-->

132 Peserta Ikuti Workshop Pembelajaran Menyenangkan di Masa New Normal

On Kamis, November 11, 2021

MASALEMBO.COM


MAJENE, MASALEMBO.COM - Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sulawesi Barat menggelar workshop pembelajaran interaktif, Kamis (4/11/2021). Kegiatan ini mengusung tema, Belajar Menyenangkan di Era Transisi New Nomal.

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti 132 peserta, tersebar dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Sulawesi, Sumatra, Kalimantan hingga Nusa Tenggara.

"Harapan kami dengan terlaksannya kegiatan ini, kita semua mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat, khusnya dalam penggunaan media pembelajaran interaktif sehingga proses belajar mengajar kita nantinya lebih menyenangkan, memotivasi peserta didik untuk belajar," kata Ketua Panitia Kegiatan, Rezki Amaliyah AR, S.Pd., M.Pd.

Rezki mengatakan, saat ini dunia pendidikan telah berada di era transisi new normal akibat wabah pandemi Covid-19, dan salah satu dampak dari adanya wabah ini adalah motivasi belajar peserta didik yang terkikis, menurun. 

"Namun kita tidak boleh berhenti, harus terus berupaya untuk menumbukan kembali motivasi itu dengan menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang menarik," ungkap Rezki.

Ia berharap, dengan workshop media pembelajaran interaktif ini menjadi langkah awal dalam upaya penyempurnaan pelaksanan pendidkan kedepannya.

Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan workshop ini, yakni Sekretaris Yayasan Media Ilmiah Center/Dosen FMIPA UNM, Nasrullah, S. Pd., M. Pd. Ia menyampaikan materi Peran Media Dalam Pembelajaran. Kemudian pemateri lainnya yakni Nur Fahri Tadjuddin, S.Pd., M.Pmat, Anggota IndoMS/Dosen FKIP Unsulbar. Materinya berjudul Media Pembelajaran Berbasis AutoPlay Media Studio.

Dekan FKIP Unsulbar Dr. Abdullah Pandang, M.Pd yang membuka kegiatan ini mengatakan, Workshop media pembelajaran ini menjadi kebutuhan baik di pendidikan tinggi, menengah maupun dasar. Dikatakan, terkadang kita sebagai pendidik sudah merasa bahwa ilmu yang sampaikan diterima baik oleh siswa atau mahasiswa padahal belum tentu dapat diterima baik oleh mereka.

"Inilah tantangan kita saat ini, bagaimana mentransfer ilmu atau membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang baik yang membuat siswa/mahasiswa kita nyaman belajar baik secara daring maupun luring," ujar Abdullah Pandang. 

Di kesempatan itu, ia menghimbau bahwa dengan adanya workshop ini maka kegiatannya tidak berakhir pada hari itu saja tapi pengaplikasiannya di kelas yang ditunjukkan dengan perubahan yang signifikan terhadap siswa atau mahasiswa.


Pembicara pertama, Nasrullah, S. Pd., M. Pd menyampaikan sejumlah hal. Diantaranya media dapat digunakan untuk merangsang minat dan mengembangkan pengetahuan dari materi yang diajarkan serta sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Nasrullah mejelaskan, penggunaan media dalam pembelajaran berperan penting, yakni (1) sebagai peserta didik, memahami pengetahuan baru, (2) sebagai guru/dosen, media dapat menjadi supportif atau sebagai pendukung agar informasi yang disampaikan ke peserta didik tidak menjadi abstrak, tetapi lebih real apalagi berbasis praktis. 

Selain itu, ia menambahkan bahwa media berperan untuk memfasilitasi peserta didik berkolaborasi, menjadi kreatif dalam pembelajaran, bekerja sebagai periset, mengembangkan IPTEKS, menerapkan prinsip pemecahan masalah, dan menjadi kreator.

Sementara itu, pembicara kedua Nur Fahri Tadjuddin, S.Pd., M.Pmat mengupas peran Media Pembelajaran Berbasis AutoPlay Media Studio.

Dikatakan, Autoplay adalah suatu software pengembangan windows yang dibuat oleh  Perusahaan IndigoRose. Penerapannya dalam pendidikan, Autoplay  Media Studio dapat membuat perangkat lunak multimedia dengan mengintegtasikan berbagai tipe media misalnya gambar, suara, video, teks, dan flash ke dalam presentasi yang dibuat sehingga menghasilkan program aplikasi presentasi yang digunakan sebagai media pembelajaran. (Adv/Red)
 
 
 

comments