-->

Tertabrak Mobil, Seekor Kerbau Hamil Tua Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Majene

On Kamis, April 08, 2021

MASALEMBO.COM

Bangkai hewan ternak kerbau dievakuasi warga untuk dikuburkan. [Foto: Masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Seekor kerbau ditemukan tergeletak di pinggir jalan usai tertabrak sebuah mobil berplat merah. Hewan kerbau tersebut ditemukan mati, sementara mobil yang menabraknya mengalami ringsek. Kejadian pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 05.00 Wita di poros Majene-Polman lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Saksi mata kejadian mengatakan, mobil berplat merah dengan nomor polisi DC 24 itu melaju kencang dari arah Mamuju ke Polewali. Mendadak segerombolan ternak kerbau menyebrang menutup jalan hingga sopir mobil dinas yang diketahui milik Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Pemprov Sulbar itu tak dapat menghindari dua ekor kerbau.

"Satu ekor kerbau mati tertabrak, yang satu tidak apa-apa," kata warga sekitar, saksi mata kejadian.

Satuan Lalulintas Polres Majene mendatangi tempat kejadian dan melakukan olah TKP atas insiden ini. Salah seorang petugas Lantas Polres Majene Bripka Muftidial mengatakan, mobil Pajero warna hitam DC 24 itu melaju kencang hingga tak dapat mengendalikan diri di saat sekira sembilan ekor ternak kerbau menyebrang jalan.

"Ada sekitar sembilan kerbau yang menyebrang. Sempat ditabrak di tengah dua ekor, tapi yang satu tidak apa-apa, yang satu mati," Bripka Muftidial di lokasi kejadian.

Muftidial mengatakan, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sopir mobil berplat merah tersebut tak ditemukan di tempat kejadian. Pihaknya juga telah menyampaikan pada pemilik ternak kerbau agar tidak membiarkan lagi hewan ternak mereka berkeliaran di jalan. Hal tersebut bisa membahayakan pengendara.

Mobil dinas milik sekretaris BPKPD Pemprov Sulbar usai menabrak kerbau. [Foto: ist]

"Kita sudah minta kepada pemiliknya untuk dikandangkan. Memang sebelumnya kerbaunya sudah dikandang. Tapi entah kenapa bisa keluar, sepertinya ada yang lubang sehingga bisa keluar," ujar Muftidial.

Pemilik kerbau sendiri, Yambas belum tahu persis ternak miliknya bisa keluar kandang. Ia mengaku telah mengkandangkan ternak kerbau miliknya di lingkungan Barane, Majene. Entah kenapa bisa lepas, Yambas belum melihat kondisi di kandang tersebut.

"Yang pasti kami mengalami kerugian, kerbau yang (mati) begini biasanya kami jual 20 juta, apalagi kerbau ini hamil tua, sekitar 2 bulan lagi akan melahirkan," aku Yambas. (Hr/Rd)

comments