Ketua DPRD Majene Sampaikan Maaf: Saya Hanya Manusia Biasa

On Tuesday, January 28, 2020

MASALEMBO.COM


Salmawati Djamado ditemui di kediamannya lingkungan Battayang, Banggae, Majene. (Ist/Masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene Salmawati Djamado menyampaikan permohonan maaf pasca insiden saat rapat dengar pendepat (RDP) dengan jajaran Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah dan BPJS Kesehatan, Selasa (28/1/2020) pagi tadi.

Ketua DPRD perempuan pertama di Majene ini menyampaikan permohnan maafnya usai insiden ricuh di gedung wakil rakyat Kabupaten Majene pagi tadi.

"Saya hanya manusia biasa yang banyak kekurangan. Semua manusia pasti ada kekurangan, tapi dibalik kekurangan itu pasti ada kelebihan," kata Salmawati di kediamannya di lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae.


Salmawati mengatakan, pada awal RDP pagi tadi ia memang sengaja meminta agar sidang dilangsungkan tertutup bukan bermaksud ingin menutup informasi layanan publik dari awak media. Namun, karena dirinya ingin agar pihak RSUD Majene, Puskesmas dan Dinas Kesehatan menyampaikan secara detail riwayat penyakit pasien Almaidah (15) yang meninggal dunia pada Sabtu 25 Januari 2020 lalu di ruang ICU RSUD Majene. 

Almaidah, remaja 15 tahun asal Sendana itu menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit kronis yang diderita. Pihak Rumah Sakit sebelumnya menolak memberikan keterangan lengkap penyakit kronis seperti apa yang diderita Almaidah karena dinilai hal itu merupakan hak privasi pasien dan keluarganya. Selain penyakit kronis itu Almaidah juga disebut mengalami gizi buruk.

"Jadi jika terkait dengan rahasia karena penyakit seseorang, itu privasi, tidak boleh diumbar kecuali ada pernyataan dari pihak keluarga pasien," kata Salma, menjelaskan alasannya menginnginkan RDP dilaksanakan tertutup.

Salmawati mengatakan, tak menutup kemungkinan jika dokter menjelaskan riwayat peyakit pasien Almaidah secara detail, ada hal-hal yang menyangkut hak privasi pasien dan keluarganya yang tak layak jadi konsumsi publik. Karenanya ia meminta agar forum RDP dilangsungkan secara tertutup.

"Saya minta maaf kepada saudara-saudaraku wartawan, maksud saya itu, nanti setelahnya baru kita persilahkan masuk wartawan," ucap peraih suara terbanyak di PPP pada Pileg Majene 2019 lalu ini.

Salma mengakui menyesalkan insiden pada RDP dewan Majene dengan Rumah Sakit, Dinas Kesehatan dan BPJS pagi tadi. Mestinya kata Politisi Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) ini, hal tersebut tidak terjadi di dalam sidang dewan yang terhormat. Apalagi sampai ada yang membanting meja tak semestinya menjadi tontonan dalam forum wakil rakyat dan mitra kerjanya.

"Tapi iya itulah dinamikanya yang terjadi, saya kira saya harus hadapi, dan saya tentu akan masih harus banyak belajar lagi," ucap Salma mengakui banyak kelemahan dirinya sebagai legislator baru di dewan Majene.

Kendati demikian, Salmawati mengatakan, insiden di RDP pagi tadi adalah dinamika biasa dalam rapat. Ia yakin hubungan antara anggota dewan tetap harmonis dan segera akan menggelar pertemuan internal untuk agenda dan hal-hal lain terkait kinerja DPRD Kabupaten Majene kedepan. (har/red)

comments