-->

Transmigrasi Tumbuh Jadi Daerah Maju

On Wednesday, November 18, 2020

MASALEMBO.COM


Kadis Transmigrasi Sulbar H. Ibrahim

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Program transmigrasi telah menjadi peletup lahirnya kota-kota baru di Sulbar. Daerah yang sebelumnya tertinggal dan tak tersentuh pembangunan, kini tumbuh menjadi daerah maju melalui program tersebut. 

“Transmigrasi ini menjadi alat untuk menyebar pembangunan hingga merata ke seluruh Sulbar. Banyak daerah yang semula tidak terjangkau pembangunan, kini sudah makmur dan akan menjadi kota-kota baru yang maju,” ujar Kadis Transmigrasi Sulbar, H. Ibrahim, Rabu (18/11/2020).

Ibrahim menambahkan, hingga kini telah dibangun 3.608 satuan permukiman (SP) transmigrasi yang berada di 619 kawasan transmigrasi. Dari jumlah itu, di antaranya telah berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru berupa 1.183 desa definitif, 385 eks satuan permukiman transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 104 eks satuan permukiman transmigrasi mendukung terbentuknya ibu kota kabupaten, serta ibu kota provinsi.

Dengan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan baru tersebut, lanjut dia, aktivitas sosial ekonomi menjadi semakin hidup dengan tersedianya peluang usaha dan kesempatan kerja yang menyerap tenaga kerja sekitar 4 juta HOK, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan. 

“Terbentuknya 10.368 wirausaha transmigrasi mandiri ini tergabung dalam 22 Himpunan Wirausaha Transmigrasi (HW-Trans). Kemudian berkembang juga lembaga-lembaga sosial ekonomi sehingga lebih mempercepat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Transmigrasi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yakni dengan mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sebesar sekitar 19,10 persen dari pusat pertumbuhan wilayah di Indonesia. Ini dihitung berdasarkan fakta bahwa ada dua kawasan yang menjadi ibu kota provinsi dan 104 daerah sebagai ibu kota kabupaten.

Ibrahim menjelaskan, pemerintah sangat mendukung adanya program transmigrasi dengan menerbitkan peraturan Presiden Nomor 50 tahun 2018 tentang koordinasi dan integrasi penyelenggaraan.

Salah satu kontribusi transmigrasi dalam pertumbuhan ekonomi adalah menempatkan sebanyak 2,2 juta kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 8,8 juta jiwa dipemukiman yang baru.

“Sampai saat ini setidaknya telah ada 2,2 juta KK kurang lebih 8,8 juta jiwa yang menjadi warga transmigran dipemukiman baru. Hal ini dilakukan demi mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.” sebutnya.

Selain itu, sebanyak 26 pabrik kelapa sawit, 21 pabrik crum rubber, 13 pabrik pengolahan kakao dan pengolahan jagung suplai material bahan bakunya, diproduksi oleh kawasan transmigrasi dalam lima tahun terakhir, serta program transmigrasi telah mendukung percepatan terbitnya sertifikat tanah warga transmigrasi sebanyak 133.207 bidang. (dir/Adv)

comments
close
Banner iklan disini