-->

Gemar OTT Korupsi, Firli Bahuri Jadi Idaman Masyarakat Indonesia

On Sabtu, April 16, 2022

MASALEMBO.COM

Firli Bahuri [net]


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Beberapa kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat simpati publik karena berantas korupsi tak kenal waktu. Tindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) menjadi harapan sekaligus simpati publik secara luas kepada Firli Bahuri yang saat ini memimpin KPK.

Atas dedikasi berantas korupsi di Indonesia, mendapat sinyal kuat dari partai politik (parpol) untuk mencalonkan Firli Bahuri sebagai calon alternatif pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Direktur Amuba Center (Anak Muda Bali) Irwan Sutis mengatakan, Firli Bahuri tokoh yang tergolong sangat menarik. Sebab, selama memimpin lembaga antirasuah, Firli Bahuri berhasil berantas korupsi dan reformasi KPK. Bahkan melakukan koordinasi dan supervisi dengan aparat penegak hukum lainnya dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian," ujar Sutis kepada media dalam wawancaranya di kawasan Caffe Ku De Ta di Jalan Kayu Aya No 9, Bali, Selasa (12/4).

Upaya keras dan sigap terhadap kasus korupsi merupakan kinerja sangat baik dari Firli yang patut diapresiasi dan harus mendapat dukungan masyarakat luas atas keberhasilan memimpin lembaga antiraduah tersebut.

Setidaknya, 17 kali operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan selama dua tahun menjabat, termasuk Menteri hingga partai penguasa pemerintah saat ini juga diringkus.

"Keberhasilan-keberhasilan tersebut, menjadi peluang besar bagi Firli Bahuri untuk di lirik oleh parpol manapun. Karena sayang sekali, kemunculan tokoh besar seperti Firli tidak dimanfaat oleh Partai Politik sebagai calon alternatif yang antikorupsi dari semua nama - nama yang sudah ada," kata Sutis Irwan.

Dengan rekam jejak Firli tersebut, Sutis yakin Firli Bahuri akan menjadi rebutan partai politik (Parpol). Apalagi, saat ini banyak parpol yang kader-kadernya harus berurusan dengan masalah korupsi.

"Kondisi yang demikian membuat Firli tentu menjadi magnet tersendiri bagi parpol yang ada," pungkas Sutis (ril/hr)

comments