Dua Parpol Absen di Dekrasi Kampanye Damai KPU Mamuju

On Minggu, Maret 24, 2019

Komisioner KPU Mamuju Muhammad Rivain menandatangani deklarasi kampenye damai pemilu 2019 (egi/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Dua partai politik tak hadir di acara deklarasi kampanye damai pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju, Minggu (24/3/2019) di lapangan Ahmad Kirang. Kedua parpol tersebut adalah Garuda dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Komisioner KPU Mamuju Asriani mengatakan, pihaknya telah mengundang semua parpol peserta pemilu. Namun, ia tak mengetahui sebab ketidakhadiran PPP dan Partai Garuda di deklarasi kampanye damai tersebut.

"Ndak tahu kenapa ya, karena undangan sudah diterima semua parpol," tutur Asriani.

Partai Garuda dan juga PPP lanjut Asriani adalah peserta pemilu yang mendaftar di KPU Mamuju. Masing-masing parpol ini juga memiliki caleg yang maju di pileg DPRD Kabupaten Mamuju.

Sementara itu, pantauan wartawan, acara deklarasi kampanye damai ini dihadiri bupati Habsi Wahid, Ketua DPRD Siti Suraidah Suhardi, Kapolres AKBP Moh Rivai Arvan, Dandim 1418 Letkol Inf Jamet Nijo dan Maradika Mamuju Andi Maksum Dai. Mereka turut menandatangani deklarasi kampanye damai yang digelar mulai hari ini hingga 21 hari kedepan.

Deklarasi kampanye damai ini untuk pelaksanaan kampanye terbuka pemilu 2019 sejak 24 Maret hari ini hingga 13 April 2019 mendatang.
Mulai hari ini, penyelenggara pemilu telah membolehkan peserta pemilu 2019 menggelar kampanye atau rapat umum di lapangan, stadion, atau tempat umum/terbuka lainnya.

Selain kampanye terbuka, metode kampanye melalui media massa, berupa iklan di media cetak dan elektronik, juga telah dibolehkan bagi peserta pemilu 2019. (har/red)

Bupati Fahmi: Produk Warga Binaan Rutan Majene Angkat Kearifan Lokal

On Minggu, Maret 24, 2019

Miniatur perahu Sandeq, hasil kreatifitas warga binaan Rutan Kelas II B Majene (Foto: Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Bupati Majene H Fahmi Massiara mengapresiasi hasil kreatifitas warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene. Hal itu dikatakan Fahmi saat menghadiri Launching Program Pemasyarakatan untuk Masyarakat PAS to MAS di Rutan Kelas II B Majene, Kamis (21/3/2019). 

"Ini sangat bagus dalam rangka mengangkat kearifan lokal, apalagi jika produk itu jarang ditemui di daerah lain," kata Fahmi kepada sejumlah awak media. 

Bupati mengatakan, hasil produk warga binaan akan mendorong semangat kreatifitas bukan hanya warga binaan tapi juga masyarakat sekitar yang turut dilibatkan dalam pelatihan usaha kreatifitas produk lokal. 



"Kalau ini pemasaran bisa menangkap dalam jumlah yang besar kita bisa melalui dinas Koperindag," tutur Fahmi mengaku mendukung langkah pembinaan pihak Rutan Majene.

Kata dia, pemasaran produk memang masih menjadi kendala, namun pihak Pemkab maupun Rutan akan melakukan upaya agar produk-produk yang dihasilkan bisa laku. "Kan ujung-ujungnya ini pemasaran. Memang harus laku, mestinya begitu," pungkas Fahmi. 

Semenatara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham RI Sulbar Harun Sulianto mengatakan, kagum dengan kerja kreatif warga binaan Rutan Majene. Menurutnya, hal ini sesuai dengan konsep pemasyarakatan bahwa tugas warga binaan adalah menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak melanggar hukum lagi dan menjadi warga negara yang baik dan berguna. 

"Terima kasih kepada Pak Bupati, serta banyak komunitas yang membantu. Ini luar biasa Majene ini," kata Harun. 

Menurut Harun, apa yang dikerjakan di Rutan Majene akan menjadi model untuk Rutan lainnya, juga menjadi modal bagi masyarakat khususnya warga binaan. 

"Luar biasa ini, inikan isunya luar biasa, go green, juga memberdayakan masyarakat," pungkas Harun. (adv/red)

Kapolres Mamasa Himbau Masyarakat Hindari Politik Identitas

On Minggu, Maret 24, 2019

Kapolres Mamasa, AKBP Arianto Menyampaikan Amanat Dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada (Foto: Frendy Christian.

MAMASA, MASALEMBO.COM - Jelang pemilu 2019 masih terdapat potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya pemilu. Seperti penyebaran berita hoaks dan juga peningkatan Politik identitas. Hal itu disampaikan Kapolres Mamasa AKBP Arianto, saat meyampaikan amat dalam apel gelar pasukan pengamanan pemilu di  halaman Mapolres Mamasa, Jumat (22/3/2019).

“Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu di setiap daerah. Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatanhambatan tersebut,” tegas Kapolres Mamasa.

Menurutnya pemilu serentak 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis dalam waktu yang bersamaan. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya.

“Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan. Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI-Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ungkap  AKBP. Arianto.

Lanjut ia mengatakan pemilu merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia  memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. 

“Melihat konteks pelaksanaan pemilu tersebut, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang Iain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang Iain. Namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional,” ujarnya.

Pihaknya meminta agar semua personil TNI dan Polri yang terlibat dalam pengamanan pemilu dapat menjalin  sinergitas antara unsur Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam  mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas.

“Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan menggangu penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019,” katanya.

Ia juga menegasaskan akan menindak tegas pihak –pihak yang mencoba  menggangu kelancaran pemilu  selain itu juga meminta agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas  mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita-berita hoax serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi bangsa. (frd/har)

Kabiraan Bakal Miliki Lapangan Sepak Bola

On Minggu, Maret 24, 2019

Kepala Desa Kabiraan Paharuddin bersama istri (ist)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Desa Kabiraan memastikan akan menyiapkan lokasi pembangunan sarana olahraga sepak bola di pusat Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene ini.

Kepala Desa Kabiraan Paharuddin belum lama ini mengatakan, lapangan sepak bola tersebut, sekaligus akan jadi sarana kegiatan pemerintah dan kemasyarakatan lainnya, seperti upacara dan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang tiap tahun digelar. 

"Kita memang sudah siapkan lokasinya, pendanaannya melalui program 1 miliar 1 kecamatan dari Pemkab Majene," kata Paharuddin

Menurut Paharuddin, finalisasi pembangunan lapangan sepak bola ini, disetujui saat Musrenbang tingkat kecamatan baru-baru ini dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Majene. "Iya alhamdulillah kita delapan desa semua sudah sepakat, bahkan orang kabupaten mengaku ini sangat tepat, karena penggunaan anggarannya lebih fokus dan sinergi," ucap Kades Paharuddin

Udin, sapaan Kades lulusan Unismuh Makassar ini mengatakan, pihaknya belum menentukan secara final titik lokasi lapangan sepak bola yang kelak jadi multifungsi itu, namun ia yakin lokasi di desanya cukup tersedia, apalagi dengan dukungan anggaran yang lumayan. "Insya Allah kita tinggal lakukan pertemuan nanti, ada beberapa lokasi yang kita akan bicara dengan masyarakat," tutup mantan aktivis mahasiswa Makassar ini. (red)

Jangung Dongkrak Perekonomian Warga Tani Desa Kabiraan

On Minggu, Maret 24, 2019


MAJENE, MASALEMBO.COM - Komoditi jagung sebagai sumber pangan utama setelah padi, kini mulai merambah berbagai pelosok negeri. Peningkatan produksi jagung dalam negeri memang terus digenjot, sebagai upaya menguatkan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah juga telah memfasilitasi sarana dan memberdayakan petani guna meningkatkan produksi jagung serta menerbitkan harga acuan pembelian jagung di tingkat petani dan harga di tingkat konsumen.

Di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, program peningkatan produksi jagung ini disambut baik Pemerintah Daerah, apalagi selajan dengan misi revolusi hijau milik bupati H Fahmi Massiara dan wabup Lukman. Kini, berbagai daerah di Majene mulai dipenuhi tanaman dan produksi jagung yang cukup menjanjikan. Salah satunya di Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda.

Kepala Desa Kabiraan Paharuddin mengatakan, kehadiran jagung di desanya cukup menggembirakan. Selain karena komoditas ini sudah dikenal jauh hari para petani, juga karena disediakan sejumlah bantuan, baik benih maupun pupuk.
"Ya Alhamdulillah cukup bagus, saya liat petani cukup meminati, karena memang warga kami sudah terbiasa menanam jagung sejak dulu," kata Paharuddin, belum lama ini.

Kades Paharuddin menjelaskan, produksi jagung di Kabiraan sudah cukup menggembirakan. Rata-rata petani juga sudah menjual ke luar desa. "Jadi sekarang sudah bernilai jual, beda dulu kan kita menanam hanya untuk konsumsi rumah tangga," ucap Udin, sapaan akrab Kades Paharuddin.

Dalam setahun kata Paharuddin, beberapa petani sudah mampu menghasilkan puluhan ton jagung dengan kualitas baik, layak di pasar nasional. "Baru-baru ini bahkan ada anak muda bisa menghasilkan sampai 40 ton," ucap Kades muda di Majene.

Paharuddin berharap, kedepan harga jagung tetap stabil, jika bisa ditingkatkan agar para petani di desanya makin produktif, tentu untuk kesejahteraan mereka. (adv/red)

Bupati Pasangkayu Hadiri Dialog Publik KPU

On Minggu, Maret 24, 2019


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasangkayu menggelar dialog publik dan live musik di alun-alun kota Pasangkayu, Jumat 22 Maret. Dialog publik ini menghadirkan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Acara yang berlangsung malam hari itu, dihadiri oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Ketua DPRD Pasangkayu Lukman Said, Wakil Ketua DPRD Yaumil Ambo Djiwa, sejumlah pimpinan partai, dan para Relawan Demokrasi.

Bupati Agus berharap melalui diskusi itu terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam rangka menyukseskan Pemilu. Melalui upaya melawan hoax, menjauhi politik uang, serta kecurangan lainnya.

Kata dia, kesuksesan Pemilu ini tidak hanya terletak di pundak penyelenggara Pemilu, namun juga pada pemangku kepentingan, dan para pelaku politik. Unsur-unsur itu mesti mesti mempunyai tekad mewujudkan Pemilu yang jujur, bersih, dan adil.

“ Sehingga apa yang menjadi tema kita kali ini yakni ‘ Pemilih Berdaulat, Negara Kuat’ bisa tercapai. Kita semua bertanggung jawab untuk melakukan pendewasaan demokrasi dalam proses Pemilu ini” tandasnya.

Sambung dia, proses Pemilu ini hendaknya benar-benar bisa menjadi pesta demokrasi bagi rakyat. Dalam artian, rakyat bisa menyambut antusias Pemilu, serta rakyat bebas memilih pemimpinnya tanpa tekanan.

“ Kita semua harus terus bersosialisasi, agar tingkat partisipasi meningkat. Jangan menekan rakyat, jangan menakut-nakuti rakyat dengan berita hoax, jangan melakukan adu domba, dan jangan membuat isu-isu provokatif. Mari ciptakan Pemilu yang bergembira, damai. Sehingga dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas” pungkasnya. (Eds)

Hasil Kakao Desa Panggalo Gairahkan Petani

On Minggu, Maret 24, 2019


MAJENE, MASALEMBO.COM - Komoditas Kakao masih menjadi andalan para petani di Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Betapa tidak, dalam sepekan, satu orang petani sedikitnya mampu menghasilkan 7 pikul atau sekitar 500 kilogram kakao kering siap jual. 

"Biasanya bisa menghasilkan tujuh pikul dalam sekali panen, kita memanen empat kali satu kali musim panen," kata Arif, warga Udung Lemo, Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda.

Ditemui di Udung Lemo, Jumat (22/3/2019), Arif mengatakan, keberadaan Kakao di Udung Lemo memang sudah berlangsung lama. Komoditi ini diminati warga sejak tahun 90-an. Namun, puncak keberhasilan petani di awal tahun 2000 hingga saat ini. "Kalau saya liat sebenarnya di sini coklat (Kakao) tidak ada istilah musim, setiap saat selalu berbuah, tapi memang ada waktu-waktu tertentu banyak buahnya," tutur Arif.

Sayangnya, harga Kakao di Udung Lemo terbilang murah. Hanya Rp14 ribu untuk 1 kilogram. Sementara di pinggiran di pusat Kecamatan Ulumanda, harganya berkisar Rp21 ribu hingga Rp25 ribu. "Ini karena jalan ke sini tidak bagus, otomatis biaya ongkosnya mahal untuk membawa ke pinggir, makanya agak murah di sini," terang Arif.

Kepala Desa Panggalo, Palimbuan, mengatakan, Pemerintah Desa memang terus mengupayakan pembangunan sektor pertanian terkhusus Kakao. Berbagai upaya pun dilakukan Pemdes Panggalo guna menggenjot hasil perkebunan Kakao. "Kita terus mendorong, kasih motivasi ke petani agar bekerja keras, mereka juga masih melakukan kerja gotong royong dalam hal berkebun Kakao," ucap Palimbuan.

Pemdes Panggalo kata Palimbuan, juga memberikan bantuan-bantuan pertanian, diantara pupuk dan pestisida untuk medorong hasil Kakao lebih banyak. "Alhamdulillah masyarakat kami sejak dulu menikmati hasil Kakao ini, bahkan jadi komoditi utama mereka," ucapnya. (red)