32 Desa di Sulbar Akhirnya Bisa Nikmati Jaringan Internet Gratis

On Senin, November 25, 2019

MASALEMBO.COM



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Sulbar dari Tim Kominfo Sulbar bidang E Goverment telah menyelesaikan pemasangan internet gratis di 32 desa yang tersebar di enam Kabupaten. Program Marasa Internet Desa yang dicanangkan oleh Gubernur Sulbar dan Wakil Gubernur Sulbar ini telah dirasakan oleh masyarakat. 

Tiga tim yang turun ke lapangan guna memasangkan alat internet yang terdiri dari tim I yang bertugas di Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamuju, tim II Mamasa dan Majene dan tim III di Kabupaten Pasangkayu dan Mateng telah menyelesaikan pemasangan di 32 desa se-Sulbar

Menurut Topan, hasil pemasangan, pada rapat, Jumat 23 November 2019 dihadapan Kadis Kominfo Safaruddin dan kabid E Goverment Ridwan Djafar, menjelaskan, disaat di lapangan ada beberapa kendala, baik segi jalan menuju ke desa yang harus ditempuh cukup jauh dengan kondisi jalan yang kurang baik.

"Tentunya kami akan kesulitan mengakses lokasi desa pemasangan, adanya fiber optik yang putus dibeberapa titik, masalah teknis serta kurangnya pemahaman tentang IT atau SDM yang dimiliki aparat desa. Permasalahan ini tentunya juga sama yang dialami dengan tim lain," ujarnya. 

Tim I bertugas di Kabupaten Polman yang terdiri dari ada 8 desa yakni  Galung Lombok, Desa Tammejarra, Desa Mosso, Desa Katimbang, Desa Katumbangan, Desa Napo,Desa Lekopadis,dan desa Rappang Barat  yang telah terpasang dan telah aktif digunakan di kantor desa masing-masing. 

Begitu pun dengan Kabupaten Mamuju yang terdiri dari lima desa di Kabupaten Mamuju yakni, Desa Botteng, Desa Lebani, Desa Rantedoda, Desa Losso dan Desa Pamulukang. 

Tim II bertugas di Kabupaten Mamasa yang terdiri dari lima desa yakni Desa Tondok Bakaru, Desa Balla Satanetean, Desa Minanga, Desa Ralleanak, Desa Sendana. Sedangkan Kabupaten Majene terdiri, Desa Tammerodo, Desa Lombang, Desa Sambabo, Desa Buttu Baruga, dan Desa Panboborang.

Tim III bertugas di Kabupaten Pasangkayu, terdiri, dari Desa Balanti, Desa Kaluku Nangka, Desa Wulai dan Desa Martasari. Sedangkan untuk Kabupaten Mateng terdiri dari Desa Lemo-lemo, Desa Kambunong Desa Sinabatta, Desa Saloadak dan Desa Sarjango . 

Sementara, Kadis Kominfo Safaruddin mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja secara maksimal dan dengan target penyelesaian. 

"Saya sangat mengapresiasi kinerja teman-teman yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dan saat ini 32 desa se Sulbar sudah menikmati internet gratis," ucapnya.

Selain itu, lanjut Safaruddin, terkait masih rendahnya jangkauan signal atau pemancar ke masyarakat yang hanya 100 meter tentunya akan menjadi bahan untuk tahun depan di 2020, jika program ini berlanjut. Namun yang terpenting adalah di kantor desa telah terpasang dan kini telah dapat digunakan dengan lancar. 

Dia menambahkan, adapun jika ada yang bersifat teknis lainnya di desa jika ada keluhan pada pemasangan alat, akan menjadi tanggung jawab bersama guna mencari solusinya. Tentunya, akan ada tim khusus yang akan turun ke setiap desa jika ada memang keluhan maupun kerusakan.

"Terkait SDM yang masih kurang di jajaran aparat desa, kedepan akan kita  komunikasikan ke dinas kominfo kabupaten, atau camat agar bisa membantu desa yang telah terpasang jaringan. Kita berharap dengan menempatkan salah satu aparatnya di kantor desa yang mengetahui pengetahuan tentang  IT," tuturnya.

Sementara animo masyarakat khususnya kepala desa yang telah mendapatkan internet gratis di kantor desanya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Sulbar dalam hal ini gubernur Sulbar serta Dinas Kominfo yang telah memberikan bantuan internet gratis. 

Kepala Desa Mosso, Sukti sangat bersyukur internet dapat hadir di desanya. 

Dia mengatakan, Desa Mosso adalah salah satu desa terpencil yang berada di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman dan selama ini kesulitan dalam mencari jaringan, bahkan warga harus menempuh jalan berkilo-kilo meter untuk mencari jaringan internet ataupun jaringan telepon. 

Sebelum adanya internet, pekerjaan  tugas di desa sangat terhambat, disamping kurang informasi yang diterima lantaran tidak adanya internet.

"Dengan adanya bantuan internet gratis dari pemerintah Sulawesi Barat serta Dinas kominfo, tentunya sangat membantu kami dalam mendapatkan informasi dan sangat membantu kami dalam melakukan tugas serta pelayanan kepada masyarakat," terang Sukri. 

(dir)

comments