRI Mamuju H Safiuddin menyambut baik kedatangan Pemuda Pancasila. Diawal sambutannya, Rafiuddin yang tak lagi muda itu tampak membakar semangat anggota Pemuda Pancasila. 

"Merdeka, jangan pernah kalian melupakan jasa-jasa para pejuang," ujar Rafiuddin.

Sebelumnya, di kediaman Rafiuddin, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sulbar bertandang dan meminta maaf kepada para veteran atas kelalaiannya tak memberi undangan upacara HUT ke 74 RI kemarin.

Baca di sini: Tak Undang Legiun Veteran, Panitia HUT RI Sulbar Minta Maaf. (awl/har)


Tak Undang Legiun Veteran, Panitia HUT RI Sulbar Minta Maaf

On Minggu, Agustus 18, 2019

Ketua Panitia HUT ke 74 RI Sulbar Muhammad Hamzih (dua dari kanan) menyampaikan permohonan maaf kepada veteran (Foto: Kominfo Sulbar untuk masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sempat menuai kritikan dari sejumlah pihak, panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 RI Provinsi Sulawesi Barat akhirnya minta maaf ke pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Mamuju.

Permohonan maaf diwakili ketua panitia HUT ke 74 RI Sulbar Muhammad Hamzih yang datang menyambangi kediaman ketua LVRI Mamuju Rafiuddin, Minggu (18/8/2019) pagi. Hamzih datang ditemani sejumlah panitia. Ia diterima Ketua LVRI di kediamannya di lingkungan Rangas Mamuju.

Muhammad Hamzih yang juga merupakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga mewakili Pemprov Sulbar menyampaikan permohonan maaf. Panitia HUT RI lainnya yang turut hadir diantaranya Sekretaris DPRD Safaruddin, Kepala Dinas Sosial Bau Akram Da'i dan sejumlah Kepala Bidang.

Baca: Tak Diundang Upacara Proklamasi Lukai Hati Para Legiun Veteran di Mamuju

Dari LVRI, tampak Rafiuddin bersama anggota veteran lainnya, antara lain Mansyur AM, Uping, Warli Hapid dan Mustalim.

Muhammad Hamzih di kesempatan ini mengatakan, panitia HUT ke 74 RI menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kelalaian sehingga LVRI tak mendapat undangan upacara HUT proklamasi ke 74 RI yang digelar di lapangan kantor gubernur Sulbar, Sabtu (17/8) kemarin. "Tidak ada sama sekali niat kami untuk tidak mengundang para pejuang kita," tutur Hamzih.

Kata Hamzih, pada rapat perdana panitia HUT ke 74 RI Sulbar pihaknya lebih awal mengingatkan agar LVRI tidak luput dari undangan. Bahkan di tempat pelaksanaan upacara panitia sudah menyiapkan kursi untuk para legiun veteran. 

"Sekali lagi kami menyampaikan permohonaan maaf yang mendalam atas kelalaian kami sebagai panitia," ucapnya.

Dikatakan Hamzih, melalui momen ini  Pemprov Sulbar akan bangun komunikasi yang berkesinambungan dengan LVRI. Tidak boleh lagi terjadi pada momen HUT Sulbar nanti tanggal 22 September 2019.

Bahkan Hamzih berjanji, bukan hanya pada momen HUT RI dan Hari Pahlawan, tetapi LVRI akan diundang di hari-hari penting termasuk HUT Sulawesi Barat 22 September mendatang. 

"Tanpa perjuangan mereka ini kita semua tidak ada artinya, karena para pejuang inilah yang merupakan orang-orang hebat yang telah berjuang meraih kemerdekaan sampai kita menikmati seperti sekarang ini," tuturnya.

Ketua LVRI Cabang Mamuju Rafiuddin menyampaikan apresiasi atas kehadiran panitia melakukan permohonaan maaf kepada veteran. "Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia, dia tidak sengaja tidak mengundang tapi unsur kekeliruan," ucap Rafiuddin.

Ketua LVRI Mamuju ini juga mengaku tak masalah organisasinya tak diundang karena panitia sudah menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan kekeliruan. Sebagai manusia biasa kata Rafiuddin, siapapun akan selalu diliputi kekeliruan tak terkecuali panitia HUT ke 74 RI Sulbar. 

"Makanya saya bilang kepada panitia sampaikan saja sama saya, nanti saya yang sampaikan kepada mereka tidak usah repot-repot diantar  (undangan, red) karena tahun-tahun sebelumnya juga begitu," tutur Rafiuddin.

Rafiuddin mengatakan tak mendapat undangan dari panitia HUT RI baik provinsi maupun kabupaten justru ada hikmahnya. "Semoga kedepan LVRI lebih mendapat perhatian dari pemerintah," harapnya. (rls/har)


Sukses Helat Pemilu, KPU Se Sulbar Balapan Sendok kelereng

On Minggu, Agustus 18, 2019

Keseruan Porseni KPU Se Sulbar yang dihelat usai pelaksanaan Pemilu 2019 (Ist/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Sulawesi Barat dan KPU kabupaten se Sulawesi Barat telah berhasil menyelenggarakan pemilu 2019  hingga tahapan terakhir yakni penetapan calon anggota legislatif DPRD terpilih.
Sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan tersebut, jajaran KPU se Sulawesi Barat menggelar Pekan Olah Raga dan Seni ( PORSENI ).
kegiatan yang berakhir 17 Agustus 2019 itu mempertandingkan dan memperlombakan sejumlah nomor antara lain lomba lari kelereng, Pertandingan Tarik Tambang, lari karung, Redi Papan, Catur dan Tenis Meja.

Porseni KPU se Sulawesi Barat yang berlangsung sejak 14 Agustus 2019 di kompleks KPU Sulbar itu diikuti tujuh kontingen masing - masing dari : KPU provinsi dan enam KPU kabupaten se Sulbar. Setiap kontingen diperkuat para komisioner KPU dan jajaran sekretariat.

Ketua KPU Sulawesi Barat, Rustang menjelaskan,  beragam pertandingan dan perlombaan yang digelar  tersebut memiliki sejumlah tujuan antara lain; mempererat tali silaturahmi antar seluruh jajaran KPU provinsi dan kabupaten baik komisioner maupun dengan sekretariat.

" Yang lebih penting lagi, Porseni ini sebagai bentuk kegembiraan kita, bentuk kesyukuran kita bersama karena tahapan pemilu 2019 telah sukses kita gelar, terakhir KPU provinsi dan KPU kabupaten telah melakukan penetapan calon terpilih pasca tahapan sidang di MK, dimana KPU berhasil mempertahankan keputusan di majelis sidang MK," jelas Rustang usai penutupan Porseni di halaman kantor KPU Sulbar, jalan Soekarno Hatta Mamuju.

Selain ketua KPU, Rustang, hadir dalam acara penutupan porseni itu antara lain, anggota KPU Sulbar Farhanuddin, Said Usman Umar, Plt. Sekretaris KPU Provinsi Baharuddin, ketua Panitia Porseni Bustaman serta jajaran KPU Kabupaten se Sulawesi Barat.

Anggota KPU Sulbar divisi Hukum dan Pengawasan, Farhanuddin menambahkan, Porseni menjadi ajang mempererat kebersamaan setelah lebih setahun jajaran KPU mempersiapkan dan melaksanakan pemilihan umum yang pertama kali dalam sejarah Indonesia digelar secara serentak.

" Keberhasilan mempertahankan keputusan di majelis sidang MK di tahapan Perselihan Hasil Pemlihan Umum (PHPU,-) di Mahkamah Konstitusi itu adalah atas kerja sama semua jajaran,  baik komisioner maupun sekretariat mulai dari KPU Provinsi, KPU Kabuapaten dan jajaran ad-hoc, kami merajut kebersamaan itu dengan olah raga dan seni," beber Farhan yang juga dosen non-aktiv FISIP Universitas Sulawesi Barat.

Sejumlah momen menarik tersaji selama pelaksanaan porseni, misalnya saat para komisioner yang selama ini serius menyiapkan tahapan pemilu, berlomba secepat- cepatnya berjalan menyentuh garis finis namun dengan menggigit sendok berisi kelereng, butuh ketenangan agar kelereng tidak jatuh, namun disisi lain, harus berjalan cepat agar meraih posisi terdepan. 
Di lomba yang mengundang tawa penonton tersebut, komisioner KPU Pasangkayu, Harleywood meraih juara satu untuk di nomor putera, sedangkan di lomba kelereng putri dimenangkan kontingen Mamuju.

Keseruan juga berlangsung saat lomba balap karung dan lomba karaoke, sejumlah komisioner dan staf lomba adu vokal dengan lagu pilihan masing - masing. 

ketua panitia Porseni, Bustaman yang juga kasubag Umum KPU Sulbar menjelaskan, kontingen KPU Provinsi meraih juara umum setelah merebut enam medali emas, disusul kontingen KPU Mateng dan dan posisi ketiga ditempati KPU Mamuju. (rls/har)

Kapten Infanteri Muchtar, Tiap Tahun Pimpin Upacara Proklamasi di Mateng

On Minggu, Agustus 18, 2019

Kapten Inf Muchtar (Foto: Jamal Tanniewa)

MATENG, MASALEMBO.COM - Upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia kembali digelar di lapangan Benteng Kayu Mangiwang Tobadak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sabtu 17 Agustus 2019.

Ratusan orang hadir, baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Organisasi Kepemudaan (OKP) hingga pelajar dan mahasiswa.

Sekretaris Panitia HUT RI Mateng Bambang Suparni menjelaskan, untuk pasukan pengibar bendera (Paskibraka) tahun ini, seluruhya berasal dari pelajar Mateng. Mereka dari SMA dan sederajat yang direkrut melalui seleksi dari sejumlah sekolah di daerah ini. 

"Kami seleksi dari semua sekolah menengah atas, baik SMA, MA, SMK yang ada di Mateng dan tentu saja harus memenuhi syarat fisik dan kesehatan," jelas Kepala Dinas Pariwisata Mamuju Tengah ini.

Sebagai penanggung jawab Paskibraka, H Bambang Suparni menegaskan 72 orang pasukan pengibar bendera yang dilatih seluruhnya hasil seleksi secara murni tanpa mengenal asal, suku dan kedudukan orang tua. 

"Kami tidak menanyakan anak siapa dan asal daerah mana, tetapi yang utama adalah memenuhi syarat dan kriteria menjadi seorang Paskibraka," jelasnya.   

Bupati Mateng H Aras Tammauni bertindak sebagai inspektur upacara penaikan bendera. Sementara Wabup H Amin Jasa sebagai irup untuk penurunan bendera merah putih, Sabtu sore. 

Nah, ada yang tak kalah menarik untuk upacara di Mamuju Tengah. Seperti tahun-tahun sebelumnya untuk ke empat kalinya Danramil Budong Budong Kapten Infanteri Muchtar kembali bertugas sebagai komandan upacara HUT RI di bumi Lalla Tassisara ini.

Kapten Inf Muchtar adalah pria kelahiran Polmas 1 Januari 1966. Ia masuk militer tahun 1986 dengan pangkat prajurit dua. Muchtar sekolah bintara di tahun 1992, kemudian sekolah perwira tahun 2004.

Meski sudah empat kali bertugas sebagai komandan upacara. Kapten Muchtar tetap setia, dan terdepan demi kesuksesan upacara HUT RI Mamuju Tengah.

Pria yang punya riwayat penugasan operasi di Timor Timor tahun 1987, 1989 dan tahun 1995 mengaku bangga terus mendapat kepercayaan jadi komandan upacara detik-detik proklamasi setiap tahunnya.

Berikut jenjang tugas Muchtar:

1. Batalyon 700/BS 
2. Batalyon 724/Jsr
3. Batalyon 700/Rider
4. Rindam VII/Wirabuana
5. Pelatih  Dodiklatpur
6. Kodim 1418/Mamuju
7. Pasi Personalia Kodim 1418/Mamuju
8. Danramil 1418-04/Budong Budong sampai sekarang. (jml/har)


Tak Diundang Upacara Proklamasi Lukai Hati Para Legiun Veteran di Mamuju

On Sabtu, Agustus 17, 2019

H. Rafiuddin (Ketua LVRI Mamuju)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sejumlah legiun veteran di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengaku kecewa karena tahun ini tak mendapat undangan hadir di upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019).

Para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang datang di antaranya berasal dari luar kota Mamuju seperti Kecamatan Kalukku, memilih berkumpul di rumah kediaman H Rafiuddin Jl Abdul Malik Pattaendeng. Rumah H Rafiuddin ini sekaligus dijadikan Sekretariat Legiun Veteran Mamuju.

Ketua Lembaga Veteran Mamuju H. Rafiuddin saat ditemui di kediamannya mengatakan, baru kali ini veteran tak mendapat undangan upacara proklamasi kemerdekaan RI. Ia mengaku kecewa lantaran pemerintah seakan abai pada perjuangan mereka.

"Tidak ada undangan, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi," ungkap Rafiuddin.

Ia menganggap Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemda Kabupaten Mamuju telah melupakan perjuangan para veteran. "Biasanya tiga hari sebelum 17 Agustus saya telah mendapatkan undangan kemudian saya sebar ke teman-teman," kata ketya legiun veteran Kabupaten Mamuju ini.

Kata dia, sekitar 12 orang veteran sudah sejak pagi datang ke Kota Mamuju dengan menggunakan pakaian kebesaran mereka. Hanya karena tidak mendapatkan undangan mereka batal mengikuti pelaksanaan upacara HUT ke 74 RI.

Sebagian veteran yang berasal dari luar kota Mamuju itu kemudian memilih pulang dengan diantar cucu mereka. "Saya sudah telpon memang dari Tapalang untuk tidak datang karena kami tidak mendapatkan undangan," terangnya.

Biasanya kata Rafiuddin, sesaat sebelum upacara HUT RI para verteran berkumpul di rumah kediamannya. Mereka lalu beringan ketempat upacara.

"Tadi mau apa kita hadir di tempat upacara, kita mau diteriaki tamu tanpa undangan," ucap Rafiuddin berkaca-kaca.

"Kekecewaan kami sangat luar biasa," tambahnya

Ia berharap kedepan pemerintah Provinsi Sulbar, Pemda Mamuju dan panitia tidak melupakan para veteran. Kata Rafiuddin, legiun veteran tak akan kehilangan jiwa patriotik dan nasionalisme hingga ke liang lahat. "Bahkan sampai liang lahat bakal dibungkus merah putih," sedihnya.

Terpisah, Ketua Pemuda Panca Marga wilayah Provinsi Sulbar Firman Juang mengatakan pemerintah Provinsi Sulbar dan Kabupaten Mamuju mengalami kekeliruan besar. "Tak seharusnya legiun veteran tak mendapat undangan," ucapnya.

"Merekalah berjuang sehingga negara ini ada, mereka berjuang mempertahankan kemerdekaan, kita hanya mengisi saja," terangnya.

Firman juga mengharapkan di setiap acara-acara seperti kegiatan kesehatan seharusnya mereka dilibatkan maupun keluarga mereka.

"Termasuk juga kesejahteraan mereka, perbaikan tempat tinggal dan pendidikan untuk anak dan cucunya perlu diperhatikan," harapnya. (awl/har)

Askary: Kami Bersumpah Perjuangan Saudara-Saudara adalah Perjuangan Kami Pula

On Sabtu, Agustus 17, 2019

Askary Anwar memimpin upacara malam renungan HUT ke 74 RI di TMP Bahagia Desa Babana (foto: Yasin)

MATENG, MASALEMBO.COM - Renungan malam dan penghormatan kepada pahlawan bangsa pada malam 17 Agustus 2019 berlangsung di taman makam pahlawan Bahagia Desa Babana, Kecamatan Budong Buddong, Kabupaten Mamuju Tengah, Jum'at (16/8/2019) malam.

Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mateng H. Askary memimpin renungan suci menjelang peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia. Malam renungan juga dihadiri para asisten Setda Mateng, staf ahli, kepala OPD, kepala Kemenag, Pabung TNI Kodim 1418/Mamuju, Danramil beserta dan Kapolsek Budong Budong serta Kapolsek Topoyo.

Renungan suci digelar secara rutin setiap tahun pada 16 Agustus malam. Acara tersebut sebagai penghormatan seluruh bangsa kepada para pahlawan. Renungan juga menandai dimulainya detik-detik proklamasi. Upacara HUT Kerdekaan RI ke 74 dipusatkan di pelataran terminal Benteng Kecamatan Tobadak, Sabtu (17/8/2019).

Dalam naskah apel kehormatan dan renungan suci Askary mengatakan, Pemkab Mateng akan terus mengenang jasa-jasa para pahlawan yang gugur mendahului warga bumi Lalla Tassisara. "Kami yang hadir pada upacara apel kehormatan dan renungan suci, untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan, menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian, pengorbanan saudara-saudara, dalam pengabdian terhadap perjuangan terhadap perjuangan demi kebahagiaan bangsa dan negara," ucapnya.

"Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula, dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan kami pula," ucap Askary.

"Kami berdo'a semoga arwah saudara-saudara di terima oleh Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapat tempat yang sewajarnya," sambungnya. (jml/har)

Merah Putih 74 Meter Berkibar di Kawasan Obyek Wisata Sawah Mamasa

On Sabtu, Agustus 17, 2019

Merah putih 74 meter memanjang di atas kawasan wisata sawah Desa Tondok Bakaru Mamasa (Frendy Cristian/Masalembo.com)

MAMASA MASALEMBO.COM - Rayakan HUT RI ke-74, bendera raksasa sepanjang 74 meter berhasil dikibarkan puluhan pemuda di Mamasa. Uniknya pengibaran bendera ini digelar di salah satu area persawahan di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat.

Pengibaran bendera ini dilakukan sejumlah komunitas, seperti Jelajah Kondosapata, Komunitas Bikers Mamasa, Komunitas Tondok Bakaru Orcid dan pemuda Sadar Wisata.

Pengibaran bendera di area persawahan ini, begitu menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, pengibaran bendera di sebuah area persawahan baru pertama kali dilakukan di Mamasa.



Panitia pelaksana Reski Masran mengatakan, pengibaran bendera sengaja dilakukan di areal persawahan pada HUT RI tahun ini guna mengajak para petani di desa agar juga bisa memaknai hari kemerdekaan.

“Dengan melihat situasi dan kondisi sosial di Mamasa mayoritas masyarakatnya adalah petani sehingga kita mencoba melibatkan mereka pada perayaan HUT RI kali ini,” ungkap Reski.

Selain itu, menurutnya pengibaran bendera ini juga sebagai ajang promosi wisata Mamasa, dimana di lokasi tempat pengibaran merupakan obyek wisata sawah.

“Ini juga sebagai ajang promosi wisata di Desa Tondok Bakaru. Ini digagas sejumlah obyek sejumlah pemuda desa," tuturnya.



Reski mengharapakan, melalui kegiatan ini tumbuh semangat nasionaliseme bagi semua kalagan yang terlibat di dalamnya, termasuk para petani dan kaum millenial di Mamasa.

Pegibaran bendera raksasa di area persawahan ini dihadiri ratusan pemuda serta masyarakat di desa Tondok Bakaru.

Kepala Desa Tondok Bakaru Matheus Daniel Dessaratu, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan sejumlah komunitas pemuda yang melakukan pengibaran benderah raksasa di desanya.

“Ini sebuah ide kreatif yang sudah dilakukan sejumlah pemuda di Mamasa. Sangat positif, semoga desa kami bisa lebih maju khusunya di bidang kepariwisataan demi peningkatan perekonomian masyarakat di desa,’ tuturnya. (frd/har)