-->

Terkait Defisit Keuangan, Wakil Ketua DPRD Majene: Kita Harus Ambil Langkah Selesaikan Ini

On Jumat, November 19, 2021

MASALEMBO.COM

Wakil Ketua DPRD Majene M. Idwar [Ist/Masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Berkurangnya dana transfer pusat memicu defisit keuangan di Pemda Majene. Dapat dipastikan, APBD Majene mengalami kekurangan anggaran senilai Rp55 miliar akibat pengurangan dana transfer dari pusat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Majene Kasman Kabil mengungkapkan, dana transfer pusat berkurang hingga Rp 37 miliar, sementara terdapat serapan program visi-misi bupati senilai Rp 18 miliar. Hal tersebut memicu kelebihan belanja hingga mencapai Rp55 miliar.

"Peristiwa ini barusan terjadi di tahun 2022 ini. Biasanya di tahun-tahun sebelumnya kita selalu kelebihan dana transfer dari pusat, sekarang  justru terbalik, pengurangan hingga 14 persen," kata Kasman, Jumat (19/11/2021) saat menghadiri rapat pembahasan RAPBD dengan Badan Anggaran DPRD Majene.

Kasman Kabil mengatakan, solusi yang harus ditempuh adalah mengurangi belanja. Ia menyebut hal tersebut dengan istilah rasionalisasi program. 

Meski demikian, Kasman mengaku tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, belanja mana yang harus dipangkas. Hal tersebut harus disepakati antara Pemerintah Daerah dengan DPRD.

Sekretaris TAPD Pemda Majene Kasman Kabil [Ist/Masalembo.com]


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Majene M. Idwar menegaskan, Pemda dan dewan harus sinergi mencari solusi masalah defisit keuangan daerah. 

"Kita harus mengambil langkah untuk menyelesaikan ini. Kenapa, kita ketahui bersama bahwa postur APBD, pendapatan lebih kecil disandingkan dengan belanja, maka ujung-ujungnya adalah harus sinkronisasi," ucap Idwar.

Politisi Partai Demokrat itu meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera melakukan gambaran poin-poin apa saja yang mesti dirasionalisasi.

Idwar meminta Pemda dan DPRD segera sepakat poin belanja mana yang mesti disepakati untuk dirasionalisasi. 

Anggota Banggar lainnya, H. Anthoni yang turut hadir dalam rapat bersama TAPD mengusulkan agar sidang diskorsing hingga Senin mendatang. Anthoni juga meminta Badan Anggaran DPRD terlebih dahulu menggelar rapat internal.

"Saya minta pimpinan sebelum kita buka kembali skorsing rapat dengan TAPD agar dilaksanakan rapat internal Banggar," kata Anthoni.

Politisi PKB itu berharap ada penyatuan persepsi seluruh anggota DPRD Majene terkait defisit anggaran dan rasionalisasi belanja Pemda Majene tahun 2022.  (Adv/Red)

comments