-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

Tradisi "Nyadar" Desa Pinggir Papas Sumenep, Bertahan di Tengah Gempuran Budaya Modern

On Friday, July 03, 2020

MASALEMBO.COM

Kegiatan tradisi Nyadar di desa Pinggir Papas (Foto: Khairullah Thofu)


SUMENEP, MASALEMBO.COM - Tradisi merupakan nilai-nilai sosial yang sudah dilakukan sejak lama dan sudah menjadi bagian kehidupan suata kelompok masyarakat yang terus diinformasikan secara turun-temurun, baik lisan maupun tulisan.

Seperti halnya di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur. Di sana ada sebuah tradisi yang sampai hari ini terus dipertahankan. Orang menyebutnya Nyadar. Setiap tahunnya oleh masyarakat Desa Pinggir Papas dikerjakan. Meski di tengah gempuran arus budaya globalisasi yang menawarkan begitu banyak akomodasi hedonisme yang menyesar generasi muda secara umum, namun tradisi ini masih eksis bahkan di tengah pandemi COVID-19.

Lalu bagaimana kisah warga Pinggir Papas mempertahankan tradisi Nyadar ini? 

Salah seorang pemuda Desa Pinggir Papas Edi Sutan menuturkan, bahwa merawat tradisi yang sudah diwariskan oleh nenek moyangnya mereka itu tidaklah mudah. Pemuda di tengah gempuran budaya westernisasi harus tetep merawat ingatan untuk bertahan. Maka bagi Edi, menolak lupa terhadap warisan-warisan nilai-nilai moralitas yang sudah diwariskan oleh nenek moyang dan terus terlibat merayakan dan menjelaskan kepada khalayak bahwa "Nyadar" merupakan tradisi nilai-nilai yang baik yang harus terus dipertahankan adalah sebuah keniscayaan.

"Pemuda harus percaya diri menjelaskan kapada khalayak, juga ikut merayakan setiap tahun. Ini adalah bentuk menghargai warisan leluhur dalam membangun budaya dan perdaban," terang Edi, Jumat (3/7/2020)

Pemuda Desa Pinggir Papas lainya, A Rzk menilai tradisi Nyadar selaras dengan agama yang nilai-nilainya harus dirawat dan dilestarikan. Di sana diajarkan tentang kekompakan, gotong royong, musyawarah, sedekah, ziarah serta tawassul dan banyak lagi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 

"Ziarah serta tawassul dan banyak lagi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (Nyadar). Kira-kira itulah ajaran Tuhan (Allah) melalui risalah Nabi dan Rasulullah tentang sesuatu tradisi dan adat-istiadat masyarakat setempat," ujar A Rzk

A Rzk meminta kepada generasi pemuda untuk tidak berpikiran partikular atau terbatas terhadap sebuah tradisi "Nyadar" dan menggap bahawa tradisi adalah hal kuno dan terbelakang. Pemuda harus mampu menjelaskan dengan baik tentang tradisi budaya "Nyadar" kepada masyarakat luas.

"Sebagai generasi muda, kita jangan close minded (motel pekolan), setiap ada yang mengajak diskusi tentang nyader. Kita jangan mengedepankan nafsu amarah, curiga dan kebencian. Jelaskan pada mereka "inilah Islam kami" di bumi garam," katanya.

Karena menurutnya generasi pemuda hari ini ada fenomena sekarang, ada sebagian anak muda yang malu dengan budaya kulturnya sendiri. Sehingga mereka tinggalkan semua tradisi yang rayakan secara turun menurun. Tradisi-tradisi yang berjalan di tengah masyarakat tentu ada yang baik, dan atau sebaliknya. Beragam tradisi yang memberi dampak positif, baik terhadap pribadi seseorang maupun kepada masyarakat secara kolektif hendaklah dijaga, bahkan harus terus dirawat agar tidak 'punah' meski zaman terus berkembang.

"Sekarang tepat waktunya yang muda untuk berwawasan kedepan tentang tradisi ini sebelum kita dicekoki dengan film korea dan film sains teknologi barat, ini harapan saya sebagai orang awam," lanjutnya.

Dia juga berharap bahwa tradisi "Nyadar" yang berkolaborasi dengan baik sebagai islam yang berbudaya sebagai mana Islam di tanah Jawa yang mampu hidup dan berkembang lewat kebudayaan, dapat bertahan beribu-ribu tahun kedepan.

"Saya bahkan ingin (harapan) nyader akan terus lesrari turun temurun walau sdh berganti seribu generasi.ada Kaidah yg cukup populer :
المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَالِحِ وَالأَخْذُ باِلجَدِيْدِ الأَصْلَحِ
"Memelihara nilai-nilai terdahulu yang sudah baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik" tutup A Rzk sapaan akrabnya. (*)

Penulis: Khairullah Thofu

comments