Unsur Pimpinan Depenitif, Bupati Minta DPRD Mamuju Gas Poll

On Selasa, Oktober 15, 2019

MASALEMBO.COM

Bupati Habsi Wahid menyampaikan sambutan di pelantikan Pimpinan DPRD Mamuju depenitif (Foto: Humas Setda Mamuju)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Ketua Pengadilan Negeri Mamuju Herianto resmi melantik Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju periode 2019-2024, Selasa (15/10/19). 

Azwar Anshari Habsi dari partai Nasdem menjadi ketua, Syamsuddin Hatta dari partai Demokrat dan H. Andi Dody Hermawan dari partai Hanura sebagai wakil ketua DPRD Mamuju depenitif.

Bupati Mamuju Habsi Wahid di kesempatan ini mengatakan, sebagai lembaga yang berjalan beriringan dengan eksekutif, DPRD harus bekerja cepat menyelesaikan tugasnya. Ia menyampaikan, berbagai agenda penting telah menanti untuk segera dituntaskan. 

"DPRD ini harus gas poll ya, supaya ranperda yang telah kita serahkan kepada anggota yang lama itu cepat terselesaikan. Kemudian agenda baru, program pemerintah yang baru itu sesegera mungkin kita serahkan termasuk APBD pokok 2020 dan ranperda yang lain juga menjadi agenda yg harus cepat kita tuntaskan.” kata Habsi Wahid dalam sambutan.

Kata dia, sejumlah ranperda telah diserahkan dan berproses tapi belum ditetapkan. Ini akan menjadi prioritas lembaga untuk segera dituntaskan dan berbagai tugas-tugas lain yang harus dijalankan sesuai kewenangan lembaga wakil rakyat itu.


Pimpinan DPRD Mamuju dilantik dan disumpah Ketua PN Mamuju Herianto (Foto: Humas Setda Mamuju)

Dengan terbentuknya pimpinan dewan yang defenitif, lanjut Bupati, maka tata tertib, alat kelengkapan dan program kerja DPRD Kabupaten Mamuju dapat segera ditetapkan dan lembaga legislatif segera menjalankan fungsinya secara utuh dan ideal baik fungsi pengawsan, fungsi anggaran maupun legislasi.

Usai pelantikan, Azwar Anshari Habsi sebagai Ketua DPRD Mamuju periode 2019-2024 meminta dukungan dari semua pihak agar fungsi legislatif dapat berjalan dengan baik. Ia menyampaikan, pihaknya akan berupaya menyelesaikan tugas-tugas legislasi yang selama ini masih tertunda. 

Anshari mengakui bahwa masih ada 21 prolegda yang belum tuntas dari 28 prolegda warisan anggota DPRD periode sebelumnya. (rls/red)


comments