Warga Sorot Pekerjaan Tanggul RSUD Sulbar: Ada Kesalahan Perencanaan?

On Sabtu, April 07, 2018

MASALEMBO.COM

Tampak tanggul RS Regional Sulbar mulai retak dan terancam roboh (Foto: awal/masalembo.com)
MAMUJU, MASALEMBO.COM - Pasca mendapat informasi retaknya tanggul Rumah Sakit Regional Sulbar, warga Mamuju yang juga Ketua Komunitas Pemberantas Korupsi (KPK) Wilayah Sulbar Andi Muhammad Yushar mengunjungi proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Hasilnya, Andi membenarkan retaknya tanggul itu. Bahkan kata dia, kini kondisi tanggul tersebut terancam roboh. "Bangunan tanggul itu baru beberapa bulan usai dikerjakan, namun sudah nampak ada yang retak dan mungkin saja roboh, padahal anggaran mencapai miliaran rupiah," kata Andi Muhammad, Sabtu (7/4).

Baca juga: Belum Diresmikan Tanggul RS Regional Sulbar Sudah Mulai Retak

Padahal, kata dia, bangunan tersebut belum diserahterimakan oleh pihak pelaksana (kontraktor) kepada yang terkait karena masih dalam tahap pemeliharaan.

Andi Muhammad Yushar mengatakan, dari hasil pantauannya di lokasi, ia menduga beberapa faktor jadi penyebab rusaknya tanggul di RSUD Sulbar tersebut, yakni kesalahan perencanaan, kondisi alam dan ketiga kesalahanan pelaksanaan. "Tetapi kalau saya melihat ada dugaan kesalahan perencanaan," ujarnya.

Yusran mengatakan semestinya pemasangan besi pada tanggul harus merata dan saling mengikat antara besi bangunan bawah dengan bangunan atas sehingga
ketika ada tekanan tanah dari dalam, bangunan tanggul tersebut tetap kokoh.

"Tetapi ini saya melihat ada beberapa titik tidak ada besi terpasang, dan fatalnya lagi besi bangunan bawah dengan bangunan atas tidak saling mengikat sehingga bangunan tidak memiliki daya kekuatan apalagi ketinggiannya mencapai 20 meter dan panjangnya sekitar 50 meter," ungkapnya.

Bukan hanya itu kata Andi, pemasangan batu diletakkan begitu saja tanpa diberikan campuran semen sebagai penguat. "Hanya bagian luar plesterannya saja yang tebal," katanya.

"Belum lagi campuran semennya yang digunakan tidak terlalu kuat.Kalau kita mau uji di laboratorium campuran yang digunakan tidak masuk standar," terang sarjana teknik itu.

Menyikapi kondisi itu, dirinya mengatakan, pihaknya akan mengakaji lebih dalam masalah tersebut, dan jika terbukti ada unsur kesengajaan tidak mengikuti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan menyalahi bestek yang sudah ditentukan, maka pihaknya akan mendorong ke radah penyelidikan pidana. 

"Jika benar demikian, maka tugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk turun menghitung besaran kerugian," katanya.

"Dan jika nantinya juga masuk dalam ranah pidana maka pihak kepolisian berhak turun melakukan pemerikasaan jika memang ada unsur kesengajaan didalamnya," lanjutnya. 

Hingga berita ini dirilis, belum ada pihak peklasana pekerja proyek tanggul RS Sulbar ini dapat diminta tanggapan. Sementara, Direktur Rumah Sakit Regional Provinsi Sulbar, dr Andi Munatsir saat dikonfirmasi mengatakan, retaknya tanggul tersebut akibat curah hujan yang tinggi.

"Dalam dekat ini rekanan akan melakukan perbaikan karena masih dalam tahap pemeliharaan," ujarnya. (awl/har)

comments