Mengenal Chloroquine, Obat yang Disiapkan Jokowi untuk Corona

On Saturday, March 21, 2020

MASALEMBO.COM


Ilustrasi

JAKARTA, MASALEMBO.COM - Presiden Joko Widodo mengumumkan telah menyiapkan 3 juta obat chloroquine untuk menangani infeksi virus corona(Covid-19). Nantinya, obat chloroquine akan diberikan kepada pasien positif corona berdasarkan resep dokter.

Obat chloroquine phospate merupakan obat yang murah dan sudah digunakan dalam dunia medis sejak 70 tahun lalu. Chloroquine dikenal juga dengan pil kina yang terbuat dari pohon kina. Chloroquine aman digunakan pada dosis rendah dan sedang, tapi juga dapat menjadi racun dalam dosis yang tinggi.

Pil kina terkenal karena keampuhannya menyembuhkan dan mencegah malaria. Tak hanya malaria, kina juga digunakan pada sejumlah penyakit.


Kandungan antivirus dan antiinflamasi dalam kina bisa melawan penyakit seperti rheumatoid arthritis, dan lupus erythematosus. Manfaat kina juga digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, memperbaiki fungsi perut, kram, dan untuk kesehatan kulit.

Penelitian terbaru di China menunjukkan chloroquine bisa menghambat pertumbuhan virus corona pada pasien Covid-19. 

"Klorokuin fosfat, sebuah obat untuk malaria, menunjukkan khasiat yang jelas dan keamanan yang dapat diterima untuk COVID-19 yang dikaitkan dengan pneumonia dalam uji klinis di China," tulis peneliti pada kesimpulan penelitian yang dipublikasikan di Bio Science Trend.

Peneliti mendapati pada studi awal, chloroquine bisa memblokir infeksi virus Pada pasien di lebih dari 10 rumah sakit di china, klorokuin fosfat dapat meningkatkan citra paru, mempercepat virus menjadi negatif, dan memperpendek penyakit.

Pada kesimpulan studi, peneliti merekomendasikan obat ini untuk masuk dalam panduan pencegahan, diagnosis, dan perawatan pneumonia pada Covid-19 di China.

Namun, di sisi lain WHO menyatakan belum cukup bukti chloroquine dapat menyembuhkan Covid-19. Para ahli juga menyatakan penelitian itu saja belum cukup untuk membuktikan chloroquine ampuh menyembuhkan infeksi virus corona.

Dibutuhkan lebih banyak penelitian serta pengujian klinis yang besar untuk memastikan efek chloroquine pada pasien Covid-19 secara menyeluruh.

Untuk dapat menyatakan sebuah obat bisa digunakan pada suatu penyakit, perlu data dari uji klinis acak untuk meminimalkan bias. Perlu diketahui efek samping obat terhadap pasien, lama kinerja obat pada tubuh ,dan tingkat kematian yang ditimbulkan.

Besaran dosis pada pasien termasuk faktor usia, jenis kelamin, penyakit penyerta dan kapan harus memberikan obat juga mesti diteliti.

"Kami juga masih tidak memahami pengobatan dosis optimal untuk COVID-19, dan apakah itu dapat digunakan pada dosis yang lebih rendah untuk profilaksis (pencegahan) dibandingkan untuk pengobatan," kata ahli dari Harvard Medical School, Kristian Olson, dikutip dari CNBC.

(Sumber: CNN Indonesia)

comments