-->

Bupati Majene Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Dokter Paru Jadi Direktur RSUD

On Selasa, Februari 15, 2022

MASALEMBO.COM

Rhyank [ist]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Kasus Covid 19 kembali menghantui masyarakat Indonesia, pasalnya varian baru omicron telah menjangkit ratusan masyarakat. 

Meski varian omicron belum pernah terkonfirmasi di Kabupaten Majene namun prevalensi COVID-19 tinggi dan sempat berada pada zona merah. Bahkan ruang isolasi di RSUD Majene dipenuhi pasien Covid-19. 

Dengan meningkatnya pasien covid-19 di Kabupaten Majene tentu menjadi perhatian banyak masyarakat karena RSUD Majene hanya memiliki satu dokter spesialis paru. Apalagi telah diangkat menjadi Direktur RSUD Majene pada mutasi ASN yang dilaksanakan pada 31 Januari 2022.

Aktivis Pergerakan Rhyank mengatakan, tugas sebagai dokter paru akan menjadi sulit dengan adanya tambahan tugas barunya yang kini diembang pasca menjabat Direktur RSUD. 

"Majene ini masih jauh dari kata dewasa dalam mengelola Birokrasi pemerintahan nya," sebutnya, Selasa (15/2/2022). 

Alasannya, Pemkab Majene harusnya lebih memahami kondisi negara di tengah pandemi covid-19, harusnya memfokuskan satu-satunya dokter paru untuk penanganan pasien covid. 

"Bukannya malah menjadikan dokter paru sebagai Direktur RSUD," tambahnya. 

Rhyank mempertanyakan tanggungjawab Pemkab Majene dalam mengurusi pasien covid di Majene. 

"Nah kalau sudah seperti ini, lalu siapa yang akan mengurusi pasien covid dan siapa yg akan mengurusi rumah sakit?," tanyanya. 

Rhyank meminta bupati untuk meninjau ulang keputusannya demi kebaikan dan hesehatan masyarakat Majene. 

"Bapak Bupati lebih baik meninjau ulang keputusannya atas pengangkatan Dirut RSUD yang berasal dari dokter paru. Masa iya selesai urus pasien corona lalu berinteraksi lagi sama bawahannya. Kan beresiko," pungkasnya. (*/Red)

comments