Dari Balik Jeruji Besi, Fathir Meraup Rupiah Lewat Kaligrafi

On Minggu, Juni 03, 2018

MASALEMBO.COM

H. Fathir memperlihatkan kaligrafi hasil karyanya (Foto: Asrianto/masalembo.com)


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Dengan memanfaatkan limbah koran bekas, seorang napi di Lapas Kelas II B Polewali Mandar membuat lukisan kaligrafi.
Lewat tangan terampilnya, napi bernama H. Fathir ini membuat hasil karya yang bernilai rupiah. Bahkan, di bulan Ramadan ini permintaan terhadap hasil karyanya meningkat drastis hingga 100 persen.

"Alhamdulillah, berkah juga pak. Selama ramadan banyak yang pesan, sudah ada 30 orang," katanya saat disambangi di Lapas Sabtu (2/6).

Untuk membuat satu jenis kaligrafi H. Fathir membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. Proses pembuatannya terbilang rumit. Awalnya koran direndam hingga menjadi bubur kertas, kemudian dicampur lem dan direkatkan ke kanvas.

Sebelumnya, ia harus membuat polanya. Kemudian bahan yang sudah dicampur direkatkan ke media kanvas atau bingkai.

"Kaligrafi yang saya buat terbuat dari dua bahan yakni koran bekas dan pasir. Tapi yang paling laris adalah kaligrafi yang terbuat dari koran," tutur napi yang ternyata alumni UGM Jogjakarta ini.

Selain dipasarkan di wilayah Polman, lukisannya juga dibawa hingga keluar daerah seperti Kalimantan dan Makassar.
Umumnya peminat lukisan kaligrafi ini adalah para tamu atau pembesuk.

Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung dari besar dan modelnya.

Menurut petugas Lapas Kelas II B Polewali, Asriani Dermawan, setiap napi didalam lapas memang diajarkan berbagai kreasi tergantung dari keahlian masing-masing.

"Memang banyak hasil karya napi di sini, seperti membuat kerajingan tangan dari penutup makan, tempat tisu, dan masih banyak lagi yang lainnya," ujarnya. (ant/har)

comments