-->

Hot News

Disdukcapil Polman "JEBOL" Perekaman e-KTP Pemilih Pemula
Rabu, September 25, 2024

By On Rabu, September 25, 2024


POLMAN, MASALEMBO.COM– Menjelang Pilkada serentak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Polewali Mandar semakin gencar turun ke lapangan untuk melakukan perekaman e-KTP, terutama bagi pemilih pemula.

Disdukcapil Polman jemput bola (JEBOL) dengan mendatangi berbagai sekolah, menyasar pelajar yang telah genap berusia 17 tahun. Salah satu sekolah yang didatangi adalah SMKN Rea Timur/SPPN Polman.

Proses perekaman ini mencakup pemotretan, tanda tangan, sidik jari, perekaman retina mata, dan rangkaian perekaman lainnya. Siswa yang telah melakukan perekaman identitasnya akan langsung menerima e-KTP mereka setelah dicetak.

Kepala SMKN Rea Timur/SPPN Polman, Taufik, mengapresiasi inisiatif Disdukcapil dalam melakukan jemput bola sehingga siswa tidak perlu repot mendatangi kantor Disdukcapil untuk perekaman. "Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Disdukcapil Polman. Ini sangat membantu karena sekolah kami didatangi," ujarnya.

Ia juga berharap bahwa dengan adanya e-KTP ini, siswa akan lebih mudah dalam menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada, serta untuk keperluan lain seperti pendidikan, beasiswa, kesehatan, dan kebutuhan administratif lainnya.

"Beberapa siswa kami sudah melakukan perekaman, sehingga ini sangat memudahkan mereka untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Polman 2024," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Polman, Astuti Azwar, menyatakan bahwa perekaman ini merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan layanan perekaman bagi pemilih pemula, khususnya pelajar yang telah berusia 17 tahun, dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak 2024.

Pihaknya telah melakukan perekaman di sejumlah sekolah dan pesantren, seperti MAN 2 Matakali, SMK SPP, serta beberapa pesantren di Campalagian. Selain itu, jemput bola juga dilakukan ke desa-desa terpencil di wilayah pegunungan.

"Tentunya, kami tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga fokus pada pemilih pemula," jelas Astuti.

Menurut data Disdukcapil Polman, terdapat sekitar 10 ribu pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP. Namun, setelah turun ke lapangan, angka tersebut telah berkurang menjadi 8.000 jiwa. Disdukcapil optimis bahwa seluruh data ini akan rampung sebelum Pilkada pada 27 November mendatang.

"Kami turun untuk jemput bola demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga mereka tidak perlu repot antre di kantor," ungkapnya.

Astuti juga berharap agar masyarakat merespon positif upaya jemput bola ini, sehingga perekaman bisa berjalan dengan lancar. "Kami selalu mengingatkan bahwa data kependudukan sangat penting, baik untuk keperluan kesehatan, bantuan sosial, sekolah, maupun keperluan lainnya," pungkasnya. (Ant)

Jaga Kelestarian Lingkungan, Komunitas Sahabat Penyu Mampie Gandeng Siswa Tanam Mangrove
Jumat, September 20, 2024

By On Jumat, September 20, 2024

Puluhan murid SD menanam mangrove di Pantai Mampie, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar. (Asrianto/masalembo.com)


POLMAN, MASALEMBO.COM - Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, Komunitas Sahabat Penyu bersama puluhan murid sekolah dasar menggelar. Kegiatan penanaman mangrove dan pelepasan penyu di Pantai Mampie Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. Puluhan peserta ini merupakan murid kelas V dan VI SDN 060 Mampie.

Sebelum melakukan penanaman mangrove siswa diberi edukasi dari ketua Sahabat Penyu, Yusri Mampie. Lokasi penanaman pohon mangrove ini berada di bagian sisi timur dari lokasi rumah penyu.

Ketua Sahabat penyu Muhammad Yusri mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Climate Innovation Generation Program (CIGPRO) 2024 dengan tema Inovasi Iklim Lintas Generasi.

"Fokus kegiatan ini adalah aksi menanam pohon, karena kebetulan kami berada di wilayah pesisir jadi kami tanam pohon mangrove. Kegiatan ini bukan hanya melibatkan anak sekolah dasar namun juga anak sekolah tingkat menengah atas. Kenapa anak SD, karena mau memperkenalkan sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan," katanya.

Yusri menjelaskan, penanaman pohon mangrove yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan serapan karbon, mencegah abrasi pantai di wilayah pesisir Mampie serta untuk menyediakan tempat berbagai jenis biota laut berkembang biak. Sementara pelepasan penyu merupakan upaya untuk melestarikan populasi penyu yang semakin terancam punah.

"Kegiatan ini sangat penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan," kata Yusri.

Salah satu peserta bernama Nisrina Atika, kelas VI, mengaku sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebab ia bisa mengetahui pentingnya menjaga lingkungan dan bisa mengenali jenis hwan laut yang dilindungi. Hasil dari kegiatan ini ia akan terapkan disekolah dan dirumah.

"Sangat senang sekali semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar untuk menjaga lingkungan," katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 060 Mampie Markaban mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari program sekolah untuk memperkenalkan anak tentang konservasi lingkungan. Menurutnya, Kegiatan ini akan berkelanjutan kedepannya, jadi sudah masuk di program sekolah bahkan pihaknya sudah mereview kurikulum satuan pendidikan yang isinya tentang kelautan dan konservasi lingkungan.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Komunitas Sahabat Penyu. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang kami tanamkan pada siswa-siswi kami. Jadi hal-hal itu yang ingin kita perkenalkan kepada anak-anak SD, untuk memahami di lingkungan tempat tinggal mereka apa gunanya menanam mangrove, mengenal dan melepas penyu," ungkapnya.

Ia berharap, kedepan semakin banyak Mitra dari luar atau pihak lain tentang bagaimana memperkenalkan konservasi lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Ia berpesan kepada siswanya bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial hari ini saja tapi berkelanjutan kedepan, bagaiamn a hari ini kita tanam Mangrove, lalu di kontrol dan dipelihara agar bisa tumbuh dengan baik demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang. (Ril/red)

Jembatan Ambruk di Polewali Mandar, Dump Truk Bermuatan 5 Ton Terjatuh ke Sungai
Jumat, September 20, 2024

By On Jumat, September 20, 2024

Mobil Dump Truk terjatuh ke sungai akibat jembatan ambruk di Polewali Mandar. (Asrianto/masalembo.com)


POLEWALI, MASALEMBO.COM – Sebuah insiden terjadi di Kecamatan Sulewatang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, di mana sebuah mobil dump truk terjatuh ke dalam sungai setelah jembatan yang dilintasinya ambruk. Kejadian ini diduga disebabkan oleh kelebihan muatan yang tak mampu ditahan oleh jembatan yang sudah rapuh.

Dump truk bernomor polisi DC 8581 CT yang mengangkut bahan material batu untuk pembangunan irigasi terjatuh ke sungai sedalam lima meter. Mobil tersebut membawa muatan seberat lima ton, yang rencananya akan digunakan untuk proyek bendungan air irigasi di wilayah sekitar.

Menurut saksi mata, kejadian bermula ketika bagian besi jembatan sebelah kanan tiba-tiba patah saat truk melintas. Akibatnya, kendaraan besar tersebut langsung miring dan akhirnya terjatuh ke dasar sungai. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, karena sang sopir berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar sebelum truknya jatuh ke sungai. Meski demikian, kendaraan mengalami kerusakan parah dengan bagian bodi yang ringsek, menyebabkan kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Bahar, staf kelurahan Sulewatang, mengungkapkan bahwa sebelumnya warga sudah memperingatkan sang sopir untuk tidak melintasi jembatan tersebut karena kondisinya yang sudah sangat rapuh. 

"Jembatan ini sudah berusia sekitar 20 tahun dan belum mendapat perbaikan," katanya. 

"Sopir tetap memutuskan untuk melintas, yang akhirnya menyebabkan jembatan ambruk," ujar Bahar.

Selain menyebabkan kerugian material, insiden ini juga mengganggu aktivitas warga setempat. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penting yang menghubungkan Kampung Lupu’ dengan Kampung Baru Tirondo. Warga yang biasa menggunakan jalur ini untuk menuju kebun dan mengangkut hasil pertanian ke kota kini mengalami kendala.

Pemerintah kelurahan setempat telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera mengevakuasi dump truk dari dasar sungai menggunakan alat berat. Selain itu, perbaikan jembatan menjadi prioritas guna mengembalikan akses penting bagi warga. (Ant/har)

Apresiasi SHF, Pemprov Sulbar Beri Bantuan Pendidikan kepada Anak Passandeq
Selasa, September 17, 2024

By On Selasa, September 17, 2024

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar Mitthar di momen SHF 2024 di Tanjung Silopo Polewali. [Foto: Kominfo Sulbar]


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Sebagai bentuk apresiasi pelaksanaan Sandeq Heritage Festival (SHF) 2024 dalam rangka memperingati HUT ke-20 Provinsi Sulbar, Pemprov memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak nelayan yang melayarkan perahu sandeq (passandeq). 

Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran passandeq dalam melestarikan budaya maritim di tanah Mandar, Sulawesi Barat.

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, mengungkapkan bahwa perahu sandeq, yang berukuran kecil dan rentan terhadap ombak, memerlukan keberanian dan semangat yang kuat dari para pengendalinya. 

Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para passandeq yang telah berkontribusi dalam festival ini.

Sementara, Ketua Panitia Sandeq Heritage Festival (SHF), Mitthar, menyatakan bahwa selain uang saku untuk keluarga passandeq, Pemprov Sulbar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar juga memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak passandeq hingga tingkat SMA. 

Mitthar, yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah wujud kepedulian terhadap passandeq dan upaya untuk mengatasi masalah anak putus sekolah di Sulawesi Barat.

"Anak passandeq kita berikan bantuan pendidikan sebagai bentuk perhatian kami," kata Mitthar.

Mitthar menyampaikan terima kasih kepada sejumlah sponsor, termasuk kepala sekolah se-Sulbar, yang telah berkontribusi sebagai sponsor untuk perahu sandeq dalam festival ini.

Festival Sandeq Heritage 2024 menampilkan 63 perahu sandeq, masing-masing dikendalikan oleh delapan orang dan dikawal oleh perahu pattonda dari etape ke etape. Passandeq memulai perjalanan dari Pantai Tanjung Silopo pada 16 September 2024 dan dijadwalkan tiba di Mamuju pada 20 September setelah menyelesaikan etape terakhir yang melibatkan keliling Pulau Karampuang. (Ril/har)

Dukung Program Pj Gubernur, Rusni Hasri Siap Sediakan Jutaan Bibit Aren untuk Masyarakat Sulbar
Senin, September 16, 2024

By On Senin, September 16, 2024

Pengusaha budidaya tanaman aren Rusni Hasri (topi putih) saat bertemu Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin. [Foto: Kominfo Sulbar]


POLEWALI, MASALEMBO.COM – Pengusaha budidaya tanaman Aren, Rusni Hasri menyatakan dukungannya terhadap program Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, yang fokus pada pengembangan berbagai komoditas pangan di wilayah Sulbar.

Program Pj Gubernur dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan masyarakat setempat.

Menurut Rusni, program yang dijalankan oleh Pj Bahtiar merupakan terobosan penting.

"Program Pak Gubernur sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulbar, terutama dalam hal pengembangan komoditas seperti sukun, aren, pisang, dan berbagai komoditas lainnya," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa tanaman aren adalah tanaman masa depan, tidak hanya untuk Sulawesi Barat, tetapi juga untuk kemajuan bangsa. Karena itu, Rusni berkomitmen untuk menyediakan jutaan bibit aren guna mendukung pengembangan budidaya tanaman tersebut di Sulbar, sejalan dengan visi Pj Bahtiar untuk memperkuat ekonomi hijau di wilayah ini.

"Dengan dukungan penuh dari Pj Bahtiar, kami siap untuk menyediakan bibit-bibit unggul tanaman aren untuk masyarakat Sulbar," tambah Rusni.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dari segi lingkungan maupun perekonomian lokal, dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (Adv)

Sandeq Heritage Festival, Tradisi dan Filosofi Pemersatu Sulbar di Usia 20 Tahun
Senin, September 16, 2024

By On Senin, September 16, 2024

Pembukaan Sandeq Heritage Festival 2024 di Pantai Desa Paku-Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 16 September 2024. [Foto: Kominfo Sulbar]


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, bersama Pj Ketua TP PKK Sulbar, Sofha Marwah Bahtiar, secara resmi membuka Sandeq Heritage Festival 2024 di Pantai Desa Paku-Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 16 September 2024. Festival ini memiliki makna mendalam bagi Pemerintah Provinsi Sulbar, terutama dalam rangka memperingati 20 tahun berdirinya provinsi tersebut, sekaligus melestarikan tradisi Sandeq.

Bahtiar berharap festival ini mampu memaknai Sandeq sebagai simbol pemersatu Sulbar. Menurutnya, Sandeq bukan hanya milik Sulbar, tetapi telah menjadi identitas yang dikenal hingga ke mancanegara, sebagaimana Passandeq yang pernah berlayar ke berbagai belahan dunia.

Sandeq Heritage Festival 2024 merupakan salah satu rangkaian acara dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Sulawesi Barat, melibatkan 47 perahu Sandeq untuk lomba dan 16 Sandeq Klasik. Setiap perahu Sandeq akan diawaki oleh delapan orang, yang dilengkapi kapal pattonda sebagai pendamping untuk memastikan keselamatan Passandeq.

Peserta lomba Sandeq akan menempuh beberapa etape. Etape pertama dimulai dari Pantai Desa Paku-Silopo di Polewali Mandar menuju Pantai Pamboang di Kabupaten Majene. Etape kedua dari Pamboang menuju Pantai Palipi, dilanjutkan ke Pantai Deking, dan berakhir di Mamuju. Etape terakhir akan dilakukan dengan berkeliling Pulau Karampuang.

Acara pelepasan peserta Sandeq ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pj Bupati Polewali Mandar Ilham Borahima, Bupati Majene Andi Achmad Sukri, Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris, serta sejumlah anggota DPRD dan Forkopimda dari tingkat provinsi maupun kabupaten.

Upacara pelepasan diawali dengan ritual adat sebagai bagian dari tradisi sebelum peserta Sandeq berlayar. Bahtiar menyampaikan bahwa penyambutan meriah akan dipersiapkan untuk menyambut kepulangan Passandeq pada 20 September mendatang.

Menurut Bahtiar, Sandeq Heritage Festival tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa filosofi Sandeq mencerminkan alat kehidupan masyarakat Mandar, mulai dari alat untuk menangkap ikan, hingga sebagai sarana transportasi laut, bahkan antar negara.

"Dengan ukuran yang kecil, mengarungi lautan menggunakan Sandeq membutuhkan nyali, semangat, dan keberanian yang kuat," jelas Bahtiar.

Bahtiar juga menyoroti pentingnya semangat persatuan yang ditanamkan dalam budaya Sandeq. Delapan orang yang mengendalikan perahu harus bekerja sama, dan semangat inilah yang menjadi cerminan karakter masyarakat Sulbar. Harapannya, keenam kabupaten di Sulbar dapat bersatu untuk mencapai tujuan bersama, sebagaimana Passandeq mengarungi lautan.

Ketua Panitia Sandeq Heritage Festival, Mitthar, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Forkopimda dan pemerintah daerah kabupaten. Sebagai bentuk perhatian, panitia juga memberikan bantuan pendidikan kepada Passandeq yang memiliki anak sekolah, untuk mencegah terjadinya putus sekolah.

"Dukungan ini sangat berarti bagi keberlangsungan acara dan pendidikan anak-anak Passandeq," ungkap Mitthar. (Ril/har)

HMI Cabang Polman Kutuk Keras Kasus Kematian Tahanan di Polres Polman
Jumat, September 13, 2024

By On Jumat, September 13, 2024

Ketua HMI Cabang Polman, Ahmad Idris [ist]


POLMAN, MASALEMBO.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Polres Polewali Mandar terhadap seorang tahanan bernama Randi, warga Desa Ihing, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua HMI Cabang Polman, Ahmad Idris, menyampaikan bahwa aparat penegak hukum memiliki kewajiban fundamental untuk menjalankan tugas pemeriksaan atau penyelidikan secara prosedural tanpa kekerasan. Hal ini menyusul insiden yang diduga mengakibatkan kematian seorang tahanan.

"Anggota Polres Polman dalam menangani tahanan seharusnya bersikap humanis, bukan menggunakan kekerasan, apalagi sampai menyebabkan kematian," ujar Idris.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu, beredar informasi di media sosial mengenai dugaan kekerasan yang dialami Randi hingga berakibat fatal. Kematian Randi dianggap tidak wajar karena adanya luka memar dan robek di tubuh korban.

Lebih lanjut, Idris mengungkapkan kesaksian dari orang tua korban yang menyatakan bahwa mereka melihat langsung anaknya diseret dan dianiaya oleh oknum polisi saat berada di ruang tahanan.

"Sebagai penegak hukum, polisi berkewajiban untuk menghormati, melindungi, dan menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM). Kewenangan mereka tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam tugas kepolisian," tegasnya.

Idris menegaskan bahwa jika dugaan ini terbukti benar, maka tindakan tersebut sangat tidak berperikemanusiaan dan telah melanggar hak asasi manusia. "Kami dari HMI mengutuk keras tindakan tak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh oknum kepolisian tersebut."

HMI Cabang Polman mendesak agar oknum terduga segera ditindak dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku. (Rah/red)