-->

Sudah Sebulan Akses Warga Transmigrasi Marano Terputus, Pemerintah Masih Absen

On Jumat, Desember 17, 2021

MASALEMBO.COM

Warga Transmigrasi Marano Kabupaten Mamuju melakukan kerja bakti benahi jalan yang tertutup longsor sejak satu bulan lalu. [Ist/masalembo.com]


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sejak satu bulan lalu longsor menimbun jalan penghubung lokasi Transmigrasi SP 2 Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat namun hingga kini belum tersentuh perbaikan pemerintah.

Warga setempat akhirnya turun tangan melakukan pembenahan. Mereka melakukan pembersihan material longsor yang sudah sebulan menutup badan jalan dengan alat seadanya.

"Warga transmigrasi Marano mengadakan kerja bakti yang keempat untuk mencoba membuka longsoran yang terjadi satu bulan lalu sampai," kata warga SP 2 Transmigrasi Marano, Nur Intan Jumat (17/12/2021).

"Sampai sekarang belum ada perhatian Dinas Transmigrasi atau Pemerintah Daerah," ujarnya.

Intan mengatakan, setelah tiga hari melakukan kerja bakti, di hari keempat kendaraan sudah tembus ke pemukiman warga transmigrasi. "Tapi masih setengah mati, apalagi kalau mobil," ujarnya.

Warga transmigrasi Marano lainnya Rosim menyebut, saat ini mereka sedang mengembangkan berbagai tanaman pertanian. Sayangnya kerap terkendala masalah transportasi, apalagi ketika musim penghujan dan terjadi longsor seperti saat ini.

"Di atas (Marano) untuk sementara dikembangkan tanaman pokok untuk kelangsungan hidup, adapun hasil tetap dibawa ke bawah (poros) untuk dijadikan uang, dijadikan alat tukar," kata Rosim.

Mewakili warga transmigrasi, Rosim berharap Dinas Transmigrasi Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemda Mamuju segera merespon setiap ada bencana yang melanda warga SP 2 Marano. Penting kata dia sebab menyangkut kelangsungan hidup warga transmigrasi.

"Kami mewakili seluruh warga UPT berharap sekali lagi tolong lah, karena kondisi hari ini tolong secepatnya diantisipasi jangan hanya mengatakan oh kami kasian sekali kondisi warga di atas karena bahasa ini tidak kami perlukan, yang kami perlukan adalah tindakan," harap Rosim. (Hr/Red)

comments