Tasbih Raksasa di Binuang, Berusia Ratusan Tahun

On Sabtu, Mei 19, 2018

MASALEMBO.COM

Tasbih raksasa di Binuang Polman, berusia ratusan tahun (Foto: Asrianto/masalembo)
POLEWALI, MASALEMBO.COM - Pernahkah anda melihat tasbih raksasa? Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ada tasbih yang berukuran besar dengan panjang mencapai 38 meter.

Tasbih tersebut terdapat di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang. Usianya sudah lebih dari 400 tahun.

Tasbih raksasa sebesar ukuran buah kemiri, terbuat dari buah Manjakani yang didatangkann langsung dari Tanah Suci Mekah, dengan jumlah biji tasbih sebanyak 3.300 biji.

Tasbih ini juga menjadi saksi peradaban agama islam di wilayah Binuang. Awalnya, tasbih dibawa oleh Syekh Abdul Kadir, atau Haji Mallawi, dari tanah Arab, saat menyebarkan agama Islam pertama di Kerajaan Binuang. Kini tasbih ini dipegang oleh Muslimin,  sebagai pewaris kerurunan.

"Sudah ratusan tahun ini pak. Saya mungkin yang menjadi generasi kelima" kata Muslimin, yang juga imam masjid Nurul Hidayah Binuang.

Tasbih ini digunakan warga pada berbagai hajatan, seperti khatam Alquran, maulid dan tahlilan. Tapi, untuk menjaga kelestarian, kini hanya dipakai berzikir berjamaah di masjid saat Ramadan.

Saat Ramadan, tasbih yang diklaim terpanjang di dunia oleh warga Binuang ini biasa digunakan puluhan warga untuk berzikir usai sholat Tarawih atau shalat Jumat. Biasanya, warga duduk melingkar, tangan mereka memegang tasbih ini sambil berzikir bersama. Dibutuhkan hingga puluhan orang untuk berdzikir.

"Kalau berdzikir satu kali saja berputar, karena jumlahnya banyak 3.330 butir" Kata Muslimin.

Menurut Muslimin, pengurus rumah adat Balla Lompoa, Gowa, Sulawsi Selatan pernah datang meminta untuk dimasukkan kedalam museum, namun ia menolaknya, dengan alasan inigin tetap menjaga warisan tersebut.

Kini tasbih raksasa tersenut masih tersimpan rapi di rumahnya di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. (ant/har)

comments