-->

Hot News

Kapal Berhenti Operasi, Masalembu Diambang Kelumpuhan Ekonomi

On Monday, March 23, 2020

MASALEMBO.COM

Tampak sebuah kapal di pelabuhan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur. Kanan atas foto Didie Achmadi, peneliti di Kalimantan Insttitute For Social Transformation (KALISTRA).
(Adi Putra/Masalembo.com)


SUMENEP - MASALEMBO.COM - Dampak dihentikannya operasi kapal rute Masalembu-Kalianget (Sumenep) dan rute Masalembu- Surabaya, berakibat pada hampir lumpuhnya perekonomian di Kepulauan Masalembu Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Setelah hampir seminggu herhentinya operasi kapal, praktis akses keluar pulau tertutup. Ditambah lagi, perahu-perahu kayu yang bisanya menjadi moda transportasi alternatif juga terpaksa berhenti beroperasi karena ancaman pandemik Coronavirus Disease (COVID-19).

Menurut Ridhe'ie (50 tahun), anggota BPD Desa Masalima Kecamatan Malembu, saat ini kondisi perekonomian bergerak anjlok dan berpotensi lumpuh apabila dalam dua minggu akses kapal belum beroperasi. "Stok pangan makin menipis dan daya beli masyarakat juga semakij anjlok," jelas tokoh masyarakat yang akrab dipanggil Gus Ridhe'ie ini.

Menurut Gus Ridhe'ie, daya beli masyarakat menurun drastis karena kebanyakan nelayan tidak lagi melaut. "Hasil ikannya tidak terjual karena pedagang tidak tahu harus dijual kemana," ucap pria yang juga aktif di dunia LSM ini.

Senada dengan itu, Didi Achmadi, tokoh muda Masalembu, saat dikonfirmasi via telepon selulernya menyatakan bahwa potensi lumpuhnya ekonomi di Kepulauan Masalembu memang sangat tinggi. "Ketergantungan terhadap kapal sebagai satu-satunya moda transportasi sangat tinggi. Tidak ada alternatif sehingga ketika itu terhenti, maka perekonomian juga langsung stagnan," jelas Didi Achmadi.

Akademisi yang kini aktif sebagai peneliti di Kalimantan Insttitute For Social Transformation (KALISTRA) ini menambakan, satu-satunya jalan harus ada intevensi Pemerintah Kabupaten atau Pemprov Jawa Timur. "Pemerintah harus intervensi, perlu ada kebijakan khusus merespon kasuistik Masalembu," tegasnya.

Oleh karena itu ia berharap segera ada langkah cepat yang terukur. "Jangan menunggu chaos baru pemerintah turun tangan," harapnya.

"Stok ketersediaan pangan harus dijamin oleh pemerintah, dan memastikan stabilnya daya beli masyarakat juga harus dilakukan segera," pungkasnya. (*)

Penulis: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

comments