-->

Hot News

Dapat Nomor 2, Andi Syukri: Kita Rintis Jalan Perubahan 'Majene Rumah Kita'

On Thursday, September 24, 2020

MASALEMBO.COM

Paslon Nomor 2 Andi Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma usai pengundian nomor urut oleh KPU Majene. (masalembo.com/ist)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Calon bupati Majene Andi Syukri Tammalele dan calon wakil bupati Arismundar Kalma mendapat nomor urut 2 pada pencabutan nomor yang digelar KPU, Kamis (24/9/2020) pagi. AST sapaan akrab Andi Syukri mengaku bersyukur telah mendapat nomor 2. Ia menyebut 2 adalah angka keberuntungan.

"Sebelum berangkat dari rumah memang niat kita nomor 2, dan Insya Allah nomor 2 akan menang," katanya saat menggelar konfrensi pers usai pencabutan nomor urut di gedung LPMP Majene, Kamis (24/9).


Andi Syukri lebih lanjut mengatakan, paslon AST-Aris berkomitmen akan merintis jalan perubahan dengan jargon 'Majene Rumah Kita'. AST menyebut, ada kerinduan masyarakat menuju Majene Rumah Kita yang mereka usung.

"Di rumah kita ini ada beberapa hal yang harus kita koreksi," ujarnya.

Andi Syukri mengajak seluruh tim sukses, simpatisan dan pendukungnya tetap menjaga ketertiban selama dalam tahapan pelaksanaan Pilkada Majene 2020. Ia meminta agar semua pihak menjaga demokrasi. "Kita ingin menang, tapi kita harus berpolitik santun, beretika, yang bermoral, tidak berpolitik fitnah," ucap mantan Sekda Majene ini.

Andi Syukri membeberkan, paslon nomor urut 2 punya visi Majene unggul, mandiri dan religius. Ia mengaku akan menjabarkan visi itu demi terwujudnya Majene menjadi daerah yang "Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur."


Sementara itu, calon wakil bupati Majene Arismunandar Kalma menambahkan, AST-Aris mengusung jargon Majene Rumah Kita karena paslon ini menganggap seluruh masyarakat Majene adalah satu keluarga. "Mulai dari Kecamatan Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammero'do, Tubo, Ulumanda dan Malunda itu semua adalah keluarga kami," ujarnya.

"Makanya program-program kami nanti Insya Allah akan berfokus pada pemberdayaan dan kesejahteraan rakyat," pungkas Aris. (ar/red)






comments