Rentan Dijadikan Alat Politik, Bawaslu Awasi Penyaluran BLT di Majene

On Wednesday, May 13, 2020

MASALEMBO.COM

Suasana penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di gedung Assamalewuang Majene, Selasa 12 Mei 2020 (Foto: Misbah Sabaruddin)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa maupun APBD Daerah 2020 mulai disalurkan, Selasa (12/05/2020).

Berdasarkan jadwal yang disusun Pemkab Majene. Penyaluran tahap pertama akan diselesaikan dalam 3 hari, Selasa, Rabu, dan Kamis.

Hari pertama penyaluran (Mei), sebanyak 4.307 Warga Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, Kabupaten Majene menerima BLT dengan total anggaran sebanyak Rp2.584.200.000.

Dalam penyalurannya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majene turut serta mengawal dan mengawasi penyaluran BLT di masing-masing desa maupun kelurahan. Hal ini dilakukan guna menghindari pemanfaatan BLT dijadikan alat politik.

Pimpinan Bawaslu Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Indriana Mustafa mengatakan, situasi pandemi Covid-19 sangat rentan dijadikan kendaraan politik oleh sejumlah pihak. Untuk itu, Bawaslu melakukan pengawasan ketat setiap penyaluran bantuan, baik BLT maupun bantuan sosial lainnya.

"Bantuan langsung tunai maupun dana bantuan sosial lainnya merupakan bantuan akibat dampak Covid-19, bukan alat politik. Ini yang kita awasi karena jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi sekarang ini," ujar Indriana

Tak tanggung-tanggung, Indriana Mustafa melakukan pengawasan dengan mengunjungi langsung sejumlah desa maupun kelurahan yang menyalurkan BLT.

"Kemarin (Senin, 11 Mei 2020) kita pantau launching penyaluran BLT Dana Desa. Kemudian hari ini (Selasa, 12 Mei 2020) Bawaslu memantau langsung titik pembagian BLT yang ada di Kelurahan Pangali-Ali, Rangas dan Kelurahan Baru," pungakasnya.

Indriana berharap bantuan yang diserahkan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Apalagi menjelang Idul Fitri kebutuhan warga semakin meningkat. Ia juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar tahapan Pilkada Majene 2020 bisa terlaksana dengan kondusif.

Selain pantauan oleh Bawaslu, Pemkab Majene juga telah membentuk 5 Tim Pemantau Penyaluran BLT. Bupati Majene Fahmi Massiara sebagai penanggung jawab umum tim pemantau.

Tiap tim pemantau beranggotkan 7 orang dan diketuai oleh Forkopimda Majene. Sebelum hari H pembagian (Selasa), tim telah melakukan kunjungan ke lokasi masing-masing pembagian BLT, dan melakukan koordinasi dengan Lurah serta Kepala Desa, hingga melakukan glady untuk memastikan penyaluran BLT berjalan lancar dan tetap mematuhi protokoler kesehatan dengan memperhatikan physical distancing.

Adapun daftar 5 tim pemantau diantaranya: Tim I diketuai oleh Dandim Majene.Tim II diketuai oleh Wakil Bupati. Tim III diketuai oleh Ketua DPRD. Tim IV diketuai oleh Kapolres Majene. Tim V diketuai oleh Kajari. Sedangkan seluruh Camat, Kaepala PKM dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sebagai anggota. (*)


Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Harmegi Amin

comments