Pasca Gempa, Sekolah di Mamasa Mulai Buka

On Rabu, November 21, 2018

Tampak siswa SMA Negeri 1 Mamasa mulai belajar kembali (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Pasca gempa mengguncang Mamasa dua pekan terakhir, proses belajar-mengajar di sejumlah sekolah berangsur-angsur normal kembali.

Salah satu sekolah yang memulai proses belajar-mengajar di hari pertama adalah SMA Negeri 1 Mamasa.

Meskipun kehadiran siswa, hanya 70 persen namun proses belajar tetap dilakukan seperti biasanya.

Kepalah Sekolah, Yance, menuturkan,  proses belajar diaktifkan kembali karena kuatan gempa sejak tiga hari ini mulai menurun kendati masih sering dirasakan gempa susulan.

"Semester untuk tahun ajaran  2018/2019, semaikin dekat termasuk jadwal ujian nasional bagi kelas 12 yang tak lama lagi dilaksanakan, sementara bahan ajar yang diberikan kepada siswa belum selesai,” ungkap Yance, Rabu (21 /11)

Meskipun sejumlah sekolah mulai aktif, namun masih ada sekolah lain libur. Seperti di SMK Negeri 1 Mamasa yang hingga kini masih sepi. (frd/har)

Peringati Maulid, Idris Tekankan Revolusi Mental

On Selasa, November 20, 2018

Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, Bupati Fahmi Massiara dan pejabat lingkup Pemkab Majene di acara maulid di Salabose (Foto: Munirul Islam)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat H. Muhammad Idris DP mengajak umat muslim menjadikan akhlak Rasulullah Muhammad SAW sebagai pedoman menghadapi gejolak perubahan yang dapat menggerus nilai-nilai kultural dan spritual umat manusia, tak terkecuali warga Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Hal itu dikatakan Idris, saat mewakili gubernur Sulbar menyampaikan sambutan di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Salabose, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa (20/11) pagi.

"Kita harus manfaatkan maulid ini untuk memperbaiki cara pandang kita, lalu cara berpikir, karena tidak semua cara pandang lalu otomatis menjadi cara berpikir. Selanjutnya yang ketiga dan lebih penting adalah cara kerja," kata Muhammad Idris di hadapan ratusan warga, termasuk pejabat lingkup Pemkab Majene.

Idris menekankan, bahwa revolusi mental yang mejadi tema peringatan maulid kali ini adalah manifestasi dari akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang sejatinya menjadi model umat islam, termasuk pemerintah dan aparatur negara. "Jadi makna dari maulid ini adalah spirit dan akhlak yang didemonstrasikan oleh Rasullah Muhammad SAW. Nabi membekali kita makna revolusi mental ini," ucap mantan Deputi Dilkat LAN RI Jakarta ini.

Di kesempatan ini, Idris mengajak birokrasi dan aparatur sipil negara menjadi ujung tombak penegakan semangat revolusi mental dengan model dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. Menurutnya, komitmen ASN akan membangkitkan semangat dan komitmen dari rakyat dalam suatu daerah. "Saya selalu ingin sampaikan pada para pemimpin karena selalu saya pakai teorinya, kalau aparatur sipil negaranya atau pemangku pejabat pemerintahan tidak komitmen maka mohon maaf kalau rakyatnya juga akhirnya tidak komitmen," pungkas Idris.

Sementara itu, Bupati Majene H Fahmi Massiara di kesempatan ini mengajak warga Majene khususnya Salabose tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal Maulid Nabi Muhmammad SAW yang menjadi warisan bersejarah di tanah Mandar.

Bupati Fahmi juga mengatakan, akan terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengembangkan pelaksanaan maulid di Salabose agar pelaksanaan lebih baik menjadi khasanah budaya bernilai pariwisata.

"Kami Pemerintah Daerah selalu berkoordinasi dengan warga masyarakat di sini, dengan kepanitiaan melalui Dinas Pariwisata Darah juga selalu berkordinasi bagaimana caranya ini bisa lebih baik, dan kalau kita lihat perkembangan dan dinamika pelaksanaan maulid maka sudah layak untuk direlokasi," kata Fahmi.

Menurut Fahmi, kegiatan maulid di Salabose dari tahun ke tahun terus berkembang dengan kian banyaknya pengunjung setiap tahunnya. Maka dari itu menurutnya tempat pelaksanaan maulid di Salabose perlu lahan yang lebih luas karena acara ini bukan lagi hanya menjadi milik warga Salabose. 

"Kita saksikan dari tahun ke tahun begitu banyak orang dari luar bahkan dari Kalimantan datang ke sini hanya untuk ingin menyaksikan keunikan acara ini, karena itu harus dikembangkan menjadi pariwisata yang luar biasa," ucap Fahmi. (har/red)

Tangkal Hoaks dengan Literasi Media dan Jurnalisme Warga

On Selasa, November 20, 2018

Anhar (merah) di sosialisasi sadar informasi dan jurnalisme warga Desa Pati'di (Zulkifli untuk masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar Biro Mamuju mengajak warga cermat menangkal hoaks dengan bekal pengetahuan dan kecakapan verifikasi informasi di era digital. Pentingnya literasi media itu disampaikan melalui sosialisasi sadar informasi dan jurnalisme warga yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Pati'di, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (19/11).

Kepala Biro Mamuju AJI Kota Mandar, Anhar, mengatakan, hoaks atau informasi bohong adalah fenomena kekinian yang harus dilawan bukan hanya oleh kalangan jurnalis tapi juga masyarakat.

"Karena itu (hoaks) menjadi musuh kita bersama-sama sehingga diharapkan kedepannya masyarakat Pati'di benar-benar mampu melakukan verifikasi setiap berita atau informasi yang diterima," tutur Anhar di hadapan aparat desa dan warga Pati'di.

Menurutnya, sebagai muara informasi, masyarakat harus dilatih dan paham secara sederhana bagaimana memahami berita yang akurat, bukan hoaks. Ia juga berharap warga paham tugas-tugas dan kerja jurnaslis hingga menghasilkan berita benar. 

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulbar ini juga mengungkap, belakangan ini marak praktek jurnalisme yang meresahkan warga. Mereka yang tidak taat paham kode etik, tendensius, rangkap LSM dan sebagainya bertindak sebagai wartawan dengan praktek tidak sesuai etika jurnalis. "Inilah yang harus dipahami agar perangkat desa terhindar dari kelakuan wartawan "nakal" itu," tutur Anhar.

Di hadapan peserta Anhar berharap,  masyarakat Desa Pati'di mampu menyaring informasi sebelum melakukan share, serta mampu mengidentifikasi ciri-ciri media dan wartawan abal-abal.

Sementara, Kepala Desa Pati'di, Rusli, mengatakan, dengan dilaksanakannya sosialisasi desa sadar informasi dan pelatihan jurnalisme warga ini, diharapkan menjadi acuan untuk melakukan filter informasi hoaks, juga menjadi sarana edukasi bagi aparat pemerintah di desanya.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan yang dilakukan pada hari ini menjadi tambahan ilmu, yang disampaikan pemateri-pemateri, terkait pemberitaan-pemberitaan yang ada di Desa Pati'di ini," ujar Rusli.

Salah satu peserta, Amran mengaku, dengan adanya sosialisasi, ia memperoleh informasi baru cara kerja jurnalis dalam menyajikan suatu berita yang baik dan benar, juga memverifikasi keabsahan suatu berita atau informasi yang beredar di media sosial. 

"Mungkin banyak ilmu-ilmu yang bisa kami petik, dalam hal ini untuk mengelola informasi itu sendiri, bagaimana melakukan pemberitaan-pemberitaan positif," akunya. 

Kegiatan sosialisasi ini digelar Pemdes Pati'di bersama lembaga desa setempat, Komisi Informasi Masyarakat (KIM) dan Karang Taruna Mesa Kada Desa Pati'di. Mereka mendatangkan pemateri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar, Biro Mamuju dan mengundang Babinkantibmas dan Babinsa.

Menurut Brigadir Pol Nasaruddin, Babinkantibmas Desa Pati'di, kegiatan ini turut membantu kepolisian mengkal penyebaran berita hoaks di masyarakat.

Selain Anhar, hadir pula mantan Ketua AJI Mandar Sudirman Samual dan anggota AJI Mandar Biro Mamuju lainnya.

Materi yang sampaikan antara lain peran dan tanggungjawab media massa, prinsip dasar jurnalisme, etika jurnalistik, karakteristik media dan jurnalisme warga. (rls/har)


Tuan Rumah Majene Juara Umum Porprov III Sulbar

On Senin, November 19, 2018

Bupati Fahmi Massiara mengalungkan medali ke salah satu atlet Majene (Foto: Munirul Islam untuk masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM -  Kontingen Kabupaten Majene keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulbar Majene. Majene dinyatakan meraih juara umum usai mengumpulkan 91 medali emas, 72 perak dan 68 perunggu. Total medali untuk Majene sebanyak 231 medali.

Sementara, di posisi kedua perolehan medali adalah Kabupaten Polewali Mandar. Polman berhasil mengumpulkan 88 emas, 79 perak dan 79 perunggu. Total medali untuk Polman adalah 246 medali.

Di posisi ketiga Kabupaten Mamuju. Tim Bumi Manakarra sukses mengumpulkan 32 medali emas, 51 perak dan 70 perunggu. Sehingga total medali raihan Mamuju yakni 153 medali. 

Setelah Mamuju, perolehan medali terbanyak adalah Kabupaten Mamuju Tengah, sebanyak 26 medali emas, 20 perak dan 35 medali perunggu. Total medali untuk Mateng adalah 81 medali. 

Perolehan medali Porprov III Sulbar Majene (sumber: media center Porprov III Sulbar Majene)

Posisi selanjutnya kontingen Kabupaten Mamasa dengan 3 medali emas, 8 perak, 15 perunggu. Total medali Mamasa 26. 

Di posisi juru kunci adalah Kabupaten Pasangkayu dengan 2 medali emas, 11 perak dan 32 perunggu. Total medali Pasangkayu yakni 45 medali.

Ketua Devisi Pertandingan Pelaksanaan Porprov III Sulbar Majene, Busri K yang dikonfirmasi media ini membenarkan Majene meraih juara umum. Hal itu kata Busri, telah disepakati panitia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulbar. 

"Iya, sudah resmi diplenokan tadi," kata Busri menjawab pertanyaan wartawan ihwal ditetapkannya Majene juara umum Porprov III Sulbar di Majene.

Penutupan Porprov III Sulbar juga telah digelar, Senin (19/11) sore. Gubernur Ali Baal Masdar diwakili Sekretaris Provinsi Muhammad Idris DP menutup secara resmi event empat tahunan ini di arena sport center Rangas Majene. (har/red) 

Dua Desa di Polman Gelar Pilkades Ulang

On Senin, November 19, 2018

Suasana Pilkades di Polman (Asrianto untuk masalembo.com)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) pada bulan Oktober lalu, dua desa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, dipastikan akan menggelar ulang pemilihan kepala desa. Kedua desa tersebut adalah Desa Sepporaki, Kecamatan Alu dan Banua Baru Kecamatan Wonomulyo. 

Pemilihan ulang kepala desa ini dipicu sejumlah masalah. Desa Sepporakki, terpaksa harus diulang karena hasilnya seri, sementara Desa Banua Baru, calon kades melayangkan sanggahan karena calon kades menganggap ada beberapa kecurangan, seperti saat perhitungan suara, penggunaan KTP, jumlah DPT yang tidak sesuai.

Kepala BPMPD Polman, Aswar Jazin Sauru mengatakan, sesuai mekanisme dan petunjuk teknis, harusnya dilihat dari jumlah DPT pemilih paling banyak, tempat balon tersebut berada, itu yang menjadi pemenang. Namun kendalanya karena dua balon tersebut berada dalam satu wilyah dan tempat tinggal yang sama.

"Kita sudah lakukan rapat mediasi di atas dan hasilnya kedua calon bersepakat, setelah semua mekanisme dilalui semua hasilnya sama akhirnya dengan petunjuk pak Bupati juga sepakat untuk pemilihan putaran kedua," terang Aswar Jasin.

Aswar Jazin Sauru mengungkapkan bahwa, Desa Sepporakki telah melakukan pemilihan suara ulang pada Minggu (18/11) kemarin. 

Panitia Pilkades Desa Sepporakki sudah menjalankan semua mekanisme yang diatur dalam Pilkades dan hasilnya tetap sama sehingga keduanya sepakat untuk diadakan pemilihan putaran kedua.

Hasil perolehan Desa Sepporakki putaran ke 2, calon nomor urut 1 Masdar memperoleh suara sebanyak 162 semenatara calon nomor urut 2 Tona Manggala 216. Pemilihan Kepala Desa dimenangkan oleh Cakades incumbent.

"Desa Seporakki kemarin sudah melakukan pemilihan ulang, cuma laporannya memang lambat karena wilayahnya jauh di pegunungan. Kalau Banua Baru hari ini kami akan rapat dulu baru kami putuskan," katanya, Senin (19/11).

Sementara Desa Banua Baru, masih menunngu hasil keputusan rapat pada hari ini. Untuk Desa Banua Baru, pihaknya akan memanggil seluruh bakal calon kepala desa yang berjumlah empat orang bersama panitia desa.

Aswar menegaskan bahwa Pemilihan kepala desa putaran kedua hanya di Desa Sepporaki dan Banu Baru saja, sementara desa yang lainnya sudah ada yang melakukan penetapan atas hasil Pilkades di Desa Mereka. (ant/har)

Sukses Raih 81 Medali di Porprov III Sulbar, Bonus Menanti Atlet Mateng

On Senin, November 19, 2018

Ketua KONI Mateng Arwan Aras bersama Sekkab H Askary Anwar, Sekretaris KONI Mahyuddin dan Ketua Tim Dayung Fatahuddin Algha Fiqhi (Jamal/masalembo.com)


MATENG, MASALEMBO. COM -  Setelah berjuang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulbar III sejak 12 November, kontingen Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mengumpulkan 81 medali, diantaranya 26 emas, 20 perak 35 perunggu.

Menurut Ketua KONI Mateng H Arwan Aras, perolehan medali yang dipersembahkan seluruh atlet daerah adalah sumbangsi yang cukup membanggakan baginya.

Dikatakan, perolehan emas yang hanya ditargetkan 20 medali, justru mampu mencapai 26 keping medali emas. Rasa haru dan bangga disampaikan Ketua KONI atas perjuangan seluruh atlet yang tak kenal lelah untuk mengangkat nama daerah, meski kondisi kesehatan sebagian atlet sedang berkurang, namun tetap semangat.

"Sangat bangga dan terharu melihat perjuangan atlet Mamuju Tengah, kita bisa melampaui target 20 emas di angka 26, ini pencapaian yang sangat luar biasa,"  jelas Arwan, Minggu (18/11)

Seperti atlet lainnya, H Arwan juga mengapreseasi Ketua DPRD Mateng H Arsal Aras atas prestasi emas di ajang menembak jenis pistol yang diikutinya.

"Termasuk pak Ketua DPRD Mateng, meski sedang tak enak badan (flu, red) tetap saja ikut bertanding dan berhasil meraih emas," pungkas Arwan.

Putra Bupati H Aras Tammuni ini kembali tegaskan adanya bonus bagi seluruh atlet. Menurutnya, hal itu sebagai rasa terima kasih dan apreseasi Pemerintah Mateng atas prestasi yang diberikan untuk daerah.

"Bonus memang ada dan bukan yang berprestasi saja, kita upayakan seluruh atlet yang ikut mendapat tambahan uang saku," jelas Ketua KONI, Arwan Aras.

Seorang warga Mateng, Ukky Handak turut bangga atas prestasi atlet untuk daerahnya. Ia bahkan sengaja hadir di Majene sejak awal hingga akhir Poprov III untuk menyaksikan ajang tingkat Provinsi Sulbar ini.

"Sebagai warga Mateng, saya merasa ini luar biasa, terlebih lagi saat menyaksikan langsung  Pak Ketua DPRD berhasil sumbangkan medali emas dan tentu saya sangat bangga, " tutup Ukky. (jml/har)

Seorang Pengungsi Korban Gempa Mamasa Hilang di Tenda Pengungsian

On Senin, November 19, 2018

Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Agustina (ist/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Seorag ibu bernama Agustina, umur 58 tahun, pengungsi gempa, warga Desa Rambusaratu, Kecamatan Mamasa, dikabarkan hilang dari tenda pengungsian, Sabtu (17/11) lalu.

Korban terpaksa mengungsi bersama suami, anak serta cucu sejak gempa Mamasa dua pekan lalu. Mereka bergabung dengan puluhan warga lainnya di lokasi pengungsian di lapangan kantor KPU Mamasa, di Desa Rambusaratu, Kecamatan Mamasa.

Suriadi, keluarga korban mengatakan, pada Jumat malam, korban bersama suami, anak, dan cucu berada dalam tenda. Namun saat semua orang tidur, ia keluar dari tenda. "Tidak ada yang mengetahui jam berapa dia meninggalkan tenda," kata Suriadi

Setelah dilakukan pencarian di sekitar tenda termasuk di rumah, Suradi tidak menemukan Agustina. Pada pukul 07:00 korban dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.

Kemudian, Minggu pagi, keluarga korban kembali melakukan pencarian ke sejumlah tempat yang dicurigai tempat menginap korban, namun tidak ditemukan. Pihak keluarga terpaksa melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Saat ini, Agustina masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian oleh petugas kepolisian dan dibantu warga setempat. (frd/har)