-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

Anggota DPD RI Ajbar Bagikan 1,5 Ton Bearas ke Warga Kurang Mampu

On Thursday, April 23, 2020

MASALEMBO.COM

Anggota DPD Ajbar membagikan bahan sembako kepada warga Polman (Foto: Asrianto)


POLEWALI, MASAEMBO.COM - Bantuan dari berbagai kalangan terus dilakukan oleh berbagai kalangan. Di Kabupaten Polewali Mandar, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI wilayah Sulawesi Barat Ajbar Abdul Kadir membagikan sembako kepada warga yang terdampak Covid 19. Sebanyak 1,5 ton beras yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram dibagikan kepada warga kurang mampu yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Polman, bahkan hingga ke Kabupaten Majene.

Distribusi sembako ini telah disalurkan sejak hari Rabu (22/4/2020) dari rumah kediaman pribadinya di jalan Padi Unggul II, Kecamatan Wonomulyo dan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

Senator asal Sulbar ini mengatakan, pembagian ini akan menyasar di kecamatan Mapilli dan Campalagian dan beberapa kecamatan lainnya sementara hari ini akan dilanjutkan ke Kecamatan Polewali untuk dibagikan kewarga yang juga berdampak Covid 19.

"Bantuan yang diberikan ini adalah hasil dari pada zezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Kita harus saling membantu dan bergotong royong, apalagi di dalam kondisi situasi seperti ini," katanya.

Ajbar berharap bantuan yang diberikan ini bisa meringankan beban masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19. Meskipun nilainya tidak seberapa, namun ini bisa dinikmati selama dua sampai empat  hari kedepan, apalagi menjelang Ramadan ini pasti kebutuhan masyarakat semakin mendesak.
"Alhamdulillah ada kelebihan rezeki, sehingga kita bisa membantu saudara kita terutama itu yang terdampak Covid 19," kata Ajbar.

Salah satu warga penerima Rahmawati berterima kasih atas bantuan sembako itu. Ia mengaku sangat terbantu ditengah wabah pandemi covid 19. 

"Alhamdulillah, terimakasih atas bantuannya ini sangat membantu apalagi mau puasa. Semoga berkah," ucapnya bersyukur. (*)


Laporan: Asrianto
Editor: Harmegi Amin

comments