Aliansi Aktivis, LSM dan Mahasiswa Desak Pemkab Kotabaru Serius Tangani COVID-19

On Monday, March 23, 2020

MASALEMBO.COM

LSM dan aktivis mahasiswa Kotabaru saat menggelar pertemuan bahas penanganan COVID-19 oleh Pemkab Kotabaru, Kalsel. (Foto: Adi Putra/Masalembo.com)


KOTABARU, MASALEMBO.COM - Mencermati perkembangan terkahir pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan respon Pemkab Kotabaru terkait pengendalian dan pemberantasan virus berbahaya itu, beberapa pimpinan LSM dan aktivis mahasiswa di Kotabaru Kalimantan Selatan membentuk aliansi dan melakukan rapat pada Senin (23/03). Rapat digelar di kediaman salah satu petinggi LSM Kotabaru, Selaru Kotabaru, Kalsel.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyatukan pandangan lintas LSM dan aktivis terkait tiadanya tindakan preventif yang serius dari Pemkab Kotabaru. Sebagaimaa dipahami bahwa hingga saat ini, Pemkab Kotabaru belum melakukan upaya-upaya yang lazim dilakukan oleh Pemda di daerah lain di Kalsel.

Padahal memang, setelah diterbitkannya SK Gubernur Kalsel Nomor 188.44/200/KUM/2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang penetapan status tanggap darurat COVID-19 di Provinsi Kalsel, daerah-daerah lain merespon SK tersebut dangan gerakan cepat.

Bebeda dengan kabupaten tetangganya, Tanah Bumbu, sejak seminggu terakhir telah meliburkan sekolah dan telah membentuk gugus tugas P3 COVID-19. Kotabaru belum melakukan hal yang serupa. 

Dikutip dari laman Prokal.co, pada Jumat (20/3) kemarin, Plt Dinkes Kotabaru, Ernawati, mengatakan dirinya baru rapat kemarin. Gugus tugas penanganan Covid-19 sedang proses di badan hukum. "Ketuanya nanti Sekda Kotabaru (Said Akhmad). Semua petinggi Kotabaru (unsur Forkopimda) terlibat," ujarnya.

Atas dasar itulah, aliansi LSM dan aktivis mahasiswa Kotabaru mendesak Pemkab untuk segera membentuk gugus tugas Pencegahan, Penanggulangan dan Pemberantasan (P3) COVID-19, memberlakukan protap preventif COVID-19 di pelabuhan, bandara dan terminal yang merupakan pintu masuk ke Kotabaru. Selain itu, memperketat pengawasan ABK kapal yang berlabuh di pelabuhan atau masuk keperairan Kotabaru serta menyiapkan fasilitas khusus untuk isolasi dan karantina bagi yang terpapar COVID-19.

Hasrifin Harifai, salah satu tokoh senior LSM di Kotabaru yang turut menggagas aliansi tersebut menyatakan, seruan dan desakan itu sebagai upaya mendukung Pemkab Kotabaru memerangi COVID-19. Pihaknya merasa, langkah-langkah itu perlu segera diambil demi menghindari potensi kerusakan yang lebih parah nantinya bisa terjadi. 

"Jangan sampai menunggu jatuhnya korban dan meluasnya wabah, karena itu masyarakat menanti langkah konkrit Pemkab terkait COVID-19," ujar Hasrifin.

Lanjutnya, Pemkab Kotabaru perlu mengambil langkah-langkah konkrit yang terukur sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat. "Tenangkan masyarakat yang sekarang ini lagi gelisah, dan bupati harus hadir dan menjadi panglima akan ini," tegas tokoh muda kelahiran Sulbar ini. (*)

Penulis: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

comments