-->

BMKG Majene Keluarkan Rekomendasi Hadapi Cuaca Ekstrem Dampak La Nina

On Kamis, November 04, 2021

MASALEMBO.COM

Peta prakiraan curah hujan Sulawesi Barat 3 bulan kedepan. Hampir seluruh wilayah Sulbar berpotensi terdampak curah hujan di atas normal [sumber: BMKG Majene/egi amin]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Menghadapi potensi terjadinya cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene, Sulawesi Barat mengeluarkan himbauan (rekomendasi).

BMKG Majene membuat rekomendasi menghadapi potensi curah hujan di atas normal dan dampak cuaca ekstrem lainnya akibat La Nina yang terjadi di akhir tahun 2021 hingga 2022.

Kepala Stasiun BMKG Majene, Agus mengatakan, fenomena La Nina mulai Nopember bulan ini hingga April 2022. Hal ini berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometerologi seperti banjir dan tanah longsor. Fenomena ini juga bakal berdampak pada penurunan kualitas hasil pertanian, perikanan dan distribusi bahan pagan. Karenanya, pihaknya berharap agar semua pihak memperhatikan rekomendasi dari BMKG.

Berikut empat poin rekomendasi BMKG Majene:

1. BMKG menghimbau Pemerintah Daerah dan stakeholder serta seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim hujan dan puncak musim hujan.

2. Perlu peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini pada wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan di atas normal (lebih basah dari normalnya).

3. Menghadapi puncak musim hujan 2021/2022 di bulan Nopember hingga April 2022 perlu diwaspadai wilayah yang rentan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

4. Sektor transportasi udara dan sektor transportasi laut diharapkan lebih mewaspadai perubahan cuaca secara tiba-tiba saat puncak musim penghujan hal ini berkaitan dengan distribusi stok ketersediaan barang dan pangan.

Agus menjelaskan, hampir seluruh wilayah di Sulawesi Barat berpotensi mengalami hujan di atas normal akibat fenomena La Nina. Seperti Mamuju, Polewali Mandar terutama bagian Tenggara dan Majene bagian utara. 

"Hujan di atas normal ini akan berlangsung selama tiga bulan kedepan dan dampaknya hingga April 2022," kata Agus saat meggelar press release via Zoom, Kamis (4/11/2021).

La Nina adalah fenomena mendinginnya Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur hingga melewati batas normalnya. Kondisi ini mempengaruhi sirkulasi udara global yang mengakibatkan udara lembab mengalir lebih kuat dari Samudra Pasifik ke arah Indonesia. Akibatnya Indonesia banyak terbentuk awan dan diprediksi kondisi ini bisa meningkatkan curah hujan sebagian besar wilayah tanah air. (Har/Red)


comments