Seperti Ini Manfaat Sistem SP2D Online

On Kamis, Juli 18, 2019

  
MATENG. MASALEMBO.COM -- Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Topoyo Aco A Rahman menyebut, sistem Surat Perintah Percairan Dana (SP2D) online yang akan diterapkan di Kabupaten Mamuju Tengah, memiliki manfaat lebih besar.
 
Penerapan sistem tersebut akan menciptakan tatakelola keuangan dan pemerintahan yang baik. Disamping itu dapat menghindari risiko dan sangat membantu dalam penghematan anggaran.


Aco berharap, sosialisasi dan implementasi sistem SP2D online di Mateng, dapat memberikan pemahaman pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Khususnya para bendahara yang bersentuhan langsung atau yang menangani SP2D.

"Sebab merekalah yang sering bertransaksi di Bank Sulselbar," ungkapnya saat mengikuti sosialisasi di ruang pola Kantor Bupati Mateng, Rabu (17/7/2019)  

Lanjut dikatakan, Bank Sulselbar juga berharap untuk selalu dapat meningkatkan layanan pada stakeholder.

"Terutama terkait SP2D online ini," tandas Aco. (jml/riz)

   Kepala BPKP Sulbar Perkenalkan Sistem SP2D Online di Mateng, Berikut Penjelasannya..

On Kamis, Juli 18, 2019

    Kepala BPKP Perwakilan Sulbar Fauqi A Kharir bersama Asisten Bidang Administrasi Umum, H Bahri Hamsah saat mengukuti sosialisasi dan implementasi sistem SP2D online di ruang pola Kantor Bupati Mamuju Tengah, Rabu (17/7/2019). (FOTO: YASIN/ HUMAS MATENG)

MATENG, MASALEMBO.COM -- Tahun ini Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, akan menerapkan sistem Surat Perintah Percairan Dana (SP2D) secara online.   

Aplikasi yang akan digunakan nanti, diperkenalkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Barat, Fauqi Achmad Kharir. Kata dia, penggunaan aplikasi SP2D online dilingkup pemerintah daerah, akan lebih efektif dan tepat waktu.

Selain mengurangi risiko pengembalian SP2D retur, akibat kesalahan input data rekening, sistem ini dapat mencegah pencairan SP2D berulang.


"Kemudian pemda dapat memantau kondisi kas daerah secara real time di aplikasi ini," paparnya mengawali pembukaan sosialisasi dan implementasi SP2D online di ruang pola Kantor Bupati Mamuju Tengah, Rabu (17/7/2019).

Dijelaskan, sosialisasi ini sebagai tindaklanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dan Perjanjian Kerjasa Sama (PKS), antara pemerintah daerah se Sulbar, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bank Sulselbar, dan Direktorat Jendral.

"Kegiatan tersebut sekaligus mengikuti surat edaran KPK RI dan Kemendagri 910/2018," tutup Fauqi Achmad. 

Asisten Bidang Administrasi Umum, H Bahri Hamsah, mengapresiasi rencana penerapan SP2D online. Ia optimis, kedepan efesiensi pengelolaan keuangan daerah akan semakin maksimal.

Hanya saja penerapan aplikasi ini butuh kesiapan dan komitmen semua pihak. Mengingat SP2D online kali pertama diterapkan di Lingkup Pemkab Mateng.

"Harapan besar kami berada di tangan bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ungkapnya.  (jml/riz)

Polsek Malunda Bekali Siswa Tentang Kesadaran Hukum

On Rabu, Juli 17, 2019

Kanit Provost Polsek Malunda Aiptu Antonius B menyampaikan materi pada siswa baru SMA di Negeri 1 Malunda, Selasa (16/7/2019). (FOTO: HUMAS POLRES MAJENE)

MAJENE, MASALEMBO.COM -- Siswa baru di SMAN 1 Malunda Kabupaten Majene, diberikan 
pembekalan tentang kesadaran hukum.

Kanit Provost Polsek Malunda Aiptu Antonius B, mengupas sejumlah pelanggaran hukum yang dapat menjerat siswa. Salah satunya narkoba. Barang haram tersebut harus dihindari karena hanya merusak kesehatan tubuh.

"Masa depan generasi muda juga dirusak," kata Antonius saat memaparkan materinya di SMA
Negeri 1 Malunda, Selasa (6/7).    

Selain itu, siswa baru yang mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, juga diminta berhati-hati dan bijak dalam bersosial media. Terutama dalam mengelola dan membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.


Maraknya kecelakaan lalu lintas dikalangan pelajar, juga menjadi topik materi yang diantarkan Kanit Provost Polsek Sendana. Ia menegaskan, siswa yang belum cukup umur, tidak boleh menggunakan kendaraan.

Apalagi jika belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Ini harus menjadi perhatian, karena pemicu kecelakaan umumnya diawali dari pelanggaran lalu lintas," tegas Aiptu Antonius. (riz)



Kunjungi Sekolah, Babinkamtibmas Ingatkan Bahaya Narkoba

On Rabu, Juli 17, 2019

Bhabinkamtibmas Polres Majene, Brigpol Ahmad Dian Febriansyah, menyampaikan arahan saat mengunjungi pembekalan MPLS bagi siswa baru di SMA Negeri 1 Majene, Selasa (16/7/2019). (FOTO: HUMAS POLRES MAJENE)

MAJENE, MASALEMBO.COM -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sangat potensi menjadi tempat bersosialisasi.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan Bhabinkamtibmas Polres Majene, Brigpol Ahmad Dian Febriansyah. Saat berkunjung di SMA Negeri 1 Majene, Ia menegaskan pada siswa agar menghindari segala perbuatan tidak terpuji. 

"Kunjungan seperti ini sebagai bentuk pencegahan terjadinya kenakalan remaja bagi kalangan pelajar," kata Brigpol Ahmad, Selasa (16/7)

Disela kunjungannya, Ahmad memotivasi siswa agar berpacu dalam prestasi untuk menggapai cita-cita.

Ia juga mengimbau siswa untuk tidak terjerumus pada obat terlarang, dan minuman keras. Jalin hubungan harmonis pada masyarakat sekolah dan warga sekitar.

"Begitu juga dengan kebersihan disekitar sekolah, harus selalu terjaga," pesan Brigpol Ahmad lewat arahannya pada siswa baru. (riz)

Pasar Tumpah Bikin Macet Jalan, Ini Tindakan Babinkamtibmas Tammerodo

On Rabu, Juli 17, 2019

Bhabinkamtibmas Desa Tammerodo Polres Majene, Brigpol Thaib Juwandy MR, mengarahkan warga saat mengatur lalulintas  di jalan Trans Sulawesi, sekitar Pasar Tradisional Pelattoang Kecamatan Tammerodo, Rabu (17/7/2019). (FOTO: HUMAS POLRES MAJENE)
  
MAJENE, MASALEMBO.COM -- Pasar tumpah di Pelattoang Desa Tammerodo Kecamatan Tammerodo, Majene, kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas di jalan trans Sulawesi.   

Mencegah hal itu, Bhabinkamtibmas Desa Tammerodo Polres Majene Brigpol Thaib Juwandy MR, terjun ke lokasi. Ia menertibkan pedagang kaki lima sekaligus mengatur lalu lintas disekitar Pasar Pelattoang. 

Beberapa pedagang yang menggunakan bahu jalan, diminta memindahkan dagangannya. Pinggir jalan harus dibersihkan dari tumpukan barang, agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas. Terutama akses jalan sepanjang pasar.

Tak hanya itu, Babinkamtibmas juga mengimbau pengunjung pasar agar memperhatikan barang bawaan.

"Tindak kejahatan seperti copet dan jambret harus kita hindari," kata Brigpol Thaib, Rabu (17/7/2019).

Ia berharap, kehadiran Polisi ditengah masyarakat, dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung pasar. Aktivitas disekitarnya pun berjalan lancar. (riz)

Waspada!!! Modus Penipuan Berkedok Petugas PLN Beraksi di Majene

On Rabu, Juli 17, 2019

Tim Penyidik Satreskrim Polres Majene menunjukkan Barang Bukti (BB) yang disita dari tangan tersangka, Selasa 16 Juli 2019. (Ist.)  

MAJENE, MASALEMBO.COM -- Dua lelaki berinisial MY (42) dan Bn (39), ditangkap Satreskrim Polres Majene, lantaran menipu masyarakat. 

Kedua pelaku menggunakan modus pemasangan alat pelindung meteran listrik. Mereka mendatangi rumah warga dan mengaku sebagai petugas PLN.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan menjelaskan, pemasangan alat tidak konfirmasi pada pemilik rumah. Pelaku langsung memasang lalu meminta biaya Rp120 ribu. Rp100 ribu adalah harga alat, sedangkan Rp20 ribu jasa pemasangan.

"Kami menduga ini kegiatan komplotan. Sebab dari 28 korban yang melapor memiliki kesamaan modus tapi pelakunya berbeda," terang Pandu, Selasa (16/7).

Pelaku yang tertangkap merupakan pekerja buruh harian lepas asal Bontoala Kecamatan Pallanga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pelaku lain diperkirakan masih berkeliaran di wilayah hukum Polres Majene. Sebab korban lain dari Kecamatan Sendana dan Pamboang juga sudah ada.

 "Kami berharap warga harus waspada dengan kasus tersebut. Jika saja ada oknum mencurigakan datang dirumah, sebaiknya jangan langsung dilayani," pinta Kasat Reskrim. 

Yang perlu diperhatikan, perjelas identitasnya. Jika dia menawarkan barang lalu masyarakat tidak berkenan membeli, warga berhak menolak. Apalagi kalau alat itu dipasang tanpa konfirmasi.

"Apabila ada tindak pidana seperti ini, harus segera dilaporkan pada kepolisian," pinta Pandu.

Ia menjelaskan, MY dan Bn tertangkap di Rewataa Kecamatan Pamboang pada Kamis 11 Juli, pukul 16.15 WITA. Aksi keduanya terungkap atas laporan korban bernama Syarti. 

Korban kesal karena tanpa konfirmasi pelaku langsung memasangan kotak pelindung meteran listrik di rumahnya. Setelah itu pelaku memaksa korban membayar Rp120 ribu.

Awalnya korban menolak dan bertahan tak mau membayar. Tapi pelaku mengaku pegawai PLN, sedang melaksanakan program pemasangan kotak pelindung meteran listrik. Alasan itulah membuat korban mengalah dan menyerahkan uang Rp100 ribu.

Selang beberapa menit, korban mendatangi kantor PLN Majene untuk memperjelas kejadian yang dialami. Namun PLN membantah dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengadakan kegiatan tersebut. Jawaban tersebut telah memperjelas kecurigaan Syarti, sang korban. Ia pun mengambil sikap, melaporkan kejadian tersebut di Polres Majene.

Dari tangan pelaku Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa, 1 unit sepeda motor merk Yamaha Fino. 1 set peralatan pertukangan, 1 tas warna abu-abu, selembar uang Rp100 ribu, sejumlah kotak pelindung meteran listrik, dan beberapa lembar kwitansi. (riz)

Terpilih Ketua NU Sulbar, Adnan Nota Akan Lakukan Ini...

On Rabu, Juli 17, 2019

ADNAN NOTA (Ist.)

MAJENE, MASALEMBO.COM -- Nama Adnan Nota, kian populer pasca Konfrensi Wilayah (Konferwil) ke-III NU Sulawesi Barat di Majene.

Popularitas Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Majene itu, menjulang setelah terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat, di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga, Majene, Senin malam (15/7).

Mantan Kepala Kemenag Mamuju itu bersaing dengan Wakil Rektor IAI DDI Polewali Mandar, M Arsyad. Dalam pemilihan, Adnan berhasil mengantongi suara terbanyak.

Penentuan Ketua Tanfidziah PWNU Sulbar menggunakan tujuh hak suara. Terdiri dari enam suara kabupaten sebagai perwakilan Pengurus Cabang NU se Sulbar. Ditambah satu suara perwakilan Pengurus Besar NU.

Hasil pemilihan, Adnan meraih empat suara. Sementara M Arsyad memperoleh dua suara. Satu suara abstain, karena pemegang hak suara dari PCNU Pasangkayu tidak ikut memilih.

Bagi Adnan, kepercayaan tersebut akan menjadi tanggungjawab besar. Olehnya Pimpinan Ponpes Al-Ihsan DDI Kanang Polewali Mandar itu, akan menata struktur organisasi hingga tingkat bawah. Ia ingin menyatukan kekuatan untuk membangun NU Sulbar.

"Makanya struktur organisasi seluruh pengurus perlu ditata. Mulai dari badan otonom tingkat provinsi, pengurus cabang di kabupaten, hingga majelis wakil cabang," ungkapnya, Selasa (16/7). 

Ia optimis, upaya konsolidasi dan rekonsiliasi pada seluruh pengurus, mampu menyatukan kembali kekuatan untuk membangun organisasi keagamaan ini, di bumi malaqbi.

Kata Adnan, NU yang akan dinahkodai hingga lima tahun kedepan, memiliki kepengurusan berjenjang dari wilayah hingga anak ranting. "Itu yang akan dibenahi," katanya.

Ia bertekad akan mengembalikan ciri khas NU yang dibesarkan dari kampung. Akan membangun civil society atau masyarakat madani. Sehingga ulama dan umara bisa berjalan seiring. Ahli sunnah waljamaah pun semakin dekat dengan masyarakat. (riz)