RSUD Tolak Usulan BPJS Polman, Soal Program SCF

On Kamis, Januari 24, 2019

MASALEMBO.COM

dr. Syamsiah (dok: Asrianto/masalembo)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar, Sulbar, menolak permintaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Polewali terkait program Supply Chain Financing (SCF). Program ini untuk menanggulangi persoalan dalam hal pembiayaan tagihan klaim BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

Hal tersebut diungkap Direktur RSUD Polewali, dr. Syamsiah saat di konfirmasi, Kamis (24/1/2019). Pihak Rumah Sakit tidak menyetujui terkait usulan pinjaman dana talangan SCF ke Bank saat BPJS terlambat membayar karena rumah sakit mesti membayar bunga bank sementara rumah sakit bisa saja tidak berhutang apabila BPJS tepat waktu membayar klaim yang diajukan. 

”Ini BPJS dia yang berhutang, kenapa kami yang disuruh meminjam ke bank. Apalagi kalau hal itu kan belum ada aturannya,” ujar dr. Syamsiah. 

Syamsiah mengaku, saat ini pihaknya tengah membahas masalah ini bersama para dokter ahli RSUD, namun mayoritas dokter menolak usulan pinjaman program SCF yang ditawarkan BPJS karena tidak ada jaminan ketika suatu waktu terjadi masalah dalam program SCF.

"Kami juga sudah rapat bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Polman, dalam diskusi tersebut terungkap sekelumit persoalan dalam usulan program SCF," jelasnya.

Kepala BPJS Cabang Polewali, Harie Wibawa menjelaskan, program SCF yang dimaksudkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Polewali, yakni program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada rumah sakit atau Faskes mitra BPJS kesehatan dengan bunga yang sangat rendah. Cuma 9 persen per tahun, atau 0,8 persen per bulan. 

Fasilitas ini diberikan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambil alihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. 

”Kami ada namanya program supply chain financing bekerja sama dengan bank untuk dana talangan, pada saat kami mengalami kererlambatan pembayaran klaim. Kami bekerjasama dengan bank dengan jaminan berita acara yang telah ditandatangani," terangnya.

Terpisah, Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan ketika rumah sakit mau ikut Program SCF yang memberikan bunga rendah, asalkan pihak BPJS mau menanggung segala konsikuensi dari pihak perbankan, dan itu tidak ada masalah.

“Kalau BPJS mau tanggung dan bayar bunganya, silahkan saja. Namun kalau tidak ya, jangan. Kita juga tidak mau tanggung pembiayaanya apalagi sampai mau bayar bunga di bank hanya karena ingin membayar operasional dan klaim keterlambtan pembayaran dari BPJS," tegasnya. (ant/har)

comments