-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

Unicef dan Yayasan Karampuang Bantu Cetak Dokumen Kependudukan Korban Gempa Donggala

On Monday, December 10, 2018

MASALEMBO.COM

Warga mendapat akta kelahiran (Foto: Panji/Yayasan Karampuang)

DONGGALA, MASALEMBO.COM - Tim Capil Kabupaten Donggala kerja sama Yayasan Karampuang Mamuju yang disupport oleh Unicef melakukan pencetakan akta kelahiran anak, KK dan akta kematian di tujuh Posko.

Pantauan, Senin (10/12), tim Capil Donggala sudah melakukan pelayanan di empat titik posko pengungsian. Mulai dari posko Antoli (Desa Dalaka), Uwetea (Desa Dalaka), Wani 1 (Desa Wani 1) dan hari ini di posko pengunsian Bukit Bersahaja KM8, Desa Limboro. Pelayanan ini dilakukan secara mobile sehingga masyarakat langsung menerim dokumen kependudukan tersebut.

Kepala Disdukcapil Donggala Taufik YL mengatakan, pihak memang telah mendapat intruksi dari Dirjen Capil Kementerian Dalam Negeri pasca bencana beberapa bulan lalu. Pendataan untuk perlengkapan dokumen kependudukan di masyarakat termasuk di posko pengunsian dan rumah-rumah warga tak layak huni.

"Ini sesuai dengan perintah dirjen dukcapil kepada kami, pasca gempa pertama-tama segera membuka pelayanan, kedua kita lakukan adalah pelayanan jemputan bola untuk seluruh masyarakat, baik yang ada di pengungsian maupun yang ada  di rumah-rumah penduduk, terutama mereka-mereka yang rumahnya sudah tidak layak itu kita semua lakukan pelayanan mulai dari KK, akta kelahiran dan KTP," katanya

Lebih lanjut ia sampaikan rasa syukur dan terima kasih atas support dari Unicef yang kerjama dengan Yayasan Karampuang.

"Syukur alhamdulillah dan kami berterima kasih dari Unicef dan Yayasan Karampuang ini, dan saya juga mengapreriasi kerja sama ini utamanya kita khususkan dengan masyarakat di pengunsian," lanjut Taufik YL

Sementara Koordinator Posko, Ridwan, sangat bersyukur adanya pencatatan dokumen di pengunsian. Kegiatan ini kata Ridwan, sangat membatu masyarakat setempat memiliki berkas kependudukan yang sebelumnya hilang akibat gempa dan tsunami.

"Jujur saya sangat bersyukur atas kegiatan ini. Ini juga sangat membatu kami dalam perlengkapan kependudukan kami, terutama anak-anak di sini yang memang tidak memiliki akta kelahiran, itu sangat terbantu atas kegiatan yang dilakukan Unicef, Capil dan Yayasan Karampuang," pungkas Ridwan. (rls/har)

comments