-->

Program 'Massikola Sibaliparriq' Sebuah Iktiar Kolaborasi Pendidikan di Majene

On Minggu, Maret 20, 2022

MASALEMBO.COM

Suasana Program Massikola Sibaliparriq oleh sebuah komunitas di Majene, Sulawesi Barat. [Ist/Komunitas Sibaliparriq]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Sejumlah anak muda di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, telah melebur dalam satu komunitas. Mereka menamakan diri Komunitas Sibaliparriq. Sibaliparriq dalam bahasa Mandar kurang lebih adalah kerjasama atau kolaborasi. Penamaan komunitas ini mungkin diinspirasi oleh common sense orang Mandar dalam membangun sebuah rumah tangga, sibaliparriq niscaya hadir untuk mewujudkan cita-cita yang mereka impikan.

Ialah Uki, anak muda yang menakhodai komunitas ini, menyebut komunitas sibaliparriq adalah usaha pendidikan dengan modal jiwa kerelawanan. "Pendidikan untuk semua anak negeri dan kita membutuhkan relawan untuk bersama, berbagi dan bermakna," kata dia.

Uki dan puluhan kawan lalu mengusung sebuah gerakan pengiriman relawan ke sekolah-sekolah terpencil. Mereka punya program 'Massikola."

"Massikola merupakan salah satu program yang dibentuk oleh Komunitas Sibaliparriq dengan mengedepankan konsep pendidikan kreatif. Kegiatannya berupa pengiriman relawan untuk melakukan pengabdian di suatu daerah dengan mengedepankan prinsip pemberdayaan yang dilakukan dengan cara humanis, kreatif, dan imajinatif," terang Uki pada Sabtu, 19 Maret 2022.



Uki menjelaskan, mereka telah memadukan konsep pendidikan formal dan informal dengan standar dan ketentuan tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tahun ini, Komunitas Sibaliparriq melakukan kegiatan massikola untuk angkatan yang kedua. Kurang lebih selama dua bulan mereka mempersiapkan diri sebelum terjun ke sekolah.

"Saat ini pemberangkatan ke lokasi pengabdian yang berada di Dusun Ratte, Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene," ungkap Uki.

Di sana mereka akan melakukan proses pengabdian mulai 2 hingga 6 Maret 2022. Mereka tidak hanya melakukan program belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) saja, namun beberapa agenda lain juga jadi program mereka.


"Di bidang kesehatan kami berkolaborasi dengan duta anti narkoba Kabupaten Majene melakukan penyuluhan tentang generasi bebas narkotika, kemudian di SMP ada agenda kegiatan lingkungan yakni kegiatan bakti sosial sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan khususnya perhatian lebih terhadap sampah plastik," terang Uki. 

Relawan yang ikut kegiatan ini juga berkesempatan mengikuti sosialisasi budaya melalui Sekolah Adat yang menghadirkan tokoh masyarakat/ Kepala Dusun Ratte Hamsir Djima Taing sebagai narasumber. Di sini, ada upaya pelestarian nilai-nilai luhur, adat istiadat, etika dan moral dalam bermasyarakat .

Yang cukup menarik dalam kegiatan ini, para relawan yang turut serta dalam pengabdian ini disatukan dari berbagai latar belakang profesi atau status berbeda. "Ini memberikan kesan tersendiri dalam proses penyatuan ide dan konsep dalam kegiatan Massikola Sibaliparriq angkatan ke-2 ini," ujar Uki. 

Dia mengungkap, ada relawan termuda yang melakukan pengabdian pada kegiatan tersebut, yakni seorang siswa Kelas IX SMA, namun semangat untuk mengabdi tidak kalah dengan relawan yang lebih senior.

Sebagai Ketua Komunitas Sibaliparriq, Uki berharap program massikola dapat berkelanjutan, dan juga mungkin dapat direplikasi oleh kelompok-kelompok lain. Dia mengaku sangat siap membuka ruang-ruang kolaborasi dalam mewujudkan keinginan, kebaikan bersama dalam usaha memajukan pendidikan di republik ini khususnya di Kabupaten Majene.

"Kami yakin ruang bertumbuh perlu untuk disebarluaskan, karena ruang kolaborasi menjadi akselerator dalam mendapatkan hasil yang diinginkan," ujar Uki.

Ia berharap, tidak hanya satu area binaan saja, tapi memperluas dampak di daerah-daerah yang lain juga bergerak, bertumbuh bersama dalam ruang-ruang kebaikan. (Hr/Red)





comments