-->

Klarifikasi Satgas Covid-19 PKM Tawalian Soal Obat Orang Tua Bilang Bohong

On Selasa, Maret 22, 2022

MASALEMBO.COM

Ilustrasi [net]


MAMASA, MASALEMBO.COM - Keluhan yang dilontarkan warga Tawalian yang kecewa atas penanganan Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Mamasa terhadap anggota keluarganya yang dinyatakan reaktif ditanggapi pihak Satgas.

Ada dua keluhan warga tersebut. Pertama, sejak anaknya dinyatakan rekatif Covid 19 tanggal 8 Maret yang lalu, sampai hari ini anaknya tidak pernah diberikan semacam obat atau vitamin atau sejenisnya dari pihak tenaga medis atau Satgas.

Kedua, warga tersebut mempertanyakan anaknya yang reaktif tidak pernah diperiksa ulang, jadi dirinya tidak mengetahui pasti apakah anaknya sudah sembuh atau belum.


Merespon keluhan tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tawalian, Lutvi yang dikonfirmasi, Selasa (22/3) mengatakan pihaknya telah melakukan tracing terhadap kontak erat yang terkonfirmasi.

"Tangal 9 Maret, kami Tim Covid PKM Tawalian dapat informasi dari Tim Covid PKM Mamasa pasien anak, umur 9 tahun hasil rapid antigen positif," katanya.

Ia menjelaskan pada tanggal 10 Maret tim turun untuk melakukan tracing terhadap kontak erat, namun saat itu yang ada di rumah hanya ibunya.

"Setelah di swab antigen, hasil negatif jadi di edukasi untuk isolasi mandiri (isman) sampai 5 hari," jelasnya

Ia lanjut menjelaskan saat ditanyakan kondisi sang anak, ibunya menyampaikan bahwa anaknya sudah membaik dan tidak ada keluhan setelah meminum obat yang diberikan petugas medis PKM Mamasa.

Lima hari kemudian, dilakukan pemeriksaan rapid ulang terhadap ibunya dan hasilnya negatif.

Saat itu, ibunya memang meminta agar anaknya juga diswab ulang. Namun pihak Satgas menjelaskan bahwa sesuai prosedur, anaknya sudah tidak perlu lagi dirapid. Cukup melakukan isman selama 10 hari. Jika masih ada keluhan, ditambah lagi sampai 13 hari.

"Kami sampaikan kalau ternyata ada keluhan nantinya, silahkan hubungi petugas untuk diberikan obat sesuai keluhan tapi ternyata yang bersangkutan tidak menghubungi petugas," lanjutnya.

Ia menambahkan sesuai prosedur baru penanganan pasien Covid 19, semua pasien yang sudah dinyatakan positif tidak perlu swab lagi untuk menyatakan apakah pasien sudah sembuh atau tidak.

Sementara itu, ayah pasien, Samuel yang dikonfirmasi ulang terkait penangan tim medis terhadap anaknya setelah dinyatakan reaktif mengatakan sampai saat ini anaknya tidak pernah diberikan obat atau sejenisnya.

"Bohong itu kalau nabilang ada nakasikan obat. Saya yang belikan sendiri anakku obat," katanya.

Ia berharap setelah anaknya dinyatakan reaktif, pihak Satgas atau tenaga medis seharusnya memberikan obat atau vitamin yang dapat membantu proses pemulihan anaknya.

"Saya berani bilang anak saya ditelantarkan. Saya tidak menuntut apa-apa, saya cuman berharap persoalan jangan terulang. Bagaimana ketika masyarakat yang betul-betul tidak paham aturan yang diberlakukan seperti ini. (klp)

comments