-->

Update Gempa Sulbar: 53 Orang Meninggal Dunia, 637 Mengalami Luka

On Minggu, Januari 17, 2021

MASALEMBO.COM

Kondisi salah satu gedung di Mamuju yang rata dengan tanah akibat gempa, 14-15 Januari kemarin. (Foto: Istimewa/masalembo.com)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Sulawesi Barat bertambah. Hingga pukul 11.30 Wita, Minggu 17 Januari pagi ini, sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia, ratusan orang mengalami luka dan ribuan rumah maupun gedung mengalami kerusakan.

"Saat ini meninggal dunia 53 orang. Dari Kabupaten Mamuju 43 orang kemudian Majene 10 orang," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulbar HM Natsir, Minggu pagi.

Selain korban meninggal setidaknya 637 orang dilaporkan mengalami luka akibat gempa yang mengguncang Sulbar 14-15 Januari kemarin. Sebanyak 186 orang diantaranya mengalami luka berat dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit baik di Mamuju, Makassar dan juga Majene.

Terkait kerusakan akibat gempa, HM Natsir mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. Namun diperkirakan ribuan rumah, gedung dan fasilitas pemerintah rusak berat hingga rusak ringan akibat gempa berkuatan 5,9 dan 62 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Barat.

BMKG Keluarkan Himbauan

Selain korban jiwa, korban luka dan kerusakan rumah-rumah warga di Sulawesi Barat, hingga saat ini ribuan orang masih memadati tempat-tempat pengungsian.

Warga di dua kabupaten, Mamuju dan Majene saat ini masih bertahan di tempat-tempat ketinggian dan daerah terbuka dengan mendirikan tenda-tenda darurat. Mereka masih kuatir akan terjadinya gempa susulan dan potensi gelombang tsunami.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene Sulbar mengeluarkan himbauan agar masyarakat sekitar pusat gempa tetap tenang dan waspada. BMKG menyebut potensi gempa susulan masih akan terus terjadi seperti lazimnya pasca gempa kuat.

"Untuk itu masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan masih terjadinya gempa susulan yang kekuatannya signifikan," demikian kutipan himbauan dari Stasiun BMKG Majene.

Selain itu, BMKG mengingatkan warga agar menjauhi gedung dan rumah yang sudah retak atau rusak, karena jika terjadi gempa susulan signifikan dapat mengalami kerusakan yang lebih berat bahkan dapat roboh.

Masyarakat juga diminta perlu waspada dengan kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan dapat memicu longsor dan runtuhan batu, kemudian warga yang bermukim di wilayah pesisir Majene perlu waspada jika merasakan gempa kuat agar segera menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan tsunami dari BMKG.

Masyarakat juga diminta tidak percaya dengan berita bohong (hoax) mengenai prediksi dan ramalan gempa yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi gelombang tsunami. (Har/Red)







comments