-->

Kasus Dugaan Korupsi di Badan Lingkungan Hidup Sulbar : Pejabat Pengadaan Ditahan

On Selasa, Mei 18, 2021

MASALEMBO.COM


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulbar menetapkan tersangka dan menahan pejabat pembuat pengadaan yakni Nabhan S ST,  selama 20 hari ke depan.

Nabhan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan tutupan lahan dengan Mangrove pada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat tahun 2016 di Kabupaten Pasangkayu.


"Kasus berawal tahun 2016 pada kegiatan pekerjaan tutupan lahan dengan mangrove, anggarannya sebesar Rp 714.788. 800.000, bersumber dari APBD Sulbar," kata Kajati Sulbar Jhony Manurung. Selasa(18/5/2021).

Dari anggaran tersebut diperuntuhkan untuk empat kabupaten se-Sulbar mulai Kabupaten Polman, Majene, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

"Untuk di Kabupaten Pasangkayu kebagian anggaran sebesar Rp Rp 4,981,776,530. Saat itu posisi Nabhan sebagai pejabat pengadaan untuk empat kabupaten," kata Jhony.

Dalam perjalanannya terjadi perbuatan melawan hukum, dimana penetapan penyedia pekerjaan yang dilakukan tersangka Nabhan dengan membuat HPS dan disetujui oleh dr. Hj. Fatimah selaku PAY PPK yang dilakukan dengan tidak sesuai dengan prosedur.

"Selain itu, tidak dilakukan sesuai dengan penyedia dalam kontrak, namun dilakukan oleh beberapa orang saja," bebernya.

"Sementara dalam pembayaran pekerjaan ditemukan pula perbuatan melawan hukum, dimana beberapa tandatangan cek dari direktur para penyedia dipalsukan dan ada juga menggunakan tandatangan asli tanpa sepengetahuan direkturnya," sambungnya.

Dalam perkara ini perbuatan tersangka telah melanggar ketentuan Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/ jasa pemerintah, dan peraturan perubahannya.

Sementara itu, berdasarkan laporan hasil audit investigasi dan BPKP terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.129.213.603. (Fad/red)

comments