Tak Bisa Nikmati Air Bersih, Warga Pulau di Polman Kecewa Acuhnya Pemerintah

On Senin, Desember 10, 2018

Sebuah bak penampungan di pulau Bottoa yang tak pernah teraliri air bersih (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Warga Dusun Kapejang, Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat kini mengaku kecewa. Kekecewaan lantaran menilai pemerintah setempat seolah-olah tak memperhatikan kondisi mereka. Hal ini lantaran jaringan air PDAM  yang telah terpasang belum bisa mengalir ke dusun mereka. Padahal, instalasi air telah dipasang lebih dari satu tahun.

Kurang lebih 70 KK yang telah dipasangi keran PDAM, namun tidak dapat difungsikan. Program ini merupakan bantuan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kini, untuk mendapatkan air bersih warga hanya mengandalkan air galon dan air sumur. Itupun harus menyeberang ke kota untuk mendapatkan air galon. Sementara air sumur diambil di atas bukit. Airnya juga tak layak konsumsi karena berbau dan berwarna seperti air cucian beras karena mengandung zat kapur.

"Percuma dipasang kilometer, karena sejak dipasang air tidak pernah mengalir sampai di sini," tutur Mariani, warga setempat.

Pulau Battoa dihuni sekitar 300 KK. Mereka terdiri dari dua dusun, Lendang dan Kapejang. Dusun Lendang dihuni 224 KK, Kapejang 85 KK. Instalasi jaringan air PDAM sebenarnya sudah menjangkau pulau ini namun air hanya mengalir sampai di Dusun Lendang. Sementara ke Dusun Kapejang belum mampu mengalir sama sekali.

Kepala Desa Tonyaman, Nursan yang dikonfimasi mengatakan, telah mengupayakan membangun sebuah bak penampungan air di atas bukit, namun terkedala pompa yang mengalami kerusakan.

"Kemarin sudah dibuatkan bak, tapi bermasalah pompanya. Kami akan upayakan secepatnya," tururnya.

Direktur PDAM Wai Tipalayo Polman, Fadly Anwar mengatakan, bahwa yang menjadi kendala adalah tekanan air yang tidak mampu mengalir kesana. Selain itu, kendala lain adalah faktor alam yang menjadi masalah teknis. 

"Kami sudah upayakan bak penampungan cuma belum maksimal karena bukan kita yang punya. Itu ada satuan kerjanya. Kami hanya mengusulkan ke satker," jelas Fadli, Minggu (9/12)

Pihak PDAM Wai Tipalayo berjanji akan segera menelusuri apa masalahnya sehingga agar air tak bisa sampai mengalir ke Dusun Kapejang. (ant/har)

Berbekal Semangat KMSC Sambut Ultah Mateng ke-6

On Senin, Desember 10, 2018

Atlit asal Polman saat pengenalan lapangan tembak di Mateng (Foto: Jamal Tanniewa/masalembo.com)

MATENG, MASALEMBO.COM -  Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ke-6, Perbakin Mateng yang dimotori Kayu Mangiwang Shotting Club (KMSC) gelar turnamen menembak.

Turnamen melibatkan atlit dari lima kabupaten di Sulbar. Event ini sengaja digelar untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi sesama atlit. Selain itu, turnamen juga sebagai salah satu ajang pencarian bakat.

Ketua KMSC H Arsal Aras mengatakan, Bumi Lalla' Tassisara Mateng merupakan daerah otonomi baru yang masih banyak keterbatasan. Namun berbekal semangat mengembangkan olahraga menembak, DOB baru bukan jadi alasan untuk menjalin silaturrahmi dan membina calon atlit masa depan.

"Mamuju Tengah memiliki banyak calon atlit berbakat, termasuk atlit penembak, namun untuk mengembangkan tentu membutuhkan dukungan pemerintah agar lebih makasimal," kata Arsal, Minggu (9/12)       

Dikatakan, sebagai daerah baru di Provinsi Sulbar fasilitas olahraga menembak Mateng masih sangat minim. Namun melalui ajang silaturrahmi yang digelar hari ini, Senin (10/12) juga sebagai langkah awal bagi pemerintah meningkatkan infrastruktur untuk membina generasi penembak di Mateng. 

Harapan itu juga diperuntukkan bagi Pengurus Perbakin Sulbar. Menurut Arsal, dalam mengembangkan atlit di tingkat provinsi, Perbakin Sulbar diharapkan melakukan pembinaan di tingkat kabupaten. 

"Kita berharap agar perbakin Sulbar juga melakukan pembinaan sampai ke kabupaten agar mampu bersaing dengan daerah lain," tutup peraih medali emas menembak Porprov III Sulbar yang juga Ketua DPRD Mateng ini. (jml/har)

Tangki Mobil Dimodifikasi Sedot BBM, 4 Warga Polman Diamankan Polisi

On Minggu, Desember 09, 2018

Tangki mobil dimodifikasi (Handover/Polsek Binuang)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Aparat Kepolisian Sektor Binuang, mengamankan empat orang warga sedang mengantri bahan bahar minyak (BBM) di salah satu SPBU di jalan Teuku Imar, Daramou, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (8/12/18) kemarin.

Mereka diduga adalah pengecer BBM yang hendak melakukan kecurangan untuk meraup keuntungan besar di tengah kelangkaan BBM sepekan terakhir ini.

Modus yang mereka lakukan, adalah ikut mengantre BBM di SPBU menggunakan mobil yang tangkinya telah dimodifikasi agar mendapatkan BBM dalam jumlah banyak. Para pengecer ini diketahui petugas telah berulang kali bolak balik masuk ke areal SPBU untuk mengantri.

BBM yang telah mereka dapatkan, kemudian dikuras ke dalam jerigen yang telah disiapkan pada tempat yang tidak jauh dari lokasi SPBU. Setelah itu mereka dapat kembali dengan cepat untuk mengikuti antrian.

“Saat kami lakukan pemantauan dan pengamanan di SPBU, kami perhatikan ada beberapa mobil yang melakukan pengisian terlalu lama, setelah dilakukan pengecekan mobil tersebut menggunakan tengki bukan standar yang sudah dirubah tidak sesuai dengan aslinya, makanya langsung kami amankan saat melakukan pengisian BBM di SPBU Sarampu," tulis Kapolsek Binuang, Iptu Mahyuddin, dalam keterengan melalui pesan pendek, Minggu (09/12).

Keempat pengecer nakal ini, masing-masing berinisial LH (35 tahun) Warga Ammassangan, Kecamatan Binuang, SL (40 tahun), Warga Desa Batetanga, Kecamatan Binuang, NS (41 Tahun), Warga Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali dan Us (45 tahun), Warga Pasar Baru, Polewali.

Selain empat tersangka, polisi juga menyita barang bukti empat unit mobil yang dipakai mengantre dan diketahui menggunakan tangka modifikasi. Masing-masing satu Mikrolet Carry dengan nomor polisi DC 1715 AC yang membawa 4 jerigen berisi premium, Minibus Carry dengan nomor polisi DD 1270 IU yang membawa 20 jerigen BBM dan masih kosong, Pick UP Carry dengan nomor polisi DD 8637 BM yang membawa beberapa jerigen berisi BBM dan Mobil Carry dengan nomor polisi DD 1506 MB.

“Rencananya BBM yang telah didapatkan akan diantar pada beberapa pengecer lain yang ada di Jl. Trans Sulawesi, pertamini ataupun pengecer botolan," kata Kanit Intelkam Polsek Binuang, Brikpa Abdul Rasyid.

Untuk kepentingan lebih lanjut, para pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan langsung diserahkan ke Unit Tipiter Reskrim Polres Polman.

Seperti diketahui, sejak sepekan ini kelangkaan BBM terjadi pada semua SPBU di Kabupaten Polman. Kelangkaan ini mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan sepanjang ratusan meter. Kelangkaan ini memicu terjadinya lonjakan harga BBM jenis premium di tingkat pengecer, mencapai Rp20 ribu perbotol. (ant/har)

Jalan Penghubung Antar Desa di Mamasa Tertimbun Longsor

On Minggu, Desember 09, 2018

Kondi jalan antar dua desa di Mamasa tertimbun material longsor (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM -Jalan penghubung antar Desa Buntubuda dan Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat putus akibat tertimbun material longosor. Akibatnya warga di dua dusun di Desa Taupe yakni Dusun Ne’ke dan Dusun Kanan terancam tersisolasi.

Hujan yang menguyur wilayah Mamasa dan sekitarnya pada subuh di nihari  tadi, ditambah dengan getaran gempa yang terus menguncang Mamasa hingga Minggu (9/12) pagi,  mengakibatkan tebing jalan sekitar 50 meter longsor. Material longsoran berupa pasir dan batu serta pohon tumbang menutup badan jalan hingga tak bisa dilalui.

Amos, salah satu warga di lokasi kejadian mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 10: 00 Wita Minggu pagi. Peristiwa ini mengakibatkan jalur akses menuju kota Mamasa dari  dua dusun di Desa Daupe terputus dan tak bisa dilalui. 

Longsoran ini juga mengakibatkan jalur perekonomian masyarakat di dua Dusun terancam. Satu-satunya akses masyarakat ke Dusun Kanan dan Dusun Ne’ke menuju pasar di  kota Mamasa adalah jalan terkena longsor ini.

Karna tak ada alat berat yang tiba di lokasi, sejumlah warga terpaksa menggunakan alat seadanya untuk membersikan sebagian material longsor. 

Meski sebagian meterial longsor sudah dibersikan namun longsoran dari tebing jalan masih terus terjadi hingga masyarakat yang melalui jalan tersebut harus serba hati-hati.

Masyarakat setempat berharap ada alat berat milik pemerintah yang bisa dikerakan ke lokasi, membersikan semua material longsoran agar akses jalan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. (frd/har)

Ini Sanksi Bagi Parpol Tak Masukkan Laporan Dana Kampanye

On Sabtu, Desember 08, 2018

M. Danial (Foto: Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Masa kampanye pemilu 2019 kini memasuki bulan ketiga. Menjelang pergantian tahun, peserta pemilu diingatkan kewajiban menyampaikan laporan dana kampanye tahap kedua. Pasalnya, Laporan Penerimaan Sementara Dana Kampanye (LPSDK) harus disampaikan ke KPU tanggal 2 Januari 2019 mendatang. 

Ketua KPU Kabupaten Polewali Mandar, M Danial mengatakan, bahwa dana kampanye adalah sejumlah biaya berupa uang, barang atau jasa yang digunakan peserta pemilu semua kegiatan kampanye. Tiga jenis laporan dana kampanye, terdiri LADK (Laporan Awal Dana Kampanye), LPSDK dan LPPDK (Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye).

"Dalam waktu dekat, KPU Kabupaten Polman akan menyurat secara resmi kepada pimpinan parpol dan tim kampanye pilpres tingkat kabupaten, mengingatkan kewajiban menyampaikan LPSDK pada awal Januari 2019," kata Danial

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 parpol di Polman yang mengusulkan calon anggota legislatif DPRD kabupatenm. Begitupun Tim Kampanye Paslon Pilpres Jokowi-Maruf Amin dan Tim Kampanye Paslon Pilpres Prabowo-Sandi, telah menyampaikan LADK ke KPU Polman sebelum batas waktu tanggal 22 September yang lalu. 

"Maka tahap kedua adalah LPSDK yang harus disampaikan ke KPU Kabupaten Polman paling lambat 2 Januari 2019 pukul 18:00 Wita," jelas Danial.

Dikatakan, LPSDK adalah pembukuan yang memuat seluruh penerimaan dana kampanye setelah pembukuan LADK sebelum penyampaian ke KPU sesuai tingkatannya. 

Tahap terakhir laporan dana kampanye peserta Pemilu ke KPU, menurut Danial, adalah LPPDK yang harus masuk ke KPU paling lambat 15 April 2019. 

"Peserta Pemilu yang tidak menyampaikan LPPDK sesuai batas waktu yang ditetapkan, akan dikenai sanksi tidak ditetapkan calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi atau DPRD kabupaten/kota menjadi calon terpilih, walau memeroleh suara mencapai jumlah perolehan kursi di dapilnya," terang Danial Kamis (6/12). (ant/har)

Derita Bocah Polman Lahir Tanpa Anus, Butuh Bantuan Dermawan

On Sabtu, Desember 08, 2018

Bocah Ahmad di Polewali Mandar (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Seorang bocah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat menderita kelainan tak punya lubang anus. Namanya Ahmad Mubarak, 2,5 tahun usianya kini. 

Bungsu dari enam bersaudara ini adalah buah hati pasangan Aco dan Naimah, warga Lingkungan BTN Stadion, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali. Ia menderita kelainan itu sejak lahir.

Namiah, ibu bocah tersebut menuturkan, sejak mengandung dia rutin periksa di bidan di Pustu terdekat. Namum bidan mengatakan, kehamilannya baik-baik saja.

"Sejak mengandung memang biasa ada lain saya rasa, tapi bidan bilang tidak apa-apa. Saya juga tidak pernah minum obat lain saat hamil," kata Namiah.

Saat bersalin, Namiah melahirkan di rumah salah satu bidan setempat melalui proses persalinan normal. Namun alangkah kagetnya saat mengetahui anaknya punya kelainan. Meskipun dengan kondisi yang tidak sempurna, namun ia mengaku tetap bersyukur menerima karunia yang diberi oleh Tuhan.

"Mungkin sudah ini jalan yang diberikan oleh Allah, tetap saya syukuri," ucapnya, Jumat (7/12).

Saat usia Ahmad memasuki 2 bulan, Namiah membawa ke rumah sakit untuk periksa. Menurut dokter, satu-satunya jalan harus dibuatkan lubang pembuangan di samping perutnya. "Usianya masih sangat muda, makanya saat itu operasi ditunda hingga berusia 6 bulan," tutur Naimah.

Memasuki usia 6 bulan, ibunya kembali membawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Dokter membuat lubang dan memasang selang pembuangan di samping perutnya. Hingga kini, jika hendak buang air besar, hanya melalui lubang di samping perutnya.

"Terkadang harus menahan rasa sakit saat buang air, mungkin pengaruh dari lubang anusnya itu," jelas Naimah 

"Makanya kalau makan, saya kasi nasi yang tidak keras," lanjutnya.

Selain tidak memiliki anus, bocah malang itu, juga tidak memiliki lubang pembuangan jika hendak buang air kecil. Ia juga memiliki kekurangan fisik lain, yakni bibir sumbing, tidak memiliki langit langit dalam mulut.

"Kalau kencing tidak melalui alat kelaminnya, tapi ada lubang kecil di samping alat kelaminnya," ungkap Naimah.

Orang tua bocah tersebut begitu menginginkan anaknya dioperasi, namun terkedala biaya. Ayahnya yang berprofesi sebagai penambang pasir hanya berpenghasilan pas-pasan. Sementara ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Selama ini ia hanya mengandalkan kartu KIS dan berkas adminitrasi lainnya jika harus berurusan dengan rumah sakit.

"Mudah-nudahan ada yang bisa membantu kesembuhan anak saya pak," harapnya. (ant/har)

2019, Ulumanda Dapat  Anggaran Perbaikan Jalan Rp 9 Miliar

On Sabtu, Desember 08, 2018

Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris saat menyampaikan sambutan di acara maulid desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda (Foto: Ishak/Diskominfo Sulbar)

MAJENE, MASALEMBO.COM -  Infrastruktur jalan yang melintasi Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene kembali disuntik anggaran di tahun 2019. Untuk jalan tersebut akan mendapatkan alokasi anggaran senilai Rp 9 miliar.

Hal tersebut diungkap Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris saat menghadiri peringatan maulid di mesjid besar Syuhada Kabiraan Kecamatan Ulumanda, Jumat (7/12).

"Pekerjaan ini pengawasannya harus ketat, Sekretaris Daerah Provinsi sendiri yang akan mengawasi langsung pekerjaan ini," kata Idris saat menyampaikan sambutan.

Kata dia, saat ini Sekprov adalah orang Ulumanda asli, jadi sudah tidak ada alasan lagi kendaraan tidak bisa ke Ulumanda. 

"Infrastruktur jalan ke Ulumanda statusnya adalah jalan provinsi, dan itu merupakan tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat," katanya.

Terkait perkampungan yang kemungkinan terdampak perbaikan jalan, Idris mengharapkan agar semua elemen masyarakat dan jajaran pemerintah, khususnya pemerintah setempat untuk memikirkan tentang penataan pelebaran areal perkampungan tersebut, karena tiap tahun akan mengalami perkembangan penduduk.

"Olehnya itu kita bagi peran, jalan untuk provinsi dan perkampungan tentunya diperankan oleh kecamatan, atau pihak kabupaten," pintanya.

Idris juga mengharapkan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam hal ini diharapkan kerelaan dan keikhlasan masyarakat untuk mengorbankan lokasinya ataupun tanamannya apabila dipakai untuk keperluan umum demi kemajuan daerah. 

"Sebagaimana salah satu sunnah maulid adalah memberikan pengorbanan terbesar untuk orang lain, dan mungkin ini juga salah satu hikmah maulid yang perlu kita petik saat ini," harap Idris di hadapan sejumlah warga Ulumanda

Terkait generasi muda, mantan Kepala LAN Makassar ini berpesan agar semua pihak memperhatikan pendidikan anak-anak. Kata dia, ini merupakan amanah untuk yang di tangan merekalah masa depan bangsa dan daerah dititipkan.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Sulawesi Barat, Andi Ruskati Ali Baal mengatakan, Sulawesi Barat memiliki enam kabupaten dan sudah menjadi tanggung jawab Pemprov Sulbar  untuk memperbaiki mulai dari sumber daya manusia hingga pembangunan infrastrukturnya.

Acara maulid ini dihadiri warga desa Kabiraan serta masyarakat Ulumanda dari sejumlah desa. Pembawa hikmah maulid, Ilham dalam ceramahnya menjelaskan, peringatan maulid bukanlah tradisi, akan tetapi momen ini merupakan perwujudan kecintaan dan kedekatan umat Islam kepada  Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. "Apabila kita dekat dengan Nabiullah Muhammad, itu berarti kita sudah dekat pula dengan Allah," katanya.

Pada kesempatan ini, Sekprov Sulbar Muhammad Idris memberikan bantuan peralatan mesjid berupa sound sistem. (rls/har)