Hari Kebangkitan Nasional, Wabup Mamasa  : Tingkatkan Gotong Royong

On Selasa, Mei 21, 2019

Wabup Mamasa, Marthinus Tiranda saat apel Hari Kebangkitan Nasional. (Foto: Frendy C.-masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM, -Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111, Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda mengajak masyarakat meningkatkan sikap gotong royong. 

"Sebagai putra daerah Kabupaten Mamasa, semangat kebangkitan nasional harus relevan dengan himbauan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia," kata Martinus Tiranda dalam apel peringatan hari Kebangkitan Nasional yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Mamasa, Senin (20/05).

Menurutnya sikap gotong royong sejalan dengan falsafah masyarakat Mamasa yang menganut motto 'Mesa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate'. Mesakada dipotuo, pantan kada dipomate dapat diartikan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Sehingga hal itu perlu dibangkitkan kembali karena menurutnya tidak ada pilihan lain selain bersama-sama membangun Mamasa dengan persatuan.

"Kita harus memupuk kembali rasa gotong royong," ungkap Marthinus.

Lanjut ia mengungkapkan, pasca Pilkada dan Pileg, ia meminta agar masyarakat kembali merajut persatuan serta memelihara keutuhan daerah Kabupaten Mamasa.

"Mari kita terus meningkatkan persatuan dalam bingkai Mesa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate,"tutup Marthinus. (frd/shm)

Jelang Aksi 22 Mei, ini Himbauan Kapolres Mamasa

On Selasa, Mei 21, 2019

Kapolres Mamasa,  AKBP. Arianto. (Foto:Frd)

MAMASA,MASALEMBO.COM- Terkait adanya  rencana aksi 22 Mei dari sejumlah kelompok masyarakat saat pengumuman rekapitulasi hasil pemilu 2019.

Kapolres Mamasa AKBP. Arianto mengeluarkan himbauan agar masyarakat di Kabupaten Mamasa tetap menjaga ketertiban dan keamanan, serta tidak terprovokasi dengan isu tidak bertanggung jawab yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Pelaksanan pemilu di Mamasa berjalan dengan aman, damai, transparan dan demokratis. Hal ini mencerminkan kedewasaan masyarakat Mamasa dalam  berdemokrasi, hal ini yang harus kita pertahankan bersama-sama,”papar Kapolres Mamasa, Senin(20/05).

Dia juga menambahkan, perbedaan adalah hal yang biasa dalam bernegara dan berdemokrasi, tetapi persatuan dan kesatuan serta kerukunan harus menjadi hal yang utama dalam Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI).

“Berjiwa besar dalam menyikapi hasil pemilu, dengan tidak melakukan langkah-langka inkonstitusional, dan wajib mentaati mekanisme prosedural  hukum dalam menyikapi hasil pemilu, hargai proses demokrasi, itulah warga Negara yang baik,”paparnya.(Frd)


Budaya Gotong Royong Masih Terpelihara oleh Warga Dusun Nekke

On Selasa, Mei 21, 2019

Warga Dusun Nekke saat gotong royong perbaiki  jalan putus.  (Foto:Frendy Christian-masalembo.com)

MAMASA -Budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat mungkin jarang lagi ditemukan pada zaman serba modern ini. Berbeda dengan dusun Nekke yang berada di pinggiran kota Mamasa, warganya masih memelihara budaya gotong royong hingga saat ini.

Dusun Nekke, Desa Taupe, adalah salah satu wilayah perkampungan yang ada di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), tepatnya berada kaki gunung Mambulilling.

Hal itu yang mendasari perkampungan tersebut masih tergolong terpencil, sebap untuk sampai kesana saja warga hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua serta belum ada aliran listrik.

Beberapa hari yang lalu, puluhan warga di dusun itu beramai-ramai melakukan gotong royong meperbaiki ruas jalan menuju kampung mereka yang rusak parah akibat hujan deras mengguyur wilayah itu sejak sepekan terakhir.

“Sejak nenek moyang, kami sudah diajarkan sikap gotong royong, sehingga itu yang masih tetap kami pelihara hingga saat ini,” kata Tangke, salah sorang pemuda di Dusun Nekke,Jumat (17/05).

Sebagian badan jalan tergerus air hujan, hingga tak bisa dilalui kendaran, warga terpaksa bahu-membahu melakukan penimbunan agar jalan tersebut bisa berfungsi kembali .

“Jalan ini adalah satu-satunya akses perekonomian  masyarakat. Jalur akses menuju kota Mamasa,” tambah Tangke.

Ia juga menuturkan,  sejak puluhan tahun lalu jalan tersebut dibuka oleh warga setempat dengan cara gotong royong dan itulah yang bertahan hingga saat ini.

“Tahun lalu ada pelebaran jalan namun itu tidak maksimal mungkin hanya  2 km saja , itupun jalan dirubah, jalan yang dulunya rata kini sudah mendaki ke atas gunung  hingga sulit dilalui, apalagi kalau hujan tiba sama sekali tak bisa dilalui kendaran,” keluhnya.
Warga sedang menimbun jalan yang putus akibat longsonr dan tergerus air sungai. 


Jalan sempit, berlobang dan berlumpur serta di sisi jalan jurang  setiap harinya mengancam nyawa warga di wilayah itu, tak hanya warga biasa, tetapi sejumlah anak sekolah yang setiap hari harus melawati jalur tersebut ketika hendak berangkat dan pulang dari sekolah. 

Meskipun wilayah masih berada di wilayah ibu kota, namun luput dari perhatian pemerintah. Jarak dari kota Kabupaten Mamasa menuju ke dusun Nekke hanya berkisar sekitar empar kilo meter (Km).

“Semoga saja pemerintah daerah melihat derita kami yang sudah berpuluh-puluh tahun, agar jalan yang setiap hari mengancam nyawa kami  saat melintas segera diperbaiki,”tutup tangke.(Frd/shm) 

Senin Dini Hari,Gempa 3,8 SR Kembali Mengguncang Mamasa

On Senin, Mei 20, 2019

(Sumber : Info BMKG) 

MAMASA, MASALEMBO.COM - Senin dini hari gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,8 SR, kembali mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Berdasarkan analisis BMKG yang disampaikan Darmawan, Kepala BMKG Makassar Wilayah IV Makassar saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp mengungkapkan, 
Gempa bermagnitudo 3,8 SR terjadi pada pukul 02:19:25 Wita dengan Episenter gempa terletak pada Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.92 LS dan 119.53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 kilometer bagian Tenggara  Kabupaten Mamasa dengan kedalaman 10 km. 

"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Saddang yang berdekatan dengan pusat epicenter . Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Mamasa III MMI,"terangnya, Senin (20/5/2019).

Pihaknya menghimbau semua  masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Tetapi masyarakat hanya  bisa memastikan informasi resmi yang bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website.(www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg).(Frd) 

Cerita Bapak Panti Asuhan: Dinas Transmigrasi Sulbar Pertama Ngajak Buka Bersama

On Senin, Mei 20, 2019

Kadis Transmigrasi Sulbar H. Herdin Ismail disambut pimpinan panti asuhan Al Munawarah Mamuju (Ist/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kedatangan rombongan Dinas Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat di panti asuhan Al Munawarah Mamuju, Minggu (19/5/2019) disambut baik pimpinan panti ustadz Zakaria. Sorot mata anak-anak yang diasuhnya pun memancar menyambut Kepala Dinas H. Herdin Ismail dan rombongan.

Kedatangan orang nomor satu di lingkup Dinas Transmigrasi Sulbar itu rupaya membawa kebagian tersendiri bagi anak-anak panti, tak terkecuali sang bapak panti asuhan ustadz Zakaria.


"Terus terang ini adalah kunjungan pertama dari dinas-dinas instansi pemerintah di bulan suci ramadan ini, selama ini yang datang mengunjungi kami, ngajak buka bersama dari ormas-ormas, dari dinas baru Transmigrasi Provinsi Sulbar ini," kata ustadz Zakaria saat menyambut H. Herdin dan rombongan.

Kedatangan rombongan Dinas Transmigrasi ini adalah berkah buat anak-anak panti asuhan yang beralamat di Salutalawar, Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju ini. Selain karena dapat berbagi dengan menggelar buka bersama, Dinas Transmigrasi Sulbar juga menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai.

"Saya sangat bersyukur atas bantuan dan kunjungan dari Dinas Transmigrasi Sulbar, semoga Allah SWT memberikan berkah dan kebaikannya," kata Zakaria.

Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar, H. Herdin Ismail, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dapat menggelar buka bersama anak-anak yatim piatu. Kata dia, di bulan yang penuh rahmat ini pihaknya berharap keberkahan Allah SWT dengan menyambangi anak-anak yatim.


“Alhamdulillah hari ini kita bisa buka bersama dengan anak-anak yatim piatu,” ujar Herdin, Minggu petang.

Dia berkata, buka bersama anak yatim merupakan kali pertama dia gelar. Meski begitu selanjutnya berharap masih diberi kesempatan melakukan hal sama. "Mudah-mudahan bisa rutin setiap bulan Ramadan," katanya.

Herdin menambahkan, bulan ramadan merupakan kesempatan mengukur kualitas iman serta mempererat silaturahmi. Bulan ini dijadikan pedoman hidup sehari-hari, dengan menahan diri, berfikir positif, selalu bersyukur dan berbagi amal kebaikan antara sesama.

"Melalui buka puasa bersama ini, kesempatan pula untuk berbagi berkah dan tetap berbuat baik dengan memberikan bantuan berupa sedekah kepada para anak yatim piatu dan fakir miskin dan juga kepada orang yang membutuhkan," jelas H2I sapaan akrab  H. Herdin Ismail. (har/red)

Hari Bakti Dokter ke-111, PDGI & IDI Majene Bagikan 111 Paket Sembako

On Minggu, Mei 19, 2019

Bupati Fahmi Massiara menghadiri buka bersama dan pembagian paket sembako PDGI dan IDI Majene (Foto: Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Persatuan Dokter Gigi (PDGI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Majene membagikan 111 paket sembako kepada kaum duafa, Minggu (19/5/2019). 111 paket sembako dibagikan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke- 111.

Selain membagi sembako, pengurus IDI dan PDGI juga menggelar buka puasa bersama anak-anak yatim piatu. Tak kurang dari 60 anak yatim hadir dalam acara tersebut.

Bupati Majene H Fahmi Massiara turut hadir dalam acara yang digelar di aula kantor PP dan KB Majene itu. Fahmi menyaksikan, pembagian 111 paket sembako dan 60 paket sekolah untuk anak yatim.

Dalam sambutan, Fahmi mengatakan, apa yang dilakukan IDI-PDGI adalah kegiatan amaliah yang patut diapresiasi. Kata Fahmi, IDI - PDGI Majene adalah organisasi profesi yang turut mendukung misi MP3 (Majene produktif, proaktif, profesional).

"Alhamdulillah semua dapat melakukan itikad dan pemikiran baik seperti ini. Alhamdulillah bisa terselenggara secara berkesinambungan, karena ini sudah beberapa kali dilaksanakan. Semua ini adalah langkah yang sangat positif, berbagi rasa kepada sesama di bulan suci Ramadan," ucap Fahmi

Pengurus PDGI dan IDI Majene bersama bupati H Fahmi Massiara (Foto: Humas Setda Majene)

Fahmi juga menyinggung masalah narkoba yang kerap masih ditemukan di Majene. Orang nomor satu di bumi Assamalewuang ini berharap, peran IDI dan PDGI turut memberi andil masyarakat Majene terbebas dari narkotika. Fahmi berharap dua organisasi profesi kesehatan ini berperan, melakukan edukasi bagi masyarakat.

"Bila kita bercerita tentang narkoba, bila ada kasus yang muncul ke permukaan tentu yang kena imbasnya adalah daerah itu sendiri, namun bila organisasi profesi dapat mengisi dengan hal-hal yang positif tentu ini akan menjadi cerita di masyarakat, ini juga bisa mengangkat Majene kepermukaan sebagai daerah yang religius sesuai dengan visi misi Majene MP3," pungkas Fahmi.

Di kesempatan itu, bupati menyampaikan terima kasih kepada pengurus IDI- PDGI Majene, berharap di waktu-waktu yang akan datang akan terselenggara kegiatan yang sama.

Tampak hadir di acara ini, Ketua IDI Majene dr. Evawaty, Ketua PDGI drg. Idhan Halik serta para pengurus kedua organisasi dokter ini. (har/red)

Kapolres Rifai Himbau Warga Polman Tak Ikut Aksi "People Power"

On Minggu, Mei 19, 2019

AKBP Muhammad Rifai (Ist)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Kepala Kepolisian Resort Polewali Mandar AKBP Muhammad Rifai menghimbau masyarakat Polman tak terpengaruh dan ikut-ikutan ajakan aksi "people power." Sebab kata Kapolres, kegiatan tersebut lebih banyak mudaratnya daripada  manfaatnya, bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali.

"Banyak orang terganggu apabila terjadi kegiatan tersebut dan itu merupakan bentuk kedzaliman," kata Muhammad Rifai, Minggu (19/5/2019).

Muhammad Rifai meminta, masyarakat tak ikut pemahaman sempit ajakan people power adalah ibadah, karena ibadah tidak akan pernah merugikan orang lain. Kapolres meminta, agar warga lebih fokus menjalani kegiatan amaliyah Ramadan.

"Akan sangat rugi bagi seorang muslim apabila tidak dapat  memaksimalkan ibadahnya di bulan Ramadan ini," pesannya. 


Secara umum, suasana Kamtibmas di Polman pasca Pemilu, Kapolres menegaskan semua kondusif dan tidak ada kejadian menonjol. Hingga kini, pihaknya belum menerima informasi jika ada masyarakat Polman yang ikut dalam kegiatan people power.

"Ini merupakan hal yang sangat baik sekali karena masyarakat tidak terpengaruh oleh rencana aksi people power. Lebih baik kita menunggu dan percaya apa yang telah diputuskan dan ditetapkan oleh KPU pusat nantinya pada tanggal 22 Mei mendatang," kunci Kapolres Rifai. (ant/har)