-->

Hot News

Cegah Jatuhnya Korban, PUPR dan DPRD Sulbar Tinjau Fenomena Tanah Bergerak di Mateng
Senin, November 04, 2024

By On Senin, November 04, 2024

Lokasi tanah bergerak di Tobadak VII Kabupaten Mamuju Tengah (Foto: Diskominfo Sulbar)


MATENG, MASALEMBO.COM – Ketua DPRD Sulawesi Barat, Amalia Fitri Aras, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rachmad, melakukan peninjauan langsung ke lokasi fenomena tanah bergerak yang terjadi di wilayah Tobadak VII, Mamuju Tengah, pada Minggu (3/11/2024). 

Peninjauan ini merupakan respon atas beredarnya di media sosial informasi tanah bergerak di perkebunan kelapa sawit Kabupaten Mamuju Tengah.

Sebelumnya, sebuah video amatir yang direkam oleh warga menunjukkan kejadian tanah bergerak di Desa Saluadak Tobadak VII, Kecamatan Tobadak. Dalam video tersebut, tampak jelas sebuah alat berat, jenis ekskavator, turut terseret oleh pergerakan tanah. 

"Kejadian di Mamuju Tengah, tanah bergerak di Desa Saluadak," ungkap seorang netizen melalui akun Facebook.

Fenomena ini terjadi saat pengerjaan peningkatan jalan di desa tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Tengah. Kepala Pusdatin BPBD Mateng, Ukky, mengonfirmasi bahwa kejadian ini berdampak pada jalan yang panjangnya mencapai sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 5 meter. 

"Dari laporan awal, panjang jalan terdampak mencapai kurang lebih 100 meter dengan lebar badan jalan sekitar 5 meter," jelas Ukky, dilansir oleh Tribun Sulbar.

Meski insiden ini terbilang besar, beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Alat berat yang sempat terseret oleh pergerakan tanah juga berhasil diselamatkan.

Atas instruksi Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, pihak PUPR Sulbar segera turun tangan untuk memeriksa situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan DPRD terkait langkah-langkah penanganan yang harus diambil guna menghindari potensi jatuhnya korban. 

"Kita ingin melihat langsung seperti apa fenomena ini dan mendiskusikan bersama DPRD terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan," ujar Rachmad.

Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian dan meminimalisir dampak yang lebih besar. (Adv)

Masyarakat Nelayan Sambut Positif Pasar Murah di Mamuju Tengah
Rabu, Juli 10, 2024

By On Rabu, Juli 10, 2024

Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin beserta rombongan termasuk Pj Ketua PKK Ny Sofha Marwah saat mengunjungi pasar murah di Mateng. [Foto: Kominfo Sulbar]


MAMUJU TENGAH - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mendapat sambutan hangat dari warga nelayan di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Rabu (10/7/2024).

Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, beserta rombongan termasuk Pj Ketua PKK Ny. Sofha Marwah, Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Deni Rejeki, perwakilan Badan Intelijen Daerah, dan pejabat lainnya.

GPM di Mamuju Tengah ini merupakan yang keempat kalinya diadakan secara serentak di daerah tersebut. Berbagai bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging, dan produk olahan lainnya dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Seorang warga, Ny. Endang, mengungkapkan apresiasinya, "Harga berasnya sangat terjangkau. Di pasar biasa Rp 75.000, tapi di sini hanya Rp 58.000."

Juminta, warga lainnya, berharap, "Semoga bulan depan harga sudah stabil. Hari ini sangat membantu keluarga kami dengan harga yang lebih murah."

Pj Gubernur Bahtiar turut menyaksikan langsung proses transaksi dan berinteraksi dengan warga. "Apakah harganya terjangkau?" tanyanya, yang dijawab antusias oleh warga.

Bahtiar menekankan bahwa GPM bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Mamuju Tengah. Ia menegaskan bahwa program ini akan terus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan ini merupakan yang pertama kali menyasar daerah pedalaman, khususnya komunitas nelayan, memberikan mereka akses ke bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. (Adv)

Lawan Hoaks di Media Sosial, Tema Webinar Kominfo di Mamuju Tengah
Kamis, Mei 02, 2024

By On Kamis, Mei 02, 2024


MAMUJU TENGAH, MASALEMBO.COM - Selain terbukti banyak memberikan manfaat, media sosial juga dikenal paling banyak berkontribusi menyebarkan berita palsu atau hoaks. Penyebaran informasi hoaks perlu dilawan, karena dapat menimbulkan keresahan. Masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif, sehingga tidak mudah termakan isu yang tidak benar.

Untuk memberikan pemahaman terkait jenis dan bahaya hoaks di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat akan menggelar webinar literasi digital di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar, Jumat (2/5) pagi, pukul 09.00 WITA. 

Mengusung tema ”Lawan Hoaks di Media Sosial”, webinar untuk segmen pendidikan yang akan diikuti secara nobar oleh pelajar dan guru dari sejumlah sekolah itu rencananya menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah technopreneur Erlan Primansyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah Busdir, key opinion leader Mom Influencer Ana Livian, dan Iman Darmawan selaku moderator.

”Webinar juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mendaftar di link https://s.id/pendaftaranmamujutengah0305. Peserta akan mendapatkan e-sertifikat dari Kemenkominfo, dan tersedia voucher e-wallet senilai total Rp 1 juta untuk 10 peserta yang terpilih dengan pertanyaan interaktif paling menarik,” tulis Kemenkominfo dalam rilis kepada awak media, Kamis (2/5). 

Terkait topik webinar, Kemenkominfo menjelaskan, era digital ditandai dengan maraknya penggunaan media sosial. Sayangnya, tidak semua informasi yang ada di media sosial seluruhnya baik dan dapat dipercaya kebenarannya. ”Literasi digital bertujuan memberikan pemahaman terhadap informasi hoaks dan kiat-kiat mengatasinya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

”Dengan literasi digital, memungkinkan seseorang paham bentuk dan jenis hoaks, tips maupun kiat untuk menepis hoaks, bahkan melawannya agar tidak meluas penyebarannya,” tegas Kemenkominfo.

Kemenkominfo menambahkan, hoaks dapat menyebabkan perpecahan renggangnya persatuan masyarakat. ”Apalagi, kini banyak beredar berita hoaks terkait dengan indeologi yang bertentangan dengan nilai Pancsila,” imbuhnya.

Untuk diketahui, gelaran webinar seperti di Mamuju Tengah, Sulbar ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo ini mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.
 
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*/Red)

Ratusan Ribu Warga Bakal Terbantu Bendungan Budong Budong, Prof Zudan: Terima Kasih Pak Presiden
Kamis, Januari 18, 2024

By On Kamis, Januari 18, 2024

Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh saat meninjau proyek strategis nasional bendungan Budong Budong di Kabupaten Mamuju Tengah. [Foto: Kominfopers Sulbar]


MATENG, MASALEMBO.COM - Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh berterima kasih atas dukungan Presiden RI Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimulyono atas Pembangunan Bendungan Budong Budong di Desa Salulekbo, Kecamatan  Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat. 

Hal itu disampaikan pada saat kunjungan Zudan Arif Fakrulloh yang didampingi Sekprov Muhammad Idris, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, dan sejumlah Forkopimda Sulbar. Mereka meninjau lokasi pelaksanaan proyek Bendungan Budong-Budong di Topoyo, Rabu 17 Januari 2024. 

Hasil peninjauan, saat ini proyek senilai satu triliun lebih itu progres pekerjaan mencapai 30 persen. Kata Prof Zudan, proyek strategis nasional ini bakal menyentuh langsung ratusan ribu masyarakat, khususnya di daerah Mamuju Tengah. Olehnya, Ia berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat terhadap Provinsi Sulbar. 

"Terima kasih pak Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR, Pak Basuki  atas bantuan program yang akan membantu ratusan ribu masyarakat. Ini mejadi sumber air bagi masyarakat, menghindari kekeringan 3.700 hektar," ucap Prof Zudan.

Selain itu, bendungan Budong Budong juga berguna dalam mengantisipasi banjir serta akan membuka kawasan wisata baru di Topoyo. Untuk itu,  Sestama BNPP ini berkomitmen terus mendukung kelancaran pengerjaan bendungan Budong Budong agar dapat selesai tepat waktu. 

"Targenya dapat diresmikan Presiden tahun ini," kata Prof Zudan. (Ril/har)

Pastikan Berfungsi Baik, PUPR Sulbar Pantau Proyek Irigasi di Mateng
Selasa, Oktober 17, 2023

By On Selasa, Oktober 17, 2023

Plt Kepala Dinas PUPR Sulbar Rachmad memantau proyek irigasi di Mateng. [Foto: Kominfopers Sulbar]


MATENG, MASALEMBO.COM - Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Sulbar Rachmad meninjau pekerjaan irigasi D.I Tobadak di Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin 17 Oktober 2023.

Rachmad mengatakan, proyek yang menggunakan Rp1,11 miliar tersebut bersumber dari DAK. DI Tobadak ini mengaliri area persawahan.

"Hari ini kita meninjau hasil dari pekerjaan proyek ini untuk memastikan bisa difungsikan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat," ucap Rachmad.

Ia mengatakan, proyek irigasi ini sebagai upaya mengantisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino yang terjadi di Indonesia. Beberapa lahan perkebunan terdampak mengalami kekeringan.

"Untuk itu kita meninjau proyek ini dengan harapan kedepan dapat difungsikan dengan baik oleh warga dalam hal mengaliri persawahan masyarakat," ucap Rachmad.

Dia juga mengajak seluruh kabupaten bersama sama memperhatikan aliran air untuk lahan perkebunan. Hal ini juga sebagai upaya memastikan ketersediaan pasokan pangan dan menekan inflasi kedepan. (Ril/Har)

Nasyiatul Aisyiyah Minta Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Kekerasan Perempuan di Sulbar
Selasa, Juni 20, 2023

By On Selasa, Juni 20, 2023

Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Sulbar Rhena J Tapion saat membuka MUSDA I PD Nasyiatul Aisyiyah Mamuju Tengah, Minggu, 18 Juni 2023 di Aula Kantor Bupati Mateng. [PW NA Sulbar untuk masalembo.com]


MATENG, MASALEMBO.COM - Organisasi perempuan Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Barat menyuarakan keprihatinan mereka terhadap tingginya kasus kekerasan yang dilaporkan di wilayah ini. 

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulbar Rhena J Tapion mengungkap, berdasarkan data SIMFONI PPA tercatat 180 kasus kekerasan di Sulbar dengan mayoritas korban adalah perempuan. 

"Persentase kasus kekerasan yang dilaporkan di Sulawesi Barat saat ini tercatat 180 kasus, dimana yang menjadi korban dalam hal ini didominasi oleh perempuan," kata Rhena saat membuka Musyawarah Daerah I PD Nasyiatul Aisyiyah Mamuju Tengah, Minggu, 18 Juni 2023 di Aula Kantor Bupati Mateng.

Rhena menegaskan, sebagai organisasi perempuan di bawah perserikatan Muhammadiyah yang peduli terhadap isu-isu perempuan, Nasyiatul Aisyiyah dengan tegas mengutuk setiap tindakan kekerasan yang ditujukan kepada perempuan. Menurutnya, semua pihak perlu memandang perempuan sebagai makhluk Tuhan yang harus dihormati dan dilindungi hak asasinya. Maka, menyadari rentannya perempuan terhadap tindakan kekerasan, Nasyiatul Aisyiyah mengajak semua perempuan untuk saling melindungi satu sama lain.

"Kami menolak keras segala bentuk kekerasan yang ditujukan kepada perempuan, terutama pelecehan seksual baik secara fisik maupun verbal. Kami mendorong setiap korban tindakan kekerasan untuk melaporkan kasus yang dialaminya," tegas Rhena J Tapion.

Sebagai upaya nyata untuk memberikan dukungan kepada para korban, Nasyiatul Aisyiyah telah memberikan pendampingan kepada salah seorang kader AMM yang merupakan guru SD Muhammadiyah yang melaporkan kasus pelecehan seksual. Peristiwa terjadi dalam sekolah Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. 

"Kasus ini telah diserahkan ke pihak kepolisian dan Nasyiatul Aisyiyah berharap agar penanganan kasus ini dapat dilakukan dengan serius dan adil," tegasnya.

Rhena J Tapion juga menyampaikan harapannya agar pihak kepolisian terus mengusut kasus tersebut hingga ada titik terang. Mereka berharap adanya efek jera yang diberikan kepada pelaku kekerasan sebagai upaya untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang.

Bagi Rhena, dengan adanya peran aktif Nasyiatul Aisyiyah dalam mengawal kasus kekerasan terhadap perempuan di Sulawesi Barat, diharapkan kasus-kasus serupa akan semakin terbuka dan mendapatkan penanganan yang lebih baik. Organisasi perempuan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan memastikan hak-hak mereka dilindungi dengan baik. (Ril/Har)

Akibat Cuaca Buruk, Seorang Nelayan di Mamuju Tengah Hilang Saat Melaut
Kamis, Mei 25, 2023

By On Kamis, Mei 25, 2023

Penyisiran Tim SAR gabungan untuk mencari nelayan Mateng yang hilang. [Foto: Irwan Abdul Latif/masalembo.com]


MATENG, MASALEMBO.COM - Akibat cuaca buruk, seorang nelayan hilang saat melaut di Perairan Babana Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Tim SAR gabungan hingga kini terus melakukan penyisiran untuk mencari nelayan tersebut dengan melakukan menyisir Perairan Babana Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis 25 Mei 2023. 

Penyisiran ini dilakukan untuk mencari nelayan bernama Maswansa yang hilang saat melaut tersebut.

Berdasarkan informasi dari BPBD Mamuju, kejadian bermula saat korban pergi malaut bersama sejumlah nelayan lainnya. Namun saat pulang dan menepi ke pantai, korban kembali melaut seorang diri pada Rabu, 24 Mei 2023 malam.

"Korban pergi melaut untuk mencari ikan (memancing) bersama dengan beberapa nelayan lainnya. Pada pukul sekira 18.00 Wita korban bersama rombongan nelayan dikabarkan sudah sempat kembali kepesisir pantai. Namun korban memilih kembali melaut seorang diri, dan sampai pada pukul 21.00 Wita korban belum pulang-pulang," kata Koordinator Pusat Data dan Informasi BPBD Mamuju Tengah, Rezky Ilhamsyah.

Sementara itu, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di pantai tersebut sejauh 2 nautikal mile. Pencarian kali ini terkendala cuaca buruk namun Tim SAR akan terus melakukan pencarian dan mengevaluasi perkembangan pencarian nelayan tersebut. (Wan/Red)