Investor Pameran Berhadiah Mobil Majene 2017, Tertipu 50 Juta

On Selasa, April 03, 2018

MASALEMBO.COM

Suasana Pameran Berhadiah Mobil, Stadion Prasamya Majene (Foto : mandarnews.com)
MAJENE, MASALEMBO.COM — Pameran dan pertunjukan tradisional budaya berhadiah mobil di Stadion Prasamya Majene, Sulawesi Barat, November 2017 lalu, menyisakan permasalahan. Sebab, seorang investor pameran mengaku tertipu lantaran hingga kini modal beserta keuntungannya belum juga dikembalikan. 

Dia adalah Irfan, warga Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar. Pengusaha muda itu mengaku tertipu 50 juta rupiah oleh panitia pameran, yakni Fakhmi Abdullah dari Samboyang Management dan Dirwan selaku pemohon. 

Kepada masalembo.com ia menjelaskan, berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditandatangani kedua belah pihak sebelumnya, Irfan selaku pihak pertama akan menerima modal beserta keuntungannya sebesar Rp. 60 juta setelah beberapa hari pameran usai, pertengahan November 2017. Namun jangankan keuntungan, modalnya bahkan belum dikembalikan hingga saat ini.

"Awalnya sih dia menjanjikan keuntungan sebesar enam puluh lima juta, tapi jadinya enam puluh juta," beber Owner Limboro Dagang itu.
Screenshoot percakapan antara Dirwan dengan Irfan 


Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali menagih modalnya kepada Fakhmi dan Dirwan, namun kata dia, mereka hanya mengatakan akan mengupayakannya.

"Katanya sih sementara berusaha. Tapi hingga kini belum ada hasil. Saya juga bahkan sudah menyampaikan padanya untuk mengembalikan modalnya saja. Saya sudah mengiklaskan keuntungannya," ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa apabila satu pekan kedepan uangnya itu belum juga dikembalikan, dirinya akan melaporkannya ke pihak berwenang.

"Kalau gak ada perubahan satu minggu kedepan, jalan terakhir adalah melalui jalur hukum. Saya akan memidanakannya," sebut Irfan Selasa (3/4).

Menanggapi hal itu, Dirwan, sebagai orang pertama yang mengajukan permohonan kerjasama kepada Irfan, mengaku tidak tahu menahu masalah uang tersebut. Kata dia, dirinya hanya fasilitator yang membantu mencari investor.

"Semua masuk di Samboyang Management. Saya juga menyetor dana ke Samboyang Management sebagai sponsor tunggal," ungkap Dirwan, saat dihubungi. 

Mengenai keterlibatannya saat tanda tangan kontrak dengan pihak pertama, Irfan. Kata dia posisinya hanya sebagai saksi dalam surat perjanjian itu.

"Mengenai aturan untung dan rugi mereka (Irfan dan Fakhmi, red) yang atur berdua. Fakhmi bekerja sama dengan Limboro Dagang sebagai sponsor pendamping. Sama dengan posisi saya yang jadi sponsor juga dalam acara itu," ujarnya. 

"Saya juga dirugikan pak. Karena apa yg dijanjikan itu tidak sesuai harapan saya sebagai sponsor tunggal," tambahnya.

Namun alasan tersebut kembali ditampik Irfan. Dia mengatakan, bahwa dirinya tidak akan berani meminjamkan modalnya jika bukan Dirwan yang mengajukannya. Sebab, Dirwan adalah rekan kerja Irfan sebelumnya di perusahaan air minum (iZaura).

"Tidak mungkin saya berani kasih kalau bukan pak Dirwan yang menawarkannya," jelas Irfan. 

Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi dari Fakhmi selaku ketua panitia. Nomor handphone miliknya sudah beberapa kali dihubungi namun belum ada jawaban. (tfk) 


comments