-->

Hot News

Abdul Kadir Guru Nekat Tinggalkan Gaji Puluhan Juta Demi Bangun Desa Labasa Sulawesi Tenggara

On Senin, November 28, 2022

MASALEMBO.COM



Abdul Kadir



MUNA, MASALEMBO.COM - Laode Abdul Kadir Guru tengah menjadi sorotan dikalangan masyarakat Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna. Bagaimana tidak, Abdul Kadir nekat meninggalkan pekerjaannya dengan penghasilan mencapai angka hingga Rp10 juta rupiah perbulan demi mencalonkan diri sebagai kepala desa Labasa.

Namun pengorbanan Abdul Kadir berbuah manis setelah dalam pemilihan kepala desa serentak yang berlangsung pada Kamis 24 November 2022 lalu dinyatakan menang atas lawan-lawannya.

Saat dikonfirmasi, Abdul Kadir bercerita sebelumnya dirinya berprofesi sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) di Kabupaten Buton Tengah. Pada profesi tersebut ia mengaku mampu mengumpulkan uang hingga Rp10 juta rupiah perbulannya.

Abdul Kadir mengungkapkan gaji atau penghasilan baginya bukanlah yang paling utama. Pernyataan itu ia buktikan dengan meninggalkan pekerjaannya dengan penghasilan lebih tinggi dibandingkan dengan gaji seorang kepala desa.

"Bagi saya gaji itu nomor sekian. Yang terpenting bagaimana kita bisa berguna bagi masyarakat dan itu jauh lebih penting. Motivasi inilah yang terus saya gaungkan dalam diri saya," ujar Abdul Kadir, Senin (28/11/2022).

Abdul Kadir menjelaskan tekad dan keinginannya untuk maju dan pada akhirnya terpilih sebagai Kades Labasa didasari kerena niat yang tulus dan restu sang istri. Kemudian juga, ada dorongan dari masyarakat yang menginginkan dirinya untuk maju sebagai salah satu calon kepala desa.

"Awalnya memang dari niat pribadi saya dan restu dari istri untuk maju di Pilkades. Ditambah lagi ada dorongan dari masyarakat. Dan Alhamdulillah atas dasar kepercayaan itu yang membawa saya hari ini sampai terpilih sebagai Kades Labasa," ucapnya.

Adapun dorongan lainnya, lanjut Alumni UHO Kendari itu menuturkan dikarenakan Desa Labasa saat ini bisa dibilang jauh dari kata kesejahteraan. Dana Desa (DD) yang digunakan pun tidak menghasilkan sebuah kemajuan. Padahal anggaran yang digelontorkan pemerintah sejak tahun 2015 sampai saat ini seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Pengelolaan DD di Desa Labasa sudah berjalan 8 tahun sejak tahun 2015. tetapi desa Labasa sampai hari ini boleh saya katakan belum ada perubahan yang signifikan. Baik itu SDM, pembangunan sampai dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya," ulasnya.

Olehnya itu, pria yang berpengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat desa menambahkan kedepannya mulai mencanangkan sebuah program yang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan desa maupun masyarakat bisa terealisasi dengan baik.

"Insyaallah, program yang akan kita canangkan nantinya tetap merujuk pada kebutuhan masyarakat demi Desa Labasa yang maju dan sejahtera," ungkapnya.

comments