Beredar Video Oknum TNI Nyaris Adu Jotos dengan Polisi, Ini Kata Dandim Majene

On Saturday, February 08, 2020

MASALEMBO.COM

Tangkap layar video TNI nyaris adu jotos dengan polisi dari Satlantas Polres Majene. (Ist/Masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Telah beredar video nyaris adu jotos antara oknum anggota TNI dan oknum anggota Satuan Polisi Lalulintas dari Polres Majene, Jumat 7 Februari 2020. Video singkat berdurasi 32 detik itu disebut murni kesalahpahaman. Demikian kata Dandim 1401 Majene, Sabtu (8/2) pagi.

"Sudah tidak ada masalah. Tadi pagi sudah ada pertemuan, murni kesalahpahaman saja," ujar Dandim 1401 Majene Letkol Inf Ragung Ismail Akbar menanggapi beredarnya video itu.

Keterangan Dandim Letkol Inf Ragung Ismail sama dengan informasi yang berhasil dihimpun awak media di kantor Kodim 1401 Majene lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene. Dua orang anggota TNI yang berhasil ditemui awak media membenarkan bahwa telah digelar pertemuan antara dua institusi bersenjata itu Sabtu (8/2) pagi tadi. Pertemuan berlangsung di Markas Polres Majene, Sulbar, telah diakhiri dengan damai dan saling memaafkan.

Sementara, informasi kejadian yang berhasil dihimpun, video nyaris adu fisik yang beredar di group WhatsApp itu, adalah peristiwa pada Jumat 7 Februari 2020 kemarin. Sekira pukul 08.00 Wita. Awalnya kejadian saat personil Satuan Lalulintas dipimpin KBO Satlantas Polres Majene IPDA Naufal Arya melaksanakan patroli hunting system di wilayah pusat pertokoan, Kecamatan Banggae, Majene.

IPDA Naufal bersama tiga rekannya yaitu Briptu Tasmin, Bripka Ishak dan Bripda Agus Salim mendapati tujuh orang pelanggar. Ketujuh orang pelanggar itu kedapatan melawan arah dan akhirnya ditindaki dengan tilang. Namun siapa sangka, ternyata salah satu dari pelanggar tersebut adalah anak dari Danramil Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

Dalam penindakan itu personil Lalulintas Polres Majene menyita 5 lembar STNK dan 2 unit kendaraan roda dua sebagai barang bukti. Sayangnya anak Danramil Pamboang yang turut tejaring tilang nampaknya tak terima dan segera menghubungi orang tuanya.

Menurut sumber masalembo.com, Danramil Pamboang bernama Kapten Inf Purwantoro telah berkomunikasi dengan IPDA Naufal saat kejadian melalui sambungan telepon. Dalam percakapan telepon dengan Danramil, IPDA Naufal mejelaskan bahwa putranya telah ditilang dan akan diselesaikan di kantor. Namun, berselang beberapa menit kemudian ketika perjalanan pulang usai melaksanakan penindakan tilang, ketika tepat di lampu merah Pusat Pertokoan Majene, IPDA Naufal dan Danramil Pamboang berpapasan di jalan. Dandramil meminta Naufal menepi tepat di depan sebuah konter penjualan handphone. IPDA Naufal, Bripda Agus Salim dan Danramil kemudian sama-sama menepi dan Naufal langsung menjelaskan tentang kejadian yang baru saja berlalu. Saat itu, Dandramil Pamboang Kapten Inf Purwantoro memahami penjelasan Naufal. Ia bahkan sempat menghubungi putranya. 

"Dia (Danramil) bilang kamu bikin malu saya,” terang sumber terpercaya masalembo.com.

Entah mengapa, saat IPDA Naufal berbicara dengan Danramil tiba-tiba datang dua orang oknum anggota TNI menggunakan sepeda motor. Ada juga yang datang menggunakan mini bus Xenia berwarna hitam. Mereka langsung mendekati Naufal dan marah-marah. Akhirnya terjadi percekcokan mulut bahkan adu jotos nyaring tak terhindarkan. Beruntung Dandramil Pamboang Kapten Inf Purwantoro segera meleraih oknum TNI dan anggota Polri itu.

Terkait insiden itu, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji menyampaikan tak perlu dibesar-besarkan. Kejadian itu kata Irawan hanyalah kesalahpahaman antar oknum anggota kedua institusi keamanan negara itu.

"Sudah selesai, hanya kesalahpahaman saja, tidak perlu dibesar-besarkan. Terima kasih," kata Kapolres via pesan elektronik WhatsApp kepada redaksi Masalembo.com, Sabtu (8/2) sore.

Hal sama disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Sulbar AKBP Hj Mashura yang dikonfirmasi.

"Sudah tidak ada masalah hanya mis komunikasi. Sudah damai dan bersalaman," ucap Mashura. (har/red)



comments