Harapan Mengalir Wahyu Direkrut Jadi anggota Basarnas

On Sabtu, Februari 16, 2019

Muh Nurwahyun (Wahyu/facebook)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Aksi heroik Wahyu mendapat perhatian warga Mamuju sejak beberapa hari ini. Bahkan, Ketua DPRD Hj Siti Suraidah Suhardi pun mengapresiasi aksi heroik pemuda 26 tahun ini saat menyelamatkan nyawa tiga pelajar yang digulung ombak, Senin (11/2/2019) lalu.

Menurut Zuraidah aksi nekat Wahyu itu menunjukkan betapa sikap simpati masih ada, kendati arus perubahan zaman menggiring kepekaan sosial kian berkurang, serba cuek, tapi masih ada orang yang memiliki kepedulian untuk menolong sesama, walau aksi itu mempertaruhkan nyawa dia sendiri demi menyelamatkan nyawa orang lain.

"Tentu kita harus bersyukur dan berbangga atas aksi heroik yang dilakukannya," ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (16/2/2019).

Baca juga: Kisah Heroik Wahyu, Selamatkan 3 Pelajar di Pantai Manakarra

Suraidah juga mengaku dalam waktu dekan ini partainya akan mengundang Muh Nurwahyun. Pemuda yang akrab disapa Wahyu itu bakal diundang Suraidah hadir di kantor sektariat DPW Partai Demokrat Sulbar. "Ini sebagai ucapan terima kasih sekaligus rasa syukur kita," kata putri politisi Sulbar Suhardi Duka ini.

Suraidah juga berharap ada perhatian pemerintah kepada Wahyu, untuk diberikan penghargaan dan diangkat menjadi anggota BASARNAS Mamuju. "Insya Allah saya akan komunikasikan sama kepala Basarnas," ungkapnya. 

Senada, anggota DPRD Mamuju Muhammad Reza dari partai Gerindra juga mengapresiasi aksi heroik Wahyu. Ia berharap perhatian pemerintah agar Wahyu dimasukkan menjadi anggota Basarnas Mamuju. 

"Selain memiliki rasa kemanusian yang tinggi untuk menolong juga memiliki kemampuan diri dalam hal berenang," ucap Reza meyakinkan.

Reza juga mengimbau warga agar selalu waspada dan berhati-hati mengingat cuaca gelombang air laut tinggi masih kerap terjadi belakangan ini. (awl/har)

KPU Mamuju Ungkap Rahasia Pentingnya Suara Milineal di Pemilu

On Sabtu, Februari 16, 2019

Tampak peserta Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019 di atas pentas (Egi/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Generesi milenial sering dianggap generasi yang cuek bebek. Tahunya main gadget, main game, pergi ke mall, nongkrong, pokoknya tidak peduli. Namun tahukah Anda belakangan ini kaum milenial tak lagi buta politik? Mereka bahkan sudah paham isu-isu kebangsaan.

Sebuah studi dari Youth Labolatory Indonesia dilansir Kompas.com mengatakan, anak-anak milenial sudah mulai melek dengan dunia politik, apalagi 'zaman now' kegiatan-kegiatan politik telah merambah media sosial. Dari situlah perjumpaan milenial dengan informasi politik masa kini mulai menggeliat.

Seiring hadirnya pengetahuan milineal tentang politik itu, lantas menjadikan suara kaum milenial menjadi begitu berarti di pemilu 2019. Apalagi suara milenial secara angka populasinya cukup signifikan, sekitar 40 persen. 

Terkait ini, Komisioner KPU Mamuju Muhammad Rivai mengatakan, suara milenial atau kaum muda begitu penting. Selain mewakili polulasi terbanyak juga sebagai agent pendidikan politik masyarakat. Bahkan menurut Rivai, milenial menjadi informan penting bagi keluarga terkait isu pemilu. Rivai mengungkapkan bahwa anak-anak muda menjadi sumber berpikir untuk menentukan pilihan politik dalam suatu keluarga.

"Kami sudah berkeliling ke beberapa tempat, ke desa-desa, ke pelosok-pelosok, ketemu dengan orang-orang tua. Mereka justru lebih mempercayai anak-anaknya. Mereka menggali informasi dari anak-anaknya yang lagi kuliah, sekolah atau yang lebih banyak mendapat informasi di luar," kata Rivai, di sela acara Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019, Sabtu (16/2/2019) pagi di gedung Pemuda Jl. Ahmad Kirang Mamuju.

Karena itu, Rivai mengatakan, KPU Kabupaten Mamuju akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada kelompok milenial. Salah satunya melalui kegiatan seni dan olahraga. Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019 yang digelar pagi hingga sore ini adalah salah satunya. Selain itu bakal digelar pula funbike Pemilu dan lomba swafoto di TPS.

Menurut Rivai, milenial sudah begitu akrab dengan kegiatan seni, olahraga, dan karena itu salah satu cara untuk mendekatkan informasi pemilu ke milenial adalah melalui kegiatan-kegiatan yang relevan dengan aktivitas anak-anak muda. 

"Iya jadi pesannya kita ingin agar mereka membantu sosialisasi, menyampaikan ke masyarakat, menyampaikan ke orang tua mereka," ucap Rivai.

Salah satu peserta dari milenial yang hadir, Supriadi mengaku, mengapresiasi kegiatan KPU. Menurutnya, langkah KPU melakukan berbagai upaya mengajak orang ikut memberikan hak suaranya patut diacungi jempol. 

Kendati demikian, Supriadi mengatakan, KPU masih perlu mendistribusi informasi lebih luas hingga ke pelesok-pelosok. "Menurut kami ya di sinilah peran KPU, bagaimana memberikan edukaisi yang baik," ucapnya.

Bagi Supriadi, bicara pemilu adalah soal rasionalitas dan pikiran ideal. Menurutnya, ketika berbicara dua soal itu maka pemuda atau kaum milenial yang paling relevan dibicarakan. 

"Jadi kita harap nantinya, kebiasaan-kebiasaan ini tidak terpusat di kota-kota, sesekali mungkin ke kampung-kampung. Kenapa, karena yang paling penting dieduksi ada di pelosok-pelosok yang secara akses pengetahuan belum sebaik yang di kota-kota," pungkasnya.

Menyoal itu, Komisioner KPU Mamuju Muhammad Rivai mengaku juga mengekspansi desa-desa untuk sosialisasi. Namun untuk event Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019 yang dilaksanakan kali ini, digelar dengan menunjuk event organizer (EO). Karena itu kegiatan serupa tak bisa digelar di desa-desa sebab terkendala mobilisasi alat dan EO. "Tapi intinya kami melakukan sosialisasi yang sama, baik melalui PPK, PPS mapun relawan demokrasi," kunci Rivai.

Mahasiswa STIE Muhammadiyah Reski Yulianti mengaku senang bisa hadir di kegiatan sosialisasi Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu ini. Ia mengaku mendapat informasi tersebut dari media sosial KPU. Reski pun yakin tak salah pilih di TPS nanti. "Sudah tahu, jumlah kertas suara ada lima," kata Reski dengan senyum lebar.

Selain Reski, puluhan anak muda dari berbagai kampus dan sekolah meriahkan acara, umumnya mereka hadir mengikuti lomba music festival ini. (har/red).

Pemda Mamasa Terima Penghargaan Wajar Tanpa Pembangunan dari Mahasiswa

On Sabtu, Februari 16, 2019

Mahasiswa gelar aksi unjuk rasa. Mereka membentang spanduk 'Tuntaskan Mafia WTP". (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Puluhan Mahasiswa menggelar unjuk rasa dengan mendatangi kantor Bupati Mamasa, Jumat (15/2/2019). Mereka menuntut perbaikan pembagunan di berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan serta pembagunan insprastruktur yang dinilai tidak berjalan baik.

Aksi ini dilakukan puluhan mahasiswa LMND dan GMKI Cabang Mamasa yang tergabung dalam  Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA). Selain menuntut persoalan pembagunan mereka juga memberi piagam penghargaan kepada pemerintah daerah. Piagam yang diberikan berupa plakat bertuliskan Wajar Tanpa Pembangunan (WTP). Hal itu dilakukan lantaran kecewa terhadap pemberian Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK terhadap Pemda Mamasa.

Mereka menilai WTP yang diperoleh dari BPK kepada Pemda Mamasa tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, lantaran sejumlah pekerjaan proyek masih kebanyakan ditemukan bermasalah karena dikerja asal-asalan dan hanya merugikan masyarakat.

Aksi ini sempat memanas hingga adu mulut tak terhindarkan dengan  sejumlah pegawai dan aparat keamanan dengan mahasiswa. Puluhan masiswa yang hendak masuk ruangan kantor Bupati Mamaasa sempat dihadang oleh petugas hingga adu mulut tak terhindarkan. Namun, tak berlangsung wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda bersedia menemui mahasiswa hingga situasi meredah.

Yermia, kordinator aksi mengatakan, perestasi yang diberikan Pemda Mamasa dari BPKP dengan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.

“WTP itu sangat berbanding terbalik dengan kenyataan, masih banyak rakyat Mamasa yang belum menikmati pembagunan mulai dari pendidikan, kesehatan serta pembagunan infrastruktur seperti di daerah-daerah terpencil. Belum lagi sejumlah pekerjaan proyek yang dikerjakan asal-asalan masih banyak ditemukan masyarakat,” ungkapnya.

Penyampain asipirasi mahasiswa ini di terima Wakil Bupati Martinus Tiranda.

Wakil Bupati Martinus Tiranda mengungkapkan, pemberian penghargan kepada pemerintah dengan Wajar Tanpa Pembagunan adalah hak mahasiswa untuk menilai. Ia menggapap hal tersebut upaya mahasiswa memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar bekerja lebih baik kedepan.

“Pengahargan Wajar Tanpa Pembagunan yang diberikan masiswa kepada Pemda itu positif saja karena itulah penilaian dari mahasiswa kepada Pemda. Meskipun itu sedikit menyakitkan karena penilaian BPK kepada Pemda Mamasa adalah Wajar Tanpa Pengecualian, namun penilaian mahasiswa juga akan menjadi masukan kami untuk peyempurnaan pelaksanaan pembagunan kedepan,” kunci Marthinus. (frd/har)

KPU Mamasa Masih Kekurangan Kotak Suara, Segini Jumlahnya

On Sabtu, Februari 16, 2019

Kotak suara selesai dirakit di KPU Mamasa (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM -  Setalah dilakukan perakitan dan penghitungan ulang kotak suara pemilu 2019 yang sudah berada di KPU Mamasa, ternyata masih kekurangan  68 kotak. Kekurangan kotak suara disebakan karena ada kotak yang rusak serta tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dengan jumlah yang diterima KPU Mamasa.

Berdasarkan berita acara hasil perakitan kotak suara KPU Mamasa Nomor : 01/PP.10.3-BA/7603/KPU-Kab /II/2019, tertanggal  19 Februari 2019, kotak suara yang dibutuhkan KPU Mamasa sebanyak 3.118 kotak. Sementara yang diterima hanya 3.067 kotak suara, 17 diantaranya rusak.

“Hasil penghitungan, ditemukan kekurangan sebanyak 68 kotak suara. Ada yang rusak serta jumlahnya yang memang tidak sesuai yang dibutuhkan dari 586 tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah kotak suara yang dibutuhkan sebanyak 3.118 unit,” ugkap Imanuel Kepala Sub Bagian Umum, Keuangan dan Logistik, KPU Mamasa.

Sementara, Komisioner KPU Mamasa, Marthen Buntupasau, Jumat (15/2/2018) siang mengatakan, perakitan kotak suara yang dilaksanakan beberapa hari lalu disaksikan langsung oleh pihak Bawaslu serta kepolisian. Jumlah kotak suara yang masih kurang sudah disampaikan ke KPU Provinsi untuk disampikan ke KPU RI.

“Jumlah kotak suara yag kurang kami sudah sampaikan ke KPU Provinsi, selanjutnya KPU Provinsi akan menyampaikan jumlah kekurangan dari setiap Kabupaten yang ada di Sulbar ke KPU RI,” ungkap Marthen. (frd/har)

Pangdam Janji Tambah Koramil di Mamuju Tengah

On Sabtu, Februari 16, 2019

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Endang Surawahadi, disambut dengan tarian (Jamal Tanniewa/masalembo.com)


MATENG, MASALEMBO.COM - Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Endang Surawahadi, berkunjung ke Mamuju Tengah. 

Pangdam beserta rombongan disambut Bupati Mateng HM Aras Tammauni bersama wakilnya Muh Amin Jasa di kediaman pribadi bupati, Kamis (14/2/2019). Penyambutan juga diikuti Ketua DPRD Mateng Arsal Aras bersama pimpinan OPD dan puluhan masyarakat.

"Ini kunjungan pertama saya ke Mamuju Tengah sejak menjabat Pangdam," kata Surawahadi dalam sambutan pada malam silaturahmi dan ramah tamah Pemkab Mateng.

Pangdam mengaku bangga karena dapat benginjakkan kaki di Bumi Lalla Tassisara. Sehingga bisa mendengar, melihat langsung kondisi serta kemajuan daerah ini. "Terutama anak-anak saya yang dari TNI," ungkapnya.

Ternyata, lanjutnya, di Mateng hanya ada satu Koramil. Dapat dibayangkan 22 anggota TNI Koramil harus ikut membantu mengamankan 350 TPS. "Tapi saya percaya yang dikatakan bupati. Disini aman, damai, dan tentram," ujarnya.

Pangdam berjanji, kedepan akan menambah koramil. Sebab syarat untuk membentuk Kodim harus ada lima Koramil. "Ini jadi perhatian kami dan akan diprioritaskan," ucapnya.   

Ia berpesan keanekaragaman sekiranya tidak dijadikan persoalan atau penghalang. Tapi perbedaan justru sebagai pengikat atau perekat dalam membangun persaudaraan. "Semoga pelaksanaan pileg dan pilpres di Mateng berjalan kondusif sesuai harapan," imbuhnya.

Bupati Mateng HM Aras Tammauni mengatakan, sebelumnya Mateng merupakan daerah tertinggal dan wilayah transmigrasi. Namun hasil kerja keras dan kerjasama yang baik, daerah tersebut bisa menjadi kabupaten. Semua itu atas dukungan Dandim, Bhabinsa, Polsek, dan segenab warga.

Kini Mateng dikenal sebagai Indonesia mini. Sebab segala suku, etnis, agama, bahkan warga timor-timor, ada di daerah ini. Olehnya ketertinggalan akan terus dibenahi. Ia berupaya Mateng menjadi contoh di Sulbar. (jml/riz) 

 Pemprov Sulbar Usulkan Perpanjangan Runwey Bandara Tampa Padang

On Sabtu, Februari 16, 2019

Wagub Enny Anggraeni Anwar dan wakil ketua Komisi V DPR RI H. Ibnu Munzir (Foto: Keminfo Sulbar)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengusulkan perpanjangan landasan pacu (runwey) bandar udara Tampa Padang, Mamuju. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Enny Anggraeni Anwar usai ramah tamah dengan Komisi V DPR RI, Kamis malam (14/2/2019) di hotel d'Maleo Mamuju.

Wagub Enny mengatakan, permohonan perpanjangan runwey bandara Tampa Padang, sehubungan kebutuhan penerbangan yang kian meningkat. Menurutnya perpanjangan runwey bandara Tampa Padang untuk menambah jumlah penerbangan ke bandara ibu kota Provinsi Sulbar itu.

"Tadi saya menyampaikan ini perpanjangan runway dan pembangunan terminal yang insya Allah akhir tahun ini bisa selesai. Saya kira kita perlu bantuan untuk lebih memperbaiki atau lebih membesarkan fasilitas yang ada di bandara Sulawesi Barat ini," kata Enny kepada sejumlah awak media usai bertemu Komisi V DPR RI dan mitra kerjanya.

Wagub Enny mengatakan, kebutuhan penerbangan Sulbar akhir-akhir terus membludak, apalagi dengan adanya pembatasan jam terbang pesawat. Ia juga membantah hengkangnya maskapai Sriwijaya Air dari bandara Tampa Padang karena kurangnya penumpang. Namun kata Enny, hal itu karena angkutan cargo yang masih minim untuk Sriwijaya Air. 

"Sebenarnya bukan masalah penumpang, kalau penumpang itu tidak ada masalah, justru kita kelebihan dengan penumpang, masalah kemarin dari Sriwijaya adalah masalah cargo," ucap mantan anggota DPR RI ini.

Menurutnya, maslah cargo karena pengusaha di Sulbar belum tertarik memanfaatkan jasa pengiriman pesawat, hal itu kata Enny mungkin karena belum tersosialisasi.

"Masyarakat atau para pengusaha yang ada di Sulawesi Barat ini belum begitu tahu mengirim barang lewat cargo itu, mungkin karena kurang tersosialisasi," pungkasnya.

Enny berharap, melalui Komisi V DPR RI, perbaikan bandara Tampa Padang akan semakin baik, dan penerbangan dapat lebih ditingkatkan, mengingat mobilitas warga Sulbar lewat bandara Tampa Padang semakin tinggi. (har/red)

Ratusan Ekor Ayam, Mati Tertahan di Pelabuhan Simboro Mamuju

On Jumat, Februari 15, 2019

Ribuan ayam petelur di atas truk, ratusan sudah mati akibat tertahan di pelabuhan (Awal S/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Ratusan ekor ayam mati setelah berhari-hari tertahan di pelabuhan penyebrangan Simboro Mamuju, Sulbar. Ayam tersebut rencanya akan dibawa ke Samarinda, Kalimantan Timur.

Kondisi cuaca buruk dan gelombang air laut yang cukup tinggi, sebab Kapal Motor (KM) Laskar Pelangi yang sedianya mengangkut hewan unggas tersebut batal berlayar. 

Kapal Fery KM Laskar Pelangi tersebut tujuan mengambil rute Mamuju-Balikpapan. Namun, sejak Rabu (13/2) dijadwalkan berlayar hingga kini masih tertahan di pelabuhan Simboro.

Baca: Gelombang Tinggi, Kapal Fery Jurusan Mamuju- Balikpapan Gagal Berlayar

Salah satu supir yang memuat ayam petelur tersebut, Herman mengatakan, sebanyak 5 truk mobil yang memuat ayam, sekitar 5 ribu ekor ayam yang berasal dari Kabupaten Pangkep, Sulsel. Dalam satu truk memuat 1.000 ekor ayam.

Herman mengaku sejak tiga hari ini sudah ratusan ayam yang mati karena loyo terlalu lama di atas mobil. 

"Saya hitung-hitung sudah ratusan pak, ini karena loyo di atas mobil, makanya mati," ungkap Herman

Kata Herman, untuk mencegah lebih banyak ayam mati, ia kerap menyiram air dan memberikan makanan yang cukup.

Sementara, pihak Syahbandar Pelabuhan Simboro Mamuju belum memberikan izin berlayar untuk KM Laskar Pelangi. Alasannya karena ombak masih tinggi yang bisa membahayakan keselamatan saat berlayar. 

Dari pantau masalembo. com bukan hanya ayam yang banyak mati, namun curah milik pedagang di pelabuhan seperti pisang dan langsat banyak yang sudah rusak akibat terlalu lama tinggal dipelabuhan. (awl/har)