Polman Disebut Daerah Tertinggal, ini Penjelasan AIM

On Jumat, April 13, 2018

MASALEMBO.COM

Kampanye Dialogis AIM-Natsir di Desa Tangnga-tangnga (Foto : Taufik / masalembo.com)
POLMAN, MASALEMBO.COM — Calon Bupati Polewali Mandar nomor urut dua, Andi Ibrahim Masdar dan M Natsir Rahmat kembali menggelar kampanye dialogis, di Desa Tangnga-tangnga, Kecamatan Tinambung, Polman, Kamis (12/4).

Dalam orasi politiknya, Andi Ibrahim Masdar menampik isu yang menyebut Kabupaten Polman adalah daerah tertinggal, miskin dan minim pembangunan. Menurutnya, asumsi tersebut tidaklah sesuai fakta. Karena itu Ia menyebutkan sejumlah prestasi daerah yang ditorehkan di masa kepemimpinannya.


Diantaranya, RSUD Polman yang kini menjadi pusat rujukan masyarakat Sulawesi Barat, dan  ditunjuk sebagai lumbung pangan nasional oleh kementerian. 


"Orang Mateng, Mamuju, Majene bahkan dirujuk ke Polman kalau sakit, bagaimana mungkin ada daerah tertinggal demikian. Dan Polman, saat ini sudah menjadi lumbung pangan nasional, makanya beras kita sudah dikirim ke sejumlah daerah. Seperti Medan, Jakarta, Banten, Kaltim, Irian Jaya dan Maluku," beber AIM.


Selain itu, dari segi pemerintahan, lanjutnya, Polman juga telah menorehkan sejumlah prestasi. Seperti predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI dan laporan kinerja (Lakip) bernilai B. Sementara di bidang pendidikan, sejumlah sekolah diakui juga telah membaik secara umum.


"Polman di bidang kinerja (Lakip) juga telah meraih penilaian B sama dengan Kota Makassar, Sulawesi Selatan," ungkapnya. 


Menurutnya, ia sengaja tidak mengupayakan Kabupaten Polman keluar dari status daerah tertinggal karena ingin menyalurkan bantuan pemerintah pusat ke masyarakat. Seperti Beras Sejahtera (Rastra), Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan bedah rumah.


"Itu memang strategi saya belum mau keluar dari predikat daerah tertinggal. Karena kalau saya keluar dari itu, tidak ada yang akan terima Raskin, PKH dan bedah rumah lagi," ujar AIM.


"Jadi masyarakat pilih mana coba. Kita keluar dari status daerah tertinggal tapi tanpa bantuan atau berstatus daerah tertinggal tapi banyak bantuan," tambahnya.


Atas hal demikian, Polman tahun ini akan 'disuntik' Rp. 120 miliar bantuan PKH yang sebelumnya hanya sebesar Rp. 60 miliar.


"Jadi insya Allah akan banyak yang menerima nanti. Tapi bukan berarti dapat PKH dan Rastra kita miskin, itu menandakan pemerintah sayang pada rakyatnya. Kalau kita keluar dari predikat ini tidak akan ada lagi bantuan demikian. Jadi kita ini tidak lagi tertinggal, kita sudah maju, hanya judulnya saja supaya masyarakat kita dapat bantuan terus," ujarnya.


Namun demikian, ia tidak menampik jika di Polman masih ada sejumlah warga yang hidup dibawah kemiskinan dan pengangguran. Hal itu menurutnya, adalah konsekuensi tiap daerah yang padat penduduk.


"Seperti di Cina dan India, di sana banyak warga miskin, tapi banyak juga orang kayanya dan mereka maju. Kita tidak bijak jika hanya melihat dari satu sisi," ungkap sang petahana.


Atas kinerjanya selama memimpin, sejumlah program pembangunannya disebut masih terus berlanjut hingga bulan Mei mendatang. Diantaranya, pemeliharaan ruas Jalan Daeng Rioso Kecamatan Tinambung, jalan penghubung Kelurahan Tinambung dengan Desa Tangnga-tangnga hingga Karama dan ruas Jalan Kandemeng-Tangnga-tangnga yang kesemuanya menggunakan aspal.


Kemudian, peningkatan struktur ruas jalan Puawang-Katitting dari ujung beton hingga taman makam pahlawan Galung Lombok, Tinggas-tinggas - Kandeapi dari depan PLN menuju pasar Baru Tinambung, dan peningkatan ruas jalan Katitting-Kampung Baru dari ujung beton ke perkampungan Katitting Desa Tandung, menggunakan rabat beton.


"Jadi kalau masih ada yang rusak. Silahkan masukannya," pungkasnya. 


Kampanye dialogis tersebut dihadiri sejumlah anggota partai pengusung dan pendukung, serta masyarakat Desa Tangnga-tangnga. (tfk) 



comments