Puncak Virus Corona di Sulbar Diprediksi Pertengahan Juni 2020

On Sunday, May 10, 2020

MASALEMBO.COM

Ilustrasi virus Corona atau Covid 19 (inet)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Penderita positif virus Corona atau Covid-19 di Sulawesi Barat sudah 62 orang. Kasus pertama pada 29 Maret lalu adalah pasien 01 asal Majene. Terbaru, seorang perempuan asal Kecamatan Mapilli Polman ditetapkan sebagai pasien 62 setelah dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, Sabtu 9 Mei 2020.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sulbar Safaruddin Sunusi DM mewanti-wanti seluruh warga Sulbar agar taat himbauan pemerintah dengan menjaga jarak (phisycal distancing) dan mengenakan masker tiap ke luar rumah. Apalagi, klaster baru kembali terbentuk di Polewali Mandar.

Sementara itu Dinas Kesehatan Sulbar mengungkap hasil modeling terkait prediksi Covid-19 di Sulbar. Modeling tersebut diterbitkan oleh kampus ternama di Sulsel, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Sulbar dr Ihwan mengatakan, dari hasil modeling itu diprediksi kasus positif Covid-19 di Sulbar akan mencapai seratusan penduduk. Puncaknya pada Juni 2020 bulan depan. Namun, Ihwan tidak menjelaskan detail prediksi penyebaran virus Corona itu di Sulawesi Barat.


Wartawan lantas mengkonfirmasi langsung kepada Kordinator Tim Modeling Prediksi Covid-19 Sulbar di Unhas Makassar, Prof Ridwan Amiruddin. Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarkat (FKM) Unhas itu dikonfirmasi terkait modeling dan membenarkan bahwa pada 20 Juni 2020 diprediksi jadi puncak penyebaran Covid-19 di Sulawesi Barat.

"Ini proyeksi untuk Sulbar yah," kata Prof Ridwan via WhatsApp, Sabtu malam.

Prof Ridwan mengatakan pada puncak epidemik 20 Juni 2020 mendatang kebutuhan penanganan Covid-19 akan meningkat. Diperkirakan jumlah kasus 1.176 baik PDP, OTG maupun terkonfirmasi positif. Konsekuensinya kebutuhan ICU akan bertambah sebanyak 451 dan ventilator sebanyak 739.

"Ini proyeksi keseluruhan, maksudnya baik yang OTG, PDP dan konfirmasi (positif)," ucapnya. 

Sementara yang membutuhkan layanan rumah sakit, lanjutnya Ridwan, hanya 15 persen dari jumlah tersebut. Mereka adalah yang masuk kategori berat dan kritis karena kelompok ini memiliki tingkat kebutuhan khusus.

Ketua Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) ini menjelaskan, total OTG, PDP dan positif Covid-19 di Sulbar yang diprediksi mencapai 1.176. Namun yang membutuhkan penanganan medis serius hanya 15 persen dari jumlah itu. Awak media ini menghitung 15 persen dari 1.176 jumlahnya sekitar 176 orang.

Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, atas pemodelan prediksi Covid-19 di Sulbar ini pihaknya merekomendasikan untuk menghentikan penularan kasus baru dengan memberi perlindungan pada kelompok rentan, komorbid, lansia, bumil, bayi dan anak, serta mempercepat penyembuhan dengan terapi supportive yang tepat dan efisien.

Terkait pemodelan prediksi Covid-19 Sulbar, Prof Ridwan mengungkap bahwa modeling ini adalah konsep yang sudah berkembang lama di epidemiology. Namanya kompartement model yang banyak dipakai di berbagai negara. Model ini relatif simpel dengan membagi kelompok rentan, terinfeksi dan sembuh.

"Model ini dikembangkan juga di Pensilvania University. Ini kami diskusikan di Pusat Kajian Kesehatan Unhas," ujarnya. (*)


Laporan: Tim Masalembo.com
Editor: Harmegi Amin

comments