-->

Kematian Pemuda Tergantung di Pohon Jeruk Diduga Mencurigakan, Polisi Selidiki

On Minggu, Maret 07, 2021

MASALEMBO.COM



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Polisi masih berupaya mengungkap kasus kematian YA, pemuda yang ditemukan tergantung di pohon jeruk di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jumat (5/3/2021).

Meski tak ada tanda-tanda kekerasan, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban.

"Kita akan selidiki. Tim indentifikasi sudah turun ke lapangan," ujar Kapolresta Mamuju Kombes Iskandar, Sabtu (6/5/2021).

Hasil penyelidikan diharapkan dapat mengungkap tabir kematian korban yang ditemukan tewas tergantung di pohon jeruk. 

"Dari hasil penyelidikan, kita akan analisa dan pelajari untuk mengungkap kasus ini," ujarnya.

Sementara, kabar yang berkembang di Kalukku menyebut kematian korban diduga mencurigakan, karena kaki korban saat ditemukan tergantung menyentuh tanah. 

"Masa orang gantung diri kakinya menyentuh tanah. Ini mencurigakan," kata beberapa warga Kalukku.

Diberitakan sebelumnya, warga Balatedong, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergantung pada seutas tali nilon diatas pohon jeruk, Jumat (05/03/2021).

Mayat itu diketahui berinisial YA (21), warga Balatedong, Kecamatan Kalukku,

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Illang yang saat itu hendak berangkat menuju ke empangnya.

Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kalukku Polresta Mamuju. Polisi yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP.

Kapolresta Mamuju Kombes Pol Iskandar saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat di Kalukku.

"Iya benar," kata Iskandar.

Iskandar menyebut, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jazad korban.

Sementara hasil visum et refertum, korban meninggal akibat jeratan tali nilon di leher.

Sementata itu, pihak keluarga korban menolak autopsi dan mengikhlaskan kepergian korban.

"Sebelumnya kami tawarkan agar korban dilakukan autopsi, namun dari pihak keluarga menolak dan telah mengikhlaskan kepergian korban," jelas Iskandar. (fad/red)

comments