FGD Webinar: Solusi Jitu Memutus Mata Rantai Covid-19 di Majene

On Wednesday, May 06, 2020

MASALEMBO.COM


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene menggelar Focus Group Discussion (FGD) melalui Webiner (seminar online), Selasa (05/05/2020).

FGD di gelar dengan konsep pysical distancing. Narasumber dan peserta berada di kantor atau pun rumah masing-masing yang di pandu oleh moderator salah satu Dosen Unsulbar, dr. Evawati M.Kes.

Narasumber diantaranya Bupati Majene Fahmi Massiara, Prof DR Ridwan Amiruddin M.Kes. M.Sc.PH Guru besar Fakultas FKM Unhas, serta dr Rahmat Malik Kepala Dinas Kesehatan Majene.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene Mihtar Thala Ali mengatakan, FGD tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pandemi covid 19, yang nantinya akan melahirkan rekomendasi yang bisa menjadi vaksin, obat atau solusi jitu penaganan virus corona di Kabupaten Majene.

Secara bergantian narasumber memberikan materi, di awali dari Bupati Majene Fahmi Massiara yang menyampaikan “ Upaya – Upaya Memutus Mata Rantai Pandemi Covid 19 di Kabupaten Majene”.

dr. Rahmat Malik yang menyampaikan berbagai hal terkait upaya penanganan dan pencegahan covid-19 dibidang kesehatan. Mulai dari screaning kesehatan bagi warga dan pendatang, sosiliasi dan edukasi hingga pemeriksaan kesehatan baik itu dengan status  ODP, OTG, PDP yang hingga yang terpapar virus positif.

Narasumber utama yaitu Prof DR Ridwan Amiruddin M.Kes. M.Sc.PH, memberikan materi terkait Proyeksi dan Karakteristik Covid-19 di Kabupaten Majene. Guru besar Fakultas FKM Unhas tersebut memberi rekomendasi untuk layanan kesehatan, dan public health.

Diantaranya, rekomendasi layanan kesehatan. Untuk tiap kasus baru Pemprov Sulbar segera menyiapkan RS dengan kapasitas sekitar 170 tempat tidur, 51 ICU, dan 13 Ventilator, sebagai angkah mengantisipasi puncak pandemik pada pertengahan Juni 2020.

Pada puncak pandemi Sulbar yaitu 20 Juni 2020 dengan peningkatan jumlah kasus sekira 1176. Untuk Icu sebanyak 451 dan Vetilator sebanyak 739.

Sementara prediksi puncak pandemi Majene dengan keseluruhan kasus baik itu baru dan lama sebanyak 80 kasus hingga 24 Juni 2020.

Mengentikan penularan kasus baru dengan memberi perlindungan kemlompok rentan, komrbid, lansia, bumil, bayi/anak. Serta mempercepat penyembuhan dengan terapi supportive yang tepat dan efisien. Memastikan APD dan test kepada seluruh petugas untuk penularan di RS.

Sementara, untuk rekomendasi publik health, Prof Ridwan menjelaskan agar meningkatkan cakupan mitigasi minimal 30 %, sosial distancing/phsycal distancing, sanitasi lingkungan, stay at home, dan persona hygine, penutupan sekolah, masjid, kantor, pasar dan lain-lain.

Meningkatkan cakupan survey massal untuk menemukan populasi yang terinfeksi dimasyarakat serta pemetaan status seluruh daerah untuk keperluan isolasi dan karantina. Serta pengawasan secara ketat (chek point) transportasi antar kota dan dalam kota.

Bupati Majene Fahmi Massiara, mengapresiasi berbagai hasil rekomendasi yang dihasilkan. Hal tersebut akan menjadi dasar pertimbangan untuk langkah-langkah penanganan Covid-19 di Majene kedepannya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan terima kasih pelaksana dan pemateri yang telah meluangkan waktu dan menghasilkan rekomendasi sebagai jurus jitu penaganan Covid-19.

"Apresiasi yang tinggi kepada narsumber dan peserta telah mengikuti FGD dan menginisiasi langkah-langkah penanganan Covid-19,” pungkasnya. (Cr1/har)

comments