-->

Gegara Postingan di Group WhatsApp, Seorang Kades di Majene Berurusan dengan Polisi

On Kamis, September 02, 2021

MASALEMBO.COM

Kades Buttu Pamboang, Usman saat di Polres Majene [egi/masalembo]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Seorang Kepala Desa (Kades) di Majene Sulawesi Barat terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Penyebab hanya karena gara-gara postingan di sebuah group WhatsApp (WAG). 

Kades Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang itu bernama Usman. Dia kembali hadir memenuhi panggilan pihak kepolisian, Kamis, 2 September 2021 siang.

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagin mengatakan, sang Kades diduga menyebar berita hoaks alias berita bohong tentang vaksin Covid-19. Ia juga dianggap menghasut dan memprovokasi masyarakat hingga menyebabkan sejumlah warga enggan menerima vaksinasi Covid-19 yang tengah digalang pemerintah, termasuk pihak kepolisian.

"Kepala Desa tersebut dalam beberapa kegiatan mengatakan bahwa vaksin itu berbahaya, dan dapat menyebabkan kematian," ujar Kapolres saat menggelar press release dengan jumlah awak media, Kamis (2/9/2021) siang. 

Meski demikian, Kapolres mengatakan, Usman, sang Kades itu cukup kooperatif dalam menjalani pemeriksaan. Ia juga telah mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf.

Kades Usman terpaksa berurusan dengan polisi atas laporan informasi oleh salah satu petugas Satgas Covid-19 Kecamatan Pamboang. Laporan Informasi Nomor: LI / 679 / Vil / 2021 / IK tertanggal 4 Juli 2021.

Kendati demikian Kapolres mengatakan, pihak masih mendalami kasus tersebut. Polisi belum memutuskan apakah akan menahan atau tidak kades tersebut.

“Kita masih mendalami kasusnya ya. Yang jelas, beliau sudah meminta maaf,” ucapnya.

Kapolres minta, masyarakat terlebih pemerintah desa turut menyukseskan program pemerintah dalam upaya melawan Covid-19 yang hingga kini masih menjadi momok.

“Ayo kita sama-sama saling mendukung program vaksinasi Covid-19,” ajak Kaplres Majene.

Sementara itu, Usman mengaku khilaf. Kepala Desa Buttu Pamboang itu meminta maaf kepada Tim Satgas Covid-19 Pemerintah Kecamatan Pamboang, pihak kepolisian dan masyarakat.

“Saya meminta maaf kepada unsur Tripika yang terlibat dalam percepatan vaksinasi atas perbuatan saya memposting informasi yang tidak benar mengenai vaksinasi yang dapat menyebabkan orang yang melihat atau membaca informasi tersebut tidak mau divaksin. Mulai saat ini saya Drs Usman, Kepala Desa Buttu Pamboang akan menebus perbuatan saya dengan mendukung percepatan vaksinasi di wilayah saya, mengajak masyarakat agar segera melakukan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan, demi masyarakat yang bebas Covid,” ucap Usman.

Dia mengaku menyesal. Dia tak pernah berpikir postingannya di group WA dapat menjeratnya ke ranah hukum. 

"Saya hanya menyadur pernyataan salah seorang dokter di youtube. Saya sangat menyesal,” akunya. (Hr/Red)

comments