Penerimaan CPNS 2018, Kuota Mamuju Hanya 201 Formasi

On Selasa, September 11, 2018

MASALEMBO.COM

H. Suaib (dok: Awal/Humas Setda Mamuju)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - 
Sekertaris Daerah (Sekda) Mamuju H. Suaib membeberkan jumlah kouta penerimaan CPNS tahun 2018 untuk Kabupaten Mamuju sebanyak 201 farmasi.

Kata Suaib, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 441 tahun 2018, tentang kebutuhan pegawai aparatur sipil negara di lingkungan kabupaten tahun anggaran 2018, telah ditentukan jumlah kuota untuk Kabupaten Mamuju berjumlah 201. Formasu ini dibagai dalam dua kategori yakni kategori umum sebanyak 179 formasi dan kategori khusus sebanyak 22.

Dijelaskan secara rinci kategori umum tersebut terdiri dari 46 formasi tenaga guru, 111 formasi tenaga kesehatan dan 22 formasi tenaga teknis, sementara untuk kategori khusus diperuntukkan bagi tenaga honorer kategori dua (eks TH K-2) sebanyak 22 formasi. Dari keseluruhan jumlah kebutuhan tersebut juga diutamakan bagi yang berpredikat cumlaude dan penyandang disabilitas.  

Terkait formasi khusus tenaga honorer (eks TH K-2) H.Suaib menjelaskan jumlah kuota honorer (eks TH K-2) penerimaannya tahun ini telah ditetapkan oleh Kemenpan-RB hanya dapat mengakomodir 22 formasi khusus untuk tenaga guru. Ini pun harus melalui sejumlah tahapan dan persyaratan, diantaranya pernah mengikuti seleksi sebelumnya dibuktikan dengan kartu ujian, kualifikasi pendidikan paling rendah Strata satu (S-1) sebelum November 2013 dan sejumlah persyaratan lainnya.

Secara umum untuk tahapan pelaksanaan, Suaib menerangkan proses pendaftaran akan dilakukan September dengan cara online. Selanjutnya tahapan pelaksanaan ujian yang rencanaya akan dilakukan di Kabupaten Mamuju dilaksanakan pada Oktober dan proses pemberkasan ulang pada Desember 2018.

"Jadi semua prosesnya cepat sehingga sangat minim peluang terjadinya intervensi terhadap proses seleksi CPNS ini," tegas Suaib.

Mantan Kepala Dinas PU ini menambahkan, agar seluruh masyarakat tidak mempercayai oknum atau calo’ yang ingin memanfaatkan proses seleksi CPNS mencari keuntungan. 

"Saya pastikan prosesnya independen, trasparan dengan menggunakan sistem komputerisasi," pungkasnya.

Secara teknis tata cara pelaksanaan seleksi secepatnya akan dilakukan rapat bersama instansi terkait. (awl/har)

comments