-->

Aksi PMII dan FPPI di Mamuju: Tolak Oknum Polisi Bermental Preman

On Selasa, Juli 13, 2021

MASALEMBO.COM



Aksi PMII dan FPPI didepan kantor Polresta Mamuju

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kasus kekerasan yang melibatkan oknum dari Shabara Polresta Mamuju berbuntut panjang. 

Senin, 12 Juli 2021, mahasiswa Mamuju yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (PMII dan FPPI) melakukan aksi di depan kantor Polresta Mamuju.

Para mahasiswa itu meminta agar Kapolresta Mamuju untuk membuat pernyataan sikap secara tertulis sebagai jaminan tidak terulangnya aksi pemukulan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian dan mendesak Kapolresta Mamuju untuk memutasi pelaku pemukulan masyarakat ke Papua.

Dalam aksinya para mahasiswa mengingatkan terkait instuksi Kapolri. Instruksi itu menyatakan untuk menindak aksi premanisme dan pelaku kejahatan konvensional lainnya yang meresahkan masyarakat dengan dasar terwujudnya keamanan, ternyata dibalik itu terdapat beberapa fenomena yang justru berbeda dilapangan. Ironisnya, yang melakukan aksi premanisme juga terlibat beberapa oknum kepolisian diberbagai daerah, seperti di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Koordinator lapangan Arjuna menyatakan, sangat menyayangkan aksi premanisne yang dilakukan oknum  dari Polresta Mamuju, yakni aksi pemukulan terhadap masyarakat.

"Perbuatan oknum tersebut sangat tidak terpuji," katanya, Senin (12/7/2021).

Slogan Polri yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, belum bisa diterapkan oleh oknum tersebut. Menurutnya, aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum kepolisian di Mamuju tanpa adanya dasar unsur pidana.

"Ini sangatlah tidak dibenarkan jika ditinjau dari slogan Polri," ucapnya.

Dia menyatakan, akan tetap mengawal kasus tersebut hingga tuntas. 

"Kasus ini kita akan kawal sampai selesai," pungkasnya.

Berikut tuntutan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (PMII dan FPPI) Mamuju :

1. Meminta transparansi proses hukum terhadap pelaku pemukulan

2. Mendesak Kapolresta Mamuju untuk me-mutasi pelaku pemukulan masyarakat ke Papua

3. Meminta Kapolresta Mamuju untuk memberikan pendidik Mahasiswa
yang tegas dan ketat kepada seluruh anggotanya

3. Menghadirkan oknum kepolisian yang telah melakukan pemukulan untuk meminta maaf secara langsung didepan pihak keluarga dan publik

4. Ganti rugi seluruh kerugian yang dialami korban aksi pemukulan oleh oknum kepolisian

5. Meminta kepada seluruh anggota kepolisian untuk bersikap humanis

6. Hentikan tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Masyarakat dantindakan 

7. Meminta kepada Kapolresta Mamuju untuk membuat pernyataan sikap secara tertulis  sebagai jaminan tidak terulangnya aksi pemukulan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian.

Sebelumnya, seorang kurir di Mamuiu, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga dipukul oknum polisi saat sedang akan mengambil pesanan pelanggannya.

Kekerasan terhadap kurir itu terjadi pada Jumat sore (9/7/2021) sekitar pukul 17.25 Wita, di jalan Arteri Mamuju.

Kurir itu bernama Ekky, warga Mamuju.

Dari peristiwa itu, Ekky mengalami luka  di tangan kanan, kaki kiri dan di bibir kanan.

Kejadian itu bermula saat Ekky menerima pesan dari salah satu pelanggan melalui handphonenya untuk diminta mengambil pesanan makanan disalah satu warung, namun naas saat melintas di jalan Arteri dia disetopkan oleh sejumlah oknum polisi kemudian dipukul hingga mengalami luka di mulut, tangan dan kaki.

Sebelumnya pula, sejumlah polisi dari satuan lalu lintas dan Shabara Polresta Mamuju mengadakan rasia penindakan knalpot racing. 

Namun penindakan yang dilakukan dinilai tidak sesuai SOP. Pasalnya, terjadi tindak kekerasan di lapangan saat penindakan itu berlangsung.

Warga yang melihat kejadian itu menyayangkan sikap kekerasan tersebut. Mereka mengatakan, tindakan oknum tersebut sudah diluar jalur sebagai pengayom masyarakat.

"Sangat disayangkan tindakan itu, tidak mencerminkan sebagai pengayom masyarakat," kata Esti (35).

Sementara warga lainnya Astuti menyesalkan tindakan kekerasan tersebut. 

"Kasihan anak itu (Ekky) dipukul tanpa salah. Sangat miris melihat tindakan oknum polisi itu," katanya. (fad/red)

comments