-->

Gagasan Sandeq Race Sebagai Kearifan Lokal Mandar Menuju IKN

On Sabtu, Juli 02, 2022

MASALEMBO.COM

Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik saat mengikuti pertemuan pemantapan festival Sandeq Race di Hotel Villa Bogor Majene. [Ist/Humas Kominfo Sulbar]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Festival Sandeq Race kini kembali digagas dengan nama Festival Sandeq 2022. Sekaligus menorehkan sejarah perahu tradisional menjadi wakil 34 provinsi  membela Selat Makassar dari Mamuju menuju Kalimantan. 

Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik mengatakan, Passandeq yang tahu bagaimana angin, bagaimana ombak saat melintasi Selat Makassar. Untuk itu Panitia Lokal duduk bersama Passandeq dan Peneliti Perahu Sandeq mematangkan persiapan Festival Sandeq 2022 to Ibu Kota Negara (IKN), di Villa Bogor Majene, Jumat 1 Juli 2022. 

"Provinsi dan kabupaten di Sulbar memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan IKN. Dan ingin menunjukkan kepada Indonesian bahwasanya melalui budaya Sandeq kita bisa mempersonifikasikan bagaimana dukungan terhadap pembangunan IKN," terang Akmal. 

Untuk itu, konsep yang sementara menjadi pegangan, Festival Sandeq 2022 memberangkatkan 34 Perahu. Itu menandakan 34 provinsi siap memberikan dukungan  percepatan pembangunan IKN, 
"Simbolisasi ini tentu kita bungkus dengan budaya Mandar. Nanti akan ada event budaya, betapa ternyata kearifan lokal budaya Mandar itu sangat bagus sebagai simbol IKN," ujar Akmal. 

Dengan konsep itu, Panitia akan segera bergerak melakukan komunikasi dengan 33 provinsi membicarakan teknis pemberangkatan serta kemasan budaya, perlombaan sandeq dan event yang akan menyemarakkan Festival Sandeq 2022. 

Mengenai anggaran, kata Akmal dengan enam etape yang telah dirancang serta persiapan bagi passandeq maupun penyambutan passandeq di Manggar Kalimantan Timur itu bakal membutuhkan dana besar. Sebab itu 
Pemprov dan Pemkab enam kabupaten bakal mengawal panitia dalam bekerja menghimpun dana bantuan. 

"Kita bisa mengambil sponsor dari banyak pihak, dari BUMN dan semua pihak yang mendukung pembangunan IKN," ujar Akmal. 

Adapun enam etape yang direncanakan,  Sandeq Race digelar 1 September 2022. Rutenya berangkat dari Tanjung Silopo melintasi jarak 60 Kilometer ke Majene. Dari Majene lanjut ke Somba dengan jarak 30 Km, Somba ke Deking menempuh 80 Km. Sepanjang perjalanan itu akan diadakan pertunjukan kesenian. 

Selanjutnya, dari Deking ke Pulau Ambo dengan jarak 112 Kilometer. Sebenarnya dapat dilewati Passandeq sebab dari sejarah pelaut mandar berangkat dari Sulawesi dapat membela Selat Makassar dan tiba di Bali. Sehingga bukan menjadi hal yang sulit untuk melintasi Mamuju-Kalimantan. 

Melihat enam etape itu menjadi tantangan bagi passandeq. Jelasnya kata Akmal, pihaknya akan mengutamakan keselamatan Passandeq sehingga diperlukan pengawalan dari Kapal TNI Angkatan Laut menyeberangi Jalur Alki II Selat Makassar. 

"Kita akan segera berkoordinasi AL berkenaan menyiapkan dua kapal mengawal para passandeq ini ketika melintasi Jalur Alki II. Kita  ingin menjamin keselamatan passandeq sebagai syarat utama kegiatan festival Sandeq ini," ungkapnya. 

Bupati Polman ,Andi Ibrahim Masdar sebagai panitia lokal Kabupaten, mengatakan dengan rute ke Kalimantan berangkat dari kesepahaman antara Pemkab dan provinsi kembali memunculkan sandeq race dengan nuansa yang berbeda. Yakni mendukung IKN. 

"Ini adalah pertemuan kedua dengan passandeq dan hampir semuanya sudah matang,"

Peneliti Sandeq, Ridwan Alimuddin yang juga terlibat dalam menyusun etape Festival Sandeq 2022, membeberkan,  penamaan event Festival Sandeq 2022  sebab didalamnya tidak sepenuhnya memperlombakan perahu Sandeq, tetapi menampilkan bagaimana Sandeq sebagai budaya kearifan mandar. 

"Ada narasi ingin disampaikan: sejak dulu bahwa kami (Nelayan Sulbar,red) menjalankan aktifitas berlayar mendukung Kalimantan," ujar Ridwan.

Terkait enam etape dia pun membeberkan teknis untuk melintasi Selat Makassar. Kata dia untuk pemberangkatan dari Etape Deking menuju Pulau Ambu bakal membutuhkan. waktu yang lama. Memungkinkan para passandeq akan tiba malam. 

Untuk itu setiap Passandeq akan dikawal perahu pengantar yang menggunakan mesin. Selain itu berharap dengan adanya pengawal Kapal TNI AL dapat lebih menjamin keamanan bagi passandeq. 

"Jangan lomba (Rute Deking- Pulau Ambo) karena pengalaman sandeq pesisir sering tiba malam. Jadi harus ditarik ke Balikpapan Kalimantan Timur, dengan target tuntas sebelum Perayaan Hut Sulbar," ungkapnya. (Hr/Ril)

comments